Adab Bulan Rajab

Adab ini dilakukan sehari sebelum masuknya Bulan Rajab, antara Ashar dan Maghrib dan diulang sebagai adab harian bagi para salik, kira-kira dimulai 1,5 jam sebelum Salat Subuh, tanpa membaca Doa Agung yang ditransmisikan oleh Grandsyekh Sultan Awliya Syekh `Abdullah Fa`iz ad-Daghestani (q) (ad-du`aa ul-maatsuur li Sulthan al-Awliyaa) yang hanya dilakukan pada malam pertama.

  1. Mandi Suci (ghusl) antara Salat Ashar dan Maghrib.
  2. Kenakan pakaian terbaik.
  3. Gunakan wangi-wangian yang baik, khususnya bagi pria.
  4. Lakukan Salat Sunnah Wudhu 2 rakaat.
  5. Baca:
    Yaa Rabbi ‘l-`Izzati wa ‘l-`Azhamati wa ‘l-Jabbaruut
    Wahai Tuhan yang memiliki Kemuliaan, Keagungan dan Memaksakan Kehendak-Nya.
  6. Bergerak 3 langkah ke depan, ke arah kiblat dari posisi salat Anda diawali dengan kaki kanan.
  7. Niat:
    Nawaytu ‘l-arba’in, nawaytu ‘l-`itikaf, nawaytu ‘l-khalwah, nawaytu ‘l-`uzlah, nawaytu ‘r-riyadhah, nawaytu ‘s-suluk, lillahi ta’ala fii haadza ‘l-masjid (atau fii haadza ‘l-jaami`)
    Aku berniat 40 (hari mengasingkan diri), aku berniat untuk beritikaf, aku berniat khalwat, aku berniat mendisiplinkan (ego), aku berniat mengadakan perjalanan di jalan Allah (swt), demi Allah (swt) di masjid ini.
  8. Baca:
    Yaa Haliim 100 kali (untuk menghilangkan amarah)
    Yaa Hafizh 100 kali (untuk menghilangkan penderitaan)
  9. Bayangkan diri Anda berada di al-Rawdhah, di depan makam Nabi (s), menghadap Rasulullah (s) dan ucapkan 100 kali shalawat:
    Allahumma shalli `alaa Muhammadin wa `alaa aali Muhammadin wa sallim
    Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam kepada Muhammad (s) dan kepada keluarga Muhammad (s)
    Miliki niat bahwa Allah (swt) akan membuat kita berada dalam hadirat spiritual Rasulullah (s), Imam Mahdi (a) dan para Syekh kita.
  10. Niat:
    Yaa Rabbii innanii nawaytu an ataqaddama nahwa bahri wahdaniyyatika ilaa maqaami ‘l-fanaa-i fiika falaa tarudanii yaa Rabbii, yaa Allaah khaa-iban hatta tuwa ‘sh-shilanii ila dzaaka ‘l-maqaama ‘l-maqaamu ‘l-fardaanii
    Ya Rabbii, aku berniat melangkah ke depan untuk meraih Maqamul-Fana dalam Hadirat-Mu.  Ya Rabbii, ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk melenyapkan diriku dalam Hadirat-Mu.  Ya Rabbi, aku bergerak menuju Samudra Wahdaniyyah, Ya Rabbi janganlah Engkau menolakku sampai aku mencapai Maqam al-Fardani.
    Yaa Rabbii, yaa Allaah haytsu haadza as-syahru huwa syahruka ji’tuka dha’ifan wa naawiyan an a`mala `amalan biduun `iwadhun aw ay-yakuuna fiihi thalaban li ‘l-fadhiilati qaasidan iyyaaka Ilaahii anta maqshuudi wa ridhaaka mathluubi
    Ya Rabbii, ya Allah, karena bulan ini adalah bulan-Mu, aku datang kepada-Mu sebagai tamu yang lemah dan aku berniat untuk beribadah kepada-Mu tanpa mengharapkan balasan apapun. Tuhanku, Engkaulah maksud dan tujuanku, dan hanya rida-Mu-lah yang kutuju.
    Ya Rabbii, kullu `umrii qad amdhaytuhu fil ma`aashii wa ‘sy-syirki ‘l-khafii. Wa innanii uqirru bi-annanii lam aati ilaa baabika bi `amalin maqbuulin `indaka anta-Allaahu ‘l-ladzii laa ya’tii ahad ilaa baabika bi `amalihi bal bi-fadhlika wa juudika wa karamika wa ihsaanika.  Anta Allaahu ‘l-ladzii la taruddu `abdan jaa’a ilaa baabika falaa taruddanii yaa Allaah
    Ya Rabbii, seumur hidupku telah kuhabiskan dalam kemaksiatan dan syirik tersembunyi.  Kunyatakan sepenuh hati bahwa aku tidak pernah melakukan satu amalan pun yang Engkau terima. Anta Allah (swt), Yang tidak pernah mengusir orang yang datang ke pintu-Mu.  Anta Allah (swt), tiada seorang pun yang datang ke pintu-Mu dengan amalannya, melainkan dengan karunia dan rahmat-Mu.Yaa Rabbii, kullu umuuri fawwadh-tuhaa ilayka hayaatii wa mamaatii wa ba`da mamaatii wa yawmul hasyr.  Kullu umuuri hawwaltuhaa `indaka.  Wa fawwadh-tu amrii ilayka, laa amliku min amri nafsii syay-an.  Laa naf`an, wa laa dharran, wa laa mawtan, wa laa hayaatan, wa laa nusyuuran. Kullu umuuri wa hisaabi wa su-aalii wa jawaabii hawwaltuhu `indaka yaa Rabbii yaa Allaah. Naashiiyati bi-yadika wa anaa `aajizun `anil jawaabi wa law mitsqaala dzarratin
    Ya Rabbii, aku telah menyerahkan segalanya kepada-Mu: kehidupanku dan kematianku; kehidupanku setelah mati dan Hari Kiamat.  Seluruh milikku telah kuserahkan kepada-Mu dan Engkaulah yang mengawasi diriku. Ya Rabbi, aku tidak memiliki apa pun dengan ego dan jiwaku. Aku tidak bisa mendatangkan kebaikan atau keburukan kepada diriku, atau hidup dan kematian kepada diriku, melainkan aku telah menyerahkan segalanya kepada-Mu. Seluruh penilaian-Mu terhadapku, semua pertanyaan-Mu kepadaku dan seluruh jawabanku telah kuserahkan kepada-Mu.  Apa pun yang ingin Kau lakukan terhadapku, lakukanlah.  Leherku ada dalam genggaman-Mu, aku tidak berdaya dalam menjawab pertanyaan-Mu, bahkan jawaban terkecil pun aku tidak bisa menjawabnya.  Dengan segala kelemahan dan ketidakberdayaan itu serta tidak adanya harapan, aku datang ke pintu-Mu.

