Rahasia Wirid Harian: Yaa Haliim dan Yaa Hafiizh

17861495_1307171372670546_8800717509846707579_n

Nabi ﷺ pernah berkata kepada Abu Bakar (ra), “Al-ghadhabu kufr, yaa Abaa Bakr. Amarah itu adalah kekufuran.” Amarah membuat kita kehilangan kendali atas apa yang kita kerjakan.

Iblis menjadi dengki kepada Sayyidina Adam (as) dan ia marah kepada Allah (swt). Karena itulah amarah adalah kekufuran, karena kalian tidak menerima situasi yang Allah (swt) tempatkan diri kalian di dalamnya. Adalah sulit untuk bersabar dan menahan diri.

Itulah mengapa kalian mesti membaca “Yaa Haliim” 100 kali setiap pagi sebelum fajar, berdiri menghadap kiblat untuk memastikan diri kalian dapat bersabar di hari itu, dan Allah (swt) akan mengirimkan malaikat khusus dalam naungan nama itu yang akan datang untuk melindungi kalian pada hari itu.

Jadi mereka menyuruh untuk membaca “Yaa Haliim” 100 kali dengan menghadap kiblat. Allah (swt) akan menjaga kalian untuk tetap lembut sepanjang hari; Ia (swt) akan memberi kalian kesabaran. Kemudian ucapkan “Yaa Hafiizh” 100 kali.  Wirid “Yaa Hafiizh” 100 kali akan menjaga kalian pada hari itu dari berbagai bencana.

Jangan datang dan mengeluh saja; tapi, lakukanlah wirid-wirid itu.

Orang-orang datang dan mengeluh. Jangan mengeluh; pergi dan amalkan wirid tersebut – 100 kali “Yaa Haliim” dan 100 kali “Yaa Hafiizh”.

Baca “Yaa Haliim” untuk melindungi diri kalian dari segala macam bentuk amarah, dan “Yaa Hafiizh” untuk melindungi kalian dari berbagai macam bencana yang datang dari bumi maupun langit. Jika kalian tak ingin melakukannya, terserah kalian, maka tanggung jawabnya ada pada diri kalian sendiri.

Jika kalian konsisten melakukannya, kalian akan melihat masalah-masalah kalian terselesaikan.

Saya kenal beberapa orang yang tadinya tidak membaca Wirid “Yaa Haliim” dan “Yaa Hafiizh” dan kemudian mereka mulai mengamalkannya, kehidupan mereka berubah; mereka menjadi suami-suami atau istri-istri yang lebih berbahagia, laki-laki dan wanita yang berbahagia.

Yaa Haliim: Allah mengatakan bahwa setiap kali kalian mengatakan “Yaa Haliim”, ‘Yaa’ terdiri atas dua huruf dan ‘Haliim’ terdiri atas empat huruf, artinya semua tersusun atas enam huruf.

Artinya, ucapan itu memiliki enam maqam. Setiap kali kalian mengatakan “Yaa Haliim”, Allah mengaruniakan pada kalian dari Langit Pertama, makna dan cahaya Nama Indah itu. Ketika kalian menyebutkan huruf kedua, Allah akan mewujudkan bagi kalian tajali Nama itu yag berasal dari Langit Kedua: cahaya yang keluar dari Nama itu dari Langit Kedua. Ketika kalian membaca huruf ketiga dari wirid itu, Allah akan menyelimuti diri kalian dengan apa yang datang dengan Nama itu dari Langit Ketiga; ketika kalian menyebut huruf keempat Nama itu, Allah akan mengaruniakan pada kalian apa yang datang melalui Nama itu dari Langit Keempat; pada huruf kelima, ketika kalian menyebut Nama itu, Allah akan menurunkan tajali Nama itu dari Langit Kelima; dan ketika kalian menyebutkan huruf keenam dari Nama itu, Allah akan mengirimkan tajalli Nama itu dari Langit Keenam. Dan diri kalian akan mencapai maqam Tujuh Langit yang merupakan maq’adi shidiqin ‘inda maliikin muqtadir.  Kalian akan berada di perbatasannya di sana. Ketika kalian menyebut “Yaa Haliim”, kalian mendapatkan tajali enam Langit yang berbeda.

Jangan jadikan kata-kata ini sekedar masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri; timbang dan pikirkan baik-baik sekarang. Saya mengucapkan ”Yaa Haliim”, jadi sekarang saya mendapatkan enam tajali ini dari Langit yang berbeda-beda. Jika kalian mengucapkannya untuk kedua kalinya, kalian pun mendapatkan enam tajali dari Langit yang lebih tinggi, karena setiap ucapan akan menuntun kalian ke maqam yang lebih tinggi.

