Sang Mursyid Menolong Murid Di Mana Pun Ia Berada

Shaykh Hisham Kabbani
Zawiyah Fenton, Michigan; 20 Agustus 2020

Segala puji bagi Allah SWT, Yang telah menjadikan kita Muslim dan menjadikan kita sebagai pengikut Sayyidina Muhammad (s), Yang Terbaik di antara para Anbiya’ dan Rasul. Apa lagi yang kalian inginkan lebih dari ini? Ia SWT mengaruniakanmu makan, Ia mengaruniakanmu minum. Ia SWT pula mengaruiakan padamu untuk bersama Nabi-Nya (s). Apa lagi yang kau inginkan? Rahmatullah, Kasih-Sayang-Nya, Kasih Sayang Allah (SWT), seperti ketika engkau membaca sebuah buku dan mendapati begitu banyak informasi yang tidak engkau ketahui sebelumnya sama sekali!
Karunia itu adalah sesuatu yang dikhususkan bagi Ummah Nabi (s), yang bagi mereka semua pintu terbuka. Kita tidak memerlukan yang lain kecuali Rahmatullah, Kasih Sayang Allah. Satu zarah atom dari Kasih Sayang Allah akan menyebar dalam beberapa menit atau detik ke seluruh penjuru dunia sebagaimana air menyebar di samudera. Allah akan memberi, namun Ia berkehendak untuk memberikan kita suatu pelajaran.

Kita harus menemukan seorang pengacara terbaik yang ada, jika kita memerlukan sesuatu. Awliyaullah menemukan Nabi (s) dan mereka menebarkan kekuatan Islam melaluk Risalah-risalah Nabi (s)! Kita amat memerlukan kekuatan Nabi (s). Kita semua adalah hamba, dan hal paling berharga yang dapat dikatakan seorang hamba adalah, “Wahai Allah! MIlik-Mu-lah apa yang telah Kau karuniakan dan Milik-Mu pulalah apa yang Kau ambil.”

Apa yang kita lihat dari matahari, sebutir zarah matahari tidak dapat terlihat dari planet lainnya, dan segala sesuatunya ada dalam Keputusan-Nya (SWT). Sebutir zarrah Rahmat-Nya akan memenuhi seluruh Bumi dan seluruh Langit!

لا تكثر لهمك, ما قدر يكون
والله المقدر, والعالم شؤون

Jangan tambah lagi kekhawatiranmu,
Apa yang telah diputuskan akan terjadi.
Allah-lah Dia Yang Memutuskan.
Dan seluruh dunia dipenuhi urusan-urusan.

Seluruh dunia ini telah diberikan kepada Muslimiin! Dan ketika dirimu kekurangan daya listrik, maka engkau mesti berlari ke pusat pembangkit utama listrik tersebut. Pusat pembangkit itu yang akan memberimu ‘nuur’, cahaya. Namun, pada kenyataannya, ada pusat-pusat energi yang terhubung dengan energi utama ‘Matahari’ untuk menyalurkannya bagi Ummat Islam, kepada Ahlu ‘s-Sunnah wa ‘l-Jama’ah dan kepada seluruh dunia. “Jangan tambah lagi kekhawatiranmu! Apa yang telah dipustuskan akan terjadi. Allah-lah Sang Pembuat keputusan, dan seluruh dunia ini dipenuhi dengan urusan-urusan.”

Apa yang terjadi dengan Qarun? Ia mengumpulkan dan mengumpulkan harta, mengisi surga-surga dunia dan pada akhirnya semua hancur oleh satu gempa bumi. Kemarin (minggu lalu), kekuatan Syaithan menunjukkan dirinya dalam sebuah bom yang menghancurkan satu negara, membunuh anak-anak, wanita, laki-laki dan orang-orang tak berdosa. Ini semua terjadi karena tidak adanya kasih sayang: kasih sayang telah tersembunyi, kita kini mesti mencari kasih sayang. Kasih sayang tidakalah gratis, karena tidak ada yang gratis.

Jika ummat Islam menegakkan shalat lima waktu mereka, mereka akan menang, dan itu akan menentukan siapa yang pergi ke Surga atau siapa yang tinggal di dunia. Alhamdulillah, orang-orang berlarian ke kiri dan ke kana: jika kalian menonton video hancurnya kota Beirut (akibat bom, red.), kalian akan menyaksikan bahwa rahmah betul-betul tidak terlihat, ia tersembunyi.

