15442282_10154179578675886_4930454683092899671_n

Wahai Muslim! Sayyidina Muhammad ﷺ memerintahkan kita untuk mencintai satu sama lain dan bertawaduk satu sama lain. Sombong dan takabur adalam karakteristik Iblis. Saya tidak berada di sini sekarang untuk mengajari kalian tentang agama kalian, astaghfirullah. Saya juga memerlukan seseorang untuk mengajari saya juga; saya juga adalah seorang murid. Saya tidak melihat diri saya sebagai apa-apa… saya ada di bawah sepatu orang-orang; saya berada di jejak kaki para Imam dan Syuyukh.
 
Saya berharap dan saya rida berada di bawah kaki Sayyidina Muhammad ﷺ! Ketawadukan adalah apa yang kita perlukan. Jika kita kehilangan ketawadukan, kita akan kehilangan kepedulian kita, persatuan kita dan kekuatan kita. Karena jika kita mempunyai ketawadukan, kita akan merasakan bahwa siapapun yang ingin duduk di kursi (memangku jabatan), biarkan ia mendudukinya. Saya akan berada di tempat sepatu, menyembunyikan diri saya, dan tidak berada di pintu utama; itu lebih baik, membiarkan orang lain mengambil tanggung jawab itu.
 
Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
Advertisements

Sifat Ahli Surga

15056288_10154075892870886_4866113860794014983_n

Nabi (saw) bersabda, “Maukah kalian kuberitahu sifat Ahli Surga?” Para Sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah (saw)! Siapakah yang tak ingin tahu tentang sifat Ahli Surga?” Beliau melanjutkan sabdanya, kullu dha’iifin mutadha’afin, “Mereka adalah orang-orang yang merendahkan dirinya sendiri.” Siapa saja yang merendahkan egonya lebih rendah dan lebih rendah lagi semata-mata karena cintanya pada Allah (swt), Nabi-Nya (saw) dan Awliyaullah, adalah seseorang yang rendah hati (tawaduk) karena ia mendengar, menerima, bertoleransi, dan ia menunjukkan kerendahan dan kelemahan diri di hadapan Allah (swt).

Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
http://www.naqsybandi.com