Penuhilah Maksud dan Tujuan Penciptaanmu sebelum sampai ke Liang Lahad

7213

Sultan al-Awliya Mawlana Shaykh Nazim al-Haqqani
Lefke, Siprus, 4 Agustus 2011 
(Diterjemahkan dari Bahasa Turki)


(Mawlana Syekh berdiri) Wahai Mukmin! 
As-salaamu `alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh.  Hari ini adalah minggu pertama dari bulan Ramadhan asy-syariif.  Ini adalah Kamis malam, yang menyambungkan Kamis ke Jumat.  Semoga Allah (swt) tidak menyingkirkan kita dari cahaya, kesejahteraan dan keberkahan dari bulan suci Ramadhan ini!

Wahai Mukmin, kita bertakbir mengagungkan Allah (swt), kita berdiri dan mengucapkan, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaaha illa-Llah. Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahi ‘l-hamd!”  Bacalah takbir ini sembilan kali setiap hari.  

Wahai Muslim!  Shalat al-`Eid dilakukan dengan sembilan kali takbir, dan kita bahkan bisa membaca takbir sebelum `Eid.  Kita membaca takbir, jadi berhati-hatilah mengenai hal ini.  

Kemudian pada Sultan kedua alam, sang Habibullah, junjungan seluruh alam, semoga tercurah shalawat dan salam yang tak terhingga, alfu shalaat, alfu salaam `alayka wa `ala aalika wa shahaabatika wa man tabi`aka bi ihsaanin ila yawmi ’d-diin.

Yaa Sayyidii, yaa Rasuulallah (saw)!  Kami memohon rahmat dan kasih sayangmu.  Janganlah tinggalkan kami dalam keadaan lemah; kirimkan kepada kami orang-orang yang akan menunjukkan jalan yang benar, yaa Sayyidi ‘l-Awwaliin wa ’l-akhiriin.  Kami juga mengirimkan salam dan pujian kepada seluruh Anbiya dan Awliyaullah, dan kami memohon dukungan mereka.  Semoga dukungan mereka sampai kepada kami semua sehingga kami dapat mempunyai kekuatan untuk bangkit dalam pengabdian kepada Allah (swt)!  Kami juga memohon agar mereka menolong kami dan memandang kami dengan pandangan surgawi.

A`uudzu billahi min asy-Syaythani ‘r-rajiim. Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim.  Semoga Allah melindungi kita dari segala kejahatan dan para pengikut Setan.  Semoga kejahatan mereka jatuh pada kepala mereka sendiri! “Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim” adalah pedang yang haqq, tariklah pedang itu dan jangan merasa takut!  (Mawlana Syekh duduk).

Dastuur yaa RijaalAllah, madad.  Bagi mereka yang mendengar, semoga karunia surgawi dari Allah (swt) sampai kepada mereka dan kita semua, dan semoga Rahmat-Nya turun kepada mereka yang telah wafat.  Kalian dapat menjadi wasilah bagi rahmat tersebut untuk sampai kepada leluhur kalian dan kepada keluarga kalian yang telah wafat. Oleh sebab itu, wahai Muslim, carilah majelis (perkumpulan) yang baik, karena ada dua jenis majelis, yakni majelis yang murni dan majelis yang kotor.  Wahai manusia yang telah diciptakan dalam keadaan murni! Jagalah kemurnian kalian dan berkumpullah dalam majelis yang murni. Jangan lemparkan diri kalian ke tempat yang kotor; kalau tidak, kelak kubur kalian akan lebih buruk daripada lubang WC! Kalian akan dibenamkan dalam lubang kotor itu berkali-kali dalam sehari.  Mereka akan menarik kalian, kemudian membenamkan kembali selama 24 jam! Mereka akan membenamkan kalian dalam kotoran itu dan menarik kalian lalu membenamkannya kembali!  

Perhatikanlah kata-kata ini.  Kubur kalian bisa menjadi taman Surga sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi (saw), atau sebuah parit dari parit-parit Neraka!  Apa isi lubang ini? Api! Dan apa yang dibakar api itu? Semua kotoran dibakar dalam api itu, dan bila kalian pergi ke majelis yang buruk, maka kalian akan habis.  Mereka akan melemparkan kalian ke dalam lubang kotor yang mendidih dengan api dari Neraka. Kalian akan berusaha untuk menyelam lebih dalam agar kaki kalian dapat menyentuh sesuatu untuk menyelamatkan kalian, tetapi kalian tidak bisa diselamatkan karena mereka akan menarik kalian dan melemparkannya kembali ke dalam lubang itu, dan hukuman itu akan berlangsung terus hingga Hari Kiamat!

Wahai Muslim!  Janganlah pergi ke majelis yang kotor; atau kalau tidak, kubur kalian akan menjadi lubang yang kotor seperti ini, penuh api.  Amaan yaa Rabbii, ampunilah kami dan jagalah agar kami senantiasa berkumpul dengan hamba-hamba-Mu yang murni.

Wahai Muslim!  Bulan suci Ramadhan adalah bulan untuk memurnikan umat Muhammad (saw), oleh sebab itu berusahalah untuk menjadi bersih.  Tinggalkan jalannya orang-orang yang tidak beriman: doktrin mereka, apa yang mereka makan, apa yang mereka pakai, busana mereka, apa yang mereka katakan dan apa yang mereka ajarkan, apa yang mereka lakukan agar kalian selamat!  Jika tidak, tidak ada lagi kesempatan untuk selamat! Pada saat itu kalian akan dibungkam, mereka akan membawa kalian ke kubur kalian, menguburkan kalian di dalamnya dan menutupi bagian atasnya. Kemudian semua orang akan mundur dan seorang imam akan maju dan berkata, “Wahai hamba Allah!  Ketika para malaikat datang dan bertanya kepadamu, ‘Siapakah Tuhanmu?’ Maka jawablah, ‘Tuhanku adalah Allah!’ dan ketika mereka bertanya, ‘Siapa Nabimu? jawablah, ‘Nabiku adalah Sayyidi ‘l-awwaliin wa ’l-akhiriin, Sayyidina Muhammad al-Mushthafa (saw)!’”

(Mawlana Syekh berdiri) Akankah kalian sanggup untuk memberikan jawaban-jawaban ini?  “Kitabku adalah al-Qur’an! Qiblatku adalah Ka`abah al-Mu`azzamah! Sekte (firqah) ku adalah Ahlu ‘s-Sunnah wal-Jama`ah!  Kami bukan Syiah, kami bukan Salafi, bukan Wahhabi, kami adalah Ahlu ‘s-Sunnah!” (Mawlana Syekh duduk)

Hari ini kami mendapat dastuur, izin; mereka membuat kami berbicara dari mata air ini.  Selamat datang, marhaban.

Wahai orang-orang yang malas (dari daerah timur Laut Hitam)!  Kalian memiliki pemahaman yang baik. Dari luar, kalian mungkin terlihat bodoh, tetapi hati kalian terbuka; kalian memahami apa yang kami katakan kepada kalian.  Hari ini kita berada di sini, besok kita ada di alam kubur, atau bulan ini kita di sini, tetapi bulan depan kita di alam kubur. Setiap orang pada akhirnya akan dikuburkan. 