    Law kaana laka yaa Rabbii baabayni ahadahumaa mukhashash-shun littaa-ibiina min `ibaadika al-mu’miniin wa ‘l-aakharu littaa-ibiina min `ibaadika al-`aashiin.  Ji’tuka yaa Allaah nahwu baabika ‘l-ladzii yahtaaju an yadkhula minhu `ibaaduka al-`aashiin.  Wa innanii uqirru wa a`atarif annahu yajibu an ujaddida islaamii wa iimaanii min haadzal baab li-izh-haaril `ajzi
    Ya Rabbii, jika Engkau mempunyai 2 pintu bagi hamba-Mu untuk masuk, yang pertama untuk hamba-Mu yang beriman dan yang kedua untuk hamba-Mu yang tidak taat. Aku datang kepada-Mu melalui pintu yang digunakan oleh orang tidak taat dan aku percaya bahwa inilah satu-satunya pintu masuk untukku.  Aku menyatakan pada-Mu bahwa aku harus memperbarui Iman dan Syahadatku dari pintu ini, untuk menunjukkan kerendahan hati dan ketidakberdayaanku.

    Wa haadzaal `amalu huwa awwalu `amalin lii ba`da maa syahidtu bil Islaami haqqan. Yaa Rabbii wa Anta wakiilii, yaa Wakiil haytsu naquulu Allaaha `alaa maa naquulu Wakiil wa Syahiid.
    Amal ini dan syahadat ini adalah amal pertama bagiku setelah aku mengucapkan syahadat dan masuk Islam dan Engkau adalah Pelindungku di mana kami mengatakan, Allah (swt) adalah Pelindung dan Saksi terhadap apa yang kami ucapkan.

