Allah Memandang Kita Sama

15622107_10154205690230886_4203256067526102628_n

Nabi (saw) bersabda, “annasu sawasiyatun,” “Setiap orang adalah sama.” Ini berarti raja adalah sama dengan seorang tunawisma karena tubuh dan jiwa–tidak ada perbedaan di antara mereka. Jika seorang raja berjalan di sepanjang jalan, mengenakan busana biasa dan tanpa pengawal, kalian mungkin berpikir bahwa ia adalah warga biasa. Allah (swt) melihat kita secara setara, Dia tidak mengatakan, “Ini adalah seorang raja dan ini adalah seorang miskin.” Orang miskin memiliki izza, kehormatan dan martabat dan Allah tidak suka siapa pun untuk merendahkannya, sebagaimana Allah (swt) berfirman di dalam Al-Qur’an:
 

ولله العزة ولرسوله وللمؤمنين
wa lillahi ‘l-`izzatu wa li-rasuulihi wa li’ l-Mukminin.
“Dan kehormatan itu milik Allah dan Rasul-Nya, serta orang-orang yang beriman. (63:8)”
 
Karena Allah memberi kita kehormatan dan martabat itu, itu artinya Dia juga menginginkan kita untuk menjaga martabat setiap orang dan mengendalikan lidah kita agar tidak menyakiti orang-orang!
 
Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s