Sulthan al-Anbiya (saw) bersabda, 

من لا يقبل النصيحة حلّت له الندامة

man lam yaqbal an-nashiiha hallat lahu an-nadaamat.
Barang siapa yang tidak mau menerima nasihat, ia akan menyesal pada akhirnya. 

Orang-orang Eropa mempunyai ungkapan, “Sekarang sudah terlambat.”  Tidak, berhati-hatilah! Kita bisa atau kita tidak bisa mencapai Ramadhan berikutnya, atau bahkan kita tidak mengetahui apakah kita akan sampai pada akhir Ramadhan ini.  Jangan mengatakan, “Aku masih muda.” Berapa ratus orang yang tewas terbunuh sekarang ini, mereka ditembak dan tewas di jalan-jalan dan dimasukkan ke dalam liang lahad bahkan tanpa memakai kain kafan?

Wahai manusia!  Jagalah dan lindungi diri kalian dan berusahalah untuk menjadi hamba Tuhan yang menciptakan kalian, selain itu tidak ada lagi yang bermanfaat bagi kalian.  Jika mau, kalian dapat menumpuk kekayaan seperti Qarun. Timbunlah sebanyak-banyaknya, tetapi ia tidak akan bermanfaat bagi kalian dan tidak akan pernah bermanfaat.  Kunci-kunci ruang harta Qarun sendiri harus diangkut dengan enam puluh unta dan setiap kunci berukuran sebesar jari telunjuk saya. Ia mempunyai harta yang sangat banyak, tetapi apa yang terjadi?  Apa manfaat yang didapatnya? Apakah hartanya dapat menyelamatkannya? Pada akhirnya ia menghadapi Kemurkaan Allah karena ia tidak menerima Tuhannya dan tidak menerima Rasul yang Allah kirim kepadanya, ia hanya mengatakan, “Ini semua berkat usahaku, aku mempelajari ini, dan tidak ada orang yang memberikan ini kepadaku.”  Ia begitu sombong, sehingga pada akhirnya ia berakhir dalam keadaan hina!

Allah (swt) berkata pada Sayyidina Musa (as), “Wahai Musa!  Aku jadikan bumi berada di bawah perintahmu, berikan hukuman yang pantas untuknya!” Nabi Musa (as) berkata, “Wahai bumi, telan dia!”  Bumi pun kemudian memegang tubuh Qarun, dan ia mulai menjerit dan memohon ampun. Nabi Musa (as) adalah seorang Nabi yang syadiid, kuat dan tegas; oleh sebab itu beliau memerintahkan bumi untuk memegang tubuh Qarun dan menelannya mulai dari kakinya.  Qarun kembali memohon ampun, namun Musa (as) tetap pada pendiriannya, “Telan dia, telah dia!” Akhirnya bumi menelan tubuh Qarun sepenuhnya.  Pembalasan surgawi turun padanya dan dikatakan bahwa bumi ini terus menelan Qarun hingga Hari Kiamat, dan semakin dalam ia ditelan, semakin panas apinya.    

Wahai orang-orang yang bodoh!  Apakah kalian menyukai hal ini? Begitulah akhir dari orang-orang yang senang mengumpulkan dari dunia ini!  Kalian tidak mengejar Allah `azza wa jalla, kalian mengejar dunia seperti halnya seekor serigala yang mengejar kelinci.  Apa yang kalian tangkap? Paling tidak Qarun mengisi peti hartanya dengan emas dan permata, tetapi apa yang kalian kumpulkan?  Kertas, mata uang! Jangan tanya kalau itu setara. Pemerintah mengatakan, “Kita harus menyisihkan emas dan sebagai gantinya kami akan memberi kalian uang kertas karena stempel kami ada di sana sebagai tanda keabsahannya.”  Sejumlah angka dituliskan pada uang kertas itu, “50 lira,” tetapi nilai apa yang dimilikinya? Bila kalian tarik, ia akan robek, bila kalian masukkan ke dalam air, ia akan hancur, dan bila kalian lempar ke dalam api, ia akan terbakar.  Apakah ini uang?  

Wahai pemerintah!  Wahai orang-orang yang tidak berguna!  Mengapa kalian menipu orang-orang? Kalian mengklaim bahwa karena kalian bangsa yang besar, maka kalian harus mencetak uang. (…) Sekarang seluruh manusia, khususnya mereka yang mengaku sebagai Muslim, mereka semua mengejar dunia, hanya demi memegang kertas ini.  Semua emas dikumpulkan di bank, sementara uang kertas yang tidak bernilai ini, orang-orang mengatakan bahwa uang mereka tidak cukup. Nilai apa yang dibawa uang kertas ini? Hanya karena di situ tertulis 100 atau 200, tidak berarti itu memberi nilai padanya, lalu mengapa kalian mengejarnya?  Kalian harus mengejar sesuatu yang mempunyai nilai sejati.  

Wahai manusia!  Wahai Muslim! Mengapa kalian tidak mengejar emas yang tidak pernah kehilangan nilainya?  (Allah berfirman), “Emas hanya berlaku di dunia. Di Akhirat, ada berbagai permata yang berharga di samping emas yang akan Kuberikan kepada kalian, jadi untuk apa kalian bersusah payah?”  Dan orang-orang menjawab, “Untuk mengumpulkan lebih banyak dari dunia ini.” Banyak orang-orang terdahulu sebelum kalian juga mengumpulkan, dan banyak orang kaya yang pernah datang dan pergi.  Mereka juga berusaha mengambil sesuatu dari dunia ini, namun tidak berhasil dan mereka mati dengan penderitaannya itu. 

Wahai Muslim!  Wahai manusia! Jangan berpikir bahwa kalian muncul ke dunia ini dengan kemauan kalian sendiri atau bahwa ayah dan ibu kalian membawa kalian ke dunia ini, jangan berbicara omong kosong semacam ini.  Ketahuilah batas-batas kalian atau mereka akan membuat kalian mengetahuinya! Wahai Jubbali Ahmad Effendi, di mana engkau berada? Marhaban.  Engkau belum keluar akhir-akhir ini.  Di mana engkau memberikan khotbah sehingga aku juga dapat mendengarmu.  Jangan berbicara hal-hal yang omong kosong; engkau harus tahu dan fokus pada hal yang paling sensitif dan mempelajarinya, sebagaimana Nabi (saw) bersabda, 

طلب العلم فريضة على كل مسلم و مسلمة

thalabu ‘l-`ilmi faridhatun `alaa kulli muslimun wa ‘l-muslimah.
Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim laki-laki dan perempuan. (HR Ahmad dan Ibn Majah)

اطلبوا العلم من المهد إلى اللحد

uthlubu ‘l-`ilma mina ‘l-mahdi ila ’l-lahad.
Carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahad.

Jangan muncul di depan umum dan mengatakan, “Aku tahu segalanya!” 

وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ

fawqa kulli dzi `ilmin `aliim.
Di atas orang yang berilmu ada yang lebih tinggi ilmunya. (QS Yusuf, 12:76)

Di atas orang yang berilmu ada Tuhan semesta alam, Sang Pemilik Mutlak alam semesta ini, yang ilmu-Nya tak terhingga!  Memangnya kalian pikir siapa kalian? Apa yang kalian tunggu? Dengar dan bicaralah. Jika ada yang salah dengan kata-kata kami, katakanlah, “Ini salah.”  Jika kalian tidak dapat menemukan sesuatu yang salah, maka nyatakanlah kebenaran dan beritahu orang-orang mengenai hal ini. Apa yang tidak kalian ketahui, orang lain mungkin mengetahuinya dan itu akan bermanfaat bagi orang-orang. 

Carilah ilmu, jangan buang-buang waktu!  Katakanlah, “Wahai umat manusia! Jagalah perintah Dia yang telah menciptakan kalian, dan menciptakan Langit dan Bumi!  Tidak ada batas bagi Kekuatan-Nya. Dia adalah Allah `azza wa jalla, yang telah menciptakan manusia dari dua tetes cairan.”  (Mawlana Syekh berdiri) Allah `azza wa jalla membawa kita ke dunia dan mengutus Nabi-Nabi-Nya agar kita dapat belajar.  Yaa Rabbii! (Mawlana Syekh duduk).

Manusia telah memulai perjalanan ini tanpa menggunakan kompas, peta atau pemandu.  Apakah Allah `azza wa jalla, Tuhan Langit dan Bumi, menciptakan manusia dan tidak mengabarkan kepada kita mengenai maksud dan tujuan penciptaan kita?  Katakanlah! Ketika Allah `azza wa jalla membawa atom kita dari tulang sulbi Sayyidina Adam (as) dan bertanya, “Bukankah Aku Tuhanku yang telah menciptakanmu?”   Kita menjawab, “Qaaluu balaa! Benar, Engkau adalah Tuhan kami!” Ini artinya, sejak masa Qaaluu balaa (Hari Perjanjian) kita menjawab, “Wahai Tuhan kami, Engkau adalah yang menciptakan kami!”  

Lalu mengapa kalian tidak memenuhi janji kalian di dunia ini?  Hal itu seolah-olah orang-orang berpikir bahwa mereka diciptakan hanya untuk mengumpulkan sampah dari bangkai di dunia ini dan mereka mengejar hal itu selama 24 jam sehari.  Betapa bodohnya! Kita harus menarik diri kita bersama-sama. Sekarang di dunia, besok kalian mungkin akan berakhir di dalam kubur dan kalian akan ditanya. Dzat yang memberi kalian kehidupan dapat mengambilnya kembali kapan pun yang Dia kehendaki dan jasad kalian akan dikuburkan di dalam tanah.  Mereka menyebutnya Alam Barzakh. Dalam kehidupan dunia kalian berbicara sesuka kalian, mengoceh semaunya, tetapi ketika kalian masuk ke alam Barzakh, kalian tidak bisa melakukannya lagi. 

Nabi kita (saw), Sultan bagi kedua alam mengatakan, “Ketika mereka menguburkan kalian, Neraka akan menyerang kalian dari keempat penjuru.  Ketika ia menyerang dari sisi kanan, shalat harian kalian akan melindungi kalian sehingga api itu tidak mengenai kalian; ketika ia menyerang dari sisi kiri, puasa kalian akan membentengi kalian; ketika ia menyerang dari kaki kalian, haji kalian akan menghadangnya; ketika ia menyerang dari kepala kalian, sedekah dan amal baik akan melindungi kubur kalian, kemudian cahaya iman akan bersinar di atas kalian seperti matahari yang bersinar.”

Orang yang tidak shalat, api akan membakarnya dari sisi kanan; ular berbisa, kalajengking, dan kobra akan menyerangnya.  Dari sisi lainnya, berbagai jenis serangga akan menggigitnya, memakannya dan menyiksanya.  

Wahai manusia!  Ini bukanlah dongeng!  Orang yang berpikir bahwa mereka adalah sesuatu, dan orang-orang yang lalai dan suka mengolok-olok islam, kalian pikir menjadi Muslim itu sebuah permainan?  Mereka mengatakan, “Kami bebas melalukan apa saja yang kami sukai.” Kalian akan melihat apakah kalian bebas atau tidak ketika kalian masuk ke dalam kubur bersama ular, serangga, dan kalajengking yang menyerang kalian!  Kalian melakukan apa pun yang kalian sukai di dunia. Ketika seseorang masuk ke dalam kubur di mana ada berbagai jenis serangga, tidak ada seorang pun yang dapat mendengar jeritan atau tangisannya. 

Wahai orang-orang Anatolia!  Wahai orang-orang dari daerah Laut Hitam!  Kami tidak menceritakan sebuah dongeng; jadi janganlah kalian menjadikannya sebagai bahan tertawaan, karena ini adalah hal yang serius!  Hal ini adalah untuk mengabarkan kepada orang-orang bahwa Hari Kiamat sudah dekat, Allah (swt) mengirimkan berbagai kejadian. Tidak ada lagi orang yang hidup di dunia dalam kedamaian, mereka semua berada dalam ketakutan!  Mereka yang berada di posisi tertinggi bertanya pada dirinya sendiri dengan rasa takut, “Sekarang aku memimpin negeri ini, tetapi besok di mana aku akan berada, tidak ada yang tahu.”  

Bulan suci Ramadhan telah tiba, dan Allah (swt) mengawasi apakah hamba-hamba-Nya menjaga perintah-Nya untuk menjauhi hal-hal terlarang.  Jika tidak, para malaikat akan berkata pada mereka, “Barang siapa yang tidak mengikuti perintah Allah dan tidak berusaha untuk meninggalkan larangan-Nya, semoga ia tidak bertemu dengan suatu hari yang baik atau damai!”  Dan setiap makhluk di Bumi akan mengatakan, “Aamiin!” 

Oleh sebab itu, bangsa kita harus memegang teguh iman dan agamanya.  Siapa yang menentang hal ini akan meninggalkan dunia pada akhir Ramadhan.  Pernyataan ini diumumkan kepada kami. Barang siapa yang meletakkan rintangan di jalan Islam, barang siapa yang menyiksa Muslim di bulan suci ini atau mencegah mereka untuk beribadah, setelah Ied mereka akan selesai!  Kemurkaan Ilahiah sedang mendekat, siksaan yang tidak terduga akan menimpa manusia. Allah (swt) dapat membuat gunung berapi meletus pada waktu yang tak terduga, atau mengirim gempa bumi atau tsunami dan tornado yang dapat menyapu kota dan melemparkannya ke laut.  Apakah kalian aman dari semua itu? 

