Khotbah Jumat Akhir Ramadhan

WhatsApp Image 2020-04-23 at 4.55.38 PM

Khotbah Jumat Dr. Nour Kabbani
Fenton, Michigan; Jumat, 22 Mei 2020

Assalamu`alaykum warahmatullaahi ta`aala wabarakatuh, 

[Adzan]

[Pendahuluan dalam bahasa Arabi]

Wahai orang-orang yang beriman, alhamdulillah kita sebagai Muslim, Mukmin, kita adalah pialang saham yang berbeda, kita adalah pialang saham untuk Akhirat.  Kita memperhatikan saham yang menguntungkan dan kita meninggalkan saham yang merugikan di Akhirat.  Allah (swt) mengirimkan kita pedoman, yakni al-Qur’anul kariim.  Al-Qur’anul kariim adalah pedoman bagi pialang saham Muslim. Orang yang menginginkan saham yang berkembang dan memberikan untung yang besar, mereka harus merujuk pada Qur’anul kariim dan Hadits Rasulullah (saw).  Dan keuntungan besar apa yang mereka berikan?  Tak terhitung!  

Berapa besar keuntungan orang yang menjadikan Qur’anul kariim sebagai pedoman dalam kehidupan ini dan dalam perniagaan ini?  Allah (swt) berfirman, 

Yā ayyuhalladzīna āmanụ hal adullukum `alā tijāratin tunjīkum min `adzābin alīm

Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (QS As-Shaff, 61:10) 

Allah (swt) menggunakan kata tersebut, tijaarah, saham atau perniagaan.  MasyaAllah non-Muslim telah menjadikannya halal bagi Muslim, dan Muslim mengatakan itu adalah halal, ok, kalian mempunyai ilmunya, kalian berniaga dengan saham tersebut, kalian mengambil tijaarah, perniagaan.  Allah (swt) menunjukkan kepada kalian suatu perniagaan yang lain, tijaarah yang lain.  

Tu’minuuna biallaahi walyawmi al-aakhiri, jika kamu beriman kepada Allah dari Hari Akhir, (QS An-Nisa`, 4:59)

Saatnya akan tiba di mana Allah (swt) akan memberi ganjaran kepada kita.  Allah akan mengganjar kita berdasarkan perniagaan yang telah kita lakukan.  Oleh sebab itu lakukanlah perniagaan qur’ani, juallah dunia untuk Akhirat.  Juallah yang fana untuk yang baqi, yang kekal.  Mukmin yang cerdas melakukan hal itu.  Mukmin yang tidak cerdas mengatakan, “Aku percaya, tetapi aku tidak puasa, aku tidak shalat, aku tidak ini, aku tidak itu.”  Pada akhirnya ia akan mengetahui siapa yang akan menuai hasil, siapa yang tidak.  Siapa yang mendapatkan tempat terhormat di hadapan Allah (swt) dan mendapatkan cinta dari Rasulullah (saw). Itulah yang penting.  Bukannya saham kalian yang naik 1 dolar, atau turun 2 dolar, kemudian kalian melakukan ini dan itu, itu tidak penting.  

Salah satu perniagaan yang penting adalah Laylat al-Qadr.  Dan saya membacakan sebuah hadits dari Awliyaullah, dan apa yang dikatakan oleh Awliyaullah adalah benar.  Sebagaimana yang diajarkan oleh guru kita, bahwa Awliyaullah, mereka dapat melihat nuur dari suatu hadits dan itu sudah cukup menunjukkan kesahihan hadits tersebut.  Jika Awliyaullah mendengar atau membaca atau melihat hadits dan mereka melihat cahaya yang memancar dari hadits tersebut, guru kita mengatakan bahwa itu artinya hadits tersebut adalah sahih, meskipun orang mengatakan bahwa itu dhaif (lemah), atau hadits palsu, tetapi selama Awliyaullah telah melhat cahaya dari hadits tersebut maka itu adalah hadits yang sahih.  

Dan Awliyaullah telah mengatakan bahwa Rasulullah (saw) bersabda, “Barang siapa yang membaca innā anzalnāhu fī lailatil-qadr, Allah (swt) akan memberikan tsawaab, pahala puasa Ramadhan dan qiyam, shalat Laylat al-Qadr.”  Salah satu shalat yang dianjurkan oleh Awliyaullah adalah minimal shalat dua rakaat pada Laylat al-Qadr, yang tentu saja (waktunya) tersembunyi, oleh sebab itu kita melakukan shalat nafil (shalat sunnah) sepanjang bulan Ramadhan, tetapi dua rakaat dengan innā anzalnāhu dan tiga surat al-Ikhlash.  Dan ini adalah salah satu rahasia tersembunyi yang diberikan oleh Awliyaullah kepada Ummatul Habiib, agar mereka gembira, karena begitu banyak orang tidak mengetahui kapan terjadinya Laylat al-Qadr.   

Mereka katakan, “Bacalah Surat al-Qadr, bacalah innā anzalnāhu fī lailatil-qadr dari awal hingga akhir, yang terdiri dari 30 kata, setara dengan jumlah hari dalam bulan Ramadhan, dan salāmun hiya, hiya di sini artinya kedamaian, dan itu adalah kata ke-27 dari Surat al-Qadr.  

Jadi orang yang membaca Surat al-Qadr, Allah (swt) dengan Kemurahan-Nya akan memberi mereka tsawaab, pahala dari shalat Laylat al-Qadr dan puasa Ramadhan.  Jadi jangan terlalu gelisah atau sedih bahwa “Aku tidak mencapainya, aku tidak tahu kapan Laylat al-Qadr itu.”  Bacalah Surat al-Qadr dan Allah (swt) akan memberi kalian pahalanya; dan hadits ini disebutkan oleh Awliyaullah, dan kita percaya pada apa yang mereka katakan.  

Alhamdulillah kita sampai pada penghujung Ramadhan.  Malam ini adalah malam terakhir tarawih dan insyaAllah besok adalah hari terakhir puasa dan insya Allah hari Ahad adalah permulaan Ied.  

Dalam hadits lainnya, Al-Hasan (ra) meriwayatkan bahwa Rasulullah (saw) bersabda, dan hadits ini disebutkan dalam Bayhaqi, bahwa setiap malam Allah (swt) akan memberikan pembebasan dari Api Neraka kepada ribuan dan ribuan Muslim, dalam hadits lainnya disebutkan sittiin alf, di hadits yang lain dikatakan alfu alf, tetapi yang jelas itu menunjukkan jumlah yang banyak.  Setiap malam Allah akan memberikan pembebasan kepada ribuan dan ribuan Muslim.  Ketika tiba pada malam terkahir, yaitu malam ini, malam terakhir tarawih dan besok laylatul ied, Allah akan memberikan pembebasan dari Api Neraka kepada orang-orang yang telah meninggal dunia.  

Jadi menurut hadits ini, sejak awal Ramadhan Allah telah membebaskan enam ratus ribu orang dari Api Neraka, malam berikutnya enam ratus ribu orang, malam berikutnya enam ratus ribu orang hingga malam terakhir, Allah akan memberikan bara’ah, pembebasan dari Api Neraka kepada seluruh orang yang telah meninggal dunia pada malam-malam sebelumnya.  Jadi besok, lakukanlah yang terbaik, mintalah ampunan kepada Allah.  Mintalah kepada Rasulullah (saw) untuk melakukan istighfaar atas nama kalian, katakanlah, “Yaa Sayyidi, yaa Rasulallaah (saw), aku datang kepadamu, sebagaimana yang diajarkan oleh guru kami, aku datang kepadamu yaa Sayyidi, aku telah berbuat banyak kesalahan, begitu banyak kebodohan, yaa Sayyidi yaa Rasulallah, aku datang kepadamu sebagaimana Allah telah mengarahkan diriku kepadamu untuk mengucapkan astaghfirullah dan engkau pun mengucapkan astaghfirullah atas namaku, sehingga Tuhanku akan mengampuniku.”  Lakukanlah hal itu, dan Allah (swt) akan mengampuni kalian.  

Pada malam Laylat al-Qadr, Allah (swt) mengatakan bahwa ruh dan malaikat akan turun.  Tanazzalul-malā`ikatu war-rụḥu fīhā, malaikat dan ruh turun pada malam ini.  Sebagian di antara Awliyaullah mengatakan bahwa yang dimaksud ruh tersebut adalah Malaikat Jibril (as), ia turun bersama para malaikat dan ia termasuk dalam rombongan malaikat tersebut, tetapi sebagian Awliya lainnya mengatakan bahwa ruh tersebut adalah malaikat yang berbeda.  

Para Awliya tersebut mengatakan bahwa ruh yang dimaksud adalah malaikat yang kepalanya tepat berada di bawah Arasy, sementara kakinya berada di Bumi ketujuh.  Malaikat itu bertasbih kepada Allah dua kali, yakni di pagi hari, ketika matahari terbit dan sore hari ketika matahari terbenam. Malaikat itu mempunyai seribu kepala, dan setiap kepala mempunyai seribu muka.  Di setiap muka terdapat seribu mulut, dan setiap mulut mempunyai seribu lidah dan dengan semua lidahnya itu, ia bertasbih kepada Allah dengan seribu macam tasbih yang berbeda-beda.  Setiap lidah mempunyai bahasa yang berlainan.  Pada malam Laylat al-Qadr, sebagian Awliya mengatakan bahwa malaikat tersebut turun bersama para malaikat lainnya.  

Apa yang dilakukannya?  salāmun hiya ḥattā mathla’il-fajr, sejak matahari terbenam hingga fajr, semuanya diliputi kedamaian hingga terbit fajr.  Ruh tersebut dengan semua lidah yang dimilikinya dalam seluruh mulut yang dimilikinya, pada seluruh muka yang dimilikinya, pada semua kepala yang dimilikinya akan memintakan ampunan, istighfar.  Ia akan memintakan ampunan bagi shaimin dan shaimat dari Ummatu Muhammad (saw). Ruh itu akan memintakan ampunan atas nama pria dan wanita yang berpuasa dari Ummatnya Nabi Muhammad (saw) hingga terbit fajar. 

Lihatlah bagaimana Allah (swt) memberi kenikmatan bagi orang-orang yang mengikuti perintah-Nya.  Di manakah perintah-Nya tersebut?  Di dalam buku pedoman, yakni al-Qur’aanul kariim, itulah buku perniagaan kita.  Jika kalian menginginkan hasil yang besar, bukalah al-Qur’aanul kariim dan ikuti perintah Allah (swt), dan hadits yang merupakan penjelasan dari kitab suci al-Qur’an melalui hati dan lisan yang mulia dari Rasulullah (saw).  Semoga Allah (swt) selalu menjadikan kita memegang teguh Sunnah Rasulullah (saw), memegang teguh ilmunya, mengikuti jejak Rasulullah (saw), para Sahabat dan ahlul bait menuju Hadirat Ilahiah-Nya.

[doa]  

ADAB PERPISAHAN DENGAN BULAN RAMADHAN

WhatsApp Image 2020-05-22 at 2.09.52 PM

Shaykh Hisham Kabbani
Fenton Zawiya, Michigan, 14 Juni 2018
Shuhbah bakda Ashar

Ramadhan ini mereka memerintahkan saya untuk membaca Rijalul Isyraaqiyuun, yang demi mereka Allah (swt) akan mengampuni kita; demi mereka Sayyidina Muhammad (saw) akan mencintai kita. Jadi kita menyebut nama-nama mereka. Ini adalah kitab catatan Grandsyekh, jadi saya membaca apa yang beliau tuliskan mengenai orang-orang ini. Mereka ada di mana-mana. Mereka tidak menghilang, kecuali ketika mereka meninggalkan dunia.

