KAROMAH MAWLANA SHAYKH NAZIM (q)

Kunjungan Imam Senad Agic dan jemaah Chicago ke Zawiyah Fenton, 15 Januari 2022

SHAYKH TAHER SIDDIQUI:
Alhamdulillah, hari ini kita beruntung kedatangan Imam Senad dan jemaahnya dari Chicago, dan setiap kali mereka datang, mereka membawa nur dan tajali yang sangat istimewa. Mereka mempunyai mahabbah yang kuat untuk Mawlana Shaykh Nazim dan tarekat ini. Mereka datang dari jauh untuk berziarah kepada Syekh dan mereka mengatakan bahwa walaupun Syekh tidak hadir secara fisik, namun mereka tahu bahwa rohani beliau ada di sini.

Mereka berasal dari jalur para pengamal tarekat, yakni: Bosnia dan Herzegovina, Macedonia, Kosovo, Albania; di daerah-daerah ini banyak para pengamal tarekat sejak zaman Ottoman. Lihatlah peci mereka. Jadi, alhamdulillah, semangat mereka begitu kuat. Saya ingat ketika mengunjungi Sarajevo dan Prizren Petsch (Peja) ketika saya berumur sekitar 11 tahun. Ayah saya membawa saya dalam sebuah perjalanan.

Jika Anda berkenan, saya ingin Anda menceritakan kisah tentang seorang hafiz yang dengan niat kuatnya, ia berhasil melindungi seluruh Sarajevo.

SHAYKH IMAM SENAD AGIC:
Itu adalah kisah tentang seorang hafiz yang lahir di Sarajevo dan wafat juga di Sarajevo. Beliau wafat dalam usia 95 atau 96. Beliau mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mengajar murid-murid dan mengajarkan Qur’an. Setiap kali saya berjumpa dengan Mawlana Shaykh Nazim (q), beliau selalu menanyakan tentang hafiz ini. Mereka saling mengenal satu sama lain, dan ketika Mawlana Shaykh Nazim (q) berkunjung ke Sarajevo, persis setelah perang, mungkin sekitar tahun 1996, beliau mencari hafiz ini dan bertemu dengannya.

Menurut Mawlana Shaykh Nazim (q), dan beliau menceritakan hal ini kepada saya, bahwa hafiz ini yang bernama Hafiz Halid Effendi Hadzimulic [Hadži Hafiz Halid ef. Hadžimulić] adalah satu-satunya khatib, satu-satunya Imam di Bosnia yang ditunjuk oleh Nabi (saw) untuk memberikan khotbah atas nama beliau (saw) di seluruh Bosnia.

Jadi, cerita yang disebutkan oleh Shaykh Taher tadi adalah bagaimana hafiz ini, bersama beberapa orang yang telah beliau pilih, pergi mengelilingi Sarajevo membaca seluruh ayat suci al-Qur’an. Saya tidak tahu berapa lama mereka menyelesaikan pembacaan itu di sekeliling Sarajevo. Maksud dari tindakan ini adalah untuk memohon kepada Allah (swt) agar melindungi Sarajevo dengan lingkaran Qur’an tadi.

Yang terjadi kemudian, ketika para ahli perang menganalisis seberapa dekat garis musuh dengan Sarajevo, mereka menemukan bahwa mereka tidak bisa menembus garis lingkarang yang beliau buat bersama beberapa huffaz lainnya. Mereka tidak bisa memasukinya. Jadi, ini sangat menarik, ini adalah sesuatu yang mengingatkan kita akan kekuatan al-Qur’an, di mana kita juga harus melanjutkan hal ini. Beliau melakukan hal itu tidak hanya sekali, tahun 1941, 1943, 1963, dan sebelum perang. Jadi ini dilakukan selama beberapa kali.

Mawlana Shaykh Nazim dan al-Hafiz Hadzimulic, 1998.

