Agenda Kunjungan Mawlana Syekh Hisyam Kabbani

untitled

 

KAMIS, 2 Nov 2017
20-23 WIB
Zikir dan Shuhbah
Di rumah Bp.Soenarto, Jl.Mandala Selatan 16, Tomang, Jakbar

JUMAT, 3 Nov 2017
Salat Jumat di Mushalla Bp.Ahmaddin Ahmad, Jl.Arteri Kelapa Dua Raya No.1, Kebon Jeruk, Jakbar

SABTU, 4 Nov 2017
18-23 WIB
Mawlid dan Doa untuk Bangsa bersama Habib Hasan bin Ja’far Assegaf, Majelis Nurul Mushthofa
Di Masjid Istiqlal, Jakarta

AHAD, 5 Nov 2017
20-23 WIB
Zikir dan Shuhbah
Di Masjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia

SELASA, 7 Nov 2017
20-23 WIB
Mawlid di Pesantren at-Taufiqy, Wonopringgo, Pekalongan (hanya utk pria)
Peserta harus memakai Nametag yang disediakan oleh panitia (hubungi kami untuk mendapatkannya)

CATATAN:
Bila ada perubahan/penambahan acara nanti akan diinformasikan lewat whatsapp, facebook, twitter dan media lainnya.

DONASI:
Rek BCA No. 375 600 7100 atas nama Yay. Jam’iyyat Attaqwa
konfirmasi donasi: WA ke 0816-295-313

Demikian pengumuman ini kami sampaikan.
Wassalamu’alaykum wr.wb.

Majelis Nazimiyya Indonesia
Jl. Warung Jati Barat Raya No.9C Rt.012/09
Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan 12740
Telp: 021-79199468
Seluler: 0816-295-313

Advertisements

Tour ke PPAT bersama Mawlana Syekh Hisyam Kabbani

Assalamu’alaykum wr.wb.
Dalam rangka kunjungan ke Pesantren at-Taufiqy, Pekalongan bersama Mawlana Syekh Hisyam Kabbani pada:

🗓 Hari : Selasa s/d Rabu
📆 Tgl. : 7 – 8 Nov 2017

dengan jadwal sbb:

Berangkat hari Selasa, 7 Nov 2017
⏰ Jam : 9.30 – 13.49 WIB
🚉 KA Argo Bromo Anggrek

Kembali ke Jakarta hari Rabu, 8 Nov 2017
⏰ Jam : 12.40 – 17.00
🚃 KA Argo Bromo Anggrek

🏨 : Hotel bintang 4

💸 : biaya Rp. 1.600.000, sudah termasuk:
– tiket KA pp
– makan 3x
– bus selama di Pekalongan
– menginap di hotel bintang 4
– Name Tag

📋 Pendaftaran:
Melly Wa 089528413878
Mahda Wa 081932031670
Abdurrauf 0816295313

💳 Pembayaran melalui transfer ke Rek BCA No. 375.600.7100 a/n Yayasan Jam’iyyat Attaqwa

Catatan:
– Bagi jamaah yg telah mendaftar harap segera melakukan pembayaran
– Pendaftaran terakhir tgl 1 Nov 2017

Demikian pengumuman ini kami sampaikan, terima kasih atas perhatiannya.

Wassalam,

Majelis Zikir Naqshbandiyya Nazimiyya Indonesia
Jl. Warung Jati Barat Raya No.9C Rt.012/09
Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan 12740
Telp: 021-79199468
Seluler: 0816-295-313
http://www.naqsybandi.com

Mengingat Mati dan Menghormati Ahli Kubur

Shuhba
Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani ق

15325310_1180187118702306_1231173489499364410_o

Suatu ketika ada sekelompok orang yang membangun sebuah hotel besar bersebelahan dengan sebuah masjid. Ketika hampir selesai, mereka berkonsultasi dengan seorang ahli Yahudi, tentang bagaimana sebaiknya menjalankan hotel itu.  Mereka datang lengkap dengan foto-foto lokasi hotel. Ketika melihat foto-foto tersebut, si Yahudi mengatakan bahwa mustahil hotel itu dapat memberi keuntungan, karena letaknya tepat di sebelah masjid. Menurut sang ahli, dua hal yang berlawanan tersebut tidak mungkin saling mendukung-–karena sebuah hotel harus mengandalkan tiga hal demi keuntungannya, yaitu: judi, minuman dan seks.

Para tamu hotel yang sedang tenggelam dalam perbuatan dosa-dosa itu akan mendengar panggilan Adzan selama lima kali dalam sehari.  Mereka akan kembali teringat Tuhannya dan lari meninggalkan hotel.  Bagaimana mau bersenang-senang dengan segala kemaksiatan bila masjid sebelah mengingatkan untuk menyembah Tuhan?  Sayangnya, manusia abad dua puluh memohon agar bisa melupakan Sang Pencipta mereka.

Di kota-kota tua, kompleks pemakaman mengelilingi masjid-masjid.  Namun pemerintah sekarang ini mencegah pemakaman seperti itu, dengan alasan membuat lingkungan menjadi tidak sehat.  Mereka lalu meminta penguburan diharuskan beberapa ratus kilometer jauhnya dari kota.

