Ismullaah al A`zham

photo_2019-05-30_07-33-48.jpg

Jika seseorang ingin agar doanya segera terkabul, maka doa itu harus disertai dengan Ismullah al-A`zham اسْمُ اللَّهِ الأَعظَمُ, yaitu Nama-Nama Allah yang paling Agung, yang tertanam pada tiga ayat pertama setiap Surat dalam kitab suci al-Qur’an mulai dari awal hingga akhir. Jadi jika kalian membaca tiga ayat pertama dari setiap Surat setiap hari, tentu saja kalian akan melewati Ismulaah al-A`zham.

Para Awliyaullah menjadikannya sebagai wirid harian, tetapi jika kalian membacanya sekali seumur hidup, itu sudah diterima!

Shaykh Hisham Kabbani

Pembacaan Ayat Pertama dari setiap Surat:
https://sufilive.com/Recitation-of-First-Ayat-of-Every-Surah-Ismulllah-al-A-zam-is-contained-in-the-first-verses-6571.html

Ayat Pertama setiap Surat:
https://www.dropbox.com/s/3dzu0xola65ur6b/Qalbul%20Quran.pdf?dl=0

Advertisements

Berkah yang Luar Biasa dari Memberikan Donasi untuk Masjid

Seri Ramadan 2015, Vol 15

Shaykh Hisham Kabbani

 

5 Juli 2015, Zawiyah Fenton, Michigan

Shuhbah Zhuhur (2)

 

A`uudzu billahi min asy-Syaythani ‘r-rajiim. Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim.

Nawaytu ‘l-arba`iin, nawaytu ‘l-`itikaaf, nawaytu’l-khalwah, nawaytu ‘l-`uzlah, nawaytu ‘r-riyaadhah, nawaytu ‘s-saluuk, fii hadza ‘l-masjid

 

أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

Athii`uullaaha wa athii`uu ‘r-Rasuula wa uuli ‘l-amri minkum.

Patuhi Allah, patuhi Rasul dan patuhi para ulil amri (pemimpin) di antara kalian. (Surat an-Nisa, 4:59)

As-salaamu `alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

Alhamdulillah bahwa di bulan Ramadan ini kita telah mencapai Nikmat Allah (swt), dan di bulan Ramadan tentu saja orang menjadi haus, tetapi Allah menginginkan agar mereka haus sehingga di Hari Perhitungan mereka tidak kehausan.  Jadi bagi mereka yang berpuasa selama 17-18 jam akan memperoleh kenikmatan untuk tidak kehausan pada hari tersebut. Jadi para awliyaullah, semua fokus mereka adalah pada awraad yang mereka berikan kepada para pengikut mereka, agar mereka tidak dihisab dan mereka tidak kehausan.  Yang saya maksud “dihisab” di sini adalah sebagaimana sabda Nabi (saw) kepada Sayyida `Aisyah (ra),

من حوسب عذب

(Wahai `Aisyah!) Barang siapa yang dihisab, pasti akan mendapat azab. (Bukhari)

Beliau menyebut “dzarrah,” yaitu partikel terkecil yang ada di alam semesta ini.  Orang-orang biasanya menggunakan ukuran atom; kebaikan apa pun yang dilakukan seseorang akan dihitung dengan berat atom, tetapi “dzarrah” adalah partikel terkecil yang dapat diketahui.  Sekarang orang-orang mengatakan bahwa quarks lebih kecil (daripada atom).  Jadi sekecil apa pun kebaikan yang telah mereka lakukan, Allah (swt) akan membusanai mereka dengan Busana Surgawi.  Jadi pada Hari Perhitungan, orang-orang yang mendapat nikmat dari Allah karena perbuatan mereka di dunia akan dikenali melalui bintang-bintang kebaikan ini.  Allah akan memberi petunjuk dan membusanai mereka dengan maghfirah pada Hari Perhitungan.

Saya telah menceritakan tentang kisah Sayyidina Ibrahim ad-Dasuqi (q), agar tidak menyia-nyiakan waktu kalian dengan meninggalkan awraad kalian, karena awraad sebagaimana yang beliau katakan pada saat itu adalah bagaikan sebuah lilin yang diletakkan dan dinyalakan di dalam masjid.  Awraad bagaikan lilin yang menyala yang akan memberikan cahaya kepada diri kalian dan juga orang lain. Oleh sebab itu, jadilah seperti lilin, yang bersinar di tengah kegelapan.

Beliau memberi contoh tentang Sayyidina Ahmad al-Badawi (q).  Beliau mengatakan bahwa pada suatu hari Sayyid Ahmad al-Badawi (q), salah satu dari kelima Qutub pada saat itu, sedang melewati sebuah jalan dan beliau bertemu dengan seorang Yahudi yang menyapanya.  Orang itu membawa sejumlah lilin di tangannya dan ia berkata, “Wahai Imam.” Pertama, lihatlah bagaimana ia menyapa Sayyidina Ahmad al-Badawi (q), ia tidak mengatakan, “Wahai Bapak,” karena ia mengenali bahwa beliau adalah seorang Imam, yang artinya ada sesuatu di dalam hatinya.  Kita ini adalah orang-orang yang lalai, kita tidak bisa mengatakan hal itu kepada seseorang.

Kita tidak suka mengatakan, “Wahai Imam,” untuk mengangkat derajat seseorang, tetapi orang Yahudi tersebut mengatakan, “Wahai Imam, aku ingin memberikan lilin-lilin ini kepadamu untuk diletakkan di dalam masjidmu.”  Ia memberikan enam batang lilin kepada Imam Ahmad al-Badawi untuk diletakkan di dalam masjid agar orang-orang dapat melihat satu sama lain.

Sayyidina Ahmad al-Badawi (q) berkata, “Engkau menyangkal agama kami dan engkau tidak menyukai Nabi kami meskipun beliau (saw) menerima Sayyidina Musa (as) dan Sayyidina `Isa (as), namun engkau datang kepadaku untuk menyerahkan enam lilin ini untuk di masjid?”

Beliau adalah Qutub sedangkan orang Yahudi itu adalah orang biasa; di mana pada saat itu orang-orang Yahudi, Muslim dan Kristen tinggal berdampingan.

Orang Yahudi itu berkata, “Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kemudian, kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada Hari Perhitungan.  Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku atau agamaku, barangkali aku akan mendapat manfaat dari lilin-lilin ini, barangkali aku akan diselamatkan dari kesulitan besar di Hari Perhitungan.”

Ketika ia mengatakan hal itu, Sayyid Ahmad al-Badawi (q) menerima lilin-lilin tersebut, padahal sebelumnya beliau sempat mempertanyakannya, tetapi beliau melihat ada perubahan di dalam hatinya ke arah kebenaran, bukannya menyangkal atau berbohong, jadi beliau menerima keenam lilin tersebut dan meletakkannya di dalam masjid dan menyalakannya di setiap penjuru di sekeliling mihrab di mana beliau mengajar.  Orang itu memberikan enam batang lilin. Sekarang perhatikan, ada 6.666 ayat dalam kitab suci al-Qur’an ya kan? 6.666. Allah menciptakan Langit dan Bumi dalam enam hari.

وَهُوَ الَّذِي خَلَق السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاء

“Dan Dialah yang menciptakan Langit dan Bumi  dalam enam hari.” (Surah Hud, 11:7)


Ada 114 Surat, di mana 1+1+4=6. “Enam” mempunyai makna yang istimewa.  Beliau menyalakan lilin-lilin itu dan meletakkannya di dalam masjid, kemudian beliau menyampaikan ajarannya sampai lilin-lilin itu menjadi redup saat matahari terbit, kemudian lilin itu pun padam.  Beliau meninggalkan masjid, tetapi hatinya berkata, “Pasti ada sebuah `ibrah dari perbuatan orang Yahudi itu.”

Allah berfirman di dalam kitab suci al-Qur’an,

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَـٰكِنَّ اللَّـهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ

Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki. (Surat al-Qasas, 28:56)

 

Allah ingin agar setiap orang masuk Islam terlepas dari agama mereka, karena,

 

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُُ

Agama di sisi Allah adalah Islam (tunduk pada Kehendak-Nya). (Surat Aali-`Imraan, 3:19)

 

Wa li kulli wajhi muwalihaa. Allah membuat arah bagi setiap orang, sebuah shiraath, jalan, thariqah, madzhab, seorang ulama dan seorang pemandu, orang yang memberi petunjuk.