Wahai manusia!  Apakah kalian tidak takut dengan Kemurkaan Langit?  Atau menurut kalian, kalian sudah aman, bahwa tanah di bawah kaki kalian aman dan kokoh?  Kalian akan melihatnya ketika Dia mengguncangnya! Sebuah tornado dapat menyapu segalanya.  Ketika gedung pencakar langit kalian berguncang, tidak ada lagi yang tersisa, semuanya akan binasa.  

Wahai manusia!  Berdamailah dengan Allah (swt); kalau tidak, akhir kalian akan mengerikan, terutama bagi Muslim!  Waspadalah selama di bulan Ramadhan ini untuk menjaga perintah Allah (swt); jika tidak, itu terserah kalian.   Dia akan mengirimkan virus yang akan mendatangi manusia dengan tiba-tiba. Ia tidak terlihat dengan mata manusia, virus itu akan menyerang mereka dan membuat mereka sulit untuk bernapas, sulit untuk makan dan minum.  Dokter-dokter kebingungan, “Dari mana ia datangnya?” Ia berasal dari perilaku buruk manusia yang membuang kehormatannya ketika diciptakan sebagai manusia! Mereka menjadi begitu buas, membunuh dan menghancurkan orang-orang yang telah Allah ciptakan sebagai makhluk yang mulia.  Kemurkaan Ilahiah akan menimpa mereka! Ia akan datang ke Damaskus, Iraq, Mesir, Lebanon, Libya, Tunisia, Yaman, dan sekarang ia datang ke Turki, dan melayang di langit dunia Muslim Arab. Di belahan dunia lainnya ada api juga, tetapi api terkuat ada di negeri-negeri Muslim. Jika kalian tidak insyaf, Dia akan menghancurkan segalanya dalam satu guncangan!  

Wahai Jubbali Ahmad Effendi dan mufti Istanbul!  Jangan lupa bahwa Allah `azza wa jalla dapat melakukan apa pun yang Dia kehendaki.  Dia dapat menciptakan dan dapat menghancurkan dalam sekejap.  Berilah nasihat kepada orang-orang! Katakan pada mereka, “Tenangkan diri kalian di bawah perintah Allah dan jangan menunjukkan adab yang buruk terhadap Perintah-Nya.” 

Saya akan mengatakan sesuatu terkait Istanbul, berdasarkan apa yang telah dikabarkan kepada kami.  Leluhur kita yang mulia telah menanamkan benih-benih Islam tradisional dan menghancurkan kebatilan di perbatasan Istanbul Lama.  Gempa bumi akan terjadi di perbatasan itu dan hanya Istanbul Lama yang akan terlindungi; sisanya termasuk semua bangunan baru akan hancur dalam sekejap!  Oleh sebab itu berdasarkan tanda-tanda yang ditunjukkan kepada kami, kami menyarankan untuk mengevakuasi Istanbul; kalau tidak, maka tidak ada keselamatan bagi kalian.

Saya tidak tahu apakah ini akan terjadi di bulan Ramadhan, setelah Ramadhan, pada saat Ied, atau di bulan Muharram, siang atau malam hari, ini tidak pasti.  Gempa bumi itu akan berlangsung selama tujuh menit, tidak perlu delapan. Dalam tujuh menit, Kemurkaan Ilahi akan menghantam dengan magnitudo 13.0! Air laut dari Marmara akan naik dan menelan pulau-pulau di sekitarnya bagaikan api!  Ini adalah sebuah peringatan. Kami tidak mengatakan sesuatu dengan melihat mesin tertentu, kami berbicara menurut apa yang dikabarkan kepada kami. Evakuasi Istanbul! Evakuasi Istanbul, atau tinggal saja bila kalian tidak takut. Hanya kota Islam yang dibangun pada masa Ottoman yang akan terlindungi, di mana panggilan Adzan al-Muhammadi [adzan yang diikuti dengan shalawat Nabi (saw) dengan lantang] dikumandangkan dari menara-menara masjid, dan membuat rahmat turun dari Langit.  Gedung-gedung pencakar langit itu adalah tempat yang korup dan rumah bagi kemaksiatan. Dalam waktu singkat, mereka akan rata bersama orang-orang yang ada di dalamnya. Waspadalah terhadap peringatan ini!  

Jubbali Ahmad Hoja kita mengetahui hadits di mana Nabi (saw) bersabda bahwa, “Ketika perzinaan menjadi hal yang umum, gempa bumi akan semakin bertambah.”  Wahai mufti Istanbul! Apakah engkau tidak mengetahui hadits ini? Mengapa engkau tidak mengumumkannya kepada orang-orang? Bukankah engkau telah membaca bahwa perzinaan itu menyebabkan gempa bumi?  Ia mengatakan, “Jangan mengunjungi makam-makam.” Apakah hal ini yang perlu diumumkan? Seorang mufti Istanbul sejati adalah seorang alim yang menjaga Sunnah Nabi (saw) (Mawlana Syekh berdiri dan duduk kembali), yang mempunyai atribut basyiiran wa nadziiran, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan bagi manusia.  Ini adalah perintah dari Langit, “(Yaa Muhammad!) Berikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan peringatan kepada orang-orang yang tidak beriman!” 

Kita berada di tingkat nol, tetapi jalan kita selaras dengan jalannya Nabi (saw), Sulthan al-Anbiya, yang datang baik sebagai basyiiran wa nadziiran, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan kepada manusia.  Kabar gembira yang dijanjikan bagi orang-orang beriman adalah keselamatan di dunia dan akhirat!  Ini adalah kabar baik. Ini adalah perintah Allah `azza wa jalla, yakni memberikan kabar baik kepada orang-orang beriman, wa andzir, mulai dari yang terdekat dengannya; dan mengabarkan kepada mereka mengenai kemurkaan Allah yang akan mereka hadapi (jika mereka tidak patuh). 

Mengenai Istanbul, dulu pernah disebut “Islambul اسلامبول (Penuh dengan Islam),” tidak ada lagi orang yang mengajak pada kebaikan dan mencegah kemunkaran; ia telah menjadi tempat yang berbahaya.  Oleh sebab itu, evakuasilah Istanbul wahai orang-orang Anatolia! Jika kalian tidak ingin mati tertimpa bangunan; kembalilah ke tempat asal kalian.  Lebih aman bagi kalian untuk makan roti kering (di kampung kalian) daripada duduk dan makan kebab di Istanbul. Ini adalah instruksi yang diberikan kepada kita pada hari ini.  Semoga Allah `azza wa jalla mengampuni kita.

Ini mungkin menjadi Ramadhan terakhir bagi kita sebelum banyak badai yang muncul.  Semoga Allah mengampuni kita! Ya Allah, ampunilah kami. Kirimkanlah kepada kami hamba-hamba-Mu yang akan menunjukkan jalan bagi kami.  Orang-orang yang menjauhkan kami dari jalan yang lurus akan binasa! Semoga bendera Islam dapat berkibar dan kesultanan Islam akan berkuasa.  Yaa Rabbii, ini adalah harapan kami. 

Fatihah.