Allah (swt) menciptakan dari huruf-huruf itu enam Malaikat, dan begitu kalian mengatakan “Yaa Haliim”, keenam malaikat ini akan diciptakan untuk kalian yang akan mengucapkan “Yaa Haliim” hingga Hari Kiamat. Dan pada kali ketiga kalian mengucapkan “Yaa Haliim”, enam lagi Malaikat anak diciptakan dengan tajali yang berbeda, pada tajali yang lebih tinggi, dan mereka akan bertasbih “Yaa Haliim” pada tingkatan yang lebih tinggi sekarang.

Setiap kali kalian membacanya, ada suatu tajali dari enam Langit dan setiap kali pula tajali tersebut muncul dari tingkatan yang lebih tinggi.  Setiap kali kalian membacanya, Malaikat-malaikat itu akan diciptakan dan tasbih-tasbih mereka akan dituliskan untuk kalian. Seandainya satu saja dari para Malaikat ini menampakkan dirinya, keseluruhan alam semesta ini akan runtuh oleh keindahan Nama Suci itu.

Jadi berpikirlah: 100 kali kalian mengucapkannya setiap hari. Artinya 100 kali enam, berarti ada 600 Malaikat setiap hari yang Allah karuniakan kepada kalian dengan tajali yang lebih tinggi setiap kalinya, dan puji-pujian mereka akan dikaruniakan bagi kalian. Dan seandainya kalian konsisten melanjutkan wirid ini, malaikat-malaikat ini akan mulai nampak dan kalian pun mulai dapat membayangkan wujud mereka. Mereka akan muncul dan nampak bergantung kepada ketulusan hati kalian dan kalian pun akan mencium wangi mereka.

Jika kalian kehilangan satu hari wirid ini, kalian pun mesti mengulanginya dari awal.

Kalian mesti kembali ke awal, karena satu pintu membuka pintu yang lain. Kita tidak dapat memberikan contoh seperti itu, tetapi kita mesti memberikan suatu perumpamaan; jadi apa yang mesti kita buat? Jika kalian menaruh botol-botol ini, yang satu bersandar pada yang lain, mereka akan berjatuhan, satu demi satu. Bukan saya yang memberikan contoh itu. Botol yang satu akan mendorong botol yang lain, dan botol yang kedua ini akan mendorong botol berikutnya hingga semua botol tersebut jatuh, pecah dan lenyap.

Jadi, “Yaa Haliim” akan membawa kalian ke maqam fana (lenyapnya ego keakuan, red.) sepenuhnya di Hadirat Ilahi. Karena itulah mengapa Awliya’ menyuruh pengikutnya membaca “Yaa Haliim” di permulaan pagi. Amalan ini akan membawamu ke maqam al-Fana’.

Jangan berkata, “Saya tak mampu melakukannya.” Lakukanlah di waktu apa saja. Jika kalian tak mampu melakukannya di pagi hari (walaupun waktu ini adalah waktu terbaik, karena kode pin-nya ada di pagi hari), jika kalian kesiangan, maka begitu kalian terbangun, berwudhu’lah dan bacalah “Yaa Haliim” 100 kali dan kemudian lakukan shalat Fajar (Subuh).

Kemudian “Yaa Hafiizh”… ketika kalian mengucapkan, “Wahai Allah, Engkaulah Dzat Yang Maha Penyantun dan Sabar, maka lindungilah diriku!” Mengapa “Yaa Hafizh” dibaca yang kedua, karena Allah adalah Zat Yang Melindungi. Ketika kalian menyebut Nama-Nya “Yaa Hafiizh”, Allah akan melindungi kalian dari segala macam bencana dan Ia (swt) akan menciptakan enam malaikat dari Surga untuk melindungi kalian dari energi negatif serta terlindungi sepanjang hari, dan tasbih mereka akan dituliskan bagi kalian. Hingga kalian akan mampu membayangkan wujud malaikat-malaikat ini.

Ada anak-anak kecil yang memiliki hati suci dan lembut yang dapat melihat hal-hal ghaib. Beberapa di antara mereka mengatakan melihat seseorang yang bercahaya atau gelap atau seseorang yang bergerak dan mengenakan jubah dan berjenggot, datang dan berjalan berkeliling. Ini adalah Awliya’ atau Malaikat yang tengah lewat, dan anak-anak suci ini dapat melihat mereka, dan Allah mengaruniakan kemampuan ini pada mereka yang memiliki hati lembut serta suci.

