Sebuah Penjelasan mengenai Islam dan Sufisme

Apakah Islam itu? 

Islam berarti penyerahan kepada Kehendak Tuhan dan mengakui bahwa tiada Tuhan melainkan Allah (swt) dan bahwa Muhammad (s) adalah Rasullullah, semoga salam dan rahmat Allah (swt) senantiasa tercurah kepadanya, juga kepada Nabi ‘Isa (a), Musa (a), Ibrahim (a), Nuh (a) dan Adam (a).

Apakah Iman menurut Islam?

Iman adalah percaya kepada:

  1. Allah Yang Maha Esa,

  2. Adanya makhluk spiritual yang dikenal sebagai malaikat,

  3. Kitab-kitab Allah, yang meliputi Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud (a), Taurat kepada Nabi Musa (a), Injil kepada Nabi ‘Isa (a) dan terakhir al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad (s),

  4. Seluruh Nabi dan Rasul yang dikirimkan sebagai rahmat bagi umat manusia,

  5. Hari Kiamat dan Hari Kebangkitan,

  6. Takdir Ilahi.

Apakah Sufisme itu?

Sufisme adalah jalan untuk memurnikan kalbu dan perilaku serta karakteristik yang buruk.

Bagaimana Hubungan antara Sufisme dengan Islam?

Sufisme adalah jejak spiritualitas yang terdapat dalam Islam.  Maknanya adalah :

  1. Mencari keridaan Allah (swt),

  2. Perasaan cinta dan damai dalam jiwa seseorang,

  3. Keharmonisan dengan seluruh makhluk (manusia, binatang, dan alam semesta),

  4. Untuk disandangkan dengan atribut-atribut yang indah dari para Rasul dan Awliya.

Bagaimana Islam Memandang Agama Lain?

  1. Semuanya merupakan kendaraan dan jalur menuju ke Hadirat Ilahi,

  2. Menurut Islam, seluruh agama berasal dari Tuhan Yang Maha Disembah.  Sejalan dengan waktu dan melemahnya manusia, sebagian besar agama mengalami distorsi dari kebenaran aslinya dan mengadopsi praktik penyembahan berhala atau keyakinan sesat lainnya, yang membuat orang mengalami penyimpangan dalam menyembah dan mengagungkan Tuhan Yang Maha Esa,

  3. Anda akan menemukan intisari dari agama lain terkandung dalam agama Islam.

Bagaimana Orang Masuk ke dalam Islam?

Seseorang masuk ke dalam Islam dengan menyakini dalam hati terhadap eksistensi Allah Yang Maha Esa dan percaya bahwa Nabi Muhammad (s) adalah Rasul terakhir yang diutus oleh Allah (swt) sepanjang sejarah.

Apakah Syekh itu?

Syekh adalah seseorang yang telah mewarisi apa yang dibawa oleh Rasulullah (s) dan telah diberi wewenang untuk menyampaikan ajaran-ajaran dan rahasia-rahasianya kepada orang-orang yang menerimanya sebagai guru.  Seorang Syekh sejati adalah orang yang telah menguasai karakter buruk egonya melalui penyembahan yang tulus kepada Tuhannya.  Dengan alasan itu ia mampu membimbing murid-muridnya untuk menguasai ego mereka, membuka jalan untuk meraih potensi yang tidak terbatas dari realitas spiritual mereka.  Realitas spiritual itulah yang membuat seseorang bisa memperoleh 5 kekuatan, yaitu:

  1. Daya tarik yang kuat,

  2. Kekuatan berkonsentrasi dalam hati,

  3. Kekuatan untuk membimbing,

  4. Kekuatan untuk mengantarkan beban seseorang dan memohon kepada Allah (swt),

  5. Kekuatan untuk mengantarkan berkah.

Bagaimana Seseorang Meraih Tingkat Spiritual dalam Sufisme?

Metode utama dalam meraih kemajuan spiritual dalam Sufisme adalah:

  1. Mengikuti bimbingan dan instruksi yang diberikan oleh seorang Syekh atau mursyid yang telah diberi wewenang.

  2. Melakukan zikir, mengingat Tuhan dengan menyebut Nama Suci dan Sifat-Nya, mengagungkan Dia dan memuji Sang Pencipta seluruh makhluk.

  3. Menghadiri majelis zikir dan pemberian nasihat (shuhba) yang dilaksanakan dalam kehadiran Syekh atau yang menjadi wakilnya, duduk bersama, salat bersama, menyambut semua orang yang datang untuk memuji Tuhan mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s