Shuhbah Ulang Tahun melalui Zoom Meeting

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Fenton, Michigan, USA, 28 Januari 2021


Bismillaahi ‘r-rahmaani ‘r-rahiim
Alhamdulillaahi rabbi ‘l-`aalamiin

Wa ‘sh-shalaatu wa ‘s-salamu `alaa asyrafi ‘l-Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyinaa Muhammadin wa `alaa aalihi wa shahbihi ajma`iin,

Alhamdulillaahi ladzii hadaanaa li ‘l-Islaami wamaa kunnaa linahtadiya lawlaa an hadaanaa allaahu, segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kita ke dalam Islam. Dan kita tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkannya.

Alhamdulillaahi min hadhrati ‘n-Nabiyyi (saw) ilal ummati jami`an, wa rahmatulllaahi ta`aala wabarakatuh, alhamdulillah dari hadirat Nabi (saw) kepada umat seluruhnya, dan semoga rahmat Allah ta`ala dan keberkahan-Nya tercurah pada kalian, atas nikmat yang telah engkau karuniakan yaa Sayyidi yaa Rasulallaah.  

Urusan kita di negeri ini adalah seperti urusan non Muslim.  Tetapi alhamdulillah, segala puji bagi Allah, kita bisa berkumpul dan mengirimkan shalawat dan salam kepada Nabi al-Musthafa `alayhi afdhaalu ‘sh-shalaatu wa sallam.  

Kuunu Rabbaniyyuuna, jadikan diri kalian diliputi dengan karakteristik Rabbani, mengikuti cinta Nabi (saw).  Tidak ada apa-apa di dunia kecuali cinta kepada Nabi (saw).  Cinta kepada Nabi (saw) membawa segalanya, baik yang baru maupun yang lama.  Kita bersama al-`utaqaa, yakni mereka yang telah terbebas dari api Neraka, dan kita bersama al-fuqaraa, fakir miskin.    

Berdoalah untuk kami insyaAllah agar Allah membuat kita bersama dalam hadirat Nabi (saw) dan dalam samudranya yang luas yang Allah berikan kepadanya dan menjadikannya sebagai kenikmatan bagi Muslimin, dan kemenangan bagi kita di mana pun. Karena kecintaan kepadanya adalah fondasi bagi aqidah Islamiyyah, dan kita berada pada aqidah Ahl as-Sunnah wa ‘l-Jama`ah.

InsyaAllah kita akan bertemu kembali ketika masalah ini berakhir. Tetapi, menurut pendapat saya masalah ini tidak akan berakhir sampai munculnya Shahib az-Zaman, Sayyidina al-Mahdi `alayhi ‘s-salam.  

Kalian adalah para pecinta Nabi (saw) dan kami juga adalah para pecinta Nabi (saw), dan kita mempunyai mahabbah kepada Nabi (saw), dengan kadar cinta sesuai dengan derajat masing-masing.  Kami bersama kalian wahai hamba-hamba Allah dan para pecinta Habibil Musthafa `alayhi afdhaalu ‘sh-shalaatu wa sallam.  

Kondisi yang sedang kita lalui ini adalah sebuah perkenalan dari Nabi (saw) bagi kita dan merupakan suatu percepatan urusan.  Mempercepat urusan tidaklah mudah.  Mempercepat urusan akan mempengaruhi segalanya dan ia akan terwujud dalam Ahl as-Sunnah wa ‘l-Jama`ah, insyaAllah.

Dakwah kita adalah satu.  Ahlus salaamah, orang-orang yang selamat, adalah para ahlu taqwa wal mahabbah, orang-orang yang bertaqwa dan pecinta.  Jadi nantikanlah jawaban lebih banyak dari kami.  Saya telah diperintahkan untuk memberi kabar gembira (بشرى) kepada kalian dua atau tiga hari sebelum kabar gembira itu datang kepada saya.  