 

وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ

Bagi setiap kaum ada orang yang memberi petunjuk. (Surat Ar-Ra`d,13:7)

 

Dia menjadikan pemandu bagi setiap orang, karena Dia tidak ingin ada orang yang mengatakan, “Allah tidak memberkahiku dengan seorang pemandu.”  Tidak, ada pemandu, ada Sahabat (ra), Rasul dan para Anbiya yang membimbing umat; jadi Ahmad al-Badawi (q) berkata, “Pasti ada sesuatu di dalam hati orang itu, aku akan melihatnya,” dan beliau mempunyai kekuatan khariqa, yang dapat bergerak seperti laser yang menembus segala sesuatu; dan beliau melihat bahwa orang itu mempunyai karomah di dalam hatinya, yang begitu tercerahkan sehingga ia hanya perlu sedikit saja untuk menjadi Muslim.  Oleh sebab itu tanpa melihat melalui kekuatan spiritualnya, dan hanya menggunakan kekuatan fisiknya, Sayyidina Ahmad al-Badawi (q) berkata, “Orang ini telah memberi kebaikan untuk kita, terima kasih.” Kemudian tiba-tiba beliau mendapat ilham, “Lihatlah dirinya dengan kekuatan yang Aku berikan kepadamu,” dan awliyaullah mempunyai kekuatan semacam itu.  Beliau lalu melihat bahwa dari masjidnya cahaya lilin itu terpancar hingga ke Bayt al-Ma`muur; Itu adalah cahaya petunjuk yang menunjukkan bahwa orang itu harus dibimbing untuk masuk Islam!

Allah (swt) memberi kekuatan kepada Sayyidina Ahmad al-Badawi (q) untuk melihat bahwa orang Yahudi itu telah diterima sehingga beliau harus memberinya Syahadat atas kebaikannya memberikan lilin-lilin itu untuk masjid sehingga orang-orang dapat melihatnya ketika beliau sedang menyampaikan ajarannya.  Kemudian beliau mendengar suara yang berkata kepadanya, “Wahai Ahmad! Kabar gembira! Aku telah mengubah orang Yahudi itu menjadi Muslim karena kebaikan yang telah diberikannya untuk masjid.”

Dikatakan bahwa jika seseorang menyalakan sebatang lilin di bulan Ramadan, pada Hari Perhitungan Allah akan memberinya sepuluh lilin dari Bayt al-Ma`muur, bukannya lilin fisik, tetapi Dia akan memberikan sepuluh pelangi cahaya yang indah dari Asmaul Husna wal Sifaat-Nya sebagai sebuah donasi untuk menunjukkan Kemurahan-Nya atas sebatang lilin di bulan Ramadan, jadi jika kalian menyalakan 30 batang lilin, kalian akan meraih keberhasilan, kalian akan diberi hasanaat selama 30 hari dikalikan 10 sehingga menjadi 300 hasanaat dari dalam Bayt al-Ma`muur yang tidak diketahui oleh siapa pun!

Sekarang di Mekah, ketika mereka membuka Ka`bah, orang-orang akan melompat ke dalamnya bahkan untuk mengambil sebuah batu untuk mendapat keberkahan.  Lalu bagaimana menurut kalian ketika Allah (swt) akan membusanai kalian dengan Cahaya dari Bayt al-Ma`muur, dari Langit Keempat, karena donasi kalian untuk masjid?  Allah akan menyukai kalian melebih orang lain karena kalian telah memberikan sesuatu yang besar untuk orang-orang yang mengelola masjid tersebut. Dia mengatakan bukan hanya ketika orang memberi donasi, di sini dikatakan “lililn,” tetapi itu adalah sebuah donasi.  Jadi ketika seseorang memberikan sebatang lilin atau memberi donasi ke masjid, pada saat sakaratul maut, Allah akan memerintahkan Malaikat Maut untuk membawa sepuluh lilin dari Bayt al-Ma`muur dan meletakkannya di kuburnya dan ia akan memperoleh fadilahnya di Akhirat di mana hatinya bersinar dengan Cahaya Surgawi tersebut, dan bukan hanya itu, Allah (swt) akan memberinya Cahaya untuk kuburnya, yang akan menjadi bagian dari Surga, sebagaimana Nabi (saw) bersabda,

 

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّمَا القَبْرُ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةِ أَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النَّارِ

Di dalam kubur ada sebuah taman dari Taman-Taman Surga atau parit dari Neraka. (Sunan at-Tirmidzi)

Jadi donasi untuk masjid adalah seperti itu, dan haddith wa laa haraj, berbicara tanpa akhir mengenai pahala yang diberikan kepada orang-orang yang menyumbang untuk masjid.  Orang Yahudi tadi menjadi Muslim karena cahaya dari hati Imam Ahmad al-Badawi (q) dipantulkan pada hatinya.  Jadi saya katakan di sini bahwa ada kebaikan dari program-program interfaith yang mereka lakukan di sini, di masjid maupun di negeri-negeri lainnya.  Untuk enam batang lilin, orang Yahudi itu akhirnya masuk Islam. Kalian tidak tahu berapa banyak orang yang akan masuk Islam melalui program interfaith oleh para Muslim yang menunjukkan keramahannya kepada non-Muslim.  Itu akan membawa manfaat besar bagi banyak pihak, karena kita harus berdoa agar Allah memberi hidayah kepada semua orang. Nabi (saw) ingin agar umatnya masuk Surga. Tentu saja orang-orang ini adalah bagian dari Ummat an-Nabi (saw), baik dari Ummat al-Ijaabah, yaitu mereka yang menerima seruannya Nabi (saw) atau dari  Ummat ad-Da`wah, yaitu mereka yang telah diserukan untuk masuk ke dalam Islam namun masih belum menerimanya. Tentu saja Nabi (saw) ingin agar mereka masuk Islam setiap saat.

Orang-orang ini memberikan hibah untuk masjid dan menyumbang di sana sini seperti orang Yahudi yang memberikan enam batang lilin dan Allah memberinya Cahaya Surgawi.  Jika kalian menyalakan lilin di bulan Ramadan, akan ada pahala yang besar bagi Ummat an-Nabi (saw) dan apa itu?

Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq (ra) bertanya kepada Nabi (saw) untuk memberi informasi kepada kita mengenai pahala dari puasa Ramadan.  Jika mereka bangun di bulan Ramadan menurut adab dari bulan tersebut, tanpa menggunjing, tanpa berbuat curang dan tidak berbohong dan tidak melakukan segala perilaku buruk yang kalian lakukan dalam kehidupan kalian, jika mereka mengikuti adab Ramadan menjaganya, maka Ramadan tersebut yarmud adz-dzunuub, menghapuskan dosa.  Allah akan menjadikan setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya Nabi (saw), ja`ala min kulli kalimat kharajat min famihi laylat al-mi`raaj bahran muwakkalan `alayhaa malaaikat laa y`alamu `addadahum illa Huwa fa idzaa jaa ramadhan `alaa ummatii araa tilka al-malaaikati tahmil dzunuuba ummatii wa yakuunuhaa fii [tidak jelas] kamaa yahmil al-janaza ila maqaabir fi ‘d-dunya yaa abaa bakr.

Beliau bersabda, “Orang yang menjaga Ramadan dengan segala prinsip-prinsip, etika dan adab, pada malam di mana Allah mengundangku ke Qaaba Qawsayni aw Adnaa, pada hari itu Allah menjadikan setiap kata yang aku ucapkan sebagai samudra ilmu.”  Allah menciptakan sebuah Surga khususnya untuk kata-kata dalam hati Nabi (saw) dan kata-kata yang telah diucapkannya tanpa huruf dan bunyi; Nabi (saw) memahami kata-kata tanpa bunyi dan juga kata-kata dengan bunyi. Tanpa bunyi Allah mewahyukan ke dalam hati Nabi (saw) tanpa tulisan dan Nabi (saw) dapat memahami apa yang Allah kirimkan kepadanya.

Beliau (saw) bersabda, “Dari mulutku, apa pun kata-kata yang keluar tanpa huruf atau bunyi, Allah menciptakan samudra ilmu dan meletakkan malaikat-malaikat yang tak terhingga di samudra itu dan ketika Ramadan tiba, aku melihat dosa-dosa umatku dibawa oleh para malaikat ini dan kemudian dilemparkannya ke dalam samudra-samudra itu dan akan menghapuskan dosa-dosa mereka sepenuhnya.”  Itu akan dibukakan bagi hati mereka dari setiap kata yang beliau (saw) ucapkan dan kita tidak tahu ada berapa kata yang beliau ucapkan, yang dari sana Allah (swt) memberikan samudra-samudra ilmu kepada Nabi (saw) yang dikendalikan oleh para malaikat dan tidak ada yang tahu berapa jumlahnya.

Beliau (saw) bersabda, “Ketika Ramadan tiba, aku melihat para malaikat mengambil dosa-dosa dari umatku dan melemparkannya ke dalam samudra-samudra itu dan mereka akan muncul dengan bersih suci pada Hari Perhitungan .”  

Sekarang masih Ramadan, jadi mari kita hindari menempatkan diri kita dalam masalah akibat menggunjing, melakukan kecurangan dan seterusnya, dan berusahalah sebaik mungkin untuk menerima dari bulan suci ini, di mana sepuluh hari pertamanya adalah rahmat, sepuluh hari keduanya adalah maghfirah, dan sepuluh hari terakhirnya adalah `itqun min an-naar.