Pengumuman hari ini sangat penting.  Setiap hari ada persoalan baru untuk dibicarakan.  Amaan yaa Rabbii!  Tawbah yaa Rabbii, tawbah yaa Rabbii, tawbah astaghfirullah. As-salaamu `alaykum bagi mereka yang menerima kebenaran, dan celakalah bagi yang tidak mau menerimanya.  Amaan yaa Rabbii!  Tawbah yaa Rabbii, tawbah yaa Rabbii, tawbah astaghfirullah.  Engkaulah Yang Maha Pengampun!  Kirimkanlah kepada kami hamba-hamba-Mu yang akan membimbing kami ke jalan yang benar.

Fatihah.

© Sufilive.com 2011
Bahasa Inggris: https://sufilive.com/A-Virus-Is-Coming–7213-EN-print.html

 

Tanda-Tanda Seorang Darwis Sejati

24139781894_56f7736efe_z

Syekh Hisyam Kabbani
30 Januari 2016   Zawiyah Fenton, Michigan
Shuhba Zhuhr

Grandsyekh `AbdAllah, semoga Allah memberkahi ruhnya, pada suatu hari berkata di dalam shuhba-nya mengenai tanda-tanda atau gambaran tentang seorang darwis.  Seperti dalam pertemuan ini misalnya kita katakan keluarkan tasbih kalian dan bertasbihlah; sebagian membawanya, yang lain tidak.  Kalian harus selalu siap sedia, seperti halnya ketika di padang pasir atau di dalam hutan, kalian merasa takut dengan harimau sehingga kalian membawa sebilah pisau karena kalian tidak tahu siapa yang menyerang kalian.  Agar tidak diserang oleh Setan, karena setiap saat ia dapat menyerang kalian–kalian harus membawa kelima tanda ini, sehingga ketika seorang wali melihat, ia akan mengetahui apakah kalian seorang darwis atau bukan.  

Tanda pertama adalah bahwa kalian selalu membawa al-Qur’an, atau jika kalian tidak mempunyai hafalan, basahilah lidah kalian dengan zikrullah sebagaimana disebutkan dalam Hadits Nabi (saw):

عن عبد الله بن بسر رضي الله عنه أن رجلا قال: يا رسول الله إن شرائع الإسلام قد كثرت علي فأخبرني بشيء أتشبث به؟ قال لا يزال لسانك رطبا من ذكر الله” الترمذي.

Seorang  pria mendatangi Nabi (s) dan berkata, “Ya Rasulallah!  Syari`at Islam sangat berat bagiku, oleh sebab itu berikanlah aku sesuatu yang dapat aku pertahankan.” Nabi (saw) bersabda, “Basahilah lidahmu dengan zikrullah.” (Tirmidzi)

“Aku merasa kewalahan dengan aturan-aturan di dalam Islam,” Nabi (saw) bersabda, “Kalau begitu, basahilah lidahmu dengan zikrullah.” Zikrullah yang pertama adalah al-Qur’an.  Kalian harus mempunyai al-Qur’an untuk menjadi seorang darwis.  Bahkan jika kalian membacanya dalam hati atau melakukan zirullah dalam hati, para malaikat akan datang karena mereka mendengar kalian.  Bila kalian membacanya dengan keras, mereka dapat mendengar kalian, tetapi bila kalian membacanya dalam hati, mereka juga dapat mendengar kalian bahkan itu lebih baik lagi kerena lebih banyak berkahnya.

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعاً وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلاَ تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ

Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan hati dan dalam rasa takut, tanpa mengeraskan kata-kata, di waktu pagi dan sore.  Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (Surat al-A’raf, 7:205)

“Bacalah zikir itu dalam hati ketika kalian pergi keluar rumah pada siang hari dan sore hari,” karena Allah tidak menyukai orang yang sombong, yang suka pamer, “Aku membaca al-Qur’an,” atau “Aku melakukan zikrullah,” jadi bersikaplah rendah hati.  Jadi tanda pertama seorang darwis adalah zikrullah.  

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami yang menurunkan adz-Dzikra (al-Qur’an) dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.. (Surat al-Hijr, 15:9)

Ketika Allah mengatakan bahwa Dia melindungi al-Qur’an Suci, artinya Dia melindungi orang yang membacanya, memelihara mereka, karena mereka memelihara Kalamullah, terlebih lagi para huffazh, mereka yang menghafal al-Qur’an.  Sungguh besar berkah mereka bagi orang-orang yang ada di sekitarnya, karena mereka akan bersinar bagaikan lampu sorot pada Hari Kiamat.  Tidak seperti kita, orang lain yang tidak menghafal.  Sekarang orang-orang berkata, “Apakah aku dapat menghafalnya?”  Ya, kalian dapat menghafalnya, tetapi itu sulit, karena kita mempunyai ini itu.  Hadits Nabi (saw) mengatakan, “Membaca Qul Huw Allah tiga kali seolah-olah kalian telah membaca seluruh Qur’an, sepenuhnya.”    

Jadi itulah sebabnya salah satu awrad di dalam zikrullah yang harus dilakukan oleh seorang darwis adalah membaca 100 kali Qul Huw Allahu Ahad, hingga 1000 kali setiap hari.  Itu adalah tanda seorang darwis, yaitu orang yang menjaga zikrullah.  Yang memegang al-Qur’an Suci.  Karena kalian tidak bisa membawa al-Qur’an secara fisik ke tempat kerja kemudian kembali, kalian dapat membaca Qul Huw Allahu Ahad atau apa pun yang kalian hafal.  Sekarang orang-orang di dalam mobilnya menyetel qasidah.  Hal itu baik, tetapi mengapa kalian tidak menyetel Qur’an?  Paling tidak kalian dapat menghafalnya pada saat berangkat dan pulang ke rumah.

Jadi tanda pertama bagi seorang darwis, seorang yang sederhana yang berdiri di Pintunya Nabi (saw) dan Pintunya Allah (swt), adalah mempunyai zikrullah.  Awliyaullah, mereka dapat melihat pada dahi kalian, tanda zikrullah, yaitu Laa ilaaha illa ‘Llah Muhammadun Rasuulullah.  Ketika mereka melihat kalian, mereka dapat melihat pada wajah kalian, pada dahi kalian,  Laa ilaaha illa ‘Llah Muhammadun Rasuulullah, khususnya bagi Muslim; bagi non-Muslim, kita tidak membicarakannya.  Setiap Muslim akan mempunyai zikrullah tertulis di dahinya, tetapi bila ia melupakan zikrullah, tulisan Laa ilaaha illa ‘Llah Muhammadun Rasuulullah itu akan memudar kemudian lenyap.  Jadi Awliyaullah dapat melihat, “Oh, apa yang terjadi dengan orang ini?  Sebelumnya tertulis Laa ilaaha illa ‘Llah, tetapi sekarang sudah pudar, sudah menghilang, artinya ia telah mengabaikan awrad-nya, mengabaikan zikrullah.  

Zikrullah tidak sama dengan sebuah perkuliahan, ia adalah nasihat.

الدين نصيحة
Agama adalah nasihat.

