Mengenai Tarekat Naqsybandi

Tarekat Naqsybandi yang paling mulia merupakan sebuah sekolah pemikiran dan praktik yang berdiri di muka barisan kelompok yang menyebarluaskan kebenaran dan memerangi kebatilan serta ketidakadilan, khususnya di Asia Tengah dan India di masa lampau, di Cina dan Uni Soviet di masa modern, serta di Eropa dan Amerika Utara belakangan ini.  Syekh-Syekh Naqsybandi yang berperan di bidang politik, sosial, pendidikan dan spiritual dalam masyarakat mereka, berperilaku berdasarkan Kitab Suci al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah (s).

Tarekat Naqsybandi yang paling mulia adalah jalan yang dianut oleh para Sahabat Rasul dan orang-orang yang mengikutinya.  Tarekat ini tersusun atas peribadatan yang terus-menerus dalam setiap tindakan, baik lahir maupun batin, dengan disiplin yang lengkap dan sempurna berdasarkan Sunnah Rasulullah (s). Hal tersebut berisikan pemeliharaan adab pada tingkat tertinggi dan dengan tegas meninggalkan bid’ah dan penafsiran bebas dalam kebiasaan-kebiasaan umum dan perilaku pribadi.  Juga memiliki elemen menjaga kesadaran akan Hadirat Allah, Yang Maha Kuasa dan Maha Agung,  menuju peniadaan diri sendiri dan pengalaman yang sempurna akan Hadirat Ilahi.  Tarekat ini merupakan cerminan sempurna dari kesempurnaan tertinggi.  Merupakan jalan pensucian diri dengan jalan perjuangan yang paling sulit, pergulatan melawan ego.  Ia bermula di tempat di mana yang lain berakhir, dalam ikatan Cinta Ilahiah yang sempurna, yang telah dianugerahkan kepada Sahabat Rasulullah (s) yang pertama, Abu Bakar ash-Shiddiq (r).

Sebuah Penjelasan mengenai Islam dan Sufisme

Apakah Islam itu? 

Islam berarti penyerahan kepada Kehendak Tuhan dan mengakui bahwa tiada Tuhan melainkan Allah (swt) dan bahwa Muhammad (s) adalah Rasullullah, semoga salam dan rahmat Allah (swt) senantiasa tercurah kepadanya, juga kepada Nabi ‘Isa (a), Musa (a), Ibrahim (a), Nuh (a) dan Adam (a).

Apakah Iman menurut Islam?

Iman adalah percaya kepada:

  1. Allah Yang Maha Esa,

  2. Adanya makhluk spiritual yang dikenal sebagai malaikat,

  3. Kitab-kitab Allah, yang meliputi Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud (a), Taurat kepada Nabi Musa (a), Injil kepada Nabi ‘Isa (a) dan terakhir al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad (s),

  4. Seluruh Nabi dan Rasul yang dikirimkan sebagai rahmat bagi umat manusia,

  5. Hari Kiamat dan Hari Kebangkitan,

  6. Takdir Ilahi.

Apakah Sufisme itu?

Sufisme adalah jalan untuk memurnikan kalbu dan perilaku serta karakteristik yang buruk.

Bagaimana Hubungan antara Sufisme dengan Islam?

Sufisme adalah jejak spiritualitas yang terdapat dalam Islam.  Maknanya adalah :

  1. Mencari keridaan Allah (swt),

  2. Perasaan cinta dan damai dalam jiwa seseorang,

  3. Keharmonisan dengan seluruh makhluk (manusia, binatang, dan alam semesta),

  4. Untuk disandangkan dengan atribut-atribut yang indah dari para Rasul dan Awliya.

Bagaimana Islam Memandang Agama Lain?

  1. Semuanya merupakan kendaraan dan jalur menuju ke Hadirat Ilahi,

  2. Menurut Islam, seluruh agama berasal dari Tuhan Yang Maha Disembah.  Sejalan dengan waktu dan melemahnya manusia, sebagian besar agama mengalami distorsi dari kebenaran aslinya dan mengadopsi praktik penyembahan berhala atau keyakinan sesat lainnya, yang membuat orang mengalami penyimpangan dalam menyembah dan mengagungkan Tuhan Yang Maha Esa,

  3. Anda akan menemukan intisari dari agama lain terkandung dalam agama Islam.

Bagaimana Orang Masuk ke dalam Islam?

Seseorang masuk ke dalam Islam dengan menyakini dalam hati terhadap eksistensi Allah Yang Maha Esa dan percaya bahwa Nabi Muhammad (s) adalah Rasul terakhir yang diutus oleh Allah (swt) sepanjang sejarah.

Apakah Syekh itu?

Syekh adalah seseorang yang telah mewarisi apa yang dibawa oleh Rasulullah (s) dan telah diberi wewenang untuk menyampaikan ajaran-ajaran dan rahasia-rahasianya kepada orang-orang yang menerimanya sebagai guru.  Seorang Syekh sejati adalah orang yang telah menguasai karakter buruk egonya melalui penyembahan yang tulus kepada Tuhannya.  Dengan alasan itu ia mampu membimbing murid-muridnya untuk menguasai ego mereka, membuka jalan untuk meraih potensi yang tidak terbatas dari realitas spiritual mereka.  Realitas spiritual itulah yang membuat seseorang bisa memperoleh 5 kekuatan, yaitu:

  1. Daya tarik yang kuat,

  2. Kekuatan berkonsentrasi dalam hati,

  3. Kekuatan untuk membimbing,

  4. Kekuatan untuk mengantarkan beban seseorang dan memohon kepada Allah (swt),

  5. Kekuatan untuk mengantarkan berkah.

Bagaimana Seseorang Meraih Tingkat Spiritual dalam Sufisme?

Metode utama dalam meraih kemajuan spiritual dalam Sufisme adalah:

  1. Mengikuti bimbingan dan instruksi yang diberikan oleh seorang Syekh atau mursyid yang telah diberi wewenang.

  2. Melakukan zikir, mengingat Tuhan dengan menyebut Nama Suci dan Sifat-Nya, mengagungkan Dia dan memuji Sang Pencipta seluruh makhluk.

  3. Menghadiri majelis zikir dan pemberian nasihat (shuhba) yang dilaksanakan dalam kehadiran Syekh atau yang menjadi wakilnya, duduk bersama, salat bersama, menyambut semua orang yang datang untuk memuji Tuhan mereka.

Tarekat

HQ-957 Painting

Tentang Tarekat Naqsybandi

Sebuah Penjelasan mengenai Islam dan Sufisme

 

Asal

Nama Mata Rantai Emas Naqsybandi

Pewaris Spiritual Pertama dari Rasulullah (s)

Imam Tarekat,  Syah Baha`uddin Naqsyband (q)

 

Mursyid yang masih hidup

Syekh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani (q)

Mengenai Hajah Amina Adil (w.2004), Istri Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani

 

Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q)

Mengenai Syekh Muhammad Hisyam Kabbani

Biografi Syekh Muhammad Hisyam Kabbani

Pesan Mawlana Syekh Nazim mengenai Syekh Hisyam

Lebih Jauh mengenai Syekh Hisyam

Wawancara dengan Syekh Hisyam Kabbani

Mengenai Hajah Naziha, Istri Syekh Muhammad Hisyam Kabbani

 

Bergabung dengan Tarekat Naqsybandi secara Online