Semoga Allah (swt) mengampuni dan memberkahi kita.

Wa min Allahi ‘t-tawfiiq, bi hurmati ‘l-habiib, bi hurmati ‘l-Fatihah.

http://sufilive.com/Adab-in-the-Naqshbandi-Tariqah-8–5934.html

© Copyright 2015 Sufilive. All rights reserved. This transcript is protected

by international copyright law. Please attribute Sufilive when sharing it. JazakAllahu khayr.

 

Kekuatan Nishfu Sya`ban

untitled

Mawlana Shaykh Nazim al-Haqqani

15 Juli 2011 Lefke, Siprus

Shuhbah setelah Jumat

 

A`uudzu billaahi min asy-Syaythani ‘r-rajiim. Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahi ‘l hamd! Yaa Rabbii, yaa Allah! zidhu yaa Rabbii! A`uudzu billahi min asy-Syaythani ‘r-rajiim. Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim. (Mawlana Syekh duduk kembali).

Madad, yaa Sulthaan al-Awliya. Madad yaa RijalAllah. Yaa Rabbana w`afuw `anna w ’aghfir lanaa w ’arhamna w ’ansurna `ala ’l-qawmi’l-kaafiriin, wa azhar Sayyidina al-Mahdi, ajaban-Allah, bi-jaahi nabiyyika wa`fu `anna w ’aghfir lanaa wa tub `alayna tubna wa raja’na.

Wahai hadirin dari Timur ke Barat!  Tiba waktunya di mana seluruh bangsa akan bergegas mendengar deklarasi surgawi, dan oleh sebab itu kami katakan, “Wahai manusia!  Cukup sudah mabuk kalian! Berusahalah untuk datang, mendengar dan mengetahui.” Kita harus berusaha untuk menjadi tahu. Kita datang ke sini, dan itu bukanlah sesuatu yang sia-sia, bukan seperti daun-daun yang suatu saat berada di pohon, lalu jatuh ke Bumi dan kemudian akan berlalu.  Kita harus mengetahui tentang diri kita. Apa tujuan kita, bagaimana kita bisa berada di sini untuk sementara kemudian kita akan meninggalkan dunia ini. Allah (swt) mengirimkan ratusan atau ribuan orang-orang pilihan yang mempunyai hubungan antara Bumi dan Langit, atau alam Malakut, yang memberi kabar dan peringatan untuk manusia karena mereka mengetahui sesuatu mengenai manusia dan segala sesuatu di sekitar mereka.

Dan kita ucapkan, “a`uudzu billaahi min asy-Syaythani ‘r-rajiim.”  Kita harus selalu mengatakan, “Wahai Tuhan kami! Kami berlindung kepada-Mu dari Setan!”  Karena Setan berusaha untuk membuat manusia tidak percaya dengan apa yang dibawa oleh para Nabi dari Langit.  Para Nabi berseru, “Wahai manusia! Datang dan percayalah,” tetapi Setan mengejar manusia dan mengatakan, “Jangan percaya!”  Astaghfirullah.

Orang-orang berkata, “Ini seperti dongeng dari masa lalu yang tidak ada kenyataannya, jadi tidak perlu percaya pada mereka, nikmati saja apa yang fisik kita inginkan dan tidak perlu memikirkan yang lain.”  Setan menggunakan nama-nama yang berbeda tetapi dengan racun yang sama untuk membuat pemahaman kita menjadi nol. Sekarang seluruh bangsa dalam keadaan mabuk, sebagaimana Sayyidina `Ali (ra) mengatakan, “Orang-orang tertidur dan mereka tidak bangun-bangun sampai ajal mendatangi mereka, barulah mereka bangun dan menanyakan apa yang terjadi.”

Allah (swt) mengirimkan para malaikat kepada mereka dengan perintah suci dari Langit yang mengatakan, “Wahai manusia!  Jangan menanyakan apa yang terjadi karena engkau telah diberi peringatan tentang hal itu sepanjang hidupmu, tetapi engkau mengatakan bahwa itu hanyalah dongeng dari masa lalu.  Kini waktunya telah habis dan kami akan membawa ruhmu kepada Sang Penciptamu, karena ini bukanlah tujuanmu sebenarnya, kami akan membawamu ke tempat itu, ke tempat asalmu.”

Wahai manusia!  Kita sudah sangat dekat dengan tujuan kita, di mana Nabi Penutup (saw) telah memberi kabar kepada kita.  Hari Kiamat begitu dekat dan ia datang kepada kalian, jadi waspadalah! Sekarang kita semakin dekat dengan Hari Kiamat di mana sangkakala akan segera dibunyikan.  Sebelumnya begitu banyak hal yang tidak pernah kalian yakini, tetapi kini kalian telah melihat kejadian-kejadian surgawi sebagaimana yang dikatakan kepada kita oleh para Nabi, sekarang kejadian itu datang satu demi satu.

Dastuur, yaa Sayyidi.  Sekarang adalah 14 Sya’ban.  Ini adalah bulan suci, dan malam ke-15 dari bulan suci ini akan menjadi malam yang paling penting dalam setahun setelah Malam Laylatul Qadar.  Barangkali ini (lebih penting); hanya Dia Yang Maha Mengetahui! Para Nabi mengajarkan kita mengenai Laylatul Bara`ah, di mana tadir setiap orang untuk tahun yang akan datang telah ditetapkan dan dituliskan, apa yang akan terjadi pada mereka baik secara pribadi maupun berkelompok.  

Malam ini adalah awal bagi Tahun Baru Surgawi (Langit), yang dimulai pada Malam Bara`ah.  Takdir kita akan dituliskan baik secara pribadi maupun kolektif di Loh Mahfuz. Siapa yang akan hidup, siapa yang akan meninggal dunia, nama-nama mereka akan dituliskan, juga bagi mereka yang akan muncul ke dunia, dan berapa lama hidup mereka di dunia–empat puluh tahun, tiga puluh tahun, sembilan puluh tahun, tujuh puluh tahun–dan bagi setiap orang akan ditulis segala sesuatu tentang kehidupan pribadi mereka.  Itu tidak akan berubah: siapa yang akan datang, siapa yang akan meninggal dunia, apa yang akan mereka lakukan, dan apa yang akan terjadi pada mereka baik secara pribadi maupun kolektif.

Sekarang kita berada di bagian terakhir dari kehidupan manusia, kita berada di abad ke-15 tahun hijriah.  Sesuai dengan niat kita, sesuai dengan perbuatan kita, malam ini kita dapat mengubah (apa yang telah dituliskan, karena setelah itu tidak) akan ada perubahan lagi.

Manusia di Bumi ada dua macam, sebagian ada di kelompok yang positif dan yang lainnya di kelompok negatif.  Kelompok yang positif adalah orang-orang yang beriman yang melakukan perbuatan baik bagi Tuhannya, dan terhadap ciptaan Sang Pencipta.  Mereka adalah orang-orang yang berguna. Kelompok lainnya, yaitu kelompok negatif, tidak pernah memikirkan tentang mendekatnya Hari Kiamat dan mereka hanya menimbulkan masalah bagi orang-orang, mereka melakukan pembunuhan dan menyebabkan penderitaan.  Satu kelompok berusaha untuk menolong orang, berusaha membuat mereka bahagia tetapi kelompok satunya selalu menyebabkan masalah dan inilah kesenangan mereka! Malam ini, perbuatan dari seluruh manusia akan dituliskan apakah di tangan kanan (kebaikan) atau di tangan kiri (dosa-dosa).

Wahai manusia!  Menurut Nabi (saw), malam ini adalah malam yang sangat penting, jadi berusahalah agar diri kalian bersama Tuhan kalian dalam kondisi yang baik, sehingga kalian akan meraih rahmat Allah, sehingga kalian akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.  Malam ini adalah malam pertama dan besok adalah hari pertama dari tahun baru bagi seluruh dunia. Ini bukanlah kalender hijriah atau kalender Barat, ini adalah kalender Surgawi.

Wahai manusia!  Jagalah agar jasmani dan rohani kalian bersih untuk suatu awal yang baru.  Saya takut kalau niat dan perbuatan buruk manusia tiba-tiba akan membawa mereka kepada hukuman surgawi.  Mereka dapat menyebabkan pembalasan Surgawi mendatangi mereka jika mereka tidak mengatakan, “Wahai Tuhan kami!  Engkau telah menciptakan kami tetapi kami telah banyak melakukan kesalahan, Engkaulah satu-satunya yang dapat memaafkan apa yang telah kami lakukan dan memberikan energi baik kepada kami sehingga kami dapat menjadi hamba-Mu yang taat!”  

