Ismullaah al A`zham

photo_2019-05-30_07-33-48.jpg

Jika seseorang ingin agar doanya segera terkabul, maka doa itu harus disertai dengan Ismullah al-A`zham اسْمُ اللَّهِ الأَعظَمُ, yaitu Nama-Nama Allah yang paling Agung, yang tertanam pada tiga ayat pertama setiap Surat dalam kitab suci al-Qur’an mulai dari awal hingga akhir. Jadi jika kalian membaca tiga ayat pertama dari setiap Surat setiap hari, tentu saja kalian akan melewati Ismulaah al-A`zham.

Para Awliyaullah menjadikannya sebagai wirid harian, tetapi jika kalian membacanya sekali seumur hidup, itu sudah diterima!

Shaykh Hisham Kabbani

Pembacaan Ayat Pertama dari setiap Surat:
https://sufilive.com/Recitation-of-First-Ayat-of-Every-Surah-Ismulllah-al-A-zam-is-contained-in-the-first-verses-6571.html

Ayat Pertama setiap Surat:
https://www.dropbox.com/s/3dzu0xola65ur6b/Qalbul%20Quran.pdf?dl=0

Advertisements

Pentingnya Malam Laylat al-Bara`ah

26196482_1555977204456627_3864816671046252175_n

Mawlana Syekh Hisyam Kabbani

Zawiyah Fenton, Michigan, 1 Juni 2015

 

A`uudzu billahi min asy-Syaythani ‘r-rajiim. Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim.
Sebagaimana yang dikatakan oleh para Awliyaullah bahwa sebuah majelis yang melakukan dzikrullah, bahkan dengan hanya 3 orang pun akan membersihkan 70,000 majlis suu’ (buruk), yaitu majelis setani (majelis yang di dalamnya tidak disebutkan nama Allah–penerj.), jadi ini adalah pembersihan bagi kita.  Dan khatm ini dari generasi ke generasi, selama 1436 tahun dari Hijrahnya Nabi (saw) dari Mekah ke Madinah, senantiasa dilakukan secara terus-menerus tanpa henti, mengikuti perintah man tasyabbaha bi qawmin fa huwa minhum, “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, ia akan digolongkan sebagai kaum tersebut,” dan ktia melakukannya atas perintah Allah (swt), yang mengatakan kepada Nabi (saw) dalam sebuah Hadits Qudsi,

أَنَا جَلِيْسُ مَنْ ذَكَرَنِي

Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir (mengingat-Ku). (Hadits Qudsi. Ahmad, Bayhaqi)

“Aku duduk bersama orang yang mengingat-Ku,” bukannya duduk sebagaimana yang kita pikirkan karena kita tidak percaya dengan tajsim, tetapi di sini artinya adalah bersama kita, Hadirat Ilahiah-Nya.  

Kita lakukan dzikrullah dan selesai menjelang Maghrib, lalu kita baca Yasiin tiga kali.  Grandsyekh (q) menjelang akhir hayatnya, beliau berada di rumah kami di Beirut dan saat itu tanggal 15 Sya`baan 1973, beliau berkata, “Aku tidak ingin tinggal lebih lama lagi di Beirut setelah 15 Sya’ban, bawalah aku kembali ke Damaskus.”  Setidaknya itu memerlukan sebuah shuhba, tetapi beliau berkata, “Untuk membuat rumahmu manis seperti surga, tidak perlu pergi ke pasar, temukan buah apa pun yang kau temukan, baik yang sedang musim maupun di luar musimnya.”  Pada saat itu, di sana tidak seperti di sini yang mudah untuk menemukan segala hal. Tetapi kami mendapatkannya, orang-orang datang membawakan buah-buahan.

Beliau berkata, “Kita akan membaca (melakukan adab) Laylat al-Bara`ah dan ada banyak kejadian yang akan terjadi, tetapi kalian akan selamat, dan insyaAllah sebagian dari kalian akan hidup di zamannya Mahdi (as).  Setalah menyelesaikan awraad, makanlah buah-buahan itu dan hidup kalian akan menjadi manis, insyaAllah.”

