Mengikuti Jalannya Nabi (ﷺ)

15492230_10154172092720886_7692487249898208012_n

Seorang tetangga Nabi ﷺ meletakkan sampah di depan pintu rumah beliau setiap hari, dan Nabi ﷺ membuangnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Setelah beberapa tahun, ketika orang orang tersebut berada di ambang kematiannya, Nabi ﷺ pergi menjenguknya. Sang tetangga itu pun berkata, “Aku melempar sampah ke pintumu setiap hari, dan sekarang engkau datang untuk menjengukku?” Beliau ﷺ menjawab, “Inilah jalan kami.” Orang itu pun lalu berucap, “Asyhadu an laa ilaaha illa-Llaah wa asyhadu anna Sayyidana Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.” 

Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
www.naqsybandi.com

Advertisements

Penderitaan menjadi Pahala

15181556_10154108158850886_2592079828531920458_n

Kita menderita di dunia ini bukan karena Allah (swt) menginginkan kita untuk menderita, melainkan disebabkan apa yang kita lakukan sendirilah kita menjadi menderita. Orang-orang mengatakan, “Oh, kita menderita karena Allah tengah menghukum kita.” Betul ‘kan orang-orang mengatakan seperti itu? Iya ‘kan?

Apakah Allah (swt) menghukum Nabi ﷺ? Nabi ﷺ menderita sepanjang hidup beliau. Beliau dicaci maki, beliau disiksa, beliau menderita, beliau berjuang untuk kepentingan umat. Apakah kalian pikir Allah tengah menghukum beliau? Justru Allah (swt) tengah mengaruniakan pahala atas beliau. Jangan pernah berpikir bahwa ketika kalian tengah menderita maka itu berarti kalian tengah dihukum; justru kalian tengah dikaruniai pahala. Jika kalian bersabar, kalian akan mencapai amanah kalian – mereka akan memberikan ‘permata-permata’ milik kalian ke dalam tangan kalian. Jika kalian tidak bersabar–mereka akan memberi kalian permen, cukup permen saja bagi kalian.

Apa makna ‘rahmatan li ‘l-`aalamiin’?  Kesalahan kita adalah kita menghakimi orang lain. Kita berkata, “Ooh, orang ini tidak salat – ia adalah seseorang yang jahat; ia telah keluar dari Islam!” Bagaimana kalian tahu?  Hanya Allah yang berhak menghakiminya. Kalian hakimi saja diri kalian sendiri!  Karena Nabi ﷺ bersabda, “Man `arafa nafsahu faqad `arafa rabbahu – siapa yang mengetahui dirinya sendiri akan mengetahui Tuhannya.”

Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
http://www.naqsybandi.com