Wahai manusia!  Malam ini adalah malam yang penting karena mungkin saja ini akan menjadi malam suci terakhir bagi manusia, karena tahun depan wujud dunia ini mungkin akan berubah; mungkin saja di antara lima orang, hanya ada satu yang bertahan sementara empat lainnya meninggal dunia!  Ini adalah suatu kutukan, karena orang-orang berlari di jalan Kematian. Oleh sebab itu, siapa pun yang berlari di sisi jalan itu dapat bertahan menurut pengetahuan surgawi. Hanya sedikit orang yang bertahan di sini. Saya pikir kita tidak akan mengerti bila azab terjadi di Bumi, kalian akan mendapati gurun yang kosong, tanpa rumah, pepohonan, lautan, hujan dan segala yang menyenangkan bagi manusia akan dicabut!  Bagi yang bertahan, Allah (swt) akan membukakan dunia yang baru bagi mereka.

Suatu hari nanti akan tiba di mana dunia kalian akan berubah hingga sulit dikenali sampai-sampai orang akan bertanya, “Inikah dunia yang kita tinggali?”  Ia dapat berubah sepenuhnya dan hanya segelintir orang yang akan bertahan, mereka yang percaya dan memberi penghormatan yang tinggi bagi Tuhannya, sementara yang lain akan disapu bersih.

Wahai manusia!  Apa yang Allah katakan akan terjadi, dan saya memohon ampunan bagi saya dan bagi kalian.  Saya memohon agar Allah menjadikan niat kita, niat yang baik. Semoga Allah mengampuni kita dan mengirimkan kepada kita para pemimpin yang dapat membawa kita ke jalan yang aman, jalan yang diridai Allah; kalau tidak, pemahaman kita akan dicabut.

Wahai manusia!  Sekarang dunia, besok akan menjadi kuburan!  Jangan mengatakan, “Aku kaya,” atau “Aku adalah orang terkaya.”  Itu tidak akan memberi manfaat bagi kalian, hanya perbuatan baik yang akan bermanfaat bagi kalian, yaa Rabbanaa!

Kami hanyalah hamba-hamba-Mu. Jangan tinggalkan kami pada Setan untuk menjadi hambanya!  Barang siapa yang mengejar Allah, ia akan selamat dan barang siapa yang mengejar Setan, ia akan dimasukkan ke dalam Neraka, astaghfirullah!

Ini bagaikan samudra di mana kita dapat berbicara hingga minggu depan atau tahun depan jika Allah memberi kekuatan, tetapi saya adalah orang yang lemah, dan kalian juga lemah.  Mintalah kepada Allah ampunan dan Samudra Rahmat-Nya yang tak terhingga. Mintalah demi kemuliaan Nabi Penutup (saw) agar kita diselamatkan dari kejahatan, dan dari tempat yang buruk setelah kemaatian kita!  

Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, `Aziiz Allah.

Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Kariim Allah.

Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Subhaan Allah.

Subhan sen, Sultan sen, yaa Rabb!

Engkau adalah Sultan!  Engkau adalah Subhaan! Engkau adalah Rahmaan!  Wahai Tuhan kami, ighfir lanaa maa madaa fii salif hayatuna!  Berikanlah ampunan-Mu dan kirimkanlah kepada kami hamba-hamba-Mu yang baik yang dapat menyelamatkan kami dan mengubah gaya hidup kami menjadi pengikut al-Qur’an suci dan Islam yang suci, demi kemuliaan Rasuulullah, Sayyidina Muhammad (saw)!

Allaahuma shalli `ala Sayyidina Muhammadin wa `aala alihi wa shahbihi wa sallim.

Allaahuma shalli `ala Sayyidina Muhammadin wa `aala alihi wa shahbihi wa sallim.

Allaahuma shalli `ala Sayyidina Muhammadin wa `aala alihi wa shahbihi wa sallim.

Fatihah.

Video: https://sufilive.com/The-Power-of-Nisf-Sha-ban-3641.html

 

 

Kisah mengenai Laylat al-Israa wal-Mi’raaj

56328658_10158345282669745_715136016406544384_o

Dr. Nour Hisham Kabbani

2 April 2019 Burton, Michigan

As-Siddiq Institute & Mosque (ASIM)

 

Dalam setiap ibadah, kalian memerlukan dukungan Allah.  Di dalam Surat al-Fatihah, kita membaca, “Iyyaka na`abudu wa iyyaka nasta`iin, hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan,” karena kita tidak kuat, kita lemah, kita melakukan kesalahan, dan semoga Allah (swt) mengampuni kita.  Tetapi insya Allah kita dapat melaksanakan perintah yang telah diberikan oleh Grandsyekh, perintah yang telah diberikan oleh Mawlana Syekh Hisyam (q) dan berbicara sedikit mengenai Isra Mi`raaj.   Peristiwa Isra Mi’raj adalah adalah peristiwa besar yang dapat dibahas dalam banyak bab atau volume buku, tetapi kita tidak akan membahasnya semua; kita hanya akan menyampaikan beberapa poin yang singkat.

Awliyaullah telah mengatakan bahwa kita harus tahu bahwa ketika Rasulullah (saw) melaksanakan Isra, perjalanan malam, beliau pergi dari Mekah ke Baitul Maqdis di Quds asy-Syariif atau Jerusalem dengan Buraaq.  Allah (swt) memberinya Buraaq di mana orang-orang mengatakan bahwa hal itu adalah bukti bahwa beliau pergi dengan tubuh fisiknya, karena ad-daaba tuyuur il-jism, itu adalah seekor binatang dan hanya mengangkut tubuh fisik saja.  Beberapa orang mengatakan bahwa hanya ruh Nabi (saw) saja yang pergi, tetapi menurut aqidah kita, Ahl as-Sunnah wa ’l-Jama`ah–beliau (saw) pergi dengan tubuh fisik dan rohaninya.  Saat itu beliau (saw) berusia 52 tahun, setahun sebelum beliau hijrah ke Madinah. Di Mekah al-Mukarramah, Allah mengutus Sayyidina Jibril, Sayyidina Mika`il, Sayyidina Israfil (`alayhimu ‘s-salam) dan malaikat lainnya yang membawa Rasulullah (saw) ke kota Quds asy-Syariif dalam sekejap mata, bahkan ada yang mengatakan lebih cepat lagi.  Meskipun demikian, Allah (swt) tidak memerlukan waktu dan tidak mempunyai batas.

Jadi beliau (saw) pergi dengan binatang suci surgawi tersebut, dari Mekah ke Quds asy-Syariif dan kemudian dari Bayt al-Maqdis ke Langit Pertama.  Dikatakan bahwa dalam Mi’rajnya Rasulullah (saw) menaiki anak tangga dari emas, perak dan permata hingga ke Langit Pertama, dan dari sana beliau melanjutkan perjalanannya dengan menaiki sayap para malaikat melewati seluruh Langit hingga ke Langit Ketujuh, dan dari sana beliau (saw) melanjutkan dengan sayap Sayyidina Jibril hingga ke Sidrah.  

Nabi (saw) dibawa dengan makhluk surgawi di Bumi, melewati Langit ke Sidrat al-Muntaha ke Pohon Teratai yang disebut sebagai Barzakh, di mana cabang-cabang bagian atasnya adalah Cahaya-Cahaya dan bagian akarnya menjulur ke Neraka Jahannam.  Itu merupakan gabungan dari dua alam, yaitu Barzakh dan maqaam Sayyidina Jibril (as). Dari sana, Rasulullah (saw) melanjutkan perjalanannya ke raffraff, bantal-bantal indah yang disediakan Allah (swt).

Di Arasy dengan tubuh fisiknya, disebutkan bahwa beliau tiba di Dua Kaki.  Sekarang kita tidak dapat mengatakannya bahwa itu adalah kaki fisik, karena ar-Rahman `ala ‘l-`Arsy istauwaa, “ar-Rahman telah naik ke atas Arasy”, yang merupakan sebuah maqaam. Rasul (saw) telah mengetahui al-Mustauwaa, (istauwaa artinya “ia telah naik”), dan dalam tingkatan Mi’rajnya beliau (saw) juga melihatnya dengan Qudrah Allah (swt).  Dari sana, dikatakan bahwa pada tingkat Arasy tersebut, beliau meninggalkan komposisinya, tarkiib, taraka tarkiiba, dengan raffraff di Mustauwaa tersebut, dan beliau pergi dengan `Ayn, Essens, dan Allah (swt) Maha Mengetahui apa itu.

Saya mengatakan hal ini karena ketika beliau mencapai Level (`Ayn) tersebut, Allah memberi shalat pada Rasulullah (saw) pada level yang sangat dekat antara dirinya dengan Allah.  Dikatakan bahwa Dia (swt) mengumpulkan semua shalat yang tersebar di antara para Nabi.