Saya mengatakan kepada Ishaq sebelum naik pesawat hari ini bahwa kata-kata Mawlana Syekh datang kepada kami untuk melakukan hal yang sama sebagaimana yang dilakukan oleh Grandsyekh, karena dunia sedang memanas sekarang dan agar kita selamat dan kehidupan kita menjadi manis, oleh sebab itu saya minta untuk membawa buah-buahan dan memakannya setelah khatm, dan beberapa orang membawa jus!  Itu boleh saja, bahkan air pun boleh, itu adalah berkah untuk kita, itu sudah cukup bagi kita.

15 Sya’ban adalah tanggal dimulainya tahun surgawi.  Insya Allah, semoga Allah memberkahi kita dengan tajali malam Nisfu (pertengahan) Sya’ban itu, di mana Allah akan memberitahu kepada para malaikat apa yang akan terjadi pada tahun yang akan datang.  Allah turun ke Langit Pertama, dan bagi orang-orang yang melakukan adab pada malam itu, sesuai dengan zona waktu masing-masing, Allah akan memberi kabar kepada para malaikat bahwa kita duduk memuji-Nya dan pahalanya akan begitu besar, dan kejadian atau peristiwa yang akan terjadi pada tahun itu akan dikabarkan kepada para malaikat.  Saya tidak akan membahasnya lebih lanjut mengenai apa yang telah dikabarkan kepada para malaikat karena masih terlalu awal, tetapi kita katakan semoga Allah mengaruniai kita kehidupan yang manis dan kehidupan tanpa perselisihan!

Jika kalian marah, tinggalkanlah rumah kalian dan kembalilah beberapa saat kemudian ketika sudah tenang.  Jangan berdebat, perdebatan berasal dari Setan, sedangkan tawakal berasal dari Rahman, jadi pilihlah. Kita memohon kepada Allah (swt) untuk memberkahi kita dengan tawakal kepada-Nya dan tawakal kepada perintah-Nya, tawakal pada Ketetapan-Nya, dan untuk menunjukkan cinta kepada Sayyidina Muhammad (saw).

Wa min Allahi ‘t-tawfiiq bi hurmati ‘l-habiib bi hurmati ‘l-Fatihah.

http://sufilive.com/The-Significance-of-Lailatul-Bara-ah–5879.html

 

© Copyright 2015 Sufilive. All rights reserved. This transcript is protected

by international copyright law. Please attribute Sufilive when sharing it. JazakAllahu khayr.

 

Rahasia Wirid Harian: Yaa Haliim dan Yaa Hafiizh

17861495_1307171372670546_8800717509846707579_n

Nabi ﷺ pernah berkata kepada Abu Bakar (ra), “Al-ghadhabu kufr, yaa Abaa Bakr. Amarah itu adalah kekufuran.” Amarah membuat kita kehilangan kendali atas apa yang kita kerjakan.

Iblis menjadi dengki kepada Sayyidina Adam (as) dan ia marah kepada Allah (swt). Karena itulah amarah adalah kekufuran, karena kalian tidak menerima situasi yang Allah (swt) tempatkan diri kalian di dalamnya. Adalah sulit untuk bersabar dan menahan diri.

Itulah mengapa kalian mesti membaca “Yaa Haliim” 100 kali setiap pagi sebelum fajar, berdiri menghadap kiblat untuk memastikan diri kalian dapat bersabar di hari itu, dan Allah (swt) akan mengirimkan malaikat khusus dalam naungan nama itu yang akan datang untuk melindungi kalian pada hari itu.

Jadi mereka menyuruh untuk membaca “Yaa Haliim” 100 kali dengan menghadap kiblat. Allah (swt) akan menjaga kalian untuk tetap lembut sepanjang hari; Ia (swt) akan memberi kalian kesabaran. Kemudian ucapkan “Yaa Hafiizh” 100 kali.  Wirid “Yaa Hafiizh” 100 kali akan menjaga kalian pada hari itu dari berbagai bencana.

Jangan datang dan mengeluh saja; tapi, lakukanlah wirid-wirid itu.

Orang-orang datang dan mengeluh. Jangan mengeluh; pergi dan amalkan wirid tersebut – 100 kali “Yaa Haliim” dan 100 kali “Yaa Hafiizh”.

