Pentingnya Seorang Mursyid (Pembimbing Jalan Ruhani)

17103408_1272525859468431_4223710434948260787_n

Panduan adalah penting. Jika kalian tidak memiliki seorang pemandu yang membimbing kalian menuju tujuan kalian, maka kalian akan menjumpai banyak kesulitan sepanjang jalan kalian. Ketika kalian pergi ke suatu gurun pasir, mereka berkata kepada kalian, “Berhati-hatilah, jangan pergi memasuki padang pasir, karena kamu akan menderita.” Mereka mungkin tetap akan menunjukkan padamu awal dari perjalanan memasukinya itu. Sekalipun demikian, kalian tetap memerlukan seorang pemandu yang akan menunjukkan pada kalian perjalanan berikutnya melalui gurun pasir tersebut. Mengapa demikian? Karena di padang pasir segala sesuatunya nampak serupa. Ketika angin berhembus, pasir pun bergerak, dan kalian tersesat dengan mudahnya. Seorang pakar, seorang pemandu dapat membawa kalian bergerak di jalur yang benar bahkan seandainya angin bertiup dan dalam dua atau tiga hari kalian dapat melalui gurun pasir tersebut dan mencapai sisi lainnya.

Demikian pula, untuk mencapai Tuhanmu, kalian tak akan pernah menjumpai jalan kalian melalui gurun pasir kehidupan ini kecuali dengan bantuan seorang Pembimbing, karena angin hasrat-hasrat keakuan serta keinginan-keinginan semu mengubah segala sesuatunya. Sang ego memiliki hasrat-hasratnya sendiri. Angin sang ego adalah hasrat-hasrat kosong dan gairah-gairah semu. Ketika hasrat dan gairah semu ini mendatangi ego kalian, mereka menyelubungi jalan yang benar bagi kalian. Kalian pun tersesat. Kalian berhenti dan menjadi tidak tahu bagaimana melanjutkan perjalanan kalian. Untuk itulah kalian memerlukan seorang Pemandu yang juga adalah seorang pakar tentang jalan-jalan di padang pasir kehidupan ini. Ia mestilah seorang pakar dalam jalan-jalan yang dapat melampaui sang ego. Jika kalian tidak mampu menemukan seorang Pembimbing seperti itu, maka kalian hanya menghabiskan waktu kalian dalam berusaha mencapai Tuhan kalian dalam hidup ini.

Tuhan adalah Maha Pengasih. Jika kalian berusaha mencapai-Nya, kalian akan mencapai-Nya juga pada akhirnya, bahkan sekalipun tanpa seorang Pemandu, tetapi kalian tak akan mencapai-Nya dengan cepat. Kalian kehabisan waktu, dan tidak mengalami kemajuan. Begitu kalian menemukan seorang Pemandu dan kalian menerima untuk mengikutinya untuk menunjukkan pada kalian jalan singkat melalui hasrat-hasrat sang ego serta kehendak sang ego, yaitu keinginan-keinginan dan gairah-gairah semunya, maka kalian akan mendapati diri kalian mencapai sisi yang lain. Jika kalian tidak menemukan Pemandu itu, kalian akan tersesat di Gurun Pasir Kehidupan yang luas ini.

Ketika Nabi (SAW) diperintahkan untuk berhijrah dari Makkah menuju Madinah, beliau berkata, “Aku memerlukan seorang Pemandu.” Beliau seorang nabi. Untuk apakah beliau memerlukan seorang pemandu? Untuk mengajarkan pada kita bahwa sekalipun beliau seorang nabi, beliau masih memerlukan seorang pemandu, seorang pemandu eksternal untuk menunjukkan pada beliau jalan menuju Madinah. Sebagai contoh, katakanlah kita sedang menunjukkan pada anak saya jalan menuju ke Air Terjun Niagara. Kita tidak mengetahuinya, maka kita mencari seorang pakar, insya Allah, seorang pakar yang baik yang tidak akan memberikan pada kita arah yang salah! Nabi Muhammad (SAW) adalah seorang Nabi, namun beliau tetap meminta seorang pemandu. Apakah beliau tidak tahu jalan? (Haasya!) Sedangkan ‘Isa (‘alayhissalam) pun mengetahui akan ada yang mengkhianati beliau ketika beliau berkata, “Salah seorang di antara kalian akan mengkhianatiku.” Dan hal itu betul-betul terjadi kemudian.

Sebagai Muslim, kita mempercayai hal ini. Beliau (‘Isa ‘alayhissalam) berkata “Salah seorang di antara kalian”, apakah ia tidak tahu? Ia mengetahuinya, tetapi ia tidak membuka atau memberitahu siapa orangnya. Para Anbiya’ mengetahui, tetapi mereka ingin menunjukkan kelemahan diri dan kerendahan hati sepenuhnya. Nabi Muhammad (SAW) juga mengetahui jalan untuk pergi dari Makkah menuju Madinah, tetapi beliau tengah mengajarkan pada kita untuk mencari seorang Pemandu/Pembimbing. Mereka membutuhkan seorang Pemandu untuk menunjukkan pada mereka jalan dari Makkah menuju Madinah. Mereka mencapai Madinah dengan selamat dengan bantuan dan bimbingan Pemandu tadi.

Jika kita memerlukan seorang pemandu untuk menyeberangi suatu padang pasir, bagaimana pula dengan kehidupan ruhaniah kita? Ini jauh lebih sulit. Tentu saja kalian memerlukan seorang Pembimbing untuk hal ini, dan itulah mengapa Nabi (SAW) memiliki seorang Pembimbing pada diri Malaikat Jibril (‘alayhissalam) yang membawakan pada beliau ilham-ilham dan Wahyu.

Nabi (SAW) dibimbing oleh Jibril ‘alayhissalam menuju Hadirat Allah pada Malam Mi’raj, malam ketika Nabi pergi menjumpai Tuhannya. Jadi, beliau memerlukan seorang pembimbing eksternal (fisik) ketika beliau berhijrah dari Makkah ke Madinah. Secara internal (ruhani), beliau memerlukan seorang pembimbing ketika beliau berhijrah menuju Tuhannya di Malam Mi’rah. Adalah mustahil untuk berhijrah tanpa menggunakan suatu wasilah. Tanpa wasilah (melalui Sang Pembimbing) kalian tak mampu mencapai kemanapun jua.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s