SUBUH

Yang pertama melakukan shalat Subuh adalah Sayyidina Adam (as).  Dikatakan bahwa Allah (swt) membuatnya mendarat di Bumi pada malam hari, jadi kegelapan malam menyelimutinya.  Ketika beliau tidak lagi melihat apa-apa yang sebelumnya dilihat di Surga, beliau menjadi sangat takut dan sedih dan ketika Subuh tiba, beliau melakukan shalat dua rakaat untuk mensyukuri bahwa Nuur atau cahaya telah kembali dan kegelapan telah pergi.  Allah menerima tobatnya dan mengirimkan Cahaya dari keharmonisan, sukses dan tawfiq ini serta menghilangkan kegelapan dari mukhalafa, ketidakpatuhan.  Adam (as) dikaruniai Cahaya Kesuksesan dari shalatnya di waktu Subuh.  Itulah sebabnya kita bangun saat Subuh, untuk menyaksikan kegelapan itu pergi dan mengatakan, “Ya Allah, kegelapan dari ketidakpatuhanku telah pergi dan Cahaya dari Hidayah-Mu akan datang.”

ZHUHUR

Sayyidina Ibrahim (as) shalat pada saat Zhuhur, setelah zawaal.  Mengapa?  Karena Allah mengirimkan hewan untuk dikurbankan, dan pada hari pertama dari Haji, kita tahu bahwa kita harus mengorbankan hewan kurban sebelum Zhuhur, sejak awal sebelum melempar jumrah.Jadi ketika Allah mengirimkan hewan itu kepada Ibrahim (as), beliau melakukan shalat Syukur pada waktu Zhuhur; rakaat pertama karena putranya telah diselamatkan; kedua karena Allah telah ridha dengannya; ketiga karena putranya sabar; dan keempat karena Allah telah menghilangkan kesedihan dalam hatinya.

`ASHAR

Yang pertama melakukan shalat `Ashar adalah Sayyidina Yunus (as) setelah Allah menyelamatkannya dari kegelapan dalam perut ikan paus.

MAGHRIB

Yang pertama melakukan shalat Maghrib adalah Sayyidina `Isa (as), dan mengapa tiga rakaat?  Awliyaullah telah menjelaskan bahwa rakaat pertama adalah untuk menyangkal ketuhanan pada dirinya sendiri, lalu pada ibunya [sebagaimana yang salah dipahami oleh orang Kristen], kemudian menegaskan Ketuhanan pada Tuhannya.

`ISYA

Sayyidina Musa (as) adalah yang pertama melakukan shalat `isya.

Allah (swt) mengumpulkan seluruh shalat para Nabi itu dan memberikannya kepada umat Nabi Muhammad (saw).  Jadi, jagalah shalat-shalat kalian karena itu sangat berharga dan telah dilakukan oleh para Nabi.

WITIR

Semua shalat lainnya telah dilakukan oleh para Nabi, tetapi Allah (swt) memberikan shalat Witir kepada Rasulullah (saw).  Beliaulah yang pertama melakukan shalat Witir ketika beliau memimpin shalat untuk seluruh malaikat di Sidrat al-Muntaha.

Rasulullah (saw) adalah Kekasih kita yang telah dimuliakan khususnya di malam ini.  Allah (swt) menunjukkan Rasulullah (saw) kepada setiap orang. Beliau (saw) adalah yang terbaik di Bumi dan yang terbaik di Langit.  Beliau (saw) adalah Imam di Bumi dan Imam di Langit, dan beliau memberi kita hadiah berupa shalat, yang dengannya kalian akan mencapai Allah (swt) dan tanpanya tidak ada seorang pun yang dapat mencapai Allah.  Kalian harus melaksanakan semua shalat tersebut!

Rabbana wa ta qabal du`a, wahai Tuhan kami, terimalah doa kami, sebagaimana doanya Sayyidina Ibrahim, “Wahai Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat.  Wahai Tuhan kami, perkenankanlah doaku. Wahai Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua Ibu Bapakku, dan semua orang yang beriman pada Hari diadakannya Perhitungan (Yawmil Hisab).” (Surah Ibrahim, 14:40-41)

Bi sirrii Surat al-Fatihah.

https://sufilive.com/The-Story-of-Laylat-al-Isra-wal-Mi-raj-6817.html
© Copyright 2019 by Sufilive. All rights reserved. This transcript is protected
by international copyright law.  

Please attribute Sufilive when sharing it. JazakAllahu khayr.

 

Nasihat dalam Membesarkan Anak

51858292_810860759256262_837368813136391599_n

 

Bismillaahi r-Rahmaani r-Rahiim.

Wahai manusia, kalian harus merawat anak-anak kalian. Jika mereka melakukan sesuatu yang baik, berilah pujian dan penghargaan kepadanya, sehingga mereka akan merasa senang dan akan lebih sering melakukan perbuatan yang baik. Tetapi jika mereka melakukan tindakan yang buruk, paling tidak kalian harus menegurnya, jangan sampai tindakan yang salah ini berlalu begitu saja tanpa mereka mengerti bahwa kalian tidak setuju dengan perbuatannya.

Katakan pada mereka, “Jangan lakukan hal itu; tidak baik melakukan itu; itu menyakiti orang lain; itu adalah perilaku yang buruk.” Kadang-kadang jika pesan ini tidak sampai, kalian boleh menjewer telinga mereka dengan lembut (untuk mendapat perhatian mereka).

Yang menjadi pilar pendidikan adalah harapan untuk mendapatkan suatu penghargaan, dan ketakukan untuk mendapat teguran atau hukuman. Orang Barat telah menghilangkan kedua pilar tersebut dan seringkali membiarkan anak-anak mereka tumbuh dengan liar, itulah kesalahan mereka.

Pendidikan dengan gaya bebas telah mendatangkan bencana besar bagi peradaban Barat, begitu besarnya sehingga pemerintah bertanya, “Apa yang dapat kita lakukan untuk mempertahankan perdamaian di masyarakat kita?” Bagaimana kita dapat membendung gelombang kekerasan? Apa yang dapat kita lakukan dengan orang-orang liar ini?” Dan orang-orang bertanya, “Apa yang dapat kita lakukan terhadap peraturan-peraturan yang menentang kita ini?”

Apa yang kita saksikan di zaman ini adalah pemenuhan dari prediksi Nabi Suci (saw) yang bersabda, “Akan tiba masanya di mana pemerintah akan mengutuk warganya dan warga akan mengutuk pemerintahnya.”

Bagaimana orang-orang dewasa itu dapat dikontrol jika orang tua mereka tidak pernah menanamkan bekal pada mereka ketika masih kecil? Ada sebuah ungkapan, “Barang siapa yang dibesarkan dengan jalan tertentu, maka ia akan berakhir dengan jalan itu juga.” Inilah asalannya mengapa pohon-pohon yang batangnya bengkok perlu diikat ketika mereka masih muda dan lentur agar dapat dibentuk. Ketika batangnya sudah besar dan mengeras, siapa yang dapat membengkokkannya? Oleh sebab itu, pendidikan harus dimulai sejak bayi.

Salah satu bagian yang sangat penting dalam pendidikan yang baik adalah mengajarkan anak-anak kalian untuk bersabar dengan tidak langsung memberikan apa pun yang diinginkannya. Katakan pada mereka, “Kau tidak akan mendapatkannya sekarang, tetapi lima menit lagi (atau setengah jam lagi atau besok; atau jika engkau berprestasi di sekolah). Atau kalian juga bisa mengatakan, “Saya tidak akan memberikannya kepadamu sampai kamu berhenti mengganggu saya, jadi lupakan saja keinginanmu itu; setelah itu mungkin saya akan memberikannya kepadamu.”

Poin lainnya adalah, kita harus melatih anak-anak kita untuk menghormati dan menghargai orang tuanya, khususnya karena hubungan kekeluargaan sudah sangat memburuk di masyarakat Barat. Jangan membiarkan anak-anak untuk memakan permen yang didapatnya sebelum mereka menawarkannya terlebih dahulu kepada ibunya. Dengan begitu Insya Allah, ketika dewasa mereka akan berpikir untuk memberikan sebagian yang mereka peroleh untuk ibunya. Ajari juga anak-anak untuk mencium tangan dan pipi kalian ketika mereka bagun di pagi hari dan sebelum tidur di malam hari. Hal ini akan menanamkan rasa kasih sayang dan hormat kepada orang tua dalam diri mereka.

~Mawlana Shaykh Nazim | 1999

Rahasia Zikir Khatm Khwajagan

Mawlana Syekh Hisyam Kabbani
Shuhba 
25 Desember 2014
Permata Hijau

5554
 
Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim
Alhamdulillahi Rabbi ‘l-‘Alamiin, wa ’sh-shalaatu wa ’s-salaamu ‘alaa asyrafi ‘l-mursaliina Sayyidina wa Nabiyyina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’iin
kalimataan khafiifataan `ala al-lisaan tsaqiilataan fil-miizan subhanallah wa bihamdihi subhanallah al-`azhiim istaghfirullah, qaal an-Nabi ad-diinu nasiiha, ad-diinu nasiiha, ad-diinu nasiiha
 
Nabi (s) bersabda, “Agama adalah nasihat, agama adalah nasihat, agama adalah nasihat.”  Itu artinya segala sesuatu untuk menasihati orang adalah agama.  Segala sesuatu yang baik bagi manusia dan kalian memberi nasihat mengenai hal itu, maka itu adalah bagian dari agama, karena sebagaimana sabda Nabi (s), agama adalah nasihat.  Jadi jika kalian memberi nasihat, seolah-olah kalian sedang menjalankan agama kalian.
 