Jika kalian berkenan, saya ingin berbagi cerita tentang bagaimana kami membeli masjid di Franklin Park, Illinois. Sebagaimana yang kalian tahu, kami dulu adalah anggota dan saya pernah menjadi Imam di Islamic Cultural Center of Northbrook, kemudian terjadi sesuatu, dan saya tidak ingin membahasnya secara detail, tetapi kami dipaksa untuk keluar dengan berbagai alasan. Mawlana Shaykh Nazim (q) tahu bahwa kami akan membangun jemaah baru dan sedang mencari sebuah masjid baru. Jadi kami mencari, mencari, mencari, dan kami mendapat pesan dari Mawlana Shaykh Nazim (q): “Katakan pada Imam Senad bahwa saya menemukan sebuah gereja dan saya menginjakkan kaki di sana dan tempat itu menunggu jemaahnya.”

Jadi kami mencari gereja-geraja dan gedung-gedung, tetapi pencarian kami berakhir di pengadilan dengan menuntut sebuah desa yang tidak membolehkan kami untuk membeli sebuah gedung [karena diskriminasi]. Masalah itu dapat diselesaikan dan kami memperoleh sejumlah uang dari penyelesaian tersebut. Lalu ketika kami hampir kehilangan harapan bahwa kami akan menemukan sebuah tempat yang cocok untuk kami, muncullah seseorang yang kelak menjadi pengikut Mawlana Shaykh Nazim (q) dan Mawlana Shaykh Hisham (q). Ia tidak bekerja di bidang pencarian properti, tetapi ia menghubungkan kami dengan seorang wanita yang bekerja di bidang penjualan gereja. Wanita itu menawarkan sebuah gereja kepadanya. Meskipun kami mempunyai tenaga profesional untuk mencari gereja, mereka tidak dapat menemukannya, tetapi orang ini, yang namanya sama dengan saya, yaitu Senad mengatakan bahwa ada sebuah gereja yang mau dijual.

Kami bertanya, “Bagaimana engkau tahu?”
Ia berkata, “Saya mengontak seorang wanita dan ia mau menunjukkannya kepada kita.”
“Di mana gereja itu?”
“Di Franklin Park.”
“Ok, mari kita pergi.”

Kami pergi dan melihat gedung itu. Itu adalah sebuah gedung yang sangat besar, dan kami bertanya-tanya kira-kira berapa harganya. Wanita itu mengatakan bahwa harganya $950,000, kurang lebih segitu. “Apa benar harganya segitu?” Karena gedungnya sangat besar–engkau telah melihatnya. “Ya, itulah harganya.” Jadi kami segera mengumpulkan uangnya dan melunasinya dengan cepat dan mudah.

Kami juga pergi ke desa dan membangun (apa yang kami perlukan), terima kasih untuk orang ini. Ia menunggu kami, ia tinggal di Franklin Park, jadi Allah (swt) menunjukkan untuk menjadi orang yang akan membantu kami dan menghubungkan kami dengan orang-orang di desa itu. Pada saat itu ia tidak mengetahui apa-apa tentang tarekat. Jadi kami pergi ke desa itu dan berbicara dengan orang-orang di sana dan kami mengutarakan maksud kami.

Mereka berkata, “Okay. Kalian bisa membelinya, dan kalian bisa membangun sebuah masjid, atau apa pun yang kalian inginkan. Kami senang dengan kalian.” [Allahu Akbar.]

Ada satu hal lagi, yakni pada saat kami menandatangi persetujuan untuk membelinya, kami tidak mempunyai uang yang cukup, mungkin kami mempunyai sekitar $ 400,000, lalu kami mengadakan penggalangan dana, dan itu dilakukan pada tanggal 7 Mei, hari di mana Mawlana Shaykh Nazim (q) wafat (tahun 2014). Pada tanggal 7 Mei 2016, hari Sabtu kami mengadakan penggalangan dana di sebuah Turkish Center di Mount Prospect. Kami memulainya dengan shalawatan dan tawasulan, memohon berkah Nabi (saw) dan Mawlana, dan kami mendoakan Mawlana, karena itu bertepatan dengan haul beliau. Ketika kami memulainya, kami berpikir, “Kita mungkin akan mendapatkan sejumlah uang, tetapi mungkin belum cukup untuk mencapai $ 950,000.”

Ternyata malam itu kami dapat mengumpulkan uang yang cukup untuk melunasinya sekaligus! Jadi ketika kami memikirkan kembali perjalanan itu, Mawlana bersama kami; kami merasakan dukungan beliau.