[Mawlana membacakan nama-nama rijaalAllah, termasuk khalifah dan deputi dari Sayyidina al-Mahdi (as)]:

Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim
1. Madad ul-Haqqi Hujjatullah il-Mukhlis,
2. Rafraf al-Baraybi yaa Basyaaratallah,
3. Hasaballah as-Sughuri,
4. Naqiibul-Ummah `AbdAllah il-Fa’iz (ini adalah Grandsyekh)
5. `Ubaydillah Ahmad Ahzaabi,
6. Fathallahi Jabaruudi,
7. Hamad ar-Rahbaani,
8. Ziadatallah ar-Rabbani,
9. Mu`izziddiin is-Sundusi,
10. Nuurullah Ibn Najiullah ash-Shaabiq,
11. Qayarullah il-Kaamil,
12. Abu Najiib Yahya Marwan Ray`ani,
13. Thalha al-Qaaim Safwatullah as-Saabir,
14. Amrullahi Waarits as-Saamullah al-Azal,
15. Khayrullahi as-Samadaani,
16. Rahmatullahi l-`Amali,
17. Waarits as-Sa`aada wa sy-Syakawa,
18. Abu `Ayna Baab il-llahi? Malakuuti,
19. Mughil il-Bahta Khaleel ir-Rahmaan,
20. Hizbudiin Ma`ruuf bi Anis il-Malaaika,
21. `Abd ar-Raqiib is-Saajid,
22. al-Mraqab bi-Shiraatil-Mustaqiim,
23. Abu Ma`aali Yusuf adz-Dzaakir al-Ma`ruuf liyatayn,
24. `Adnan uth-Thahir,
25. Tabiib uz-Zamaan,
26. Syam`n ash-Shafaar,
27. Ibn Ahmad al-Uwaysi,
28. Yunus Ibn Khiratullah al-Ma`ruufil Shiraatul Bahrayn,
29. Qiblatullah il-`Arif,
30. Wuqudwatul-Muhaqqiqiin Waarits al-Miraaj Abu ul-Fuqaraa (ini adalah Grand Grandsyekh)
31. Yuqaal Kahlul Mutaar Nahjul-Akhtar Ahmed al-Faani,
32. Salman Ibn Muraadallah il-Ghaarib,
33. Ghawtullahi t-Tijaani,
34. Magdad il-Aswad Abul-Abbas al-Madani,
35. `Abdul `Aliim Saahib Siyaahatil-Jinaan,
36. `Abdul Matiin Ibn Muyaddiin (ini adalah Mawlana Syekh),
37. Ar-Raqii ila Sidhratil-ullah,
38. Zakariyya Ibn `Umar al-Adil yiqaal lahu Mursyid il-Barzakh,
39. `Abul Baa`its Ibn Khiyaaratullah ats-Tsaaqir,
40. `Abdul Mu`iid Ibn Baabullah ad-Dahaawi,
41. Dzuratullah il-Rawh il-Adhar,
42. Ibn Daliil al-Akhyaar il-Ma`ruuf wa inna Rijaal il-Qibriit al-Ahmar,
43. Nuqtat ul-Haqq Ruuhullah,
44. Ibn al-Ahrar ash-Shidiiq,
45. Muhammad Ibn Daa`iiAllah huwa ayah min ayaatillah tamsyii `alaa wajillah wa sirru min asraarillah,
46. `Abdallah ir-Raahiq Ibn `Abdul-Kariim ash-Shaa`im,
47. Jafar az-Zaahid Ibn Ziljalahayn az-Zaaki,
48. Abu Najaah Ibn Hamalat ar-Ra` al-Baydaar (Ini adalah di zaman Imam Mahdi (as), Ra` al-Baydaar, Bendera Putih),
49. Muhammad Waasi` qudratul muqiniin wa riwaa` `ala al-`ayaanaa,
50. Hamaad Raasirii,

`ala l-Allah darajaatihim daa`iman wa amadanaa bi madadihim wa nafaa`ana bi barakaatihim al-faazhim qudsiiya.

DU`A AL-WAD`A SYAHRU RAMADHAN AL-MUBARAK

دُعَاءُ وَدَاعُ شَهْرِ رَمَضَانَ المبارك
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم،
بسم الله الرحمن الرحيم

الوداع الوداع يا شهر الأمان.
الوداع الوداع يا شهر القرآن.
الوداع الوداع يا شهر الغفران.
الوداع الوداع يا شهر الإحسان.
الوداع الوداع يا شهر التراويح.
الوداع الوداع يا شهر التسابيح.
الوداع الوداع يا شهر القناديل.
الوداع الوداع يا شهر الصيام.
الوداع الوداع يا شهر القيام.
الوداع الوداع يا شهر الفقراء.
الوداع الوداع يا شهر الأيتام.
الوداع الوداع يا شهر العتق والنجاة.
الوداع الوداع يا شهر رمضان الذي أُنزل فيه القرآن.
الوداع الوداع يا شهر البر والعطية.
لم نعرف قدرك ولم نحفظ حرمتك يا شهر الغفران، فارض عنا ولا تشك منَّا إلى الرحمن، وكن شاهداً لنا بالفضل والإحسان.

A`ūdzubillāhi mina ‘sy-syaythāni ‘r-rajīm
Bismillāhi ‘r-Raḥmāni ‘r-Raḥīm
Al-wadā` al-wadā` yā Syahra ‘l-Amān
Al-wadā` al-wadā` yā Syahra ‘l-Qur’ān
Al-wadā` al-wadā` yā Syahra ‘l-Ghufrān
Al-wadā` al-wadā` yā Syahra‘l-Iḥsān
Al-wadā` al-wadā`yā Syahra‘l-Tarāwīḥ
Al-wadā` al-wadā`yā Syahra‘t-Tasābīḥ
Al-wadā` al-wadā` yā Syahra‘l-Qanādīl
Al-wadā` al-wadā` yā Syahra‘sh-Shiyām
Al-wadā` al-wadā` yā Syahra‘l-Qiyām
Al-wadā` al-wadā` yā Syahra‘l-Fuqarā’
Al-wadā` al-wadā` yā Syahra ‘l-Aytām
Al-wadā` al-wadā` yā Syahra ‘l-`Itqi wa ‘n-Najāh
Al-wadā` al-wadā` yā Syahra Ramadhāna ‘l-ladzī unzila fīhi ‘l-Qur’ān
Al-wadā` al-wadā` yā Syahra ‘l-Birri wa ‘l-`Athiyah
lam na`rif qadraka wa lam naḥfazh ḥurmataka yā Syahra ‘l-Ghufrān
fa ardhi `annā wa lā tasykū minnā ila ‘r-Raḥmān
wa kun syāhidan lanā bi fadhli wa ‘l-iḥsān
walhamdulillaahi rabbil `aalamiin

Sebagaimana yang dikatakan oleh Grandsyekh `AbdAllah (q), shalat kalian dan puasa kalian di bulan Ramadhan akan diangkat ketika kalian membaca doa tersebut, karena ia melibatkan semua orang, itulah sebabnya kita membaca doa al-Wada`a al-Wada`a untuk mendapatkan keistimewaan tersebut, yakni untuk memperoleh pengampunan dan untuk mendapat Cahaya Surgawi.

Bi hurmati ‘l-Habiib bi hurmati ‘l-Fatihah.

[Dr. Nour Kabbani membacakan Du`a Matsuur Grandsyekh `AbdAllah (q). Di bawah ini adalah versi singkatnya.]

DU`A MATSUUR NABI (SAW)
ditulis oleh al-Ghawts Abu Madyan

يا من يغيث الورى من بعد ما قنطوا
ارحم عبيدا أكف الفـقر قد بسطوا
و استزلوا جودك المعهود فاسـقهم
ريــا يريهم رضـى لم يثنه سخط
وعامـل الكل بالفضل الذي ألفوا
يـا عادلا لا يـرى في حكمه سطط
إن البـهائم أضحى الترب مرتعها
و الــطير تـعدو من الحصاء تلتقط
و الأرض من حـلة الأزهار عارية
كـــــأنها ما تحلت بالنبات قط
و أنت أكرم مفضال تمـــد له
أيدي العصاة و إن جاروا و إن غلطوا
ناجوك و الليل جلاه الظلام سـنا
كـما يجلى سواد اللمة الشــمسط
فشـــــارب الذنب غص به
و آخــــرون كما أخبرتنا خلطوا
و منهم في لـفيف العيش و هو يرى
في سلك من حام حول العرش ينخرط
و ملحد يدعى في ربـــا سواك له
حيران في شــــرك الأشراك يختبط
كل ينــــال من المقدور قسمته
قـــوم ترقوا و قوم في الهوى سقطوا
حــــكم من الله عدل في بريته
فرض علينـــــا التسليم مشترط
و ما ذنـوب الورى في جنب رحمته
و هل يقـــاس بفيض الأبحر النقط
فما لنا شــافع غير الكريم و من
يلفى على الحوض و هو السابق الفرط
هو الرســول الذي كل الأنام به
يوم القــــيامة مسرور و مغتيط
صــــلى عليه صلاة لا نفاد لها
من اسمه باسمه في الـــذكر متربط

Yaa man yaghiits al-waraa min ba`di maa qanathuu arham `abiidan akufa al-faqr qad basathuu w ‘astazaluu juudika al-ma`huuda fa‘sqihim ruyaa yuriihim radhiyy lam yatsnahu sakhathu wa `aamil li-kulli bi ‘l-fadhli ‘Lladzii allafuu yaa `adlan laa yaraa fii hukmihi sathathu innal-bahaa’imu adhaa at-turubi marta`ahaa wa ‘th-thayru ta`duu minal-hashaa’i taltaqath wa ‘l-ardhu min halati ‘l-azhaari `aariyatin ka-annahaa maa tahallat bi ’n-nabaati qath wa anta akram mufadhiilin tammuda lahu ayydiil-`ushaat wa in jaaruu wa in ghalathuu naajuuk wa ‘l-layli jalaahu ‘zh-zhalaami sanaa kamaa yujalli sawaada ‘l-lammati ’sy-syamisath fa-syaaribi ‘dz-dzanbi ghasha bihi wa aakharuuna kamaa akhbaratnaa khalathuu wa minhum fii lafiifu ‘l-`aysyi wa huwa yara fii silki min haamin hawla ‘l-`arsyi yankharithu wa mulhidin yada`ii fii rabban siwaaka lahu hayraani fii syirkin al-asyraaki yakhtabathu kullun yanaalu mina maqduuru ‘l-qismatuhu qawmun taraquu wa qawmun fi’l-hawwa saqathuu hakamun min-Allahi `adlun fii barriyatahu faradha `alaynaa at-tasliimu musytarathu wa maa dzunuuba ‘l-waraa fii janbi rahmatahu wa hal yuqaasu bi-faydhi ‘l-abharu ‘l-naqathu famaa lanaa syaafi`in ghayra ‘l-kariimu wa man yalfii `alaa ‘l-hawdhi wa huwa as-saabiqu ‘l-farathu huwa ar-rasuulu ‘lladzii kulli ‘l-anaami bihi yawma ‘l-qiyaamati masruurun wa mughtiithu shalli `alayhi shalaatan laa nafaada lahaa min ismuhu bi-ismihi fi ‘dz-dzikr mutrabathu.