  11. Ucapkan 3 kali syahadat:
    Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan `abduhu wa Rasuuluh
    Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (swt) dan aku bersaksi bahwa Muhammad (s) adalah hamba dan utusan Allah (swt).
  12. Menyatakan kembali 5 Rukun Islam:
    Iqaamatu ‘sh-shalaat, wa iitaa’u ‘z-zakaat, wa shawmu Ramadhaan, wa hajjul bayt
    Mendirikan salat, membayar zakat, berpuasa Ramadan, dan ibadah Haji ke Baitullah.
  13. Menyatakan kembali Rukun Iman:
    Aamantu billaahi wa malaa’ikatihi wa kutubihi wa rusulihii wa ‘l-yawmi ‘l-aakhiri, wa bi ‘l-qadri khayrihi wa syarrihi min Allaahi ta`aalaa
    Aku percaya kepada Allah (swt), malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, utusan-utusan-Nya, hari akhir, takdir baik dan buruk—adalah berasal dari Allah (swt) Yang Maha Tinggi.Yaa Rabbii, yaa Allaahu kam zhahara minnii mina ‘dz-dzunuubi wa ‘l- ma`aashii zhaahiran wa baathinan wa sirran min `ahdi iijaadi dzarratii wa ruuhii wa dukhuuli ruuhii ilaa jismii wa zhuhuurii mina ‘l-`aalami ‘d-dunyaa ilaa yawminaa hadzaa raj`atu `anil jamii`i ilayka bi ‘t-tawbati wa ‘l-istighfaar
    Ya Rabbii, ya Allah, sejak Hari Perjanjian (Alastu bi Rabbikum, Qaalu bala)—apapun janjiku kepada-Mu, aku menerimanya dan berjanji untuk melaksanakan semuanya. Ya Allah, Ya Tuhanku, sejak hari di mana Engkau menciptakan atomku, zarahku, dan sejak hari di mana Engkau meniupkan rohku, dan sejak hari di mana jiwaku muncul dari tempat yang benar-benar abstrak menjadi nyata, hingga kini, berapa banyak ketidakpatuhan telah kulakukan, dari zarahku, jiwaku dan tubuhku, lahir dan batin. Aku menyesali semuanya dan aku menyesali apa yang telah kulakukan dan aku kembali kepada-Mu untuk memohon ampunan dan tobat.Wa innanii qad dakhaltu wa salaktu fii rahmaati syahrika hadzaa l-mubaarak falaa taruddnii yaa Rabbii `an baabika wa laa tatruknii li ahwaali nafsii wa law lilahzhah wa anaa astaghfiruka
    Ya Rabbi, aku masuk dan bergerak ke dalam Samudra Berkah dari bulan-Mu yang penuh pujian. Ya Rabbi, janganlah Engkau menolakku dari pintu-Mu dan janganlah Engkau meninggalkan diriku pada egoku walaupun hanya sekejap mata dan aku memohon ampunan-Mu.
  14. Istighfaar:
    Astaghfirullaah (100 kali)
    Catatan: bagian di bawah ini dilakukan sebagai adab harian di bulan Rajab tetapi tidak dilakukan dalam adab memasuki bulan Rajab.
    kemudian duduk, tutupi diri dengan kain tipis dan nyalakan lilin atau lampu yang remang-remang.Lanjutkan dengan awrad harian Naqsybandi tingkat mapan (Adzkaar al-yawmi: dzikir ahlul `azhiim), mulai ayat Aamana ‘r-Rasuul sampai akhir.
  15. Al-Fatihah (dengan niat agar kita disandangkan dengan tajali yang turun ketika surat ini diturunkan di Mekah)
  16. Aamana ‘r-Rasuul [QS 2:285-286]
  17. Alam Nasyrah (7 kali)
  18. Al-Ikhlash (11 kali)
  19. Al-Falaq (1 kali)
  20. An-Naas (1 kali)
  21. Laa ilaha illa ‘l-Laah (9 kali)Laa ilaha illa ‘l-Laah Muhammadun Rasuulullaah shall-Allaahu ta`aala `alayhi wa `alaa aalihi wa shahbihi wa sallamAllaahumma shalli `alaa Muhammadin wa `alaa aali Muhammadin wa sallim (10 kali)Shalli yaa Rabbii wa ‘s-sallim `alaa jamii`i ‘l-Anbiyaa’i wa ‘l-Mursaliin, wa aali kullin ajma`iina wa ‘l-hamdulillaahi Rabbil `alaamiin
