Penderitaan menjadi Pahala

15181556_10154108158850886_2592079828531920458_n

Kita menderita di dunia ini bukan karena Allah (swt) menginginkan kita untuk menderita, melainkan disebabkan apa yang kita lakukan sendirilah kita menjadi menderita. Orang-orang mengatakan, “Oh, kita menderita karena Allah tengah menghukum kita.” Betul ‘kan orang-orang mengatakan seperti itu? Iya ‘kan?

Apakah Allah (swt) menghukum Nabi ﷺ? Nabi ﷺ menderita sepanjang hidup beliau. Beliau dicaci maki, beliau disiksa, beliau menderita, beliau berjuang untuk kepentingan umat. Apakah kalian pikir Allah tengah menghukum beliau? Justru Allah (swt) tengah mengaruniakan pahala atas beliau. Jangan pernah berpikir bahwa ketika kalian tengah menderita maka itu berarti kalian tengah dihukum; justru kalian tengah dikaruniai pahala. Jika kalian bersabar, kalian akan mencapai amanah kalian – mereka akan memberikan ‘permata-permata’ milik kalian ke dalam tangan kalian. Jika kalian tidak bersabar–mereka akan memberi kalian permen, cukup permen saja bagi kalian.

Apa makna ‘rahmatan li ‘l-`aalamiin’?  Kesalahan kita adalah kita menghakimi orang lain. Kita berkata, “Ooh, orang ini tidak salat – ia adalah seseorang yang jahat; ia telah keluar dari Islam!” Bagaimana kalian tahu?  Hanya Allah yang berhak menghakiminya. Kalian hakimi saja diri kalian sendiri!  Karena Nabi ﷺ bersabda, “Man `arafa nafsahu faqad `arafa rabbahu – siapa yang mengetahui dirinya sendiri akan mengetahui Tuhannya.”

Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
http://www.naqsybandi.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s