Setan tidak menyukai hal itu.  Ia berusaha melakukan usaha terbaiknya untuk membuat orang menjadi tersesat.  Ia tidak bisa mengambil iman dari kalbu mereka, tetapi ia dapat memblok dan menghijab iman itu.  Allah menanam imaan di dalam kalbu manusia sebagaimana Nabi (s) menyebutkannya di dalam hadits, allaahuma shalli `alayka ya Rasuulullah (s), “yulid al-insaanu `alaa’l-fitrah.”  “Manusia lahir dalam keadaan fitrah.”  Jika ada fitrah, maka Setan tidak dapat menghilangkannya tetapi ia dapat menutupinya, dan hijab itu ada pada setiap orang.  Ia dapat menutupi cahaya iman yang ada pada setiap orang.
 
Untuk menghilangkan hijab atau penutup itu bukanlah hal mudah.  Setan membuat pentup itu seperti dinding yang terbuat dari semen.  Dapatkah kalian menghancurkannya?  Kalian perlu bor untuk menghancurkan dinding itu agar kalian bisa membuat lubang kecil agar cahaya bisa masuk ke dalamnya.  Satu-satunya yang dapat menghancurkan dinding itu, dinding semen yang menutupi kalbu adalah dengan zikrullah.   Itulah sebabnya mengapa Allah menyebutkan di dalam al-Qur’an untuk mengingat-Nya.  Dengan mengingat-Nya, kita mengutuk Setan.  Dengan mengingat bahwa Setan adalah musuh Allah, dan ia menjaga dinding itu pada diri kalian.  Jadi untuk menghancurkan hijab itu, majelis zikrullah akan menyingkirkan hijab dan membawa cahaya iman agar dapat terlihat.  Jadi untuk majelis atau pertemuan semacam itu, hijab di dalam diri kita sekarang hancur dengan zikrullah.
 
Alladziina yadzkuruunallah qiyaaman wa qu`uudan wa `ala junuubihm wa yatafakaruun fii khalqi-samaawaati wal-ardh.  Mereka yang melakukan zikrullah mampu memikirkan penciptaan langit dan bumi.  Bukanlah hal mudah untuk melakukannya, hal itu memerlukan dukungan dan dengan zikrullah, kalian akan mampu melakukannya.
 
Malam ini, kita seharusnya berada di acaranya Kyai Amir Hamzah, ada majelis besar di sana, tetapi mereka mengubahnya.  Bukannya mereka yang mengadakan acara tersebut yang mengubahnya, tetapi hal itu tidak pada Iradatullah, Kehendak Allah tidak menginginkan hal itu terjadi untuk alasan tertentu. 
 
Bulan ini adalah bulan Mawlid an-Nabi (s) dan malam ini adalah Kamis pertama dan besok adalah hari Jumat.  Dan Kamis malam adalah Laylatun mubarakah, Kehendak Allah membawa murid-murid dan yang bukan murid untuk berkumpul melakukan Khatm al-Khawajagan, zikir yang dilakukan oleh Nabi (s) bersama Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (r) di Gua Tsur dan zikrullah itu seolah-olah kita berada di dalam gua itu bersama Nabi (s) dan itu lebih penting karena itu bagaikan bor yang membuka kalbu manusia.  Kita melakukan Khatm al-Khawajagan yang dilakukan oleh Nabi (s) bersama Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (r) dan seluruh Wali Naqsybandi di Gua Tsur. 
 
Jika kita pergi ke sana untuk mendengar Mawlid an-Nabawi asy-syariif. Mawlid dapat dilakukan setiap saat, seperti Mawlid yang mereka lakukan di sini dan di atas itu, kita mulai dengan pembacaan Mawlid dan di atasnya kita mencapai rida Allah bersama kita bahwa kita melakukan zikir di tempat ini. Maqaam itu sekarang, tempat ini sekarang menjadi sebuah maqaam di mana nuur muncul dari tempat ini hingga ke langit karena setiap orang bergabung dalam zikrullah, menjadi bagian dari zikir itu.
 
Mereka akan dikenal dengan cahaya pada kening mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang melakukan zikrullah di dunia, bahkan jika kalian melakukannya sekali sepanjang hidup kalian, kalian akan menjadi seorang dzaakir.  Bahkan jika ada seseorang yang datang dan duduk bersama kalian selama lima menit karena ada suatu keperluan dengan orang yang berada di sini, kemudian ia pergi, ia juga akan dianggap sebagai dzaakir oleh Allah, itulah sebabnya kita harus mengucapkan alhamdulillah dan asy-syukur lillah.
 
Mengapa dalam zikrullah dimulai dengan syahadat?  Itu adalah seperti orang yang mandi, membersihkan diri.  Syahadat membersihkan segala sesuatu, jadi kita mulai dengan mengucapkan asyhadu an la ilaha ill ‘Llah wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullah (s), dengan mandi itu kalian akan menjadi bersih.  Setelah itu kalian membaca istighfaar, Allah akan mengampuni kalian.  Kemudian kalian membaca Surat al-Fatihah, sekarang kalian memasuki rahasia kitab suci al-Qur’an dan malaikat membukakan bagi kalian untuk menyelam ke dalam samudra rahasia al-Qur’an. 
 
Dan kalian membaca Surat al-Fatihah sebanyak tujuh kali.  Mengapa bukan sepuluh?  Mengapa bukan sekali?  Tujuh kali karena ada tujuh ayat di dalam Surat al-Fatihah dan, saba` matsaani, untuk itulah kita membacanya tujuh kali, dan itu adalah kunci-kunci bagi ketujuh langit.  Jadi, satu, dua,…. Tujuh.  Kalian akan diberi kunci dari ketujuh ayat yang merupakan pembuka bagi ketujuh langit.  Jadi dengan berkah dari syuyukh kita, Allah membukakan bagi kita hakikat dari semua ini dan meneruskannya dari langit pertama hingga langit ketujuh dan tidak keluar lagi dari sana sampai Hari Kiamat. 
 
Kemudian apa lagi yang kita baca?  Kita membaca 10 shalawat.  Segala sesuatu kalian harus membungkusnya dengan shalawat.  Setiap amal yang kalian lakukan, kalian harus menyebutkan Nabi (s) dengan demikian itu akan aman. Tidak ada yang dapat menyentuhnya, segera setelah kalian menyebutkan Nabi (s), Setan akan pergi.  Jadi 10 shalawat adalah untuk membungkus syahadat, istighfar dan Surat al-Fatiha, itu akan dimasukkan ke dalam kotak penyimpanan untuk Hari Kiamat.  Nabi (s) akan menjaganya untuk kalian. 
 
Kemudian kalian membaca alam nashrah laka shadrak, bukankah Kami telah melapangkan dadamu ya Muhammad?  Dan Kami akan terus memberi padamu hingga engkau berkata, “Ya, aku senang.”  Apakah Nabi (s) akan mengatakan, “Aku senang”?  Tidak!  Beliau akan terus meminta dan meminta, tidak pernah berhenti karena apapun yang Allah berikan, beliau (s) akan memberikannya kepada umatnya.  Wa wadha`naa `anka wizrak, dan kemudian Kami ambil wizr bebanmu, seluruh dosa kalian telah dihapuskan. 
 
Kemudian Surat al-Ikhlash, setelah kalian dibersihkan, kalian membaca Surat al-Insyiraah, alam nashrah laka shadrak wa wadha`naa `anka wizrak, alladzii anqadha zhahrak, ketika Kami hilangkan beban berat berupa dosa-dosa, maka kalian dapat memasuki Samudra Tawhiid, ketika kalian mengucapkan, “asyhadu an la ilaha ill ‘Llah wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullah (s), kalian melihatnya dari level tersebut, dunia telah lenyap, setelah kalian dibersihkan dengan membaca Khatm al-Khawajagan dan ini adalah ringksan pendek dari rahasia Khatm al-Khawajagan.
 
Ketika kalian telah mencapai level fitrah itu dan kalian telah diangkat, dibukakan bagi kalian samudra Qul huw Allahu ahad, kalian menyelam dalam rahasia itu dan kalian akan merasakan hakikat Tawhiid, bukan lagi tawhiid imitasi, itu adalah tawhid yang sejati.  Kemudian kalian membaca lagi Surat al-Fatihah, tujuh kali, tetapi kali ini kalian membacanya pada level Tawhiid.  Yang pertama setelah istighfaar, kali ini setelah Tawhiid, yang pertama setelah tobat dan yang kedua membaca al-Fatihah dengan Hakikat Tawhiid.  Sekarang kalian memasuki tujuh langit, dengan ketujuh ayat ini dengan Tawhiid penuh, tidak ada lagi syirik di dalam kalbu kalian. 
 