Wa min Allahi ‘t-tawfiiq bi hurmati ‘l-Fatihah.

https://sufilive.com/Dhikr-and-Duaa-of-Farewell-to-Ramadan-6737-EN-print.html

© Copyright 2019 by Sufilive. All rights reserved. This transcript is protected
by international copyright law. Please attribute Sufilive when sharing it. JazakAllahu khayr.

video: https://www.youtube.com/watch?v=UXzprvYpLSc

Laylat al-Qadr di Masjid Ash-Shiddiq

IMG-20160814-WA0032

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Burton, Michigan, 24 Juli 2014

Shuhbah diikuti dengan Ziarah Rambut Suci Sayyidina Muhammad (saw), Syedna `Ali (ra) dan Syekh `Abdul Qadir al-Jilani (q)

 

Waktu hakiki dari Laylat al-Qadr adalah ketika kitab suci al-Qur’an diturunkan kepada Nabi (saw) di Mekah, jadi bagi mereka yang mengatakan bahwa Laylat al-Qadr adalah kemarin atau hari ini, mereka tidak mempertimbangkan bahwa Laylat al-Qadr adalah malam di mana kitab suci al-Qur’an diturunkan kepada Nabi (saw) di Mekah, dan di waktu yang sama untuk Madinah.  Jadi bagi kita di sini, kita memohon kepada Allah (swt) bahwa apa pun yang Dia kirimkan pada saat itu ke Mekah dan Madinah, Dia kirimkan juga kepada kita. Itulah sebabnya jika kalian melakukan adabnya pada hari ini atau kemarin, maka itu artinya berkah di atas berkah dan insya Allah kita akan meraih menfaat dari apa yang Allah turunkan kepada Nabi (saw) dan dari Nabi (saw) kepada Ummah dan dari kitab suci al-Qur’an, kita memperoleh manfaat dunia dan Akhirat! 

Waktu yang tepat untuk Laylat al-Qadr bukanlah Rabu atau Kamis, atau sehari sebelumnya atau setelahnya, atau pada waktu tertentu, itu bukanlah sejak tanggal 21 hingga 29 dari bulan ini, dan itu juga tergantung pada kapan kalian mulai berpuasa, ada yang mulai berpuasa satu hari sebelumnya atau satu hari setelahnya, jadi itu berbeda-beda.  Tetapi waktu hakikinya adalah waktu di Mekah dan Madinah, di mana kitab suci al-Qur’an diturunkan kepada Nabi (saw) waktu Mekah, yang juga waktu untuk Madinatu ‘l-Munawwarah `alaa sakini afdhaluu shalaatu wa ’s-salaam.

Jadi kita memohon kepada Allah untuk membusanai kita dengan apa yang telah Dia sandangkan kepada kaum Mukminin di seluruh dunia, membusanai kita dengan busana sejati dari Laylat al-Qadr.  Awliyaullah telah dibusanai, bukan menurut waktu kemarin atau sekarang, tetapi sejak awal malam ke-21 hingga malam ke-29, yakni pada malam-malam ganjil.  Ada tajali yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya setiap malam ganjil.  Malam ke-21 mempunyai tajali pada level tertentu, malam ke-23 pada level lainnya, malam ke-25 pada level lainnya, malam ke-27 dan 29 pada level lainnya, dan kita mengharapkannya, insyaAllah.  Tajali malam Laylat al-Qadr yang dilihat oleh para Awliyaullah pada setiap malam ganjil tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya.  

Jadi sejak malam ke-21 Ramadhan dan seterusnya ada Laylat al-Qadr untuk kelompok-kelompok Awliyaullah yang berbeda, dan alhamdulillah, dengan berkah syuyukh kita, Grandsyekh `AbdAllah al-Fa’iz ad-Daghestani (q) dan Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil (q) dan dengan seluruh Syuyukh dari Tarekat lainnya, maka tajali Laylat al-Qadr akan disandangkan kepada para pengikutnya.  Sebagian orang mungkin akan melihat sesuatu, dan sebagian lagi tidak melihat apa-apa, itu tergantung pada kapasitas mereka apakah kalian dapat menerima Cahaya itu atau tidak.  Jika Cahaya itu dibukakan kepada sebagian orang, mereka akan larut akibat panasnya tajali dari Asmaul Husna wal Shifat!  Jadi malam ini kita mengikuti jejak mereka dengan melakukan dzikrullah dan insya Allah kita akan dibusanai dengan lebih banyak talaji hingga akhir Ramadhan.

[Khatm.]

http://sufilive.com/Entire_Laylatul_Qadr_Event-5598.html

© Copyright 2014 Sufilive. All rights reserved. This transcript is protected by international copyright law. Please attribute Sufilive when sharing it. JazakAllahu khayr.

Pentingnya Malam Laylatu ‘l-Qadr

photo_2020-05-14_09-31-06

Mawlana Syekh Hisyam Kabbani

Khotbah Jumat

Fenton, MI; 24 Juni 2016

Wahai Muslim, wahai Mukmin,

Allah (swt) memberkahi kita dengan Syahru Ramadhan, dengan puasa, dan Dia berfirman Ash-shawmu li wa `ala ajibih, “Puasa adalah untuk-Ku dan Aku akan memberi pahala untuk itu.” Shalat lainnya atau sesuatu yang ingin kalian lakukan sebagai ibadah nawafil adalah untuk kalian sendiri, untuk kebaikan kalian sendiri. Allah ingin mengatakan kepada kita bahwa “Kalian adalah hamba-hamba-Ku. Kalian berhenti makan sejak pagi hingga petang, Aku akan memberi ganjaran atas apa yang telah kalian lakukan. Tetapi Aku akan memberi lebih banyak lagi bila kalian berhenti menggunjing dan menyebarkan fitnah dan melakukan perbuatan dosa.”

Jadi Allah memberi kita Ramadhan, bulan penyucian diri, bulan tarawih. Mengapa Nabi (saw) melakukan shalat tarawih? Tidak ada yang tahu apa rahasia dari shalat tarawih, tetapi pasti ada sesuatu di bulan Ramadhan sehingga Nabi (saw) mengkhususkan shalat tarawih tersebut, yang pada saat itu dilakukan sebanyak 8 rakaat, kemudian Sayyidina `Umar (ra) memanjangkannya dan semua Sahabat setuju menjadi 20 rakaat. Ada apa di dalamnya? Ada apa di bulan itu yang tidak kita ketahui. Bulan itu pasti mempunyai sesuatu yang bersifat rohaniah. Sesuatu yang Allah bukakan kepada sebagian orang yang saleh dan ikhlas. Allah memberi mereka beberapa petunjuk. Dan para ulama, mereka menyatakannya di dalam banyak tafsir mereka.

Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim

Poin penting pertama adalah bahwa Allah telah menurunkan al-Qur’an Suci kepada Nabi (saw) di bulan Ramadan. Dan Nabi (saw) mampu membawa kitab suci al-Qur’an sementara langit dan gunung tidak mampu membawa al-Qur’an Suci. Allah ingin menunjukkan Azhamah, Kebesaran al-Qur’an Suci.

Allah berfirman,

Law anzalnaa haadzaa al-Qur’aana `alaa Jabalin lara’aytahu khaasyi`an mutashaddi`an min khasy-yatillaahi

Jika Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, artinya jika Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada makhluk apa pun yang telah Kami ciptakan selain daripad Nabi (saw), segala sesuatu akan hancur terpecah belah, segala sesuatunya akan musnah. Tetapi kalbu Sayyidina Muhammad (saw) selalu berada di sana, selalu tangguh.

Law anzalnaa haadzaa al-Qur’aana `alaa Jabalin “Jika Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung,” Nabi (saw) lebih kuat dari gunung manapun, lebih kuat daripada alam semesta manapun. Itulah sebabnya Allah (swt) menurunkan al-Qur’an Suci kepada Sayyidina Muhammad (saw).

Innaa anzalnaahu fii laylati ‘l-Qadr

Sebelumnya Dia berfirman Law anzalnaa haadzaa al-Qur’aana `alaa Jabalin “Jika Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, ia akan hancur terpecah belah” Dalam Surat lainnya Innaa anzalnaahu fii laylati ‘l-Qadr “Tetapi Kami telah menurunkannya pada Malam Kemuliaan, secara khusus pada Malam Kemuliaan” Ada ada pada Malam Kemuliaan itu? Apakah Laylatu ‘l-Qadr itu? Ada penjelasan tersembunyi bahwa Allah telah menghadiahkan kepada Nabi (saw), bahwa Allah telah menurunkan al-Qur’an Suci pada malam itu.

Jadi bila kita melihat al-Qur’an Suci dan kita membaca Surat Innaa anzalnaahu fii laylati ‘l-Qadr, wa maa adraaka maa laylatu ‘l-Qadr, laylatu ‘l-Qadri khayrun min alfi syahr, tanazzalu ‘l-malaa’ikatu wa ‘r-ruuhu fiihaa bi ‘idzni rabbihim min kulli amr, salaamun hiya hattaa mathla`i ‘l-fajr

Berapa kali Dia mengulang kata Laylatu ‘l-Qadr dalam Surat tersebut? Tiga kali. Dan Laylatu ‘l-Qadr terdiri dari 9 huruf; 3 dikali 9 menjadi 27 huruf, benar bukan? Dan juga disebutkan hiya hattaa mathla`i ‘l-fajr. Imam Suyuthi mengatakan bahwa “hiya” kembali pada Laylatu ‘l-Qadr, dan ia terdiri dari 2 huruf, jadi ditambahkan dengan 27 huruf–hiya adalah 2 huruf, ditambahkan ke 27 menjadi 29 huruf. Jadi al-Qur’an telah diturunkan dalam 29 huruf alfabet, artinya setiap huruf mempunyai rahasia masing-masing.

Jadi kalian harus mempersiapkan diri kalian pada hari pertama bulan Ramadan; kalian harus mengetahui bahwa kalian sedang memasuki gua dari makna Laylatu ‘l-Qadr dan lambat laun gua itu akan terbuka bagi kalian karena kalian datang kepada Allah (swt), berlari menuju gua, fa firru illa’l-Laah, berlari kepada Allah (swt). Ketika kalian berlari menuju Allah (swt), kalian memulai puasa kalian, berlari menuju Allah dengan menghentikan diri kalian dari malakukan perbuatan buruk dan kalian mengimplementasikannya hingga sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan di mana kalian mempersiapkan diri kalian, awwaluhu rahmah, wa awsatuhu maghfirah, wa akhiruhu itqun minan naar. 10 hari pertama adalah rahmat, 10 hari kedua adalah maghfirah dan 10 hari ketiga adalah pembebasan dari api neraka.