Hadhrat Mawlana Syekh, Sayyidi Syekh AbdAllah al-Fa’iz ad-Daghestani mengatakan kepada saya bahwa kabar gembira itu telah muncul dan menjadi besar.  Seperti halnya di awal, ketika kabar gembira itu berakhir para Awliya menjadi bahagia dengannya.   Semoga Allah (swt) menjadikan kita bagian dari para Awliya, kami dan kalian.  

Kabar gembira tidaklah semudah yang kalian pikirkan, bahwa orang itu muncul dan mengubah segala sesuatu.  Ini hanyalah untuk Mahdi (as).  Sedangkan bagi kita, kita harus berdiri dengan kekuatan Nabi (saw) di mana kita harus menunjukkan kekuatan alamiah di  bumi (ardhiyya) ini yang akan menjadi sebuah perayaan ‘Ied bagi setiap orang dari kita, dari awal hingga akhir.  

Cinta ini telah dipersiapkan, itu adalah bagi kita untuk dapat terhitung bersamanya (bersama Mahdi, red.), insya Allah.  Beliau sudah memasukkan diri kita dalam kelompoknya dan kita mencintainya.  

Kita berdoa kepada Allah `azza wa jalla agar memudahkan urusan kita dengan Habibi ‘l-Musthafa (saw) dan membuat kita mampu meraih derajat yang tinggi. Darajatun Nabi (saw), derajat Nabi (saw) tidak hanya untuk seorang saja, tetapi untuk setiap orang.  Tetapi orang yang menerimanya adalah orang yang termasuk dalam golongan Khashshah (orang-orang khusus), ia akan memperoleh kekuatan sehingga ia dapat mengajari anak cucunya, sukunya dan pasukannya.  Semua ini alhamdulillah, ada di tangan Nabi (saw).  

Kekuatan ini adalah kekuatan yang besar yang hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang saleh.  Kita bisa saja mengatakan bahwa kita adalah orang yang saleh, tetapi itu tidak benar.  Kita adalah para pendosa (المذنبون).  Kita berharap bahwa Nabi (saw) menerima kita dan mempersembahkan kita kepada Allah (swt). 

Hubungan antara Nabi (saw) dengan Tuhannya `azza wa jalla adalah suatu kekuatan yang mengancam orang-orang yang zalim.  Oleh sebab itu hidupkanlah malam kalian dengan shalat dan penuhi kewajiban kalian terhadap Nabi (saw) dan buatlah urusan kalian dan urusan kami menjadi mudah.  Insya Allah kita akan berkumpul bersama.  Kekuatan para Anbiya tidak dapat dihitung, dan kekuatan para Awliya, tidak ada seorang pun yang dapat memahaminya.  

Kekuatan hamba adalah bagian dari amanat yang diberikan kepada kita, dan kita wajib untuk menjaganya, membuatnya tumbuh dan menjadikannya masuk ke dalam samudranya Nabi (saw).  Kekuatan yang besar ini tidak akan berakhir dengan berakhirnya hidup kalian, ia akan tetap ada dan mengambil waktunya yang baru setelah Corona dan penyakit-penyakit baru lainnya.  Kekuatan baru akan muncul di negeri-negeri tersebut yang membuat hamba menjadi takut.  Kekuatan ini tidak mempunyai kemiripan, baik lahir maupun batin. 

Ada beberapa Wali yang dapat membawa kekuatan yang telah mereka sadari ini.  Sebagian orang berpikir bahwa masalah telah berakhir.  Dengarkan!  Mereka tidak akan berakhir.  Ini hanyalah tetesan awal.  Kemudian akan muncul Shahib az-Zaman, Muhammad al-Mahdi (as), yang hanya perlu mengatakan, ‘Kun fayakun!’ ‘Jadilah!’, maka terjadilah.  

Permulaan dari masalah ini adalah dengan kejadian “berjalan di atas mayat orang yang telah meninggal”, dan karena dosa-dosa yang banyak, hamba tersebut tidak akan mempunyai tempat di dunia.  Jika ia ingin pergi dari satu tempat ke tempat lainnya, ia akan berada dalam pengendalian Imam Mahdi (as).  Mereka akan membusanainya dengan kekuatan lahiriah dan batiniah.  