Jadi, “Yaa Hafiizh” akan melindungi diri kita dan “Yaa Haliim” akan menjaga kalian dari amarah. Kalian meminta orang-orang untuk melakukannya dan kalian menuliskannya dalam buku Awraad, tetapi mereka tidak mengamalkannya. Mereka malah datang dan berkata, “Kami punya masalah-masalah.” Kedua awraad ini, “Yaa Haliim” dan “Yaa Hafiizh”, akan melindungi kalian sepanjang hari.

Allah berfirman bahwa hal baik maupun hal buruk datang dengan izin Allah semata. Jangan bersedih. Pergi dan amalkan “Yaa Haliim” dan “Yaa Hafiizh”. Allah akan menghilangkan masalah-masalah kalian.  Ada kejahatan di muka bumi ini dan ada pula banyak masalah-masalah. Masalah-masalah ini terjadi karena ulah manusia dari satu generasi ke generasi yang lain oleh para orang tua yang memelihara penyakit-penyakit dalam hati mereka dan meneruskannya ke anak-anak mereka. Ada banyak masalah, dan untuk menyelesaikannya, Allah memberikan kedua Nama-Nama Indah ini untuk kalian baca dengan kode-kode tertentu.

Karena itulah, Guru Pembimbing kita akan menyuruh kalian untuk membaca Nama-nama Indah (Asma’ul Husna) itu dengan cara ini atau dengan cara itu, untuk menyelesaikan masalah-masalah kalian.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Advertisements

Jangan Menjadikan Rumahmu sebagai Kuburan

Kitab Suci al-Qur’an akan Memberimu Syafaat (Serial)

Mawlana Syekh Hisyam Kabbani

4 April 2014   Burton, Michigan

Khotbah Jumat di Masjid As-Siddiq

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّادِقِين

Yaa ayyuha ‘Lladziina aamanuu ittaqullah wa kuunu ma` ash-shaadiqiin.

Wahai orang-orang yang beriman!  Bertakwalah kepada Allah dan hendaknya kamu bersama orang-orang yang benar (dalam perkataan dan perbuatan).

(Surat at-Tawbah, 9:119)

Wahai Muslim, saudara-saudari sekalian. Alhamdulillah bahwa Dia telah menciptakan kita sebagai Muslim, bahwa kita telah dibusanai selengkapnya dengan Islam, karena kita mengucapkan, “laa ilaaha illa-Llah,” dan Nabi (s) bersabda,

من قال لا اله الا الله دخل الجنة         

Man qaala laa ilaaha illa-Llah dakhal al-jannah.

Barang siapa yang mengucapkan, ‘Laa ilaaha illa-Llah’ ia akan masuk Surga.

Kita memohon kepada Allah agar kita senantiasa dapat mengucapkan, “laa ilaaha illa-Llah,” agar tidak menjadikan lidah kita kelu pada saat ajal menjemput, agar tidak menjadikan lidah kita kelu di kubur kita, dan tidak kelu pada Hari Kiamat!

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِي

Wa innaka la-`alaa khuluqin `azhiim.

Dan sesungguhnya engkau mempunyai akhlak yang agung. (Surat al-Qalam, 68:4)

Setan selalu berada di sana dan jangan berpikir bahwa ia tidak mempengaruhi kalian.  Setan terbesar ada di sana, di rumah kita, yaitu layar itu, layar televisi.  Berbagai hal ada di sana, dan Nabi (s) tahu bahwa di setiap rumah ada Setan, dan ‘setiap rumah’ maksudnya adalah setiap orang.  Di dalam setiap kalbu ada tempat yang menjadi jalan masuknya Setan dan Nabi (s) bersabda agar kita waspada,

لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ

Laa taj`alu buyuutakum maqaabir.

Jangan jadikan rumahmu sebagai kuburan.

(Diriwayatkan oleh Abu Hurayrah; Tirmidzi)

“Jangan menjadikan rumahmu sebagai kuburan bagi dirimu sendiri.”  Ketika kalian pergi ke pemakaman, Setan tinggal di sana, banyak jin yang tinggal di sana.  Itulah sebabnya tidak dianjurkan untuk pergi ke pemakaman setelah gelap, tetapi sampai Maghrib, tidak apa-apa. Nabi (s) bersabda,

وَإِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ الْبَقَرَةُ لاَ يَدْخُلُهُ الشَّيْطَانُ

Asy-Syaythan yanfiru min albayti ’lladzii tuqraa’u fiihaa surat al-Baqara.