Sekarang kita berada pada 10 hari terakhir dan kita melakukan adab Laylatu ‘l-Qadr pada hari-hari ganjil: 21, 23, 25, 27 dan 29. Barang siapa yang menjumpai Laylatu ‘l-Qadr itu lebih baik daripada beribadah selama 1000 bulan. laylatu ‘l-Qadri khayrun min alfi syahr, 1 malam lebih baik daripada 1000 bulan, artinya pada malam itu Allah telah menurunkan seluruh al-Qur’an ke dalam hati Nabi (saw), dan malam itu lebih baik daripada 1000 bulan.

Jadi setiap orang yang berjumpa dengan Laylatu ‘l-Qadr atau ia masih melakukan awrad untuk Laylatu ‘l-Qadr dan membaca atau melakukan apa pun yang ia inginkan sebagai ibadah nawafil pada malam itu, itu merupakan suatu keberuntungan karena kalian akan diberi ganjaran oleh Allah (swt) dengan ganjaran yang diberikan kepada orang yang berjumpa dengan Laylatu ‘l-Qadr.

Nabi (saw), ketika Jibril (as) datang menemuinya pada malam Laylatu ‘l-Qadr sebelum Subuh. Itulah waktu di mana kita harus berkonsentrasi pada hari-hari yang akan datang di hadapan kita, untuk berhati-hati bagaimana kita akan berjumpa dengan mereka dan bagaimana kita harus berperilaku di hadapan hari-hari yang sangat berharga di dalam Islam.

Alhamdulillah kita berharap bahwa Allah (swt) merahmati kita pada 10 hari pertama karena Dia berfirman, awwaluhu rahmah, awalnya adalah rahmat, artinya awalnya adalah pembukaan bagi rahmatullah, dan rahmatullahwamaa arsalnaaka illaa rahmatan lil `aalamiin, artinya Nabi (saw) akan mempertimbangkan orang-orang yang mengharapkan Laylatu ‘l-Qadr dan mengharapkan untuk berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, sejak awal hingga akhir, akan diberi ganjaran 10 hari pertama seolah-olah kalian berada di antara hadirat Nabi (saw).

10 hari kedua, Allah (swt) ketika Dia mengirimkan rahmat-Nya pada kalian, Dia menyiapkan kalian untuk datang menuju maghfirah. Ketika kalian berada di bawah rahmat Allah, artinya semua dosa yang telah kalian lakukan akan dihapuskan oleh Allah (swt). Allah tidak melihat pada sesuatu yang kotor. Dia akan membersihkan kalian dengan mengucapkan astaghfirullah, jadi bagaimana menurut kalian apakah Dia tidak akan membersihkan kalian dengan puasa Ramadhan?

Jadi 10 hari kedua adalah maghfirah, Allah (swt) akan memberi kita maghfiratum minallah, Dia akan memberi kita pengampunan atas semua dosa kita dan mempersiapkan kita untuk itqun minan naar. Dan kita sekarang berada di 10 hari terakhir, di mana kita berada dalam itqun minan naar.

Allah (swt), Yawmul Qiyamah yunaadi, Allah (swt) pada Hari Kiamat Dia memanggil, ayna shaimuun–Allah Mahatahu–tetapi Dia ingin seluruh umat mendengar di mana orang-orang yang telah berpuasa selama hidupnya, biarkan mereka datang, dan semua orang yang telah berpuasa akan datang, dan diantar para malaikat Allah mengirim mereka ke sebuah pintu. Pintu itu adalah Jannatu ‘r-Rayyan. Pintu Surga ar-Rayyan, Surga khusus bagi orang-orang yang telah berpuasa, mereka akan masuk tanpa dihisab, tidak ada perhitungan bagi mereka. Allah dengan rahmat dan maghfirah-Nya akan mengirim mereka ke Surga.

Kita berharap bahwa Allah (swt) akan membawa kita pada rahmat-Nya dan Dia akan membusanai kita dengan rahmat dari Nabi-Nya, Sayyidina Muhammad (saw).

Aqulu qawli hadza wastaghfirullah al-azhiim lii walakum walisairil mustaghfirin….

http://sufilive.com/The-Importance-of-the-Night-of-Power-6227.html

© Copyright 2014 Sufilive. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang. Transkrip ini dilindungi oleh Undang-Undang Hak Cipta Internasional. Mohon untuk menyebutkan Sufilive ketika membagi tulisan ini. JazakAllahu khayr.

Kekuatan Penyembuhan Awliyaullah

92848440_523781051649174_4688627196439298048_n

Dr. Nour Kabbani
Seri Ramadhan hari ke-15
8 Mei 2020

Suatu ketika Grandsyekh Abdullah ad-Daghestani menceritakan sebuah kisah kepada Grandsyekh Syekh Nazim. Pada masa Dinasti Tsar Rusia yang menjadi kepala dokter di sana adalah ayah dari Grandsyekh Abdullah ad-Daghestani. Beliau banyak mempunyai medali kehormatan dari kaisar. Grandsyekh Abdullah mengatakan, “Wahai anakku tercinta, Nazim Effendi, Ayahku meninggal dunia ketika aku berumur dua belas tahun, tetapi aku masih ingat seluruh perlakuan yang diberikan Ayahku kepada pasien-pasiennya. Semua ilmu ini tersimpan di dalam hatiku. Setiap orang yang datang kepadaku dengan penyakitnya, aku mempunyai pengobatan untuknya, tetapi aku tidak dapat mengobati diriku sendiri.” Itu artinya, “Aku memerlukan seseorang yang dapat memberikan penyembuhan untukku.” Grandsyekh memerlukan Grandsyekhnya, beliaulah yang akan memberikan penyembuhan kepadanya.

Ini adalah masalah yang kita hadapi sekarang. Orang-orang mengatakan, “Bagaimana agar aku menjadi lebih baik lagi?” “Bagaimana aku dapat melakukan tazkiyatun nafs?” “Aku akan membaca buku-buku dan menemukan jalan untuk memurnikan diriku sendiri.” Grandsyekh mengatakan, “Tidak! Kalian tidak dapat melakukan hal itu. Kalian harus menemukan seorang guru.” Waliyullah akan merawat kalian. Waliyullah akan mengobati kalian. Kalian bisa memberikan pengobatan kepada orang lain, tetapi tidak bisa pada diri kalian sendiri. Setan mengatakan, “Aku dapat melakukannya sendiri. Aku tidak memerlukan orang lain untuk mengajariku bagaimana merawat diriku.” Itulah sebabnya ia menjadi terusir, jadi jangan sampai terperangkap ke dalam tipu dayanya.

Grandsyekh mengatakan bahwa karunia itu diperoleh dari Rasulullah (saw), karena Anbiyaullah diutus kepada manusia untuk menyembuhkan penyakit jasmani dan rohani mereka; begitu pula dengan Awliyaullah, mereka akan menyembuhkan penyakit jasmani dan rohani kalian. Contoh orang suci seperti ini yang disebutkan di dalam al-Qur’an adalah Sayyidina Isa (as). Beliau adalah orang yang memperoleh risalah Surgawi untuk merawat dan menyembuhkan manusia, baik fisik maupun rohani. “Aku akan menyembuhkan orang yang buta, dan aku akan menyembuhkan penderita lepra.” Jadi Anbiyaullah, mereka memberikan perawatan untuk penyakit rohani dan jasmani, begitu pula dengan Awliyaullah. Dan mereka telah mewarisinya dari Rasulullah (saw). Jika Sayyidina Isa (as) mempunyai kekuatan seperti itu, tentu saja Rasulullah (saw) juga mempunyai kekuatan seperti itu. Dan Rasulullah (saw) telah memberikannya kepada Grandsyekh Abdullah ad-Daghestani. Beliau mengatakan, “Aku mempunyai obat untuk semua penyakit zhahiri wa ma’nawi, jasmani dan rohani.”

Oleh sebab itu penting sekali untuk percaya bahwa Syekh kalian mampu mengobati penyakit jasmani dan rohani.  I`tiqad, kalian harus percaya dengan Syekh kalian. Seseorang mendatangi Grandsyekh Abdullah ad-Daghestani karena ibunya menderita kanker. Grandsyekh memerintahkan agar ibunya minum jus bawang (dalam hal ini maksudnya adalah bawang bombai–penerj.).  Orang ini sudah pergi ke mana-mana, termasuk ke Eropa dan Amerika, tetapi ia tidak dapat menemukan obat untuk ibunya. Ia datang kepada Grandsyekh dan beliau mengatakan agar ibunya minum jus bawang. Hal yang sederhana. Orang itu berkata, “Apa yang bisa dilakukan bawang ini?!” Ketika ia ragu, Grandsyekh mengatakan, “Saat itu rahasianya menjadi terhenti.”

Ada kekuatan rahasia yang dikirimkan oleh Awliyaullah, energi rahasia. Yang perlu kalian lakukan adalah percaya bahwa mereka mempunyai energi penyembuhan semacam itu. Seperti tabib, di mana sekarang setiap orang pergi mendatangi tabib. Ada tabib yang asli dan ada juga yang palsu. Awliyaullah adalah tabib sejati. Mereka dapat memberi penyembuhan. Yang perlu kalian lakukan adalah percaya bahwa mereka dapat melakukannya! Mungkin saja seorang Waliyullah akan membacakan sesuatu ke dalam air, kemudian meniupkannya dan memberikannya kepada kalian, dan kalian mengatakan, “Aku percaya bahwa Syekhku memberikan air yang dapat menyembuhkan aku.” Kalian lalu meminumnya dan kalian akan sembuh, insyaaAllah. Tentu saja atas izin Allah.

Mawlana Syekh Nazim mengatakan, “Seorang hamba sejati, bila ia menginginkan sesuatu, maka Allah pun menginginkannya.” Jika ia mengatakan, “Yaa Rabbii, sembuhkanlah ia.” Allah (swt) tidak akan membuatnya mengulangi lagi permintaannya, Dia akan menyembuhkannya. Air itu akan menyembuhkan penyakitnya. Apakah kalian percaya dengan hal itu atau tidak? Itu adalah ujian terhadap keimanan kalian wahai Muslim, wahai orang-orang yang selalu keberatan.

Kalian harus mempercayainya. Sayyidina Jibril mengatakan kepada Sayyidina Ayyub (as), “Injaklah tanah itu dengan kakimu, air akan terpancar darinya, minumlah air itu dan penyakitmu akan sembuh.” Apakah Sayyidina Ayyub (as) mempercayainya? Sayyidina Ayyub (as) mempunyai penyakit yang sangat parah yang membuatnya terusir dari desanya. Cacing-cacing keluar masuk dari kulitnya. Ia kehilangan segalanya, kulit dan dagingnya mengelupas. Siapa yang dapat menyembuhkan penyakit seperti itu? Dokter mana yang dapat menyembuhkannya? Masya Allah kalian terkenal dengan segala vaksin dan kemoterapi, dan saya tidak tahu lagi, ada imunoterapi dan pengobatan canggih lainnya, tetapi kalian tidak bisa menyembuhkan semua orang. Kalian mengalami kebuntuan, dan pada akhirnya pasien itu akan meninggal di tangan kalian karena kalian memberikan sesuatu yang tidak dapat menolongnya. Iman, percaya kepada Allah dan Kekuatan-Nya akan menyembuhkan segala penyakit.