Jadi marilah kita hiasi diri kita dengan kekuatan ini dan marilah kita memperkuat diri kita dan jangan dengarkan orang-orang yang mengatakan, “Imam Mahdi (as) itu tidak ada.”  Ya!  Imam Mahdi (as) itu ada dan beliau adalah manusia yang mempunyai kekuatan khusus yang diberikan oleh Nabi (saw).  Beliau adalah hamba Allah.  Kekuatannya tidak dapat dipikul oleh gunung-gunung.  Jika beliau ingin melenyapkan seseorang, beliau cukup menunjuknya dengan tangan kanannya dan orang itu akan lenyap.  Hal ini adalah karena kasih sayang, agar orang itu tidak mempunyai dosa di hadapan Nabi (saw), mendapati dirinya bersama dirinya sendiri. 

Jadi perhatikanlah hal-hal ini, insya Allah.  Beliau mempunyai kekuatan lahiriah, kekuatan maknawiyyah, kekuatan ilahiah, kekuatan lahutiyyah, kekuatan yang besar dan kekuatan yang kecil.  Kekuatannya adalah samudra yang mengalir dari Anwaarin Nabi, cahaya-cahaya Nabi (saw) yang Waahid (unik).  Kekuatannya berasal dari kekuatan Nabi (saw).  Beliau mencintai kalian dan kalian mencintainya.  Jika kalian tidak mencintainya, berarti kalian adalah orang yang merugi (الخاسرون).  

Alhamdulillaahi Rabbi ‘l-`aalamiin.

Saya ingat Mawlana Syekh AbdAllah mengatakan, “Wahai anakku!  Aku memohon kepada Allah `azza wa jalla untuk menunjukkan kekuatan kita sehingga kita dapat menyelesaikan urusan Ummah.  Jadi aku memohon kepada Allah (swt) agar kekuatan yang telah diberikan kepadaku ditampilkan melalui kebaikan (khayr).  Sedangkan kekuatan untuk melakukan kejahatan, kita tidak termasuk darinya.  Jadi alhamdulillah atas kekuatan yang telah diberikan oleh Nabi (saw) kepada kita selama hidupnya.  Melalui doa ini, kekuatan ini akan muncul melalui diriku.”  

Beliau memanjatkan doa ini di rumahnya di Syam, mungkin antara dua atau tiga dekade yang lalu, untuk memperkuat Ahl as-Sunnah wa ‘l-Jama`ah.

Alhamdulillahi li haadza wa ‘sy-syukru lillaah.  Alhamdulillaah, segala puji bagi Allah.  Kalimat syukr saya artikan sebagai rasa syukur, tetapi syukru lillaah tidak berarti hanya bersyukur.  Kalimat itu juga adalah Bahrul Rahmah (Samudra Rahmat), dan Bahrul Quwwah (Samudra Kekuatan).  Kalimat itu adalah Shahibal Jamaal wal Jalaal, Pemilik Keindahan dan Keagungan.  Ia masuk ke dalam rumah Nabi (saw) dan mengambil dari kekuatannya kemudian pergi mendatangi manusia dan memberikan kekuatan ini kepada mereka.  Oleh sebab itu jadilah bagian dari rahmat ini, jadilah bagian dari kekuatan ini. 

Kami katakan bahwa kami mempunyai janji denganmu wahai Rasulullah (saw)!  Oleh sebab itu, janganlah kecewakan kami dari Hadiratmu.  Mereka membaca silsilah, satu silsilah, tetapi ada banyak silsilah dan silsilah ini adalah mawar-mawar berwarna merah muda yang dihadiahkan oleh Nabi (saw) kepada Ummah dan juga kepada Sayyidina Mahdi (as).  Hadiah besar ini adalah untuk memperkuat Ahl as-Sunnah wa ‘l-Jama`ah.