Rahmah (Kasih Sayang) ada di tangan para Awliya’ullah. Mawlana Shaykh ‘Abdullah al-Fa’iz ad-Daghestani (q) pernah berkata bahwa barakah ada di tangan kalian, jangan pergi jauh ke belakang, barakah itu ada di dunia. Ia mengutus Sayyidina Mahdi (a) untuk menunjukkan yang baik dan yang buruk. Ia adalah seseorang dengan Pena Surgawi, yang menulis nama-nama orang yang akan meninggalkan dunia.

Suatu waktu, lima puluh tahun yang lalu, kami mengunjungi Grandsyaikh (q) di pagi hari setelah Fajar. Apa yang beliau bawa, tak seorang pun tahu, tapi beliau ingin mengajari kami suatu pelajaran. Kami mengetuk pintu, beliau membukakan pintu bagi kami dan kami pun masuk, dan saat itu adalah setelah Fajar. Kami duduk bersama beliau, beliau tidak mengatakan apa pun, kemudian beliau melakukan suhbah dan berkata, “Sudah cukup untuk hari ini. Besok, insyaAllah kami akan mengatakan kelanjutan suhbah ini.”

Hari berikutnya, dan saat itu adalah musim dingin yang amat dingin, beliau membawa siwak beliau dan menaruhnya di tangannya seperti itu lalu mematahkannya, dan berkata, “Sebagaimana aku mematahkan siwak ini, kalian pun akan rusak! Mereka yang memiliki barakah diketahui oleh Mahdi (a).” Kemudian beliau membawa satu kendi berisi zaitun dan berkata, “Ini cukup dengan barakah yang ada di dalamnya. Jangan hancurkan barakah Syaikh! Kalian mesti memahami bahwa sang Syaikh tidak bergerak ke arah apa pun melainkan dengan kekuatan dari Nabi (s).”

Beliau mengirim kami ke zawiyyah beliau, di mana beliau biasanya duduk dan memberikan suatu suhbah, yang kami tidak memiliki izin untuk menyebutkannya. Beliau mengambil satu kendi, membukanya dan kendi itu penuh dengan madu. Grandsyaikh mengatakan kepada seseorang yang beliau sebut sebelumnya, “Madu ini adalah untuk mereka yang mencintai Allah, mencintai Nabi, dan mereka yang melakukan fard (kewajiban) mereka.”

Kita harus tahu bahwa segala sesuatunya terhubung dengan yang lain. Inilah kekuatan Mawlana Syaikh, beliau berkata, “Ambillah botol madu ini dan berikan ke orang itu”, yaitu saya dan saudara saya. Kami malu (untuk menerimanya, red.), tetapi beliau berteriak kepada kami dan kami tetap diam, dan kami pun bergerak ke apartemen beliau.

Beliau berkata, “Kalian suka madu ini?”
Kami menjawab, “Ya, apapun darimu adalah madu.”
Jadi, beliau berkata, “Ini adalah hadiahku bagi kalian.”

Dunia ini adalah najis (kotoran) dan mereka yang mengejarnya adalah anjing-anjing. Semua diri kita suka mengejar dunia ini, tak seorang pun bisa berkata, “Aku tidak mengejar dunia,” baik presiden, raja, hingga ke kurburan. Bahkan ketika berziarah ke makam, kita meminta barakah, namun dengan kekuatan Nabi (s), segala sesuatunya terbuka bagi kita. Ia terbuka bagi kalian, ia terbuka bagi Mawlaana, ia terbuka bagi Awliya, ia terbuka bagi para Nabi, karena adanya Rahmah itu yang dihasilkan dan didukung oleh mereka.

Kita mesti tahu bahwa ada kekuatan-kekuatan yang tersembunyi di bawah qubah, tetapi qubah yang mana? Qubah Kekuatan Surga. Qubah itu berwarna biru, dan ada pintu menuju tujuh dan delapan surga, dan Qubah itu memiliki kekuatan untuk membuka pintu-pintu tersebut bagi siapapun.
Alhamdulillah, Allah SWT telah mengaruniakan begitu banyak bagi diri kita semua. Dan saya suka bila ada seseorang yang menerjemahkan, karena Bahasa Arab itu memiliki barakah. Kalian membaca Qur’an, yang merupakan suatu Kekuatan Surgawi, namun ada juga kekuatan membaca huruf-huruf suci Qur’an Suci. Setiap huruf memiliki kekuatan besar yang Allah karuniakan kepada orang-orang yang menggunakan bahasa Arab. Mereka bisa pula membaca dalam bahasa Inggris, tetapi jika kita mengetahui bahasa Arab, itu lebih baik dan direkomendasikan.