Kemudian apa lagi yang kalian baca?  Shalawat atas Nabi (s) untuk membungkus Surat al-Fatihah dan samudra Tawhiid yang telah Allah bukakan bagi kalian.  Kalian berada di suatu tempat dan tidak ada orang yang dapat mengeluarkan kalian.  Itu terbungkus hingga Hari Kiamat.  Itulah pentingnya Khatm al-Khawajagan, jadi kalian jangan sampai melewatkan Khatm, lakukan sekali seminggu, karena itu akan membersihkan kalian dan hakikat alam nasyrah laka sadhrak, rahasia Surat al-Fatihah akan dibukakan bagi kalian di masa mendatang, insya-Allah.  Jika kalian tidak mempunyai kendaraan untuk pergi ke zawiyah di mana mereka mengadakan Khatm al-Khawajagan, maka tinggallah di rumah dan lakukan zikir itu sendiri. 
 
Jika kita pergi ke acara Mawlid malam ini, kita akan menjadi mahruumiin,  kita tidak akan mendapat shuhba ini malam ini.  Dan jika kita berada di sana, kita tidak akan mendapat rahasia ini yang Mawlana curahkan ke dalam kalbu untuk disampaikan kepada orang-orang mengenai pentingnya zikrullah dan Khatam al-khawajagan.
 
Surat al-Fatihah terdiri dari 3 level yang berbeda.  Insya Allah, Allah akan membukakan rahasia dari Surat al-Fatihah. 
[doa]

Langit dan Bumi Bersuka Cita untuk Mawlid an-Nabi (saw)!

Sulthan al-Awliya

Mawlana Shaykh Nazim al-Haqqani

Lefke, Siprus, 22 Februari 2010

 

Bismillaah Sayyidii, madad. (Mawlana Syekh berdiri.)  La ilaaha illa-Llaah, la ilaaha illa-Llaah, la ilaaha illa-Llaah, Sayyidina Muhammad-ur Rasuulullah. Sayyidi ‘l-awwaliin wa’l-akhiriin, Sayyidina Muhammad (saw), zidhu `izzan wa syarafan, nuuran wa suruuran. Syafa`atak, kami memohon syafaatmu, dan menentang orang-orang bodoh yang menyangkal syafaatmu. syafa`ata ‘l-uzhma adalah untukmu! (Mawlana Syekh duduk.)

Sulthan al-Awliya, kami memohon dukungan surgawimu, wahai tuan kami, yang mengawasi segala sesuatu di planet ini.  Allah Allah, Allahu akbar al-akbar. Dan kami ucapkan, “Dastuur, memohon dukunganmu.”  Kami adalah orang-orang yang lemah, tidak mengetahui apa-apa.  Ajarilah kami segala yang kami perlukan untuk menjadi hamba yang baik bagi Tuhan Surgawi.  Awal dari adab yang baik adalah mengucapkan, “a`uudzu billahi min asy-Syaythaani ‘r-rajiim, menyatakan bahwa kita tidak bersama kelompok setani.  Begitu banyak kelompok berada di bawah payung Islam. Nabi (saw) mengatakan bahwa akan ada 73 golongan; satu di antara mereka akan selamat di dunia dan akhirat, dan mendapat kemuliaan yang lebih tinggi di antara seluruh makhluk, hanya satu (golongan) di antara mereka.

Para Sahabat (ra) Nabi Suci (saw) bertanya, “Siapakah mereka wahai Nabi yang kami cintai?”  

Nabi (saw) menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang akan bersamaku dan mengikuti kalian, karena kalian mengikuti aku.  Dan mereka akan berusaha untuk mengikuti kalian karena mereka tahu bahwa jalan kalian adalah jalan yang lurus, Shiraatha ‘l-Mustaqiim. Dan itu hanya ada satu, tidak mungkin ada dua Shiraatha ‘l-Mustaqiim.  Kalian dan orang-orang yang mengikuti kalian akan menjadi firqatun naajiyyah, golongan orang-orang yang selamat.  Mereka akan masuk Surga karena jalan mereka adalah jalan yang benar.”

“Bagaimana dengan 72 golongan lainnya?”

“Mereka akan mengaku bahwa, ‘Kami bersama Khatamul Anbiya, Nabi Penutup,’ tetapi mereka adalah para pembohong.  Mereka tidak mengikutiku, mereka mengikuti Setan. Ke-72 golongan itu semuanya bersama Setan. Jika Setan tidak bersama mereka, maka mereka akan menghormatiku.  Tetapi mereka tidak menghormatiku karena Setan mengatakan kepada mereka, ‘Engkau berada di jalan yang benar, dan merekalah yang tidak berada di jalan yang benar.”  

Guru dan pemimpin mereka yaitu Setan telah meletakkan sesuatu ke dalam 72 golongan ini.  Jika kalian bertanya siapa saja mereka, itu mudah. Besok malam adalah hari kelahiran Nabi (saw), Milad un-Nabi.  Orang-orang yang menolak untuk merayakan hari kelahiran Nabi Penutup (saw), kalian tahu–mereka bersama Setan. Hal ini karena Setan begitu hasad, begitu dengki dengan Nabi (saw), dan membuat orang-orang tidak merayakan hari kelahiran dan malam pertama dari Nabi Penutup (saw).  Mereka semua ini merayakan hari ulang tahun seseorang, ptuuh (meludah), tetapi jika kalian merayakan hari ulang tahun Nabi Penutup (saw), mereka mengatakan itu adalah haram, syirik, bid’ah dan kufur.

Di kepala mereka akan tertulis raghab `ala anfihim, kutukan bagi mereka!  Mereka begitu dengki terhadap manusia yang seharusnya dihormati, manusia yang paling mulia di antara seluruh makhluk!  Apa itu? Setan tidak senang, ia iri dengan Nabi (saw), sebagai makhluk yang paling dicintai, yang paling agung, yang paling mulia.  Setan adalah makhluk yang paling iri terhadap Nabi Penutup (saw), terhadap Kekasih Allah, makhluk yang paling dicintai di Hadirat Ilahi!  Saya bertanya pada kalian, wahai ulama Salafi dan orang-orang Wahhabi, siapakah makhluk yang paling dicintai di Hadirat Ilahi? Katakan!! (Mawlana Syekh berdiri)  Jika Muhammad (saw) bukan orang itu, lalu siapa yang akan berada di Hadirat Ilahi?!! (Mawlana Syekh duduk.)

Kalian adalah bangsa Arab, dan kalian mengerti bahasa Arab.  Allah (swt) berfirman kepada Kekasih-Nya,

لولاك لولاك ما خلقت الأفلاك

Law laak law laak maa khalaqtu ‘l-aflaak.

Jika bukan untukmu (wahai Muhammad), Aku tidak akan menciptakan aflaak (tubuh Surgawi; alam semesta).”

Itu adalah bahasa Arab, ya, dan kalian mengatakan bahwa itu tidak benar, tetapi kami katakan haatuu burhaanukum, bawa bukti-bukti kalian!  Itu adalah hadits qudsi, di mana Allah berfirman kepada Kekasih-Nya (saw), “Kapan dan di mana?  Yaitu ketika belum ada waktu dan ruang,” Allah (swt) mengatakannya kepada Nabi Penutup (saw). Ya, Allah mengatakannya tetapi tidak ada orang yang mengetahui jika Nabi (saw) tidak mengatakannya, tidak ada orang yang tahu, tidak ada orang yang membawa buku catatan dari sakunya dan mencatatnya, tidak.  Itu terjadi sebelum ada waktu dan ruang, “tidak ada waktu dan ruang,” ketika Allah mengatakannya kepada Kekasih-Nya. Hanya satu! Kepada satu-satunya!

Wahai orang-orang yang lalai, wahai para pendengki, para pengikuti Setan, khalifahnya Setan!  Seseorang bertanya kepada saya, “Wahai Syekh, engkau mengatakan bahwa Khalifah Nabi (saw) ada terus hingga Hari Kebangkitan.  Bagaimana dengan Setan, apakah ia juga mempunyai khalifah?” Ya, Setan mempunyai khalifah yang menentang Nabi Penutup (saw), yang penuh kedengkian.  Mereka adalah para khalifah Setan. Khalifah Setan artinya deputi, penerus atau pengikuti sejati dari Setan. Ya, itu begitu jelas. Mereka mengatakan hal-hal yang berbeda dan mempertahankan gagasannya.  Darimana kalian membawa hal-hal semacam itu dan mengatakan bahwa hadits qudsi tadi tidak benar? Katakan, “Law laak law laak maa khalaqtu ‘l-aflaak,”  “Jika bukan untukmu, Kami tidak akan menciptakan seluruh alam semesta.”   Selama 1400 tahun (hadits) ini sudah dikenal, ia tertulis untuk setiap ulama yang mengikuti jalannya Nabi (saw) hingga sekarang.  Hatuu burhanakum, bawa bukti-bukti kalian jika ini bukan hadits qudsi sungguhan.  Katakan, dari mana sumbernya? Apakah menurut kalian Islam dimulai dari Muhammad `Abdu ‘l-Wahhab, dan umat Muslim telah mengikuti jalan yang salah dan mereka semua akan menjadi musyrik dan kafir?  Darimana ia berasal, Abdul Wahhab? Tiba-tiba muncul sesuatu yang bertentangan dengan Nabi (saw)?