Jadi beliau menunggu.  Itu tidak berada di tangan kalian maupun di tangan saya.  “Beliau akan muncul” artinya beliau akan muncul!  Hadits Nabi (saw) tentang ini adalah dikenal dan bercahaya, bukan hadits yang dhaif (lemah) atau tidak diketahui. 

حديث أبي سعيد الخدري رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “يخرج في آخر أمتي المهدي، يسقيه الله الغيث، وتخرج الأرض نباتها، ويعطى المال صحاحاً، وتكثر الماشية، وتعظم الأمة، يعيش سبعاً أو ثمانياً -يعني حججاً.” (أخرجه الحاكم ووافقه الذهبي).

Abu Sa`id al-Khudri (ra) melaporkan bahwa Rasulullah (saw) bersabda, ““Pada akhir masa umatku, akan keluar al-Mahdi. Allah menurunkan hujan kepadanya, bumi mengeluarkan tumbuhannya, harta akan dibagikan secara merata, binatang ternak melimpah dan umat menjadi mulia, dia akan hidup selama tujuh atau delapan (yakni, musim haji).”  (Mustadrak al-Hakim, sahih, dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).

Bagi kalian dan bagi kami, kita akan mempunyai kekuatan, insya Allah.  Insya Allah kami akan bersama kalian di dunia dan Akhirat.  Hari ini, ini adalah sebuah percobaan untuk program ini.  Sekarang saya tinggalkan kalian dalam pemeliharaan Allah, was-salaamu ‘alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ الحمد لله ربّي العالمين والصلاة والسلام على أشرف المرسلين سيّدنا ونبيّنا محمّد وعلى اَله وصحبه أجمعين

Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim w’ alhamdulillah Rabbi ‘l-`alamiin, wa ‘sh-shalaatu wa ‘s-salamu `ala asyrafi ‘l-mursaliin sayyidina wa Nabiyyina Muhammadin wa `alaa aalihi wa shahbihi ajma`iin.

Ketika kita mengucapkan syukur yang luas, terima kasih yang banyak, itu artinya kekuatan dari Sumbernya sumber, yang muncul dan terwujud di antara Ummah, yang akan memasukkan orang (yang bersyukur, red.) tersebut ke dalam Samudra Nabi (saw).  Orang yang mengucapkannya sekali, ia akan disempurnakan dengannya dan meliputi dirinya sendiri di dalamnya serta akan mendapat kekuatan yang sangat besar yang serupa dengan kekuatan para Anbiya, yang diberikan kepadanya dan dicintai oleh Nabi (saw).  

Saya ingat suatu kali, beliau mengatakan kepada saya sebelum beliau wafat, “Kemarilah Hisyam!  Aku akan menunjukkan padamu kekuatanku, kekuatan lahir dan batin.  Kita akan melakukan shalat bersamamu, shalat ibadah sebagaimana yang diminta dari hamba.”

Beliau berdiri sebagai imam di sebuah perpustakaan di Madinah al-Munawwarah, yang sekarang telah dihancurkan oleh mereka.  Setelah mereka menghancurkannya, kami shalat di sana.  Setelah satu rakaat, kemudian masuk ke rakaat kedua.  Kedua rakaat ini, tidak ada seorang pun yang dapat memasukinya dan tidak ada yang dapat melampauinya.  Suatu kekuatan, bila beliau menerimanya, itu akan menjadi kemenangan (fauzan) besar bagi kita.  Oleh sebab itu jadilah pemenang!  Semoga Allah merahmati kalian. 

Saya masuk ke sana, tajalinya sangat kuat, hal itu akan terasa, bahkan akan terasa oleh seorang Muslim yang lemah sekalipun, dan kemudian menyampaikannya kepada hamba-hamba Allah.  Oleh sebab itu, jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah seperti ini yang memiliki kekuatan penghambaan seperti ini. 

و السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
Wa ‘s-salamu `alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh


https://sufilive.com/Happy-Birthday-Zoom-Assciation-Onscreen-Text–7416.html
© Copyright 2021 Sufilive. All rights reserved. This transcript is protected
by international copyright law. Please attribute Sufilive when sharing it. JazakAllahu khayr.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s