Mengatakan bahwa lingkungan menjadi tidak sehat adalah kebohongan besar.  Padahal dulu makam-makam diletakkan di taman di depan rumah.  Mereka akan mengatakan, ”Ini makam ayahku, yang di sana makam bibiku, lalu yang di sini makam ibuku.”  Ini bukan hanya mengingat para leluhur mereka, tetapi juga mengingatkan akan kematian mereka sendiri, mengingat Tuhan mereka dan juga adanya kehidupan akhirat.

Wahabi adalah jenis lain dari kaum Iblis, mereka akan memakamkan di dekat rumah atau masjid, tetapi tidak mengizinkan ada tanda di makam tersebut.  Ketika saya bersama seseorang yang ingin berziarah di makam ayahnya di dekat Masjid Dehiwela,  Sri Lanka-–ternyata dia tidak tahu di mana tepatnya makam ayahnya, karena tidak ada tanda atau nisan.  Dia mengatakan ada sekumpulan manusia Iblis yang mencegah dibuatnya tanda-tanda atau nisan.  Mereka ini adalah para penyangkal adanya akhirat.

Imam-imam kita yang tak pernah bimbang akan syariat memiliki hikmah akan penulisan nama orang yang meninggal pada batu nisan.  Para pengunjung makam dapat membacakan al-Fatihah bagi para ahli kubur.  Penulisan itu sebagai sebuah pengingat terhadap mereka yang telah meninggal.  Namun kaum Wahabi menyebut hal itu sebagai syirik.  Semoga bebatuan menimpa kepala mereka yang mengatakan bahwa penulisan nama-nama orang tua mereka di batu nisan sebagai syirik dan bid’ah.  Suatu ketololan dari para kaum Iblis.

Bila mereka tidak menandai makam-makam itu, mereka bisa terjatuh ke dalam sesuatu yang makruh – yaitu menginjak-injak makam-makam yang tidak terlihat keberadaannya – seperti yang saya lihat di pemakaman Dehiwela.  Bukan hanya tidak menghormati, hal itu juga mengganggu mereka yang di makamkan di situ.  Melangkahi sebuah makam bisa diibaratkan berjalan di atas perut wanita yang sedang hamil.

Rasulullah (saw) mengajari sebuah doa bagi mereka yang mengunjungi makam, Subbuhun Quddusun Rabbu ’l-Malaaikati Wa ‘r-Ruuh, Subbuhun Quddusun Rabbu ’l-Malaaikati Wa ‘r-Ruuh, Subbuhun Quddusun Rabbu ’l-Malaaikati Wa ‘r-Ruuh.”  Ketika kalian membaca tasbih ini saat memasuki makam, maka berkah akan turun menaungi ahli kubur yang dituju, dan penghuni makam yang lain akan berharap kalian juga berkenan mendekati makam-makam mereka

Ribuan sahabat dimakamkan di Jannatul Baqi dan Jannatul Mualla, tetapi orang-orang melangkahi makam-makam itu tanpa adab sama sekali.  Dan kemerosotan moral ini telah berjalan selama 50 tahun terakhir dalam dunia Islam.  Semoga Allah (swt) menjauhkan ide-ide buruk seperti itu dari Hijaz.  Orang-orang yang lalai itu mengira mereka telah melakukan kebaikan, padahal yang dilakukan adalah hal terburuk.

Antara Ibadah dan Pekerjaan

photo_2016-11-21_13-24-09

Sultan al-Awliya Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani (q)
3 Februari 2002

Setan selalu mencoba untuk memisahkan manusia dari ibadahnya, membuat mereka menunda ibadah karena sibuk dengan pekerjaan yang satu disusul pekerjaan lainnya.  Manusia zaman sekarang selalu menginginkan makanan yang masih segar.  Gaya hidup manusia yang sombong tidak mau makan dari makanan yang telah tersedia.  Bagaimana dengan Allah (swt)?  Kepada-Nya, kalian berani mengirim ‘makanan lama.’  Begitu terdengar adzan, kalian harus langsung shalat dan meninggalkan segala pekerjaan.  Siapa pun yang membuat Allah murka pasti akan berakhir masanya.

Jangan mempekerjakan orang yang tidak shalat.  Sebelum membangun sebuah pabrik, bangunlah sebuah masjid di sana.  Siapa pun yang tidak mengerjakan shalat dan tidak menyerukan orang untuk shalat, Allah katakan, “Mereka adalah musuh-Ku.”   Di Shirath al-Mustaqim nanti ada tujuh pertanyaan, satu di antaranya adalah apakah kalian telah menyeru orang agar beribadah.  Tak ada yang membicarakan hal ini sekarang, karena setiap orang disibukkan oleh gaji bulanannya.