Kuliah tidak akan mengangkat derajat kalian lebih tinggi seperti halnya zikrullah.  Jika kalian mengucapkan, “Laa ilaaha illa ‘Llah” sekali, itu akan membawa kalian ke Surga.

من قال لا اله الا الله دخل الجنة

Barang siapa yang mengucapkan, “Laa ilaaha illa ‘Llah” masuk Surga.

Jadi  zikrullah adalah penting bagi mereka yang menganggap dirinya darwis.  Jangan peduli dengan apa yang dikatakan orang, pedulilah dengan apa yang dikatakan oleh malaikat.  Jika malaikat melihat ‘Laa ilaaha illa ‘Llah Muhammadun Rasuulullah’ tertulis di dahi kalian, mereka tahu bahwa kalian berasal dari adz-dzaakiruun, orang-orang yang berzikir.  Itulah sebabnya zikrullah dianjurkan dalam berbagai tarekat, mereka melakukan zikir jahar (dengan suara keras), itu tidak masalah karena mereka ingin agar orang-orang dapat mendengar.  Sebagian yang lain seperti Naqsybandi, mereka melakukan zikir khafi di dalam awrad mereka.

Untuk melakukan zikrullah, kalian harus mempersiapkan diri kalian.  Agar bersih suci, bagaimana caranya agar kita menjadi bersih suci?  Dengan membaca Dalaa’il al-Khayraat.  Tanda kedua bagi seorang darwis, seorang yang sederhana yang mencari Hakikat.  Hakikat itu bukannya berapa banyak kalian mempunyai ini itu.  Kalian bisa saja miskin, tetapi lebih kaya dalam zikrullah, kalian akan lebih tinggi (derajatnya) di Surga atau lebih tinggi di dunia melalui timbangan para malaikat.  Walaupun dengan harta sedikit, malaikat dapat membuat kalian bahagia dengan apa yang kalian miliki melebihi apa yang dimiliki oleh orang kaya yang tidak melakukan zikrullah, karena Allah (swt) dapat mengirimkan penyakit kepada mereka, sementara orang miskin yang berzikir, mereka tidak mempunyai beban berat pada diri mereka.  Jadi kalian lebih baik daripada mereka.  Jadi untuk mempersiapkan diri kalian, kalian harus membaca shalawat Nabi (saw)

وَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا

Masuklah ke rumah itu melalui pintu-pintunya. (Surat al-Baqarah, 2:189)

“Datanglah ke tujuanmu melalui pintumu,” kata buyuut mempunyai banyak makna, salah satunya adalah “tujuan”, setiap orang mempunyai pintu masing-masing, jangan berpikir bahwa itu akan sama.  Tidak!  Karena setiap orang akan mencapai sesuatu, jadi sesuai dengan apa yang akan dicapainya setiap orang akan masuk melalui pintu yang telah ditentukan baginya.  Seperti contoh di dalam al-Qur’an suci mengenai saudara dari Sayyidina Yusuf (as).  Sayyidina Ya`quub (as) berkata kepada anak-anaknya,

وَقَالَ يَا بَنِيَّ لاَ تَدْخُلُواْ مِن بَابٍ وَاحِدٍ وَادْخُلُواْ مِنْ أَبْوَابٍ مُّتَفَرِّقَةٍ وَمَا أُغْنِي عَنكُم مِّنَ اللّهِ مِن شَيْءٍ إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ لِلّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ

Dan ia menambahkan, “Wahai anak-anakku!  Janganlah kalian semua memasuki [kota] melalui satu pintu, masuklah dari pintu yang berlainan, namun demikian aku tidak dapat melepaskan kamu daripada [apa yang dikehendaki oleh] Allah: keputusan untuk menetapkan sesuatu ada di tangan Allah.  Kepada-Nya lah aku bertawakkal dan hendaknya hanya kepada-Nya orang-orang bertawakkal dan bereserah diri.” (Surah Yusuf, 12:67)

“Masuklah lewat pintu yang berbeda.”  Kalian tidak bisa masuk lewat pintu saudara kalian, karena itu tidak ditetapkan untuk kalian, pintu itu mempunyai kode, kalian akan terperangkap di sana.  Sayyidina Ya’quub (as) mengatakan kepada mereka bahwa ada pintu yang berbeda-beda dan setiap orang harus memasuki pintunya masing-masing.  Karena jika orang itu melihat pintu saudaranya, ia bisa cemburu.  Jadi agar tidak terjadi kecemburuan pada saat itu–karena Allah mengawasi mereka, apa yang akan mereka katakan kepada Sayyidina Yusuf (as) ketika mereka sampai.  Jadi setiap orang harus melewat pintu yang telah ditentukan baginya.  Jadi mereka masuk melalui pintu yang berbeda-beda.

Kalian juga mempunyai pintu-pintu yang berbeda, tergantung seberapa banyak yang akan kalian capai, apakah lebih banyak atau lebih sedikit.  Jika kalian mencapai lebih banyak, pintu kalian berbeda dan yang lain tidak dapat memasukinya.  Dapatkah kalian memegang kabel listrik?  Kalian akan terbakar, tetapi jika kalian memakai sepatu kayu atau berdiri pada suatu insulator–bahan penyekat, kalian dapat memegangnya bahkan dengan voltase yang lebih besar, karena kalian telah menyekat diri kalian dengannya.  Kalian tidak mengetahui shalawat mana yang dapat menyekat diri kalian dan itulah sebabnya mengapa Muhammad al-Talmaysani (q), salah satu orang saleh yang membaca Dalaa’il al-Khayraat 100,000 kali, ia sangat bergembira dan menghadiahkannya kepada Nabi (saw) kemudian ia tidur dan di dalam mimpinya Muhammad al-Talmaysani (q) bertemu Nabi (saw).  Beliau (saw) berkata, “Wahai Muhammad al-Talmaysani, aku akan mengajarimu sebuah shalawat yang setara dengan membaca Dalaa’il al-Khayraat 800,000 kali.”  Kalian lihat bahwa ia membaca seluruh Dalaa’il al-Khayraat tetapi tidak mendapatkan itu, ia mendapatkan yang lainnya tetapi Nabi (saw) mengatakan kepadanya tentang shalawat ini–dan banyak pula shalawat lainnya yang dikatakan oleh Nabi (saw) kepada orang-orang lainnya, bukan kepada Sahabat.  Jadi jika kalian membacanya, kalian akan mendapat pahala seolah-olah telah membaca Dalaa’il al-Khayraat 800.000 kali.  