Allah (swt) mengatakan, “Injaklah tanah itu dengan kakimu.” Itu adalah kaki dari Sayyidina Ayyub (as) yang suci. Kaki dari orang yang suci–dan kalian keberatan dengan Nalayn Syariif (terompah Nabi (saw)), “Injaklah tanah itu wahai Ayyub, engkau akan menemukan air yang memancar darinya, minumlah air itu, dan mandilah dengan air itu. Kisah ini ada dalam Surat Shad, bacalah wahai Muslim yang selalu keberatan. Bagi Non Muslim tidak perlu dibicarakan lagi karena mereka memang tidak menerima seluruh risalah ini, tetapi bagi Muslim, mereka menyangkal dan keberatan dengan keajaiban yang dimiliki oleh Anbiyaullah dan Awliyaullah. Kaki suci Sayyidina Ayyub (as) menginjak tanah dan air memancar dari sana, air biasa saja tetapi apa yang terjadi padanya? “Kami tidak hanya memberinya syifa tetapi Kami kembalikan juga keluarga dan anak-anaknya.” Anak-anak Nabi Ayyub (as) semuanya meninggal dunia tertimpa rumahnya yang runtuh, kemudian api membakar rumah dan seluruh harta bendanya. Beliau kehilangan anak-anak dan juga harta bendanya.

Air itu memberikan kesembuhan kepadanya, dan bukan hanya itu, Allah (swt) berfirman, “Aku kembalikan kepadanya keluarganya, dan menambahkan anak-anaknya, rahmatan minna, itu adalah Rahmat dari Kami!” Jadi orang yang mempunyai pikiran yang baik, pikiran yang murni dapat mengingat Kekuatan Allah (swt) pada kaki suci dari seorang hamba yang suci. Allah (swt) meletakkan kekuatan penyembuhan itu di sana. Jangan menyangkal kekuatan Awliyaullah. Wahai manusia, kalian mengetahui satu dua hal, tetapi masih banyak hal yang tidak kalian ketahui, jadi jangan suka menyangkal. Kaki suci seorang hamba dapat membawa kesembuhan untuk penyakit fisik dan tidak hanya itu, Allah (swt) juga mengarunikannya lebih banyak lagi. Jika kalian percaya dengan kekuatan Awliyaullah dan keajaibannya, kalian akan memperoleh kemenangan.

Datanglah ke Majelis Awliyaullah, biarkan mereka merawat penyakit hati dan penyakit jasmani kalian. Grandsyekh Syekh Nazim al-Haqqani adalah orang semacam itu, dan Quthbul Mutasharrif, orang yang kita ikuti, dan beliau membawa kita kepada Syekh Nazim, dan seluruh Awliyaullah mempunyai kekuatan semacam itu. Semoga Allah (swt) senantiasa mengumpulkan kita bersama mereka, dan memberi kekuatan kepada kita untuk mengikuti mereka dengan benar, insyaaAllah, insyaaAllah. Datanglah ke majelis Awliyaullah, percayalah pada kekuatannya, dan kalian akan memperolah kemenangan. Jika kalian tidak percaya dengan kekuatan Awliyaullah, kalian bisa mendapat masalah, namun demikian mereka akan tetap menjangkau kalian, karena mereka adalah rahmat untuk Ummah.

Wa min Allah at-tawfiq, bi hurmatil habiib, wa bi sirri Suuratil Faatihah.

Rahmat Allah bagi Umat Muhammad (saw) di Bulan Ramadhan

WhatsApp Image 2020-04-23 at 4.55.38 PM

Khotbah Jumat Dr. Nour Kabbani

Fenton, Michigan; Sabtu, 17 April 2020

 

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Syahru ramadhānalladzī unzila fīhi ‘l-qur`ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātim mina ‘l-hudā wa ‘l-furqān, fa man syahida mingkumu ‘sy-syahra falyashum-h, wa mang kāna marīdhan au `alā safarin fa `iddatum min ayyāmin ukhar, yurīdullāhu bikumu ‘l-yusra wa lā yurīdu bikumu ‘l-`usra wa litukmilu ‘l-`iddata wa litukabbirullāha `alā mā hadākum wa la`allakum tasykurụn (Surat al-Baqarah, 2:185)

Assalamu`alaykum warahmatullaahi ta`aala wabarakatuh, 

Wahai Mukmin, wahai orang-orang yang beriman!  MubarakInsya Allah bulan suci Ramadhan akan datang pada hari Kamis atau Jumat depan, insya Allah.  Kita akan memulainya dengan ibadah di bulan suci Ramadhan, yakni Tarawih dan shiyam.  Semoga Allah (swt) memberi kekuatan bagi umat untuk memikul beban di bulan ini.  

Syahru Ramadhan.  Bulan ini adalah bulan yang sulit.  Bulan ini adalah bulannya hidayah.  Saya membaca di Surat al-Baqarah ayat 185, Allah (swt) menjelaskan tentang bulan Ramadhan.  Dia mengatakan, alladzī unzila fīhil-qur`ānu hudal lin-nāsi, di bulan ini diturunkan petunjuk ke Hadirat Ilahiah-Nya.  Al-Qur’anul Kariim adalah huda, petunjuk bagi manusia, petunjuk bagi makhluk kepada Penciptanya.  Jalan bagi makhluk mencapai Penciptanya adalah melalui Al-Qur’an suci, tidak ada jalan lain.  Al-Qur’an menegaskan apa yang telah dibawa oleh risalah sebelumnya dan ia dilengkapi dengan jalan yang paling mudah dan paling cepat.  

Jadi di bulan ini, bulan Ramadhan, dan itulah sebabnya ia disebut Ramadhan, ia berasal dari kata RamdhaRamdha artinya ketika terik matahari membakar bumi.  Itu artinya wahai manusia, kalian akan berada di bawah panas yang terik.  Di bulan Ramadhan, terik matahari, artinya terik dari nuur.  Kalian akan berada di bawah nuur dan naar di bulan Ramadhan.  Kalian akan berada di bawah panas dari nuur, Nuur IlaahiNuur Ilaahi tersebut adalah jalan turunnya al-Qur’an, itulah sebabnya ia disebut Ramadhan, ia membakar, dan kalian akan terbakar.

Para Awliyaullah mengatakan bahwa nafs atau ego terbakar dengan cahaya, dengan nuuril haqq di bulan Ramadhan.  Itulah yang terjadi pada ego.  Cahaya Ilahiah bersinar padanya melalui petunjuk dari al-Qur’an suci.  Petunjuk itu sampai ke bumi, sampai pada kalian, ardhu ‘n-nafs, ego.  Ini adalah makna spiritual, makna rohaniah.  Tentu saja ada makna secara fisik.  Kita percaya padanya, az-zhahir, makna secara fisik, tetapi juga ada makna batiniah.  Dan ini adalah salah satu makna yang dikatakan oleh Awliyaullah.  Allah (swt) membimbing ego melalui cahaya Qur’an ke Hadirat Ilahiah-Nya.  

Barang siapa yang menyaksikan–itu artinya ada sesuatu yang harus disaksikan di bulan Ramadhan, dan itu adalah Maqamul Wahdah, syuhuudi maqaamil wahdah.  Di bulan Ramadhan, ketika ego kalian terbakar dengan nuuril haqq, dan ia dibimbing oleh cahaya al-Qur’an suci, dan sang Imam, Rasulullah (saw), ego itu akan menyaksikan sesuatu, ia akan terbakar lalu lenyap, itu adalah Maqamil Wahdah, artinya hanya Allah (swt) yang harus disaksikan, itulah sebabnya kita katakan, “Laa ilaaha illaAllaah, laa mawjuuda illa Allaah, laa ma`buda illa Allaah,” itu adalah Maqaamu ‘t-Tawhiid. Jadi lakukanlah yang terbaik di bulan Ramadhan, untuk mengikuti apa yang dibawa oleh Syari`ah, yang telah dibawa oleh Rasulullah (saw); dan secara rohaniah Syekh kalian akan membimbing kalian kepada nuurul haqq ke Hadirat Ilahiah-Nya.      

fa man syahida mingkumu ‘sy-syahra falyashum-h, orang yang dapat menjadi saksi, dapat melihat, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, artinya kalian berpuasa dari perkataan yang bukan haqq, dari segala perbuatan yang bukan haqq, sehingga tidak ada lagi kebatilan, segala sesuatunya adalah haqq, dan ini adalah jalan yang tersembunyi, jalan batin, yang juga harus ditempuh oleh seorang Muslim; bukan hanya yang zhahir saja kalian berpuasa dan shalat, tidak!  Tetapi ada juga jalan batin.  Insya Allah kita akan mencapainya, nuurul haqq, nuur Allah (swt).

Rasulullah (saw) bersabda bahwa Allah (swt) akan mengampuni dosa-dosa kalian, jika kalian menghindari dosa-dosa besar, Dia akan mengampuni dosa-dosa kalian dari Jumat ke Jumat berikutnya.  Alhamdulillah, dari Jumat ke Jumat berikutnya dosa-dosa kita diampuni bila kalian mendirikan shalat dan menjauhi dosa-dosa besar; juga dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya dan di antara kelima waktu shalat.  Ini adalah jalan-jalan bagi Rahmat Allah dan Ampunan-Nya untuk sampai kepada kita.  Jadi jagalah shalat lima waktu kalian, jagalah Ramadhan kalian, dan jagalah Jumat kalian.  

Dan saya akan membacakan sebuah Hadits dari Jabir (ra).  Rasulullah (saw) bersabda, “Allah (swt) telah mengaruniai umatku, yaitu kita, ummatu Muhammad (saw), suatu kehormatan untuk menjadi seorang pengikut Rasulullah, khatami ‘n-Nabiyyiin (saw), tidak ada kehormatan lain yang melebihinya.  Itu adalah kehormatan terbesar.  Mengapa kalian masih mencari yang lain?   

Ketika risalah yang sempurna telah datang, mengapa kalian masih mencari risalah yang lain?  Ketika Nabi yang sempurna telah datang, dan Rasul terakhir telah datang, mengapa kalian masih mencari yang lain?  Mengapa kalian masih mencari orang yang lain, mencari filsuf yang lain dan orang-orang palsu lainnya?  Ketika seseorang yang sempurna telah datang dan ketika risalah yang sempurna telah datang dan ketika kitab yang sempurna telah datang, maka mencari ketidaksempurnaan adalah sesuatu yang tidak masuk akal.  Oleh sebab itu, maka tinggallah. Tinggallah sebagai pengikut Rasulullah (saw). 

Beliau (saw) bersabda, “Para pengikutku telah diberikan lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada umat terdahulu.  Hal pertama yang diterima oleh umatku tetapi tidak pernah diberikan kepada umat lainnya adalah malam pertama dari Syahru Ramadhan, ketika nuurul haqq mulai terwujud pada diri kalian, pada hati kalian, pada ego kalian, pada sisi lahir dan batin kalian, di bulan yang terik tersebut.  

Allah (swt) akan memandang diri kalian, dan siapa pun yang telah dipandang oleh Allah (swt), ia tidak akan pernah dihukum.  Jadi malam pertama dari Syahru Ramadhan adalah penting.  Berusahalah agar kalian mendapatkannya dengan benar, dengan sebaik-baiknya.  Kita bukanlah seorang astronom, kita tidak mempunyai teleskop. Kita hanya mengikuti saja, ketika mereka mengatakan bahwa bulan telah terlihat, maka kita mulai berpuasa.  Kita adalah orang yang lemah.  