  22. Sayyid ash-Shalawaat:
    `alaa asyrafil `aalamiina sayyidinaa Muhammadinish-shalawat
    `alaa afdhalil `aalamiina sayyidinaa Muhammadinish-shalawat
    `alaa akmalil `aalamiina sayyidinaa Muhammadinish-shalawatShalaawaatullaahi ta`aalaa wa malaa’ikatihii wa anbiyaa’ihii wa Rusulihii, wa jamii`i khalkihii `alaa Muhammadin wa `alaa aali Muhammad, alayhii wa `alayhimu ‘s-salaam wa rahmatullaahi ta`aalaa wa barakaatuh, wa radhiyallaahu tabaaraka wa ta`aalaa `an saadaatina ash-haabi Rasuulillaahi ajma`iin.    Wa `anit-taabi`iina bihim bi ihsaan, wa `anil a-immatil mujtahidiinal maadhiin wa `anil `ulamaa-i ‘l-muttaqiin, wa`ani ‘l-awliyaa-i shaalihin,  wa am-masyaayikhina fii thariqatin Naqsybandiyyatil `aliyyah Qaddas Allaahu ta`aalaa arwaahahumu ‘z-zakiiyah, wanawwarallaahu ta`aalaa adhrihatahumu ‘l-mubaarakah, wa a`aadallaahu ta`aalaa `alaynaa min barakaatihim wa fuyuudhaatihim daa`iman wa ‘l-hamdullilaahi rabbil `aalamiin, al-Faatihah
  23. Ihda.
  24. Surat al-Fatihah (dengan niat telah disandangkan dengan tajali yang turun ketika surat ini diturunkan di Madinah)
  25. Allaahu Allaahu Allaahu HAQQ (3 kali)
  26. Zikir:
    Allah Allah 5000 kali (dalam hati/khafi)
    Allah Allah 5000 kali (bersuara/jahar)
  27. Shalawat:
    Allaahumma shalli `alaa Muhammadin wa `alaa aali Muhammadin wa sallim (1000 kali setiap hari, kecuali Senin, Kamis dan Jumat 2000 kali)
  28. Salat Najat
  29. Salat Syukur
  30. Salat Tasbih
    Catatan: ketiga salat di atas dilakukan sebagai adab harian di bulan Rajab tetapi tidak dilakukan pada adab memasuki bulan Rajab.
  31. Yaa Shamad (500 kali)
    Dengan niat untuk menghilangkan aspek buruk dari ego.
  32. Astaghfirullaah (500 kali)
    Dengan niat memohon kepada Allah (swt) agar mengampuni dosa-dosa kita, sejak diciptakannya jiwa kita sampai hari ini.
  33. Astaghfirullaah (500 kali)
    Dengan niat bahwa sejak hari ini sampai hari terakhir di dunia, Allah (swt) akan melindungi kita dari dosa-dosa.
  34. Alhamdulillaah (500 kali)
    Sebagai rasa syukur bahwa Allah (swt) tidak menciptakan kita sebagai umat dari nabi-nabi yang lain
  35. Alhamdulillaah (500 kali)
    Sebagai rasa syukur bahwa Allah (swt) telah menciptakan kita sebagai umat dari Nabi Muhammad (s), dan memuliakan kita dengan Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq (r), `Abdul Khaliq al-Ghujdawani (q), Syekh Sayyid Syarafuddin ad-Daghestani (q), dan memuliakan kita dengan Grandsyekh Syekh `Abd Allah al-Fa`iz ad-Daghestani (q), dan memuliakan kita dengan menjadikan kita sebagai pengikut Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani (q)
  36. Doa Agung dari Sulthan al-Awliyaa (ad-Du`a ul-Maatsuur)
    Bahasa Arab
    Versi Latin

Sumber:
The Naqshbandi Sufi Tradition: Guidebook of Daily Practices and Devotion
by Shaykh Muhammad Hisham Kabbani
© 2004, Islamic Supreme Council of America

Advertisements