Tidak, kalian yang bertentangan dengan Syariatullah, dengan perintah Allah.  Islam tidak dimulai dengan `Abdu ‘l-Wahhab, Islam dimulai dengan Nabi Penutup (saw)!  Mereka bertanya, “Mengapa kalian menyebut kami ‘Wahhabi’?” Mereka sendiri yang mengatakan bahwa mereka adalah Wahhabi!  Saya bertanya pada ulama Salafi, satu pertanyaan. Apakah kalian membaca al-Qur’an suci? Siapa yang mengatakan, `ala dhalaalah (orang-orang yang sesat)?  Bagaimana kalian mengubah nama kalian?  Mengapa kalian tidak mengatakan, “Kami adalah Muslim!”  Allah (swt) menyebut kalian Muslim, mengapa kalian mengatakan, “Kami adalah Wahhabi!”  Mengapa kalian tidak mengatakan, “Kami adalah Muslim!” Kalian telah melanggar Islam dan melakukan dosa terbesar, sebuah kejahatan dalam Islam.  Mengapa kalian tidak mengatakan, sammaakum; mengapa kalian tidak mengatakan, “Kami menjadi Muslim.”  Kalian menyangkal diri sendiri dengan mengatakan, “Kami adalah Wahhabi!”

Wahai manusia!  Siapa yang mengikuti kaum Wahhabi, maka kutukan akan datang pada mereka.  Saya pikir mereka tidak mengetahui bahwa tafriqa (pemecahan) akan terjadi, dalam setengah abad berikutnya tidak ada satu pun dari mereka yang akan hidup di Bumi.  Seluruh dunia hanya untuk Muslim, dan kita tidak mengatakan, “Kami adalah Wahhabi,” kita mengatakan, “Kami adalah Muslim.”  Dan saya mengatakan ini kepada seluruh kaum Muslim, mengapa kalian mengikuti orang-orang itu? Mereka mengubah nama mereka, dengan mengatakan, “Kami mengikuti  `Abdu ‘l-Wahhab.” Mengapa kalian tidak mengatakan, “Kami adalah Muslim.” Apakah `Abdu ‘l-Wahhab seorang Nabi? Memberi kalian nama, “Kami adalah Wahhabi.” Siapa di antara kalian yang memberikan wewenang kepada mereka?  Para pengikut Setan, khaaf Allah, takutlah kepada Allah, qudratuh (Kekuasaan-Nya), atau kalau tidak, tidak ada seorang pun yang akan hidup di dunia.

Saya rasa tidak ada seorang pun di antara orang-orang yang mengatakan “Kami adalah Wahhabi” akan sampai pada zaman Sayyidina `Isa (as).  Ini adalah sebuah pengakuan yang besar. Kita mendapat deklarasi istimewa ini sekarang, malam ini, bahwa mereka berada di jalan yang salah, karena mereka mengatakan, “Kami adalah pengikut `Abdu ‘l-Wahhab,” dan, “Kami adalah Wahhabi,” dan memberi mereka nama bahwa mereka adalah “Wahhabi.”

إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ

inna bathsya rabbuka la syadiid.

Sungguh azab Tuhanmu sangat keras. (Al-Buruj, 85:12)

Allahu Akbar `alayhim, Allahu Akbar `alayhim, Allahu Akbar `alayhim dan kepada para pengikutnya!

A`uudzu billahi min asy-Syaythaani ‘r-rajiim.  Di manakah Islam sejati dan di mana (posisi dari) orang-orang yang mengikuti jalan yang salah sekarang?  Mereka begitu hasad, dengki, mereka tidak pernah rela untuk menghormati Nabi Penutup (saw). Allah (swt) sangat memuliakannya!  Itu artinya kalian berkelahi dan bertengkar dengan Allah (swt)! Kalian menentang Allah dan mengatakan, “Mengapa kalian bersama orang ini?”

Ohh, ohh, yaa Rabbii, subhaanallah!  As-salaamu `alaykum wahai para pendengar kami,

وَالسَّلَامُ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدَى

wa ‘s-salaamu `alaa mani ‘ttaba`a ‘l-huda.

Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk. (Thaha, 20:47)

Keselamatan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk Nabi (saw).  Ya, kita berusaha untuk mengikuti jalan Nabi Penutup (saw), Sayyidi ‘l-awwaliin wa ‘l-akhiriin.  Kita adalah para pendosa. Kita tahu bahwa kita adalah para pendosa, tetapi saya pikir kita tidak mengganggu kehormatan Nabi Penutup (saw).  Kita adalah para pendosa, tetapi manusia yang paling mulia adalah Sang Nabi Penutup (saw), (Mawlana Syekh berdiri lalu duduk kembali) dan kita berharap bahwa beliau akan memberikan syafaatnya bagi para pengikutnya yang lemah!

Wahai Tuhan kami!  Kami tidak menyukai orang-orang yang salah, dan fitnah itu akan menjadi akhir dari zaman ini.  Begitu banyak fitnah yang muncul, sebagaimana yang dikabarkan oleh Nabi Penutup (saw), begitu banyak hal-hal palsu yang muncul menentang Islam sejati dari para pengikut Setan.  Mereka akan datang menentang posisi mansyuur (yang mendapat Dukungan Ilahi) dan mereka akan mengatakan, “Ini salah, itu benar.”   Akhbathu ‘n-naas, orang-orang yang sangat kotor, yang mengikuti ego mereka, heh?  Ego itu mengikuti Setan.

Wahai Tuhan kami!  Jagalah kami agar tidak terjatuh dalam perangkap Setan.  Setan berusaha sejak zamannya Nabi Penutup (saw) hingga akhir zaman, mengatakan, “Aku tidak akan membiarkan umatmu mengikutimu, tetapi aku akan membuat umatmu mengikutiku, khususnya di akhir zamanmu.”  Setan telah melakukan yang terburuk untuk membuat fitnah besar melalui Islam, mengapa? Sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Penutup (saw), “Akan ada 73 golongan.” Beliau (saw) memberi peringatan kepada umatnya, “Wahai manusia!  Ikutilah jalan yang benar, karena ada begitu banyak jalan yang akan muncul dan setiap orang akan mengatakan, ‘Ikutilah jalan kami, ikutilah jalan kami,’ tetapi mereka membawa kalian ke dalam perangkap mereka. Mereka semua akan terjatuh dari jembatan Shirath.”  Semoga Allah mengampuni kita.

Wahai manusia!  Apa yang kami katakan adalah tidak mudah, karena hari Kamis (atau Rabu malam) adalah hari kelahiran Nabi Penutup (saw), sebuah perayaan menentang gagasan yang salah akan terjadi di Bumi dan begitu pula di Langit.  Seluruh Langit akan dihiasi dengan dekorasi yang begitu rupa yang belum pernah muncul sebelumnya, untuk merayakan “Malam Kelahiran Nabi Penutup (saw)!” (Mawlana Syekh berdiri). Yaa Muhammad!! Yaa Allah!! (Mawlana Syekh duduk kembali).

Seluruh malaikat, seluruh Muslim sejati, ruh mereka bernyanyi, jiwa sejati mereka bernyanyi, yaa Muhammad, Dost Muhammad canım pek sever seni.  Ribuan dan ribuan nasyid yang indah dilantunkan di Langit; malam itu akan menjadi malam perayaan di Langit, untuk Mukmin sejati yang hatinya penuh dengan kecintaan pada Sayyidina Muhammad!! (Mawlana Syekh berdiri dan duduk kembali.)  Oleh sebab itu, seluruh Muslim selama berabad-abad, mereka menyanyi dan melantunkan,

Huuuuu Huuuu Huuuuu Huuuuu Huuuuuu Huuuuuu

Huuuuu Huuuu Huuuuu Huuuuu Huuuuuu Huuuuuu Huuuu yaa Muhammad

Huu Huuu Huuuu Huuu Huuuuu Hu Huuu Hu Huuu Hu Huuuu Huuuu Hu Huuuuuu.

Fatihah.

Dari Samudra yang Tak Bertepi, apa yang kita katakan adalah sebagai takzim, penghormatan kepada Nabi Penutup (saw), dan itu lebih kecil daripada sebuah atom!

Huu Huuuu Huuuu Huuuuu Huuuu Huuuu.

Wahai para malaikat, bawalah mereka pergi, mereka yang penuh kedengkian, yang membenci Nabi Penutup (saw); Nabi yang paling dicintai di Hadirat Ilahi!  Bawalah mereka pergi atau bawalah mereka pada jalannya.

Fatihah.

(43 menit) (535)

Alhamdulillah.

(Mawlana Syekh berbicara dengan Hajjah Naziha di telepon.)