Ketika Abu Yazid al-Bisthami (q) sedang melakukan suatu perjalanan, beliau tiba di sebuah desa yang masih asing.  Beliau shalat di belakang imam.  Selesai shalat, sang imam menyapanya, “Engkau siapa?”  “Aku adalah seorang hamba Allah.”  ”Apa pekerjaanmu?  Di kebun, toko, atau pabrik?  Punya gaji bulanan?”  “Aku piker engkau adalah seorang muslim, seorang imam, oleh sebab itu aku shalat di belakangmu.  Tetapi sekarang engkau meragukan darimana makananku berasal, berarti engkau meragukan Allah.  Sebelum menjawabnya, aku harus mengulangi shalatku dulu.”

Setelah shalat, Abu Yazid (q) berkata pada imam itu, ”Mengapa engkau tidak menanyakan bagaimana kucing dan anjing menjalani hidupnya?  Dia yang menyediakan makanan bagi mereka, Dia juga yang menyediakan makan bagi Abu Yazid (q).”

Manusia telah kehilangan keimanannya.  Selama 60 tahun orang-orang datang ke sini dan selalu tersedia roti dan sup bagi mereka.  Dan dengan berkah yang mereka bawa, saya pun bisa hidup.  Namun manusia selalu terikat pada perutnya, sehingga mereka kebingungan.

Salah satu tamu yang berkunjung hari ini berasal dari Turki dan sering bersedekah untuk kaum Muslim.  Dia punya sebuah pabrik peralatan dari baja, dan buatannya adalah nomor satu di dunia.  Dia mengirimi saya banyak sekali dan saya berdoa baginya serta memberi nasihat yang dia patuhi. Banyak pabrik bangkrut dan hanya dia yang masih bertahan. Dengan 300 pekerja, dia menjaga dan meminta mereka agar selalu beribadah.  Saya tekankan agar tidak memberi toleransi bagi mereka yang tidak beribadah.  Ketika terdengar adzan, mereka harus berhenti bekerja dan mengatakan, ‘Matikan listrik, mari kita shalat.’

Selain mengirim peralatan rumah tangga, dia juga mengirim apa yang kami butuhkan: kacang, gula, beras, minyak, dan segala yang kami masak di sini.  Dia adalah Shahibu-l khayrat wa hasanat.  Dia yang menolong Fuqara, maka Allah (swt) akan menolongnya.  Jika dia kirim satu, Allah (swt) kirim sepuluh.  Jika dia kirim 100, akan datang 1000 baginya.  Sedekah di bulan Muharram adalah 10 kali lebih berharga dibanding bulan-bulan lain.  Siapa yang memberi, maka bahan pangannya tidak akan habis.  al-Fatiha.

Baksos Ramadhan 1438

banner fb

Assalamu’alaykum wr.wb.
Ramadhan Kariim!

Alhamdulillah, kita diberi kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, cahaya, dan ampunan Allah. Ramadhan juga adalah bulan untuk berbagi dengan sesama, sebagai tanda rasa syukur kita atas segala nikmat Allah yang telah kita dapatkan.

Untuk itu, kami mengundang murid-murid dan para pecinta Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani dan Mawlana Syekh Hisyam Kabbani untuk turut berpartisipasi dalam acara Baksos Ramadhan 1438 di mana kita akan membagikan 313 paket baksos masing-masing senilai Rp.100.000 kepada anak yatim dan duafa di wilayah Jabodetabek.

Donasi dapat disampaikan melalui panitia atau transfer ke rekening BCA No. 342 341 7893 atas nama Melza Marlinas (mohon konfirmasi ke nomor 0816-295-313 setelah mentransfer).

Kegiatan baksos ini juga atas nama Hajjah Naziha Charitable Society (HNCS), sebuah lembaga amal yang dipelopori oleh Hajjah Naziha Kabbani dan bekerja sama dengan Muhammadan Art (www.muhammadanart.com) di mana mereka memberikan harga spesial untuk produk kaligrafinya dan penjualannya akan disumbangkan sepenuhnya untuk program baksos ini.

Untuk informasi lebih lanjut, jangan ragu-ragu untuk menghubungi kami melalui whatsApp ke 0816-295-313 atau email ke info@naqsybandi.com

Terima kasih atas perhatiannya wassalamu’alaykum wr.wb.

Majelis Zikir
Naqshbandiyya Nazimiyya Indonesia
Jl. Warung Jati Barat Raya No.9C Rt.012/09
Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan 12740
Telp: 021-79199468
Seluler: 0816-295-313
http://www.naqsybandi.com

Haul ke-3 Sultan al-Awliya Mawlana Syekh Nazim Adil al-Haqqani (q)

17554236_1636018516412432_5181135000999241624_n

Assalamu’alaykum wr.wb.
Kami mengundang seluruh murid, muhib, pecinta Mawlana Syekh Nazim Adil al-Haqqani (q) untuk hadir dalam acara Haul ke-3 Mawlana Syekh Nazim Adil al-Haqqani (q) bersama Mawlana Syekh Hisyam Kabbani di Masjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia Jakarta pada hari Minggu, 9 April 2017 mulai Isya.

Terima kasih atas perhatiannya. wassalamu’alaykum wr.wb.

Majelis Nazimiyya Indonesia
Jl. Warung Jati Barat Raya No.9C Rt.012/09
Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan 12740
Telp: 021-79199468
Seluler: 0816-295-313