Hal kedua yang dikaruniakan kepada umatku adalah bahwa napas mereka di penghujung hari lebih manis daripada wanginya kesturi.  Karena dengan mulut itu, kalian tidak berbohong sepanjang hari; dengan mulut itu, kalian tidak berbuat curang sepanjang hari; dengan mulut itu kalian tidak melakukan gosip sepanjang hari.  Mulut itu, lisan itu dalam keadaan suci sepanjang hari, sehingga tentu saja ia akan lebih manis daripada wangi kesturi. 

Bila kita tidak berpuasa, kita sudah membuat gosip sejak pagi hingga sore hari, sehingga bau itu muncul.  Malaikat mencium bau busuk dari gosip tersebut.  Jadi ketika kita berpuasa, kita tidak melihat apa-apa kecuali yang haqq.  Wangi dari amal baik lisan kalian lebih manis daripada wangi kesturi di Hadirat Ilahi. 

Hal ketiga adalah bahwa para malaikat akan memintakan ampun bagi kalian setiap hari, siang dan malam di bulan Ramadhan.  Inilah yang dikaruniakan kepada para pengikut Rasulullah (saw).  Jangan tinggalkan risalah beliau, kalian tidak akan mendapatkan karunia ini.  Kalian hanya akan mendapat kerikil.  Allah (swt) mengirimkan permata kepada Rasulullah (saw).  Jangan menjadi orang-orang yang bodoh dengan mengumpulkan kerikil-kerikil tersebut. 

Jadi, pertama Allah (swt) akan memandang kalian pada malam pertama di bulan Ramadhan, yang kedua, amal dari mulut dan lisan kalian akan menjadi lebih manis daripada wangi kesturi, dan Allah berfirman bahwa di Surga kalian akan diberi minuman di mana yang menjadi segelnya adalah kesturi.  Itu artinya amal kalian, lisan kalian akan lebih manis daripada minuman tersebut.  Jadi yang kedua, amal dari mulut dan lisan kalian lebih manis daripada wangi yang dimiliki Surga.  Ketiga, malaikat akan diminta untuk memohonkan ampunan bagi kalian, wahai manusia, siang dan malam.  

Hal keempat, Allah (swt) memerintahkan Surga untuk mempersiapkan diri mereka, menghiasi diri mereka untuk hamba-hamba-Nya.  “Mereka akan segera mendapat kebebasan dari kesulitan mereka di dunia dan masuk ke rumah-Ku, ke Daar-Ku.”  Jadi jangan takut!  “Oh mungkin aku akan mati hari ini, mungkin aku akan mati besok atau lusa.”  Mintalah kepada Allah (swt) agar memanjangkan umur kalian untuk mencapai Ramadhan.  Itulah sebabnya Rasulullah (saw) selalu mengingatkan kita, “Allaahumma baariklanaa fii Rajaba wa Sya`bana wa ballighnaa Ramadhan,” “Sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan yaa Rabbii, sehingga Engkau dapat memandang kami, sehingga para Malaikat dapat membacakan istighfar untuk kami, sehingga Surga dapat menghiasi diri mereka untuk kami, dan agar amal kami lebih manis daripada apa pun di Surga.  

Dan yang kelima, pada malam terakhir di bulan Ramadhan–itu artinya kalian telah berpuasa sepanjang bulan–jangan lewatkan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang, mereka melewatkan di sini, mereka melewatkan di sana, tidak!  Jika kalian mampu, maka berpuasalah.  Ketika malam terakhir tiba, Allah (swt) akan menyirami mereka dengan Rahmat-Nya, Ampunan-Nya dan Cinta-Nya.  Sebagian orang mengatakan, “Yaa Rasulallah, engkau menyebutkan malam terakhir, apakah hal itu berarti Laylatul Qadar?”  Rasulullah (saw) menjawab, “Tidak, tetapi pekerjaan itu akan dibayarkan pada akhir bulan.”  Jadi pada malam terakhir bulan Ramadhan, Allah (swt) akan mengampuni semua dosa.  

Jadi, ini adalah hal-hal yang zhahir, sedangkan sisi batinnya adalah ketika kalian meraih fana.  Ketika diri kalian lenyap, hanya haqq yang muncul, itu adalah fana.  Ketika orang melihat kalian, mereka hanya melihat nuurul haqq pada diri kalian. Nuun, huruf pertama dari an-Nuur.  Rasulullah (saw) adalah Nuur.  Ketika orang-orang melihat kalian, mereka akan melihat nuurul haqq, tidak ada lagi diri kalian.  Yang ada hanyalah nuurul haqq, dan itulah yang kita cari melaui bimbingan para Awliyaullah, bimbingan Grandsyekh kita dan bimbingan Rasulullah (saw).  Kita berusaha untuk mencari hal tersebut, di mana ketika orang melihat diri kalian, mereka melihat nuurul haqq.  Dan itulah yang lihat pada diri Mursyid kita. 

Semoga Allah (swt) menjaga kita untuk senantiasa berada di jalur mereka.  Semoga Allah (swt) membuat kita sampai ke bulan Ramadhan, insya Allah kita dapat meraih kehormatan dari Allah (swt), kita semua insya Allah.  Semoga Allah (swt) memberi kalian umur panjang, memberi kita semua umur panjang.  Jika kita sakit, semoga Allah (swt) menyingkirkan penyakit itu, menghilangkan kesulitan itu, dan menjadikan ummatu Muhammad, umat yang diberkahi, umat yang diampuni, umat yang mendapat kehormatan mengikuti Nabi mereka, Rasulullah (saw).

(doa)

 

     

Penuhilah Maksud dan Tujuan Penciptaanmu sebelum sampai ke Liang Lahad

7213

Sultan al-Awliya Mawlana Shaykh Nazim al-Haqqani
Lefke, Siprus, 4 Agustus 2011 
(Diterjemahkan dari Bahasa Turki)


(Mawlana Syekh berdiri) Wahai Mukmin! 
As-salaamu `alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh.  Hari ini adalah minggu pertama dari bulan Ramadhan asy-syariif.  Ini adalah Kamis malam, yang menyambungkan Kamis ke Jumat.  Semoga Allah (swt) tidak menyingkirkan kita dari cahaya, kesejahteraan dan keberkahan dari bulan suci Ramadhan ini!

Wahai Mukmin, kita bertakbir mengagungkan Allah (swt), kita berdiri dan mengucapkan, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaaha illa-Llah. Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahi ‘l-hamd!”  Bacalah takbir ini sembilan kali setiap hari.  

Wahai Muslim!  Shalat al-`Eid dilakukan dengan sembilan kali takbir, dan kita bahkan bisa membaca takbir sebelum `Eid.  Kita membaca takbir, jadi berhati-hatilah mengenai hal ini.  

Kemudian pada Sultan kedua alam, sang Habibullah, junjungan seluruh alam, semoga tercurah shalawat dan salam yang tak terhingga, alfu shalaat, alfu salaam `alayka wa `ala aalika wa shahaabatika wa man tabi`aka bi ihsaanin ila yawmi ’d-diin.

Yaa Sayyidii, yaa Rasuulallah (saw)!  Kami memohon rahmat dan kasih sayangmu.  Janganlah tinggalkan kami dalam keadaan lemah; kirimkan kepada kami orang-orang yang akan menunjukkan jalan yang benar, yaa Sayyidi ‘l-Awwaliin wa ’l-akhiriin.  Kami juga mengirimkan salam dan pujian kepada seluruh Anbiya dan Awliyaullah, dan kami memohon dukungan mereka.  Semoga dukungan mereka sampai kepada kami semua sehingga kami dapat mempunyai kekuatan untuk bangkit dalam pengabdian kepada Allah (swt)!  Kami juga memohon agar mereka menolong kami dan memandang kami dengan pandangan surgawi.

A`uudzu billahi min asy-Syaythani ‘r-rajiim. Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim.  Semoga Allah melindungi kita dari segala kejahatan dan para pengikut Setan.  Semoga kejahatan mereka jatuh pada kepala mereka sendiri! “Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim” adalah pedang yang haqq, tariklah pedang itu dan jangan merasa takut!  (Mawlana Syekh duduk).

Dastuur yaa RijaalAllah, madad.  Bagi mereka yang mendengar, semoga karunia surgawi dari Allah (swt) sampai kepada mereka dan kita semua, dan semoga Rahmat-Nya turun kepada mereka yang telah wafat.  Kalian dapat menjadi wasilah bagi rahmat tersebut untuk sampai kepada leluhur kalian dan kepada keluarga kalian yang telah wafat. Oleh sebab itu, wahai Muslim, carilah majelis (perkumpulan) yang baik, karena ada dua jenis majelis, yakni majelis yang murni dan majelis yang kotor.  Wahai manusia yang telah diciptakan dalam keadaan murni! Jagalah kemurnian kalian dan berkumpullah dalam majelis yang murni. Jangan lemparkan diri kalian ke tempat yang kotor; kalau tidak, kelak kubur kalian akan lebih buruk daripada lubang WC! Kalian akan dibenamkan dalam lubang kotor itu berkali-kali dalam sehari.  Mereka akan menarik kalian, kemudian membenamkan kembali selama 24 jam! Mereka akan membenamkan kalian dalam kotoran itu dan menarik kalian lalu membenamkannya kembali!  

Perhatikanlah kata-kata ini.  Kubur kalian bisa menjadi taman Surga sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi (saw), atau sebuah parit dari parit-parit Neraka!  Apa isi lubang ini? Api! Dan apa yang dibakar api itu? Semua kotoran dibakar dalam api itu, dan bila kalian pergi ke majelis yang buruk, maka kalian akan habis.  Mereka akan melemparkan kalian ke dalam lubang kotor yang mendidih dengan api dari Neraka. Kalian akan berusaha untuk menyelam lebih dalam agar kaki kalian dapat menyentuh sesuatu untuk menyelamatkan kalian, tetapi kalian tidak bisa diselamatkan karena mereka akan menarik kalian dan melemparkannya kembali ke dalam lubang itu, dan hukuman itu akan berlangsung terus hingga Hari Kiamat!

Wahai Muslim!  Janganlah pergi ke majelis yang kotor; atau kalau tidak, kubur kalian akan menjadi lubang yang kotor seperti ini, penuh api.  Amaan yaa Rabbii, ampunilah kami dan jagalah agar kami senantiasa berkumpul dengan hamba-hamba-Mu yang murni.

Wahai Muslim!  Bulan suci Ramadhan adalah bulan untuk memurnikan umat Muhammad (saw), oleh sebab itu berusahalah untuk menjadi bersih.  Tinggalkan jalannya orang-orang yang tidak beriman: doktrin mereka, apa yang mereka makan, apa yang mereka pakai, busana mereka, apa yang mereka katakan dan apa yang mereka ajarkan, apa yang mereka lakukan agar kalian selamat!  Jika tidak, tidak ada lagi kesempatan untuk selamat! Pada saat itu kalian akan dibungkam, mereka akan membawa kalian ke kubur kalian, menguburkan kalian di dalamnya dan menutupi bagian atasnya. Kemudian semua orang akan mundur dan seorang imam akan maju dan berkata, “Wahai hamba Allah!  Ketika para malaikat datang dan bertanya kepadamu, ‘Siapakah Tuhanmu?’ Maka jawablah, ‘Tuhanku adalah Allah!’ dan ketika mereka bertanya, ‘Siapa Nabimu? jawablah, ‘Nabiku adalah Sayyidi ‘l-awwaliin wa ’l-akhiriin, Sayyidina Muhammad al-Mushthafa (saw)!’”

