Thariqah adalah `Azhiimat asy-Syari`ah

15267857_1181011951953156_2759439299350518277_n

Thariqah adalah `Azhiimat asy-Syari`ah.  Thariqah bukanlah rukhsah. Tingkat terendah dalam Syari`ah adalah ketika kalian memberikan keringanan pada diri kalian sendiri dalam setiap aspek Syari`ah. Sedangkan `Azhiimah, level tertinggi dalam Syari`ah, adalah untuk tidak menerima keringanan dalam melakukan kewajiban kalian.

Jadi, thariqah adalah ajaran-ajaran yang lebih ketat dari Awliyaullah. Thariqah memberikan metode yang lebih sempurna dalam melakukan segala sesuatu yang dituntut oleh Syari`ah. Thariqah menjaga tingkat tertinggi kesempurnaan dan kesucian pada diri kalian untuk menjadi orang yang baik dan memiliki adab dalam melakukan kewajiban-kewajiban kalian.

Karena itulah kita mengatakan bahwa thariqah adalah `azhimat asy-Syari`ah, suatu tingkatan tertinggi dalam menjalankan Syari`ah, bukan pada tingkatannya yang terendah.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
http://www.naqsybandi.com

Khalifah di Muka Bumi

msh_q_66

“Allah (swt) berfirman kepada para Malaikat, “Aku akan menjadikan seorang Khalifah di muka bumi.” Innii jaa’ilun fi ‘l-ardhi khalifah. Ardh, Bumi yang dimaksud bukanlah planet ini, tetapi seluruh alam semesta. Keseluruhan alam semesta ini terdiri atas 6000 galaksi, dan setiap galaksi memiliki setidaknya 80 miliar bintang-bintang. Para ilmuwan menemukan bahwa galaksi kita memiliki 80 miliar bintang-bintang, bukan 80 juta, dan mereka menemukan 6000 galaksi seperti galaksi ini, itulah ardh!  Nabi (saw) pernah melewati itu semua! Dan ketika beliau melewati semuanya itu, beliau mengetahui apa yang beliau lihat, bukan sekedar melewati secara buta, hasya! Beliau melaluinya atas perintah Allah (swt) untuk mencapai Qaaba Qawsayni aw Adnaa dan beliau melihat semuanya dan memahami semuanya.”

Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
http://www.naqsybandi.com

Hikmah Bershalawat

15241392_10154125201140886_4594990215408657879_n

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰٓٮِٕڪَتَهُ ۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّۚ يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا

“InnaLlaaha wa malaai’katahu yushalluuna ‘ala ‘n-Nabiyy, Yaa ayyuha ‘l-ladziina aamanuu shalluu ‘alayhi wa sallimuu tasliimaa.”
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzaab, 33:56)

Para Malaikat diperintahkan untuk bershalawat atas Nabi (saw). Mengapakah mereka diperintahkan untuk melakukan shalawat? Ada hikmah di situ. Mereka diperintahkan untuk bershalawat, karena ketika kita bershalawat atas Nabi (saw), mereka, yaitu para Malaikat, akan menjawab shalawat kita dengan shalawat mereka. Jawaban mereka akan mengangkat diri kita dan membuat kita naik melalui kekuatan-kekuatan ruhaniah kita. Kalian tidak mengetahuinya karena kalian tidak merasakannya sebab kalian terhijab. Tapi pada hakikatnya, ketika kalian bershalawat, kalian akan memperoleh satu shalawat dan kalian tidak dapat membayangkan limpahan karunia yang Allah (swt) akan berikan bagi kalian. Jika kalian membaca shalawat satu kali, kalian memperoleh satu pahala, jika kalian membaca shalawat dua kali, kalian memperoleh lebih banyak pahala, dan shalawat yang pertama tak akan pernah menyerupai shalawat yang kedua; Shalawat-shalawat itu pasti berbeda (tajalinya, red.). Dan selama kalian membaca shalawat, Allah (swt) mengirimkan pada kalian shalawat-shalawat pula, ini yang Dia telah sebutkan (dalam ayat di atas).

Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
www.naqsybandi.com

Tunjukkan Rasa Syukur Kita

15220115_10154125849430886_2767074722991075273_n
“Jangan lupa untuk menunjukkan rasa syukur kalian pada Allah (swt)! Shalatlah dua rakaat Sunnah Syukur dan ucapkanlah, “Alhamdulillah, Syukran lillaah,” dan bacalah shalawat atas Nabi (saw) dengan cara mana pun yang terinspirasikan dalam qalbu kalian, dan jangan berhenti membacanya. Allah (swt) tidak mengatakan, “Bacalah 200, 300, 1000,” tapi Dia membiarkannya terbuka, yang artinya kalian dapat melakukannya bahkan sejuta kali! Dia berfirman, “Shalluu `alayhi, bershalawatlah atas Nabi (saw),” artinya kalian bebas melakukannya kapan saja. Jika kalian tidak sedang membaca Qur’an Suci, maka bacalah shalawat atas Nabi (saw).”

Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
http://www.naqsybandi.com

Mi’rajnya Nabi Muhammad (saw)

msh_q_64

“Di atas setiap mi’raj (Kenaikan) ada mi’raj yang lain, karena ia tak pernah berhenti. Setinggi apa pun Nabi (saw) tengah naik, mi’raj-mi’raj yang baru terus terbuka. Awliyaullah memahami bahwa Nabi (saw) tidak hanya mengalami satu kali mi’raj saja. Apakah Allah (swt) demikian miskinnya hingga Dia hanya mengaruniakan satu kali mi’raaj? Allah (swt) adalah al-Kariim (Yang Maha Pemurah), Dia memberi tanpa mengira! Ketika Dia mengundang Kekasih-Nya tercinta Nabi (saw) untuk melakukan mi’raj, apakah kalian pikir Dia menghitung berapa kali mi’raaj yang Dia berikan? Dia senantiasa memberi, “Ambil yang kau inginkan!” Karena itulah ‘Ulama al-Ummah ini berkata, “Nabi (saw) melakukan ma’arij (plural, jamak), bukan hanya satu!” Nabi (saw) tengah melakukan ma’arij bahkan pada saat ini juga!”

Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
http://www.naqsybandi.com

Inti Keseluruhan Risalah adalah untuk Mematuhi Allah (swt) dan Nabi-Nya (saw)

15171118_10154118670420886_3386947583449921930_n

Athi’ullaah wa athi’u ‘r-Rasuula wa uli ‘l-amri minkum
Taatilah Allah, taatilah Rasul dan taatilah pemegang otoritas di antara kalian. (QS. An Nisa’ 4:59)

Inti keseluruhan risalah adalah untuk mematuhi Allah (swt) dan Nabi-Nya (saw). Barangsiapa taat kepada Allah, Dia akan meliputi mereka dengan busana Rahmah-Nya untuk mengampuni mereka. Jika kalian mengikuti mereka yang taat kepada Allah (swt) dan Nabi-Nya ﷺ, serta mereka yang yang lebih tahu daripada kalian, maka kalian berada pada Shiraathu ‘l-Mustaqiim, “Jalan yang Benar.”

Dan sebagaimana pernah kami katakan sebelum ini, setiap kata dan setiap huruf dalam Qur’an Suci memiliki makna yang mendalam dan pribadi. Apa yang Allah berikan pada seseorang, Dia tidak berikan kepada yang lainnya. Jika saya mengucapkan, “Allahumma shalli `alaa Sayyidinaa Muhammad,” Allah akan mengaruniakan berkah yang sesuai dengan karakter saya. Jika kita mengucapkan shalawat itu bersama-sama, Allah akan memberikan setiap orang tajali yang berbeda-beda dari Nama-Nama dan Sifat-Sifat-Nya serta ampunan-Nya pada segenap orang. Tidak setiap orang di antara kita memiliki pakaian yang sama, sebagaimana di dunia ini kita tidak memiliki pakaian yang sama. Dengan Keagungan-Nya, Allah (swt) suka untuk memberikan pada kita sesuatu yang unik pada setiap saat! Kalian tidak dapat membatasi Keagungan-Nya, tidak pula kehebatan ciptaan-Nya. Setiap saat Dia menciptakan, bagi mereka yang hidup di dunia ini dan bagi mereka yang hidup di tempat yang lain, dan Dia lebih tahu! “Innaa Rabbuka la-ghafuuran syakuur.” Allah (swt) sangat berbahagia pada hamba-Nya ketika mereka mendekat pada-Nya melalui tobat memohon ampunan-Nya.”

Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
http://www.naqsybandi.com