Baca “Yaa Haliim” untuk melindungi diri kalian dari segala macam bentuk amarah, dan “Yaa Hafiizh” untuk melindungi kalian dari berbagai macam bencana yang datang dari bumi maupun langit. Jika kalian tak ingin melakukannya, terserah kalian, maka tanggung jawabnya ada pada diri kalian sendiri.

Jika kalian konsisten melakukannya, kalian akan melihat masalah-masalah kalian terselesaikan.

Saya kenal beberapa orang yang tadinya tidak membaca Wirid “Yaa Haliim” dan “Yaa Hafiizh” dan kemudian mereka mulai mengamalkannya, kehidupan mereka berubah; mereka menjadi suami-suami atau istri-istri yang lebih berbahagia, laki-laki dan wanita yang berbahagia.

Yaa Haliim: Allah mengatakan bahwa setiap kali kalian mengatakan “Yaa Haliim”, ‘Yaa’ terdiri atas dua huruf dan ‘Haliim’ terdiri atas empat huruf, artinya semua tersusun atas enam huruf.

Artinya, ucapan itu memiliki enam maqam. Setiap kali kalian mengatakan “Yaa Haliim”, Allah mengaruniakan pada kalian dari Langit Pertama, makna dan cahaya Nama Indah itu. Ketika kalian menyebutkan huruf kedua, Allah akan mewujudkan bagi kalian tajali Nama itu yag berasal dari Langit Kedua: cahaya yang keluar dari Nama itu dari Langit Kedua. Ketika kalian membaca huruf ketiga dari wirid itu, Allah akan menyelimuti diri kalian dengan apa yang datang dengan Nama itu dari Langit Ketiga; ketika kalian menyebut huruf keempat Nama itu, Allah akan mengaruniakan pada kalian apa yang datang melalui Nama itu dari Langit Keempat; pada huruf kelima, ketika kalian menyebut Nama itu, Allah akan menurunkan tajali Nama itu dari Langit Kelima; dan ketika kalian menyebutkan huruf keenam dari Nama itu, Allah akan mengirimkan tajalli Nama itu dari Langit Keenam. Dan diri kalian akan mencapai maqam Tujuh Langit yang merupakan maq’adi shidiqin ‘inda maliikin muqtadir.  Kalian akan berada di perbatasannya di sana. Ketika kalian menyebut “Yaa Haliim”, kalian mendapatkan tajali enam Langit yang berbeda.

Jangan jadikan kata-kata ini sekedar masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri; timbang dan pikirkan baik-baik sekarang. Saya mengucapkan ”Yaa Haliim”, jadi sekarang saya mendapatkan enam tajali ini dari Langit yang berbeda-beda. Jika kalian mengucapkannya untuk kedua kalinya, kalian pun mendapatkan enam tajali dari Langit yang lebih tinggi, karena setiap ucapan akan menuntun kalian ke maqam yang lebih tinggi.

Allah (swt) menciptakan dari huruf-huruf itu enam Malaikat, dan begitu kalian mengatakan “Yaa Haliim”, keenam malaikat ini akan diciptakan untuk kalian yang akan mengucapkan “Yaa Haliim” hingga Hari Kiamat. Dan pada kali ketiga kalian mengucapkan “Yaa Haliim”, enam lagi Malaikat anak diciptakan dengan tajali yang berbeda, pada tajali yang lebih tinggi, dan mereka akan bertasbih “Yaa Haliim” pada tingkatan yang lebih tinggi sekarang.

Setiap kali kalian membacanya, ada suatu tajali dari enam Langit dan setiap kali pula tajali tersebut muncul dari tingkatan yang lebih tinggi.  Setiap kali kalian membacanya, Malaikat-malaikat itu akan diciptakan dan tasbih-tasbih mereka akan dituliskan untuk kalian. Seandainya satu saja dari para Malaikat ini menampakkan dirinya, keseluruhan alam semesta ini akan runtuh oleh keindahan Nama Suci itu.

