KAROMAH GRANDSYEKH DENGAN SEEKOR KUCING OREN

Mawlana Shaykh Nazim al-Haqqani
Lefke, 30 April 2011

UmmI Kawtsar mempunyai seekor kucing oren yang suka melompat dari dinding yang tinggi antara rumah UmmI Kawtsar dengan rumah Grandshaykh. Kucing itu sering membuat Grandsyekh marah karena kebiasaannya mengencingi tong air di halamannya untuk menandai daerahnya. Suatu hari beliau melihat kucing itu kencing di sana dan Grandsyekh meneriakinya dan melemparkan biji pohon ek kepadanya. Kucing itu kabur ke arah sebaliknya dan menabrak tutup tongnya. Apakah engkau ingat dengan kucing oren itu? (Mawlana bertanya kepada Hajjah Naziha)?

Kucing itu juga memakan merpati pertunjukan milik Jibrani! Suatu hari pada liburan awal Mei, orang-orang berkumpul di tempatnya Jibrani untuk melihat pertunjukkan merpati terbang. Kebetulan Grandsyekh juga ada di sana untuk alasan tertentu. Seorang polisi juga ada di sana.

Kucing itu melompat dan memakan salah satu merpati yang paling kecil. Jibrani menjadi kesal dan ia meminta polisi untuk menembak kucing itu dengan isyarat tangannya. Polisi itu mengambil senapannya dan menembak kucing itu tiga kali di hadapan Grandsyekh. Kucing itu lalu jatuh ke tanah dan Grandsyekh menyaksikannya.

Orang-orang berkata, “Kita telah menyelesaikan masalah dengan kucing itu!” Hal ini mengganggu Grandsyekh, karena beliau tidak ingin kucing itu dibunuh terlepas dari apa pun yang telah dilakukannya. Grandsyekh lalu pulang dan duduk di tempatnya seperti ini (memperagakan) dan beliau mulai membaca qasidah ini.

Saya tidak hafal satu qasidah pun, tetapi Grandsyekh hafal banyak qasidah dan seorang mursyid harus seperti itu. Bukankah qasidahnya seperti ini? “Laa budda min mursyidin,” “orang harus mempunyai seorang mursyid” (suaranya tidak jelas)

Shaykh Hisham Effendi: Ya Sayyidi.

Mawlana Shaykh Nazim: Grandshaykh tidak ingin kucing itu terluka. Kami melihat ke sekeliling, tiba-tiba kucing itu datang lagi dan kembali mengencingi tong air seperti biasanya. Padahal polisi itu telah menembaknya tiga kali, tetapi karena Mawlana Syekh tidak ingin kucing itu terluka, ia tidak terpengaruh dengan tembakan-tembakan itu.

Mawlana Syekh tidak ingin kucing itu terluka, dan ia kembali pada kebiasaannya yakni mengencingi tong air itu dan Mawlana Syekh akan melemparnya dan meneriakinya, dan kucing itu akan kabur memanjat dindingnya Ummi Kawtsar.

Hajjah Naziha: Dengan barakah Mawlana kucing itu tidak terluka.

Mawlana Shaykh Nazim: Grandshaykh mempunyai banyak karomah tetapi beliau tidak suka menunjukkannya.

Hajjah Naziha: Engkau juga tidak suka menunjukkannya.