Jadi setiap orang mempunyai sebuah pintu dan pintu kita harus melalui Nabi (saw).  “Masuklah ke dalam rumah melalui pintu-pintunya.”  Jadi pertama adalah zikrullah.  Untuk melakukan zikrullah, kalian harus membuka pintunya melalui shalawat.  Itulah sebabnya di dalam awrad kita membaca shalawat Nabi (saw) mulai dari 300 hingga 24.000 kali sehari.  Kalian adalah darwis, lidah kalian sibuk, kalbu kalian sibuk dan kalian tetap bekerja.  Kalian dapat melakukan ketiganya secara bersama-sama.  Kalian harus bekerja, dan kalian harus melakukan zikrullah, dan kalian harus melakukan shalawat tanpa interupsi.  Seorang darwis yang menyerahkan dirinya kepada Allah (swt) dapat melakukan shalawat, zikrullah dan melakukan pekerjaannya sekaligus.  Karena ia tidak mengatakan, “Aku mendedikasikan waktuku 1 jam untuk membaca al-Qur’an”, tidak; atau untuk melakukan shalawat, tidak, ia secara terus-menerus menyelam dalam samudra zikrullah dan al-Qur’an suci dan menyelam di dalam samudra Nabi (saw), sehingga tubuhnya seperti yang dikatakan oleh Nabi (saw),

لي ساعة مع الرب وساعة مع الخلق

Aku mempunyai satu wajah, satu sisi (atau satu jam) bersama Tuhanku dan satu sisi (atau satu jam) bersama makhluk.

Jadi seorang darwis yang mewarisi dari Nabi (saw), ia akan menemukan banyak waktu karena tubuhnya secara terus-menerus menjadi dzaakir, selalu mengingat!  Seperti angin yang membuat kipas angin terus berputar, jadi angin zikrullah di mana malaikat menghasilkan humbusan semacam ini membuat tubuh kalian terus bertawaf dalam zikrullah mengelilingi al-Qur’an suci, jadi ini tidak menghentikan kalian dari pekerjaan kalian, kalian tetap bekerja.  Pada saat itu kalian mulai melakukan shalawat dan sesuai dengan seberapa kuat shalawat yang kalian ikuti, kalian akan ditetapkan pintunya dan itulah pintu kalian di Hari Kiamat dan pintu kalian ketika masuk ke alam kubur dan itu akan menjadi pintu kalian di dunia!  Awliyaullah dapat mendeteksi pintu itu baik bagi dirinya sendiri maupun bagi para pengikutnya.  Ketika mereka menugaskan para pengikutnya untuk melakukan beberapa awrad, khususnya beberapa awrad yang berbeda dari awrad lainnya.  Dan setiap wali mempunyai awrad-nya masing-masing yang mereka pelajari dari Nabi (saw) karena ada 124.000 wali.  Kita mengikuti seorang wali, beliau membimbing kita, kita mengikutinya, alhamdulillah.  Kita tidak berusaha untuk melompat dari satu wali kepada yang lain, yang lain, dan yang lain lagi, karena itu akan mengacaukan pintu kalian.  Tidak ada satu pintu pun yang akan dibukakan bagi kalian.    Jagalah satu pintu itu.  Pintu itu adalah pintu yang akan membawa kalian kepada Nabi (saw) dan dari beliau kepada Allah (swt).  

Jadi, apa yang kita katakan?  Pertama, kalian mempunyai al-Qur’an bersama kalian, dengan jalan menghafalnya atau melalui kitab secara fisik atau dengan membaca Qul Huw Allahu Ahad, kemudian Dalaa’il al-Khayraat, Shalaat al-Ibrahimiyya, atau shalawat lainnya yang dikenal oleh setiap orang. Itu akan membawa kalian menuju pintu kalian.  Dan bila kalian telah membuka pintu kalian, itu tidak akan tertutup, seperti sekarang ini, kalian dapat mempelajari dari apa yang ada di sekitar kalian.  Orang-orang sekarang bermain video game, mereka melewati satu level, kemudian pintu berikutnya terbuka untuk melanjutkan permainan kalian.  Dari satu level ke level berikutnya dan itu semakin sulit dan semakin sulit.  Ketika kalian mendekati Level Ilahiah dari Nabi (saw), ketika pintu itu terbuka dan kalian memasukinya, jangan mengharapkan itu akan menjadi mudah; tidak!  Mereka ingin melihat seberapa besar kesabaran kalian dalam menjaga awrad kalian, menjaga kehidupan normal kalian dan menjaga waaridaat–inspirasi yang masuk ke dalam kalbu kalian dan mengikuti apa yang harus kalian ikuti untuk maju lebih tinggi dan lebih tinggi lagi.  Itu akan sangat menyakitkan, karena terlihat bahwa kalian akan mencapai tujuan kalian, tetapi ketika kalian mendekat untuk mencapai cakrawala itu, ternyata kalian melihat cakrawala lainnya!  

Ketika Awliyaullah mulai menyelam dalam cinta terhadap Sayyidina Muhammad (saw) dan cinta kepada Allah (swt), mereka menemui kesulitan itu.  Kadang-kadang orang berkata, “Ketika kami melakukan awrad, kami merasa berat,” karena ketika mereka membukakan lebih banyak pintu, itu akan semakin kuat, misalnya, bukan 100, 240 atau 360 volt, tetapi seperti voltase terkuat yang langsung berasal dari transformator, kalian akan memasuki daerah transformator tersebut, dengan voltase yang sangat kuat.  Orang menuliskan tanda peringatan, “Awas tegangan tinggi!”  Karena kalian bisa tertarik, seperti Sayyidina Musa (as), apa yang terjadi padanya?  Beliau tertarik, ketika beliau memasuki pintu-pintu ini, masuk ke pintunya Nabi (saw) dan sampai ke gerbangnya Hadratillah kemudian beliau berkata, “Oh, aku sudah ada di sini, izinkalah aku melihat-Mu.”  Allah menjawab, “Kau tidak dapat melihat-Ku.”  Karena beliau meminta, namun beliau tidak diberikan kekuatan itu.  Apa yang terjadi?  Ketika Allah mengirimkan satu tajali, itu sudah cukup.  Gunung menjadi hancur.  Allah berifirman, “Lihatlah gunung itu.”  Karena Allah ingin membuatnya mudah bagi Sayyidina Musa (as) sebagaimana Sayyidina Ya`qub (as) ingin membuatnya mudah bagi anak-anaknya sehingga beliau memerintahkan, “Masuklah dari pintu yang berbeda.”      