Jadi berpikirlah: 100 kali kalian mengucapkannya setiap hari. Artinya 100 kali enam, berarti ada 600 Malaikat setiap hari yang Allah karuniakan kepada kalian dengan tajali yang lebih tinggi setiap kalinya, dan puji-pujian mereka akan dikaruniakan bagi kalian. Dan seandainya kalian konsisten melanjutkan wirid ini, malaikat-malaikat ini akan mulai nampak dan kalian pun mulai dapat membayangkan wujud mereka. Mereka akan muncul dan nampak bergantung kepada ketulusan hati kalian dan kalian pun akan mencium wangi mereka.

Jika kalian kehilangan satu hari wirid ini, kalian pun mesti mengulanginya dari awal.

Kalian mesti kembali ke awal, karena satu pintu membuka pintu yang lain. Kita tidak dapat memberikan contoh seperti itu, tetapi kita mesti memberikan suatu perumpamaan; jadi apa yang mesti kita buat? Jika kalian menaruh botol-botol ini, yang satu bersandar pada yang lain, mereka akan berjatuhan, satu demi satu. Bukan saya yang memberikan contoh itu. Botol yang satu akan mendorong botol yang lain, dan botol yang kedua ini akan mendorong botol berikutnya hingga semua botol tersebut jatuh, pecah dan lenyap.

Jadi, “Yaa Haliim” akan membawa kalian ke maqam fana (lenyapnya ego keakuan, red.) sepenuhnya di Hadirat Ilahi. Karena itulah mengapa Awliya’ menyuruh pengikutnya membaca “Yaa Haliim” di permulaan pagi. Amalan ini akan membawamu ke maqam al-Fana’.

Jangan berkata, “Saya tak mampu melakukannya.” Lakukanlah di waktu apa saja. Jika kalian tak mampu melakukannya di pagi hari (walaupun waktu ini adalah waktu terbaik, karena kode pin-nya ada di pagi hari), jika kalian kesiangan, maka begitu kalian terbangun, berwudhu’lah dan bacalah “Yaa Haliim” 100 kali dan kemudian lakukan shalat Fajar (Subuh).

Kemudian “Yaa Hafiizh”… ketika kalian mengucapkan, “Wahai Allah, Engkaulah Dzat Yang Maha Penyantun dan Sabar, maka lindungilah diriku!” Mengapa “Yaa Hafizh” dibaca yang kedua, karena Allah adalah Zat Yang Melindungi. Ketika kalian menyebut Nama-Nya “Yaa Hafiizh”, Allah akan melindungi kalian dari segala macam bencana dan Ia (swt) akan menciptakan enam malaikat dari Surga untuk melindungi kalian dari energi negatif serta terlindungi sepanjang hari, dan tasbih mereka akan dituliskan bagi kalian. Hingga kalian akan mampu membayangkan wujud malaikat-malaikat ini.

Ada anak-anak kecil yang memiliki hati suci dan lembut yang dapat melihat hal-hal ghaib. Beberapa di antara mereka mengatakan melihat seseorang yang bercahaya atau gelap atau seseorang yang bergerak dan mengenakan jubah dan berjenggot, datang dan berjalan berkeliling. Ini adalah Awliya’ atau Malaikat yang tengah lewat, dan anak-anak suci ini dapat melihat mereka, dan Allah mengaruniakan kemampuan ini pada mereka yang memiliki hati lembut serta suci.

Jadi, “Yaa Hafiizh” akan melindungi diri kita dan “Yaa Haliim” akan menjaga kalian dari amarah. Kalian meminta orang-orang untuk melakukannya dan kalian menuliskannya dalam buku Awraad, tetapi mereka tidak mengamalkannya. Mereka malah datang dan berkata, “Kami punya masalah-masalah.” Kedua awraad ini, “Yaa Haliim” dan “Yaa Hafiizh”, akan melindungi kalian sepanjang hari.

Allah berfirman bahwa hal baik maupun hal buruk datang dengan izin Allah semata. Jangan bersedih. Pergi dan amalkan “Yaa Haliim” dan “Yaa Hafiizh”. Allah akan menghilangkan masalah-masalah kalian.  Ada kejahatan di muka bumi ini dan ada pula banyak masalah-masalah. Masalah-masalah ini terjadi karena ulah manusia dari satu generasi ke generasi yang lain oleh para orang tua yang memelihara penyakit-penyakit dalam hati mereka dan meneruskannya ke anak-anak mereka. Ada banyak masalah, dan untuk menyelesaikannya, Allah memberikan kedua Nama-Nama Indah ini untuk kalian baca dengan kode-kode tertentu.

