Haqiqat Muhammadun Rasulullah (saw)

msh_q_67

“Allah (swt) akan mengaruniakan kepada kalian pendengaran sehingga kalian dapat mendengar setiap saat nama Muhammad (saw), karena tak ada satu pun di alam semesta ini, tak satu pun yang wujud, tak satu pun yang Allah (swt) telah ciptakan, melainkan adalah nama Muhammad (saw)! Beliau-lah satu-satunya di atas segala sesuatunya! Bagaimana kemudian menurut kalian, tentang ruh beliau, cahaya beliau, badan beliau? Allahu Akbar! Jika nama beliau saja, wa rafa’naa laka dzikrak, jika nama beliau saja telah ditinggikan, bagaimana menurut kalian dengan badan beliau? Inilah ‘Ilm Mukhassas bi ‘l-Awliya’, pengetahuan yang dikhususkan hanya bagi Awliya’Ullah. Kita hanya mengetahui nama beliau, tetapi kita tak mampu memahami Haqiqat Muhammadun Rasulullah (saw). Tidak mungkin.”

Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
http://www.naqsybandi.com

Khalifah di Muka Bumi

msh_q_66

“Allah (swt) berfirman kepada para Malaikat, “Aku akan menjadikan seorang Khalifah di muka bumi.” Innii jaa’ilun fi ‘l-ardhi khalifah. Ardh, Bumi yang dimaksud bukanlah planet ini, tetapi seluruh alam semesta. Keseluruhan alam semesta ini terdiri atas 6000 galaksi, dan setiap galaksi memiliki setidaknya 80 miliar bintang-bintang. Para ilmuwan menemukan bahwa galaksi kita memiliki 80 miliar bintang-bintang, bukan 80 juta, dan mereka menemukan 6000 galaksi seperti galaksi ini, itulah ardh!  Nabi (saw) pernah melewati itu semua! Dan ketika beliau melewati semuanya itu, beliau mengetahui apa yang beliau lihat, bukan sekedar melewati secara buta, hasya! Beliau melaluinya atas perintah Allah (swt) untuk mencapai Qaaba Qawsayni aw Adnaa dan beliau melihat semuanya dan memahami semuanya.”

Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
http://www.naqsybandi.com

Mi’rajnya Nabi Muhammad (saw)

msh_q_64

“Di atas setiap mi’raj (Kenaikan) ada mi’raj yang lain, karena ia tak pernah berhenti. Setinggi apa pun Nabi (saw) tengah naik, mi’raj-mi’raj yang baru terus terbuka. Awliyaullah memahami bahwa Nabi (saw) tidak hanya mengalami satu kali mi’raj saja. Apakah Allah (swt) demikian miskinnya hingga Dia hanya mengaruniakan satu kali mi’raaj? Allah (swt) adalah al-Kariim (Yang Maha Pemurah), Dia memberi tanpa mengira! Ketika Dia mengundang Kekasih-Nya tercinta Nabi (saw) untuk melakukan mi’raj, apakah kalian pikir Dia menghitung berapa kali mi’raaj yang Dia berikan? Dia senantiasa memberi, “Ambil yang kau inginkan!” Karena itulah ‘Ulama al-Ummah ini berkata, “Nabi (saw) melakukan ma’arij (plural, jamak), bukan hanya satu!” Nabi (saw) tengah melakukan ma’arij bahkan pada saat ini juga!”

Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
http://www.naqsybandi.com