وَلَمَّا جَاء مُوسَى لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَن تَرَانِي وَلَـكِنِ انظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ موسَى صَعِقًا فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَاْ أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ

Dan ketika Musa datang [ke Bukit Thursina] pada waktu yang telah ditetapkan dan Tuhan telah berbicara langsung dengannya, berkatalah Musa, “Wahai Tuhanku!  Tampakkanlah Diri-Mu kepadaku agar aku dapat melihat-Mu!”  Tuhan berfirman, “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tetapi lihatlah ke bukit itu; jika ia tetap berada di tempatnya niscaya engkau dapat melihat-Ku.”  Ketika Tuhan menampakkan Diri-Nya kepada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan.  Dan setelah sadar kembali ia bicara pada dirinya, “Mahasuci Engkau, aku bertobat kepada-Mu dan aku menjadi orang yang pertama-tama beriman”. (Surat al-`Araf, 7:143)

Voltasenya akan terlalu tinggi bila kalian masuk melalui pintu yang sama.  Jika seseorang mendapat 120 volt, yang lain 120 volt, maka itu menjadi 240 volt, ditambah yang lain menjadi 360; jadi itu terakumulasi di dalam satu pintu, sehingga jika kalian masuk ke sana, kalian akan selesai.  Seperti yang terjadi pada Sayyidina Musa (as), Allah mengirimkan sedikit (tajali) dan itu menghancurkan seluruh gunung.  Jadi kita harus berhati-hati.  Ketika kita sedang melakukan zikrullah, ya kadang-kadang terasa berat di dada.  Ketika hal itu terjadi, bacalah shalawat.  Shalawat selalu menjadi proses menenangkan.  Shalawat Nabi (saw) sangat dianjurkan karena Asmaullah al-Husna begitu kuatnya, membawa kekuatan yang luar biasa dan kadang-kadang orang tidak kuat menerimanya, tetapi untuk shalawat–itulah sebabnya di Mekah, shalawat di sana setara dengan 100.000 kali, sedangkan di Madinah setara dengan 24.000 kali.  Shalawat selalu menenangkan kalian, seperti halnya hembusan angin sejuk yang menyejukkan kalian sehingga kalian dapat melanjutkan awrad kalian.  Jadi dua tanda yang harus kalian bawa adalah Qur’an Suci dan  Dalaa’il al-Khayraat.  Ketiga lainnya saya lupa (tertawa).  Tanda lainnya adalah miswak (batang kayu dari pohon Arak/Niim).  Seorang darwis harus tahu bahwa ia harus selalu datang dalam keadaan suci, sebagaimana Nabi (saw) bersabda,

لولا أن أشق على أمتي لأمرتهم بالسواك عند كل صلاة

Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka untuk menggunakan miswak sebelum melakukan salat. (Abu Hurayrah; Bukhari dan Muslim)

Menggunakan miswak sebelum salat menjadikan pahalanya 27 kali lipat.  Jadi sebelum memulai zikrullah kalian bersiwak, sebelum kalian bershalawat kalian bersiwak, jadi miswak itu diperlukan sebagaimana kalian membawa zikrullah dalam kalbu kalian atau secara fisik membawa al-Qur’an dan Dalaa’il al-Khayraat, kalian juga harus senantiasa membersihkan mulut kalian.  Grandsyekh (q), semoga Allah memberkati ruhnya mengatakan bahwa pada suatu ketika orang-orang kafir menyerang Nabi (saw) dan Nabi (saw) memerintahkan Sahabat untuk mengeluarkan miswak-nya, lalu duduk di tanah, mengangkat satu lututnya dan bersandar padanya, lalu membaca Allahumma thahhir qalbii min asy-syirki wan-nifaaq, “Ya Allah!  Sucikanlah kalbuku dari syirik dan kemunafikan,” itu akan mensucikan kalbu kalian pada saat itu dari syirik tersembunyi dan kemunafikan, karena ketika kita memasuki salat kita, segala macam gosip buruk, segala macam hal buruk masuk ke dalam pikiran kita dari alam bawah sadar kita, karena kita selalu mengunduh informasi yang buruk ke dalam “chip” dalam pikiran kita, dan untuk membersihkannya kita menggunakan miswak.  

Kamudian kalian memerlukan sajadah agar kalian siap untuk melakukan salat kalian.  Jadi apa yang harus ada bersama kalian?  Qur’an, shalawat, miswak, sajadah dan wudu.  Dikatakan bahwa Al-wudu silaah al-mu’min, wudu adalah senjata orang beriman.  Wudu di atas wudu, jadi bila kalian selesai melakukan Salat Zhuhur kemudian pada saat Ashar kalian memperbarui wudu kalian, karena itu adalah nuurun `ala nuur, kalian menjadi cahaya di atas cahaya.  Tetapi kadang-kadang sulit untuk memperbarui wudu dan bila kalian masih mempunyai wudu, kalian dapat melakukan salat kalian.  Jadi ini adalah lima hal yang harus kalian bawa sepanjang waktu.  

Semoga Allah (swt) menjadikan setiap napas kita\, baik tarikan maupun hembusan senantiasa suci, dengan wudu, dengan zikrullah dan shalawat Nabi (saw).  Ini adalah hal yang sangat penting bila kita ingin mengatakan, “Aku adalah seorang darwis.”  Jangan berpikir bahwa duduk di sudut melakukan zikrullah siang malam menjadikan kalian seorang darwis!  Tidak, menjadi darwis adalah dengan membaca al-Qur’an Suci dan Dalaa’il al-Khayraat tanpa menghentikan pekerjaan kalian.  Pada saat yang sama, kalian tetap bekerja, artinya kalbu dan lidah kalian sibuk (dengan berzikir), karena kadang-kadang–saya memberikan sebuah contoh, kadang-kadang ketika kalian sedang bekerja, apa yang kalian dengarkan?  Mereka menyetel lagu-lagu, mereka menyetel radio atau memasang earphone sambil bekerja, jadi mengapa tidak mendengarkan al-Qur’an?  Awliyaullah menyarankan untuk mendengarkan al-Qur’an pada saat bekerja atau kapanpun yang kalian bisa dan lambat laun tubuh kalian akan bereaksi terhadapnya dengan sendirinya dan kalian mendengar kalbu kalian mengucapkan, “Allah, Allah, Huwa, Huwa.”  Kalian dapat merasakannya.  Segera setelah kalian merapatkan lidah kalian ke langit-langit mulut kalian, itu adalah zikir khafi, kalbu kalian akan bekerja; segera setelah kalian memegang tasbih untuk membuat jari syahadat (telunjuk) bergerak–yang terpenting adalah jari syahadatnya, bukan tasbihnya–karena orang Wahabi mengatakan, “Oh, kalian tidak boleh menggunakannya”, tidak–jari syahadat itu yang bergerak menjadi saksi terhadap zikir yang kalian buat.  Jadi jari syahadat itu bergerak pada tasbih untuk menyaksikan bahwa kalian menggerakkannya; atau kalian dapat menggerakkan jari-jemari kalian.  Jadi itu tidak akan mengganggu pekerjaan kalian.  Pada awalnya mungkin akan mengganggu, tetapi setelah kalian cukup kuat, itu akan mengalir dengan sendirinya seperti sungai menuju samudra.  

Semoga Allah membuat kita mengalir ke sungai, sungai Ilahiah, insya Allah,  dan dunia kita akan seperti itu, insya Allah, mengalir dari sungai menuju samudra; dan di sana kalian akan menjadi seekor ikan, melayang dalam samudra dan tidak tenggelam. Subhaan-Allah.

Semoga Allah mengampuni kita dan menerima dari kita.

Wa min Allahi ‘t-tawfiiq, bi hurmati ‘l-habiib, bi hurmati ‘l-Fatihah.

http://sufilive.com/The-Signs-of-a-Real-Dervish–6147.html

© Copyright 2016 Sufilive. All rights reserved. This transcript is protected
by international copyright law. Please attribute Sufilive when sharing it. JazakAllahu khayr.