(Mawlana Syekh berdiri) Akankah kalian sanggup untuk memberikan jawaban-jawaban ini?  “Kitabku adalah al-Qur’an! Qiblatku adalah Ka`abah al-Mu`azzamah! Sekte (firqah) ku adalah Ahlu ‘s-Sunnah wal-Jama`ah!  Kami bukan Syiah, kami bukan Salafi, bukan Wahhabi, kami adalah Ahlu ‘s-Sunnah!” (Mawlana Syekh duduk)

Hari ini kami mendapat dastuur, izin; mereka membuat kami berbicara dari mata air ini.  Selamat datang, marhaban.

Wahai orang-orang yang malas (dari daerah timur Laut Hitam)!  Kalian memiliki pemahaman yang baik. Dari luar, kalian mungkin terlihat bodoh, tetapi hati kalian terbuka; kalian memahami apa yang kami katakan kepada kalian.  Hari ini kita berada di sini, besok kita ada di alam kubur, atau bulan ini kita di sini, tetapi bulan depan kita di alam kubur. Setiap orang pada akhirnya akan dikuburkan. 

Sulthan al-Anbiya (saw) bersabda, 

من لا يقبل النصيحة حلّت له الندامة

man lam yaqbal an-nashiiha hallat lahu an-nadaamat.
Barang siapa yang tidak mau menerima nasihat, ia akan menyesal pada akhirnya. 

Orang-orang Eropa mempunyai ungkapan, “Sekarang sudah terlambat.”  Tidak, berhati-hatilah! Kita bisa atau kita tidak bisa mencapai Ramadhan berikutnya, atau bahkan kita tidak mengetahui apakah kita akan sampai pada akhir Ramadhan ini.  Jangan mengatakan, “Aku masih muda.” Berapa ratus orang yang tewas terbunuh sekarang ini, mereka ditembak dan tewas di jalan-jalan dan dimasukkan ke dalam liang lahad bahkan tanpa memakai kain kafan?

Wahai manusia!  Jagalah dan lindungi diri kalian dan berusahalah untuk menjadi hamba Tuhan yang menciptakan kalian, selain itu tidak ada lagi yang bermanfaat bagi kalian.  Jika mau, kalian dapat menumpuk kekayaan seperti Qarun. Timbunlah sebanyak-banyaknya, tetapi ia tidak akan bermanfaat bagi kalian dan tidak akan pernah bermanfaat.  Kunci-kunci ruang harta Qarun sendiri harus diangkut dengan enam puluh unta dan setiap kunci berukuran sebesar jari telunjuk saya. Ia mempunyai harta yang sangat banyak, tetapi apa yang terjadi?  Apa manfaat yang didapatnya? Apakah hartanya dapat menyelamatkannya? Pada akhirnya ia menghadapi Kemurkaan Allah karena ia tidak menerima Tuhannya dan tidak menerima Rasul yang Allah kirim kepadanya, ia hanya mengatakan, “Ini semua berkat usahaku, aku mempelajari ini, dan tidak ada orang yang memberikan ini kepadaku.”  Ia begitu sombong, sehingga pada akhirnya ia berakhir dalam keadaan hina!

Allah (swt) berkata pada Sayyidina Musa (as), “Wahai Musa!  Aku jadikan bumi berada di bawah perintahmu, berikan hukuman yang pantas untuknya!” Nabi Musa (as) berkata, “Wahai bumi, telan dia!”  Bumi pun kemudian memegang tubuh Qarun, dan ia mulai menjerit dan memohon ampun. Nabi Musa (as) adalah seorang Nabi yang syadiid, kuat dan tegas; oleh sebab itu beliau memerintahkan bumi untuk memegang tubuh Qarun dan menelannya mulai dari kakinya.  Qarun kembali memohon ampun, namun Musa (as) tetap pada pendiriannya, “Telan dia, telah dia!” Akhirnya bumi menelan tubuh Qarun sepenuhnya.  Pembalasan surgawi turun padanya dan dikatakan bahwa bumi ini terus menelan Qarun hingga Hari Kiamat, dan semakin dalam ia ditelan, semakin panas apinya.    

Wahai orang-orang yang bodoh!  Apakah kalian menyukai hal ini? Begitulah akhir dari orang-orang yang senang mengumpulkan dari dunia ini!  Kalian tidak mengejar Allah `azza wa jalla, kalian mengejar dunia seperti halnya seekor serigala yang mengejar kelinci.  Apa yang kalian tangkap? Paling tidak Qarun mengisi peti hartanya dengan emas dan permata, tetapi apa yang kalian kumpulkan?  Kertas, mata uang! Jangan tanya kalau itu setara. Pemerintah mengatakan, “Kita harus menyisihkan emas dan sebagai gantinya kami akan memberi kalian uang kertas karena stempel kami ada di sana sebagai tanda keabsahannya.”  Sejumlah angka dituliskan pada uang kertas itu, “50 lira,” tetapi nilai apa yang dimilikinya? Bila kalian tarik, ia akan robek, bila kalian masukkan ke dalam air, ia akan hancur, dan bila kalian lempar ke dalam api, ia akan terbakar.  Apakah ini uang?  

Wahai pemerintah!  Wahai orang-orang yang tidak berguna!  Mengapa kalian menipu orang-orang? Kalian mengklaim bahwa karena kalian bangsa yang besar, maka kalian harus mencetak uang. (…) Sekarang seluruh manusia, khususnya mereka yang mengaku sebagai Muslim, mereka semua mengejar dunia, hanya demi memegang kertas ini.  Semua emas dikumpulkan di bank, sementara uang kertas yang tidak bernilai ini, orang-orang mengatakan bahwa uang mereka tidak cukup. Nilai apa yang dibawa uang kertas ini? Hanya karena di situ tertulis 100 atau 200, tidak berarti itu memberi nilai padanya, lalu mengapa kalian mengejarnya?  Kalian harus mengejar sesuatu yang mempunyai nilai sejati.  

Wahai manusia!  Wahai Muslim! Mengapa kalian tidak mengejar emas yang tidak pernah kehilangan nilainya?  (Allah berfirman), “Emas hanya berlaku di dunia. Di Akhirat, ada berbagai permata yang berharga di samping emas yang akan Kuberikan kepada kalian, jadi untuk apa kalian bersusah payah?”  Dan orang-orang menjawab, “Untuk mengumpulkan lebih banyak dari dunia ini.” Banyak orang-orang terdahulu sebelum kalian juga mengumpulkan, dan banyak orang kaya yang pernah datang dan pergi.  Mereka juga berusaha mengambil sesuatu dari dunia ini, namun tidak berhasil dan mereka mati dengan penderitaannya itu. 

Wahai Muslim!  Wahai manusia! Jangan berpikir bahwa kalian muncul ke dunia ini dengan kemauan kalian sendiri atau bahwa ayah dan ibu kalian membawa kalian ke dunia ini, jangan berbicara omong kosong semacam ini.  Ketahuilah batas-batas kalian atau mereka akan membuat kalian mengetahuinya! Wahai Jubbali Ahmad Effendi, di mana engkau berada? Marhaban.  Engkau belum keluar akhir-akhir ini.  Di mana engkau memberikan khotbah sehingga aku juga dapat mendengarmu.  Jangan berbicara hal-hal yang omong kosong; engkau harus tahu dan fokus pada hal yang paling sensitif dan mempelajarinya, sebagaimana Nabi (saw) bersabda, 

طلب العلم فريضة على كل مسلم و مسلمة

thalabu ‘l-`ilmi faridhatun `alaa kulli muslimun wa ‘l-muslimah.
Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim laki-laki dan perempuan. (HR Ahmad dan Ibn Majah)

اطلبوا العلم من المهد إلى اللحد

uthlubu ‘l-`ilma mina ‘l-mahdi ila ’l-lahad.
Carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahad.

Jangan muncul di depan umum dan mengatakan, “Aku tahu segalanya!” 

وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ

fawqa kulli dzi `ilmin `aliim.
Di atas orang yang berilmu ada yang lebih tinggi ilmunya. (QS Yusuf, 12:76)

Di atas orang yang berilmu ada Tuhan semesta alam, Sang Pemilik Mutlak alam semesta ini, yang ilmu-Nya tak terhingga!  Memangnya kalian pikir siapa kalian? Apa yang kalian tunggu? Dengar dan bicaralah. Jika ada yang salah dengan kata-kata kami, katakanlah, “Ini salah.”  Jika kalian tidak dapat menemukan sesuatu yang salah, maka nyatakanlah kebenaran dan beritahu orang-orang mengenai hal ini. Apa yang tidak kalian ketahui, orang lain mungkin mengetahuinya dan itu akan bermanfaat bagi orang-orang. 

Carilah ilmu, jangan buang-buang waktu!  Katakanlah, “Wahai umat manusia! Jagalah perintah Dia yang telah menciptakan kalian, dan menciptakan Langit dan Bumi!  Tidak ada batas bagi Kekuatan-Nya. Dia adalah Allah `azza wa jalla, yang telah menciptakan manusia dari dua tetes cairan.”  (Mawlana Syekh berdiri) Allah `azza wa jalla membawa kita ke dunia dan mengutus Nabi-Nabi-Nya agar kita dapat belajar.  Yaa Rabbii! (Mawlana Syekh duduk).

Manusia telah memulai perjalanan ini tanpa menggunakan kompas, peta atau pemandu.  Apakah Allah `azza wa jalla, Tuhan Langit dan Bumi, menciptakan manusia dan tidak mengabarkan kepada kita mengenai maksud dan tujuan penciptaan kita?  Katakanlah! Ketika Allah `azza wa jalla membawa atom kita dari tulang sulbi Sayyidina Adam (as) dan bertanya, “Bukankah Aku Tuhanku yang telah menciptakanmu?”   Kita menjawab, “Qaaluu balaa! Benar, Engkau adalah Tuhan kami!” Ini artinya, sejak masa Qaaluu balaa (Hari Perjanjian) kita menjawab, “Wahai Tuhan kami, Engkau adalah yang menciptakan kami!”  

Lalu mengapa kalian tidak memenuhi janji kalian di dunia ini?  Hal itu seolah-olah orang-orang berpikir bahwa mereka diciptakan hanya untuk mengumpulkan sampah dari bangkai di dunia ini dan mereka mengejar hal itu selama 24 jam sehari.  Betapa bodohnya! Kita harus menarik diri kita bersama-sama. Sekarang di dunia, besok kalian mungkin akan berakhir di dalam kubur dan kalian akan ditanya. Dzat yang memberi kalian kehidupan dapat mengambilnya kembali kapan pun yang Dia kehendaki dan jasad kalian akan dikuburkan di dalam tanah.  Mereka menyebutnya Alam Barzakh. Dalam kehidupan dunia kalian berbicara sesuka kalian, mengoceh semaunya, tetapi ketika kalian masuk ke alam Barzakh, kalian tidak bisa melakukannya lagi. 