Karena itulah, Guru Pembimbing kita akan menyuruh kalian untuk membaca Nama-nama Indah (Asma’ul Husna) itu dengan cara ini atau dengan cara itu, untuk menyelesaikan masalah-masalah kalian.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Salat Kusuf bersama Sultanul Awliya di Bulan Suci Rajab

eclipse2

Mawlana Syekh Nazim Adil al-Haqqani
Lefke, Siprus; 15 Juni 2011

Astaghfirullah, suatu saat ketika saya berada di Madinah, tahun pertama kami melakukan khalwat, pada tanggal 15 di bulan itu terjadi gerhana.  Para muazin di menara-menara masjid di Madinah semuanya mengucapkan astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, sampai gerhananya berakhir.   Kita sesuai dengan kekuatan kita, kita berusaha untuk mengikutinya.  Engkau (Mehmet Nazim) buatlah niat untuk memimpin salat 2 rakaat kusuf dan kita akan mengikutinya.  

Salat Kusuf dimulai (mengikuti Mazhab Hanafi)
Mehmet Nazim memimpin salat
Rakaat Pertama: setelah al-Fatihah dibaca Surat Yasin
Ruku (dengan tasbih yang panjang)
I’tidal
Sujud (dengan tasbih yang panjang)
Duduk di antara 2 sujud
Sujud (dengan tasbih yang panjang)
Rakaat kedua dimulai dengan tasbih
Surat al-Fatihah dan Tarabak
dst (seperti rakaat pertama)
Tahiyyat
Salam

(kemudian Sultan memimpin zikir)

Astaghfirullah astaghfirullah astaghfirullah…
al-Fatihah

http://sufilive.com/Reciting-the-Eclipse-Salat-with-Sultan-ul-Awliya-in-the-Holy-Month-of-Rajab-3554.html
© Copyright 2011 Sufilive. All rights reserved. This transcript is protected
by international copyright law. Please attribute Sufilive when sharing it. JazakAllahu khayr.   

 

Adab

Adab Muharram

Awrad untuk Muharram

Adab Rajab

Adab Bulan Rajab

Adab Harian antara Maghrib dan Isya di Bulan Rajab

Adab Laylat al-Israa’

Adab Laylat al-Raghaib

Doa Agung Sulthan al-Awliya

Doa Agung Sulthan al-Awliya (Bahasa Arab)

Doa Wali Rajab

Laylat ar-Ragha’ib

Makna Spiritual dari Mukjizat Isra-Mi’raj Nabi Muhammad (s)

Rahasia di Balik Tanggal 27 Rajab

Salat Syukur pada Laylat al-Israa wa ‘l-Mi`raaj

Zikir di Bulan Rajab

Adab Syakban

Adab Harian di Bulan Syakban

Adab Nisfu Syakban (Laylat al-Bara`ah)

Keutamaan Bulan Syakban

Adab Ramadan

Ramadan: Pintu bagi Rahmat Allah

Makna Ramadan

Menyambut Datangnya Bulan Ramadan

Doa Menyambut Datangnya Bulan Ramadan

Hilal dan Kesehatan Mata

Adab Berbuka Puasa

Niat Puasa dan Salat Tarawih

Salat Tarawih 8 atau 20 Rakaat?

Adab Laylatul Qadr

Adab I’tikaf

Zakat Fitrah

Malam Takbiran

Doa Perpisahan dengan Bulan Ramadan

Takbir Ied

Laylatul Qadr

Ayat-Ayat yang Biasa Dibaca dalam Salat Tarawih

Mawlana Syekh Nazim (q) berbicara mengenai Laylatul Qadr

Karomah Syah Naqsyband (q)

Doa al-Badr

Asma Ahli Badr

Makna Salat Tarawih

Adab Zulhijah

Zulhijah: Bulan Kurban

Hikmah Berkurban