Sesungguhnya Setan tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya dibacakan Surat al-Baqarah.  (Diriwayatkan oleh Abu Hurayrah; Tirmidzi)

Ketika kalian masuk ke dalam rumah, dan melihat bahwa istri kalian mempunyai masalah, atau  anak-anak kalian mempunyai masalah, segeralah mandi atau wudu dan salat 2 rakaat lalu baca Surat al-Baqarah.  Dengan segera Setan akan pergi!  Kita pergi ke dokter dan berkata, “Istri saya sakit,” atau, “Suami saya sakit,” dan kadang-kadang mereka katakan bahwa kalian menderita skizofrenia atau bi-polar, tetapi apa yang dikatakan oleh Nabi (s)?  Bacalah Surat al-Baqarah.  Itulah pentingnya kitab suci al-Qur’an di rumah kita.  Bacalah selalu al-Qur’an di rumah kalian, bahkan jika kalian hanya membaca satu halaman, bacalah satu halaman itu.  Kita lanjutkan topik mengenai pentingnya membaca kitab suci al-Qur’an.

Nabi (s) sering memperingatkan para Sahabat (r) mengenai Dajjal.  Disebutkan di dalam banyak ahadits bahwa di antara tanda-tanda Hari Kiamat adalah munculnya al-Massih ad-Dajjal.  Di masa para Sahabat (r), mereka sering melihat ke belakang pohon kurma, kalau-kalau Dajjal sudah muncul, tetapi Nabi (s) tidak menyebutkan waktu tertentu.  Nabi (s) menyebutkan bahwa al-Massih ad-Dajjal akan muncul dan Nabi Isa (a) akan membunuhnya.  Ya, ia akan datang, tetapi hal itu juga adalah untuk memberi peringatan kepada kalian mengenai segala sesuatu yang jahat di dalam kehidupan kalian.

Untuk menjauhkan kejahatan dari rumah kalian, apa yang harus kita lakukan?  Nabi (s) bersabda,

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ

Man hafizha awwala `asyara ayaatin min surat al-kahf `usima min ad-dajjal.

Jika seseorang menghafal sepuluh ayat pertama Surat al-Kahfi, maka ia akan dilindungi dari Dajjal.

(Diriwayatkan oleh Abu Darda`; Muslim)

“Barang siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari Surat al-Kahfi, bukan hanya akan dilindungi oleh Allah dari Dajjal, tetapi ia juga akan `usima minhu, dilindungi, dan Dajjal tidak akan mempunyai kekuatan terhadapnya, dengan kata lain rumahnya akan terlindungi.”  Dan di dalam riwayat yang lain:

من حفظ عشر آيات من أول سورة الكهف، عصم من الدجال‏”‏ وفي رواية‏:‏ ‏”‏من آخر سورةالكهف

Man hafizha akhira `asyara ayaatin min surat al-kahf `usima min ad-dajjal.

(Barang siapa) yang menghafal sepuluh ayat terakhir dari Surat al-Kahfi, ia akan dilindungi dari (fitnah atau ujian) dari ad-Dajjal. (Diriwayatkan oleh Abu Darda`; Muslim)

“Barang siapa yang menghafal sepuluh ayat terakhir dari Surat al-Kahfi, ia akan dilindungi dari Dajjal dan diselamatkan dari hari itu.”

Jadi, apalagi yang kita inginkan?  Surat al-Baqarah atau sepuluh ayat pertama atau sepuluh ayat terakhir dari Surat al-Kahfi akan melindungi kita dari Setan dan melindungi kita dari al-Massih ad-Dajjal!

Wahai Muslim!  Sungguh, jika kalian mendalami agama kalian, kalian akan menyadari bahwa kita belum bersyukur kepada Allah sebagaimana mestinya, bahkan jika kalian banyak membaca shalawat Nabi (s), itu masih jauh dari yang sepatutunya.  Dan itulah sebabnya mengapa Nabi (s) memberi kita Surat al-Baqarah yang pertama, dan kemudian beliau mengatakan tentang sepuluh ayat pertama dan terakhir dari Surat al-Kahfi, karena inna ma` al-`usri yusraa, “Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. (94:6),” dan jadikan sesuatu itu mudah, jangan membuatnya menjadi sulit.

Nabi (s) bersabda, “Yassiruu wa laa tu`assiruu, mudahkanlah dan jangan kau persulit.”

فَجِئْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَقَالَ لَقَدْ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ اللَّيْلَةَ سُورَةٌ لَهِيَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ ثُمَّ قَرَأَ إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا

Suatu hari Nabi (s) sangat gembira, sebagaimana dilaporkan oleh Sayyidina `Umar (r) (Nabi (s) ingin memberi sesuatu yang manis kepada umatnya.  Sepanjang hidupnya, beliau khawatir, tidak tidur, sangat memperhatikan umatnya ketika malam, sampai Sayyida `A’isyah (r) berkata, “Wahai Nabi Allah!  Mengapa engkau salat dan salat begitu banyak hingga kakimu bengkak?)

Dan Nabi (s) bersabda, “Ini adalah hari terbaik di bumi, ini adalah yang terbaik, kabar paling menggembirakan yang pernah aku dengar!” Dan beliau berkata, laqad unzila `alayya hadzihi ‘l-layla afdhal ma tala`t `alahyi ’sy-syams. “Malam ini sebuah ayat diturunkan dan ini lebih baik daripada terbitnya matahari di mana pun.”

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا

Inna fatahnaa laka fathan mubiina.

Sesungguhnya, Kami telah memberikan kepadamu (wahai Muhammad!) kemenangan/pembukaan yang nyata.   (Surat al-Fath, 48:1)

“Kami telah memberikan kepadamu suatu pembukaan yang nyata,” dan itu adalah pembukaan sampai Hari Kiamat.

795 وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ كَانَ رَجُلٌ يَقْرَأُ سُورَةَ الْكَهْفِ وَعِنْدَهُ فَرَسٌ مَرْبُوطٌ بِشَطَنَيْنِ فَتَغَشَّتْهُ سَحَابَةٌ فَجَعَلَتْ تَدُورُ وَتَدْنُو وَجَعَلَ فَرَسُهُ يَنْفِرُ مِنْهَا فَلَمَّا أَصْبَحَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ تِلْكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلَتْ لِلْقُرْآنِ

Ada seseorang yang membaca Surat al-Kahfi duduk di bawah pohon sendiri.  Ia telah mengikat kudanya sangat kuat dengan dua tali, karena itu adalah kuda yang sangat liar dan ia akan melarikan diri, dan sebuah awan datang di atasnya dan mendekatinya dan awan itu menutupi daerah itu, di atas kudanya.  Kudanya mulai memberontak berusaha untuk melarikan diri.  Itu adalah kuda yang liar dan kuat, tetapi ia tidak bisa melarikan diri dari situasi itu. Ketika awan itu datang mendekat, ia berusaha untuk melarikan diri, dan di pagi hari orang itu mendatangi Nabi (s) dan menceritakan apa yang terjadi.  Nabi (s) berkata kepadanya, tilka as-sakiinatu tanazalat bi’l-Qur’an, “Itu adalah sakinah,ketenangan, kedamaian, yang turun bersama kitab suci al-Qur’an dan kuda itu takut dengan sakinah yang turun.” Karena kadang-kadang, misalnya ketika kalian bangun, bulu roma kalian merinding karena sesuatu yang baik atau sesuatu yang buruk, begitu pula dengan rahmatullah itu yang membuat kuda menjadi gemetar, jadi apapun yang datang, ia juga mencakup kuda dan orang itu.

Saya akan mengakhiri dengan hadits ini,

من القرآن سورة ثلاثون آية شفعت لرجل حتى غفرت له ،وهي‏:‏ تبارك الذي بيده الملك

Min al-qur’anu suratun tsalaatsuun ayati syufi`at li rajulin hatta ghufirat lahu.wa hiya tabaarak alladzii bi-yadihi’l-mulk.

Ada sebuah Surat di dalam al-Qur’an yang berisi tiga puluh ayat, yang terus memberikan syafaat bagi seseorang sampai dosa-dosanya diampuni.  Surat ini adalah ‘Maha Suci Allah yang di Tangan-Nyalah segala Kerajaan.’

(Diriwayatkan oleh Abu Hurayrah; Tirmidzi)

“Ada sebuah Surat di dalam al-Qur’an yang berisi tiga puluh ayat, Surat itu akan memberikan syafaat bagi seseorang sampai ia diampuni.”  Surat itu terus meminta dan meminta sampai orang itu diampuni.  Apakah Surat itu?  Surat al-Mulk, dan banyak di antara kalian yang mengetahuinya.

(Doa Penutup.)

http://www.sufilive.com/Do_Not_Turn_Your_Homes_into_Graveyards-5503.html

© Copyright 2014 Sufilive. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.  Transkrip ini dilindungi oleh Undang-Undang Hak Cipta Internasional.  Mohon untuk menyebutkan Sufilive ketika membagi tulisan ini. JazakAllahu khayr.