Qubah itu berwarna biru dan setiap manusia memiliki bagiannya pada qubah itu, (namun untuk memasukinya) hanya bagi Muslimin. Siapa pun yang ingin menjadi Muslim, qubah itulah yang akan menjadi hadiah pertama yang dikaruniakan bagi mereka. Alhamdulillahi Rabbi ‘l-‘Aalamiin. Qubah itu dikenal sebagai Qubah Biru, dan siapapun yang melihatnya, Allah akan membukakan baginya dari khazanah 124,000 Rahmah yang Ia SWT telah karuniakan kepada Nabi (s)!

Kabar gembira bagi kita, wahai Ummat Islam! Kita memiliki suatu pilar keimanan yang tak akan pernah hancur. Munkar wa Nakir, dua Malaikat yang mendatangi manusia di kubur mereka, tidak akan mendatangi Muslim. Mereka memiliki kekuatan istimewa.

Saya menulis dari buku catatan Grandsyaikh, dan beliau pernah menyebutkan tentang Haqiqat al-Mursyid, seorang Mursyid merupakan seseorang yang selalu berada dalam naungan Kekuatan Langit; jika ia idak memiliki kekuatan itu, hatinya tentu tidak akan terbuka pada hakikat-hakikat. Semua hakikat ada di dalam Qubah itu. Enam kekuatan (dari Hakikat-hakikat itu) akan diberikan kepada murid-murid jika mereka mengetahui hakikat Sang Syaikh: Haqiqat al-Irsyad, hakikat pemberian petunjuk; Haqiqat al-Tawajjuh, hakikat Pemfokusan dan Pengarahan; Haqiqat at-Tawassul, hakikat dari Pencarian Wasilah; Haqiqat al-Ma’aaniy, realitas makna dan arti; Haqiqat al-Jinaan, hakikat Surga-surga; [dan Haqiqat at-Tayy, dengan ‘bismillah’ kalian bergerak ke Timur dan Barat]. Semua ini akan dibukakan bagi murid ketika mereka terhubung ke hati Sang Mursyid.

Kekuatan sang Mursyid tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Kita dapat mengatakan bahwa sang Mursyid menolong murid-muridnya; bahkan ketika muridnya jauh berada di timur, beliau akan tetap mendukung murid tersebut ketika ia mendapati suatu masalah. Sang murid akan dibusanai dengan kekuatan sang Mursyid Pemandu. Beliau dapat mendengarkan suaramu dan bunyimu dari timur hingga barat. DI saat apapun, beliau ada di sekitarmu, membukakan kekuatannya, menyampaikan pesan-pesannya bagi murid-muridnya. Karena itu, beradalah bersama kekuatan itu, kekuatan kebahagiaan, dan Allah (SWT) tidak akan meninggalkanmu!


Kita mesti berhati-hati terhadap bagaimana kita memperlakukan satu sama lain, karena Shaykh mendengarnya. Suatu waktu yang lalu, Gransyaikh (q) berada di Damskus dan kami tiba dari Beirut, Lebanon. Beliau membukakan pintunya bagi kami dan sebelum kami berbicara, beliau berkata, “Saya tahu di mana kalian sebelum ini. Kalian telah membuat ibu kalian bersedih. Pergi kembali ke Lbanon dan datang kembali ke sini saat kalian telah bersih.” Dan jaraknya 300 km antara Damaskus dengan Beirut. Beliau dapat melihat dari jarak sejauh itu. Jangan pernah berfikir bahwa beliau buta; jangan berfikir bahwa beliau tidak tahu. Beliau bisa saja membuatmu merasa bahagia, bahagia dan bahagia tetapi pada hakikatnya dirimu adalah seseorang yang buruk atau seseorang yang baik, bergantung. Jika kalian adalah orang yang baik, Sang Syaikh akan membukakan lebih banyak lagi; tetapi jika kalian seseorang yang buruk, maka beliau akan memperbaiki masalah-masalahmu.

Semoga Allah (SWT) membukakan Dunya dan Akhirah bagi kita.Wa min Allah at-taufiiq, bi hurmati ‘l-Fatihah.


© Hakcipta 2020 Sufilive. Seluruh hak terpelihara. Transkrip ini dilindungi hukum hak cipta internastional. Tolong sebutkan Sufilive saat membagikannya. JazakAllahu khayr.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s