Nabi kita (saw), Sultan bagi kedua alam mengatakan, “Ketika mereka menguburkan kalian, Neraka akan menyerang kalian dari keempat penjuru.  Ketika ia menyerang dari sisi kanan, shalat harian kalian akan melindungi kalian sehingga api itu tidak mengenai kalian; ketika ia menyerang dari sisi kiri, puasa kalian akan membentengi kalian; ketika ia menyerang dari kaki kalian, haji kalian akan menghadangnya; ketika ia menyerang dari kepala kalian, sedekah dan amal baik akan melindungi kubur kalian, kemudian cahaya iman akan bersinar di atas kalian seperti matahari yang bersinar.”

Orang yang tidak shalat, api akan membakarnya dari sisi kanan; ular berbisa, kalajengking, dan kobra akan menyerangnya.  Dari sisi lainnya, berbagai jenis serangga akan menggigitnya, memakannya dan menyiksanya.  

Wahai manusia!  Ini bukanlah dongeng!  Orang yang berpikir bahwa mereka adalah sesuatu, dan orang-orang yang lalai dan suka mengolok-olok islam, kalian pikir menjadi Muslim itu sebuah permainan?  Mereka mengatakan, “Kami bebas melalukan apa saja yang kami sukai.” Kalian akan melihat apakah kalian bebas atau tidak ketika kalian masuk ke dalam kubur bersama ular, serangga, dan kalajengking yang menyerang kalian!  Kalian melakukan apa pun yang kalian sukai di dunia. Ketika seseorang masuk ke dalam kubur di mana ada berbagai jenis serangga, tidak ada seorang pun yang dapat mendengar jeritan atau tangisannya. 

Wahai orang-orang Anatolia!  Wahai orang-orang dari daerah Laut Hitam!  Kami tidak menceritakan sebuah dongeng; jadi janganlah kalian menjadikannya sebagai bahan tertawaan, karena ini adalah hal yang serius!  Hal ini adalah untuk mengabarkan kepada orang-orang bahwa Hari Kiamat sudah dekat, Allah (swt) mengirimkan berbagai kejadian. Tidak ada lagi orang yang hidup di dunia dalam kedamaian, mereka semua berada dalam ketakutan!  Mereka yang berada di posisi tertinggi bertanya pada dirinya sendiri dengan rasa takut, “Sekarang aku memimpin negeri ini, tetapi besok di mana aku akan berada, tidak ada yang tahu.”  

Bulan suci Ramadhan telah tiba, dan Allah (swt) mengawasi apakah hamba-hamba-Nya menjaga perintah-Nya untuk menjauhi hal-hal terlarang.  Jika tidak, para malaikat akan berkata pada mereka, “Barang siapa yang tidak mengikuti perintah Allah dan tidak berusaha untuk meninggalkan larangan-Nya, semoga ia tidak bertemu dengan suatu hari yang baik atau damai!”  Dan setiap makhluk di Bumi akan mengatakan, “Aamiin!” 

Oleh sebab itu, bangsa kita harus memegang teguh iman dan agamanya.  Siapa yang menentang hal ini akan meninggalkan dunia pada akhir Ramadhan.  Pernyataan ini diumumkan kepada kami. Barang siapa yang meletakkan rintangan di jalan Islam, barang siapa yang menyiksa Muslim di bulan suci ini atau mencegah mereka untuk beribadah, setelah Ied mereka akan selesai!  Kemurkaan Ilahiah sedang mendekat, siksaan yang tidak terduga akan menimpa manusia. Allah (swt) dapat membuat gunung berapi meletus pada waktu yang tak terduga, atau mengirim gempa bumi atau tsunami dan tornado yang dapat menyapu kota dan melemparkannya ke laut.  Apakah kalian aman dari semua itu? 

Wahai manusia!  Apakah kalian tidak takut dengan Kemurkaan Langit?  Atau menurut kalian, kalian sudah aman, bahwa tanah di bawah kaki kalian aman dan kokoh?  Kalian akan melihatnya ketika Dia mengguncangnya! Sebuah tornado dapat menyapu segalanya.  Ketika gedung pencakar langit kalian berguncang, tidak ada lagi yang tersisa, semuanya akan binasa.  

Wahai manusia!  Berdamailah dengan Allah (swt); kalau tidak, akhir kalian akan mengerikan, terutama bagi Muslim!  Waspadalah selama di bulan Ramadhan ini untuk menjaga perintah Allah (swt); jika tidak, itu terserah kalian.   Dia akan mengirimkan virus yang akan mendatangi manusia dengan tiba-tiba. Ia tidak terlihat dengan mata manusia, virus itu akan menyerang mereka dan membuat mereka sulit untuk bernapas, sulit untuk makan dan minum.  Dokter-dokter kebingungan, “Dari mana ia datangnya?” Ia berasal dari perilaku buruk manusia yang membuang kehormatannya ketika diciptakan sebagai manusia! Mereka menjadi begitu buas, membunuh dan menghancurkan orang-orang yang telah Allah ciptakan sebagai makhluk yang mulia.  Kemurkaan Ilahiah akan menimpa mereka! Ia akan datang ke Damaskus, Iraq, Mesir, Lebanon, Libya, Tunisia, Yaman, dan sekarang ia datang ke Turki, dan melayang di langit dunia Muslim Arab. Di belahan dunia lainnya ada api juga, tetapi api terkuat ada di negeri-negeri Muslim. Jika kalian tidak insyaf, Dia akan menghancurkan segalanya dalam satu guncangan!  

Wahai Jubbali Ahmad Effendi dan mufti Istanbul!  Jangan lupa bahwa Allah `azza wa jalla dapat melakukan apa pun yang Dia kehendaki.  Dia dapat menciptakan dan dapat menghancurkan dalam sekejap.  Berilah nasihat kepada orang-orang! Katakan pada mereka, “Tenangkan diri kalian di bawah perintah Allah dan jangan menunjukkan adab yang buruk terhadap Perintah-Nya.” 

Saya akan mengatakan sesuatu terkait Istanbul, berdasarkan apa yang telah dikabarkan kepada kami.  Leluhur kita yang mulia telah menanamkan benih-benih Islam tradisional dan menghancurkan kebatilan di perbatasan Istanbul Lama.  Gempa bumi akan terjadi di perbatasan itu dan hanya Istanbul Lama yang akan terlindungi; sisanya termasuk semua bangunan baru akan hancur dalam sekejap!  Oleh sebab itu berdasarkan tanda-tanda yang ditunjukkan kepada kami, kami menyarankan untuk mengevakuasi Istanbul; kalau tidak, maka tidak ada keselamatan bagi kalian.

Saya tidak tahu apakah ini akan terjadi di bulan Ramadhan, setelah Ramadhan, pada saat Ied, atau di bulan Muharram, siang atau malam hari, ini tidak pasti.  Gempa bumi itu akan berlangsung selama tujuh menit, tidak perlu delapan. Dalam tujuh menit, Kemurkaan Ilahi akan menghantam dengan magnitudo 13.0! Air laut dari Marmara akan naik dan menelan pulau-pulau di sekitarnya bagaikan api!  Ini adalah sebuah peringatan. Kami tidak mengatakan sesuatu dengan melihat mesin tertentu, kami berbicara menurut apa yang dikabarkan kepada kami. Evakuasi Istanbul! Evakuasi Istanbul, atau tinggal saja bila kalian tidak takut. Hanya kota Islam yang dibangun pada masa Ottoman yang akan terlindungi, di mana panggilan Adzan al-Muhammadi [adzan yang diikuti dengan shalawat Nabi (saw) dengan lantang] dikumandangkan dari menara-menara masjid, dan membuat rahmat turun dari Langit.  Gedung-gedung pencakar langit itu adalah tempat yang korup dan rumah bagi kemaksiatan. Dalam waktu singkat, mereka akan rata bersama orang-orang yang ada di dalamnya. Waspadalah terhadap peringatan ini!  

Jubbali Ahmad Hoja kita mengetahui hadits di mana Nabi (saw) bersabda bahwa, “Ketika perzinaan menjadi hal yang umum, gempa bumi akan semakin bertambah.”  Wahai mufti Istanbul! Apakah engkau tidak mengetahui hadits ini? Mengapa engkau tidak mengumumkannya kepada orang-orang? Bukankah engkau telah membaca bahwa perzinaan itu menyebabkan gempa bumi?  Ia mengatakan, “Jangan mengunjungi makam-makam.” Apakah hal ini yang perlu diumumkan? Seorang mufti Istanbul sejati adalah seorang alim yang menjaga Sunnah Nabi (saw) (Mawlana Syekh berdiri dan duduk kembali), yang mempunyai atribut basyiiran wa nadziiran, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan bagi manusia.  Ini adalah perintah dari Langit, “(Yaa Muhammad!) Berikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan peringatan kepada orang-orang yang tidak beriman!” 

Kita berada di tingkat nol, tetapi jalan kita selaras dengan jalannya Nabi (saw), Sulthan al-Anbiya, yang datang baik sebagai basyiiran wa nadziiran, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan kepada manusia.  Kabar gembira yang dijanjikan bagi orang-orang beriman adalah keselamatan di dunia dan akhirat!  Ini adalah kabar baik. Ini adalah perintah Allah `azza wa jalla, yakni memberikan kabar baik kepada orang-orang beriman, wa andzir, mulai dari yang terdekat dengannya; dan mengabarkan kepada mereka mengenai kemurkaan Allah yang akan mereka hadapi (jika mereka tidak patuh). 

Mengenai Istanbul, dulu pernah disebut “Islambul اسلامبول (Penuh dengan Islam),” tidak ada lagi orang yang mengajak pada kebaikan dan mencegah kemunkaran; ia telah menjadi tempat yang berbahaya.  Oleh sebab itu, evakuasilah Istanbul wahai orang-orang Anatolia! Jika kalian tidak ingin mati tertimpa bangunan; kembalilah ke tempat asal kalian.  Lebih aman bagi kalian untuk makan roti kering (di kampung kalian) daripada duduk dan makan kebab di Istanbul. Ini adalah instruksi yang diberikan kepada kita pada hari ini.  Semoga Allah `azza wa jalla mengampuni kita.

Ini mungkin menjadi Ramadhan terakhir bagi kita sebelum banyak badai yang muncul.  Semoga Allah mengampuni kita! Ya Allah, ampunilah kami. Kirimkanlah kepada kami hamba-hamba-Mu yang akan menunjukkan jalan bagi kami.  Orang-orang yang menjauhkan kami dari jalan yang lurus akan binasa! Semoga bendera Islam dapat berkibar dan kesultanan Islam akan berkuasa.  Yaa Rabbii, ini adalah harapan kami. 

Fatihah.

Pengumuman hari ini sangat penting.  Setiap hari ada persoalan baru untuk dibicarakan.  Amaan yaa Rabbii!  Tawbah yaa Rabbii, tawbah yaa Rabbii, tawbah astaghfirullah. As-salaamu `alaykum bagi mereka yang menerima kebenaran, dan celakalah bagi yang tidak mau menerimanya.  Amaan yaa Rabbii!  Tawbah yaa Rabbii, tawbah yaa Rabbii, tawbah astaghfirullah.  Engkaulah Yang Maha Pengampun!  Kirimkanlah kepada kami hamba-hamba-Mu yang akan membimbing kami ke jalan yang benar.

Fatihah.

© Sufilive.com 2011
Bahasa Inggris: https://sufilive.com/A-Virus-Is-Coming–7213-EN-print.html