Perlunya Latihan untuk Menghindari Perdebatan

36471655_1734014739986205_925039254369730560_n

Tarekat kita adalah mengenai adab.  Setiap orang harus mempelajari adab agar ia menjadi orang yang baik.  Manusia bisa mempunyai kepribadian yang baik atau kepribadian yang buruk.  Pada awalnya, setiap orang yang tidak dilatih mempunyai akhlak yang buruk. Pada awalnya ego sangat kuat.  Untuk mempunyai akhlak yang baik, kalian harus mengambil alih kendali dari ego kalian. Jika kalian menyerahkan diri kepadanya, kalian akan mempunyai kepribadian yang buruk.  

Itulah sebabnya pada saat Allah menciptakan manusia pertama, Dia juga mengangkatnya sebagai Nabi.  Manusia pertama adalah nabi pertama, jadi ia dapat mengajari anak cucunya dengan adab dan karakter yang baik.  

Manusia memerlukan pelatihan; oleh sebab itu Allah memberi mereka orang tua yang dapat mengajarinya sejak bayi dan semasa kanak-kanak.  Tetapi pelatihan yang diberikan oleh para Nabi adalah yang terpenting. Sementara yang lain mengajarkan kalian untuk menuruti keinginan ego, para Nabi mengajarkan kita agar selamat dari keinginan ego, karena keinginannya tidak terbatas.  Ia selalu meminta dan meminta lagi, tak terbatas. Kita akan merasa lelah bila menuruti keinginannya sampai kita akan mati kelelahan. Para Nabi mengajarkan kita untuk berhenti dalam batas-batas tertentu, menjaga seseorang dari pekerjaan yang melelahkan dan tak ada habis-habisnya.  Mereka mengajarkan kita tentang tujuan hidup, dan menunjukkan tujuan akhir kita. Siapa pun yang mengikuti jalan ini, ia akan mempunyai kepribadian yang baik, karena ajaran para Nabi bertujuan untuk melatih adab yang baik kepada semua orang.

Sekarang para Nabi telah tiada, namun para penerus mereka dapat ditemukan jika orang mencarinya.  Mereka mengajarkan manusia untuk menyelamatkan diri dari serangan ego mereka.

Sekarang, salah satu adab yang baik adalah untuk mendengar dan melakukan perbuatan yang sesuai dengannya.  Inilah pengobatan yang perlu diambil.

Seseorang yang sakit tidak akan meninggalkan obatnya di meja dan mengabaikannya.  Adab adalah melakukan sesuatu. Mendengarkan setiap orang yang berbicara kepada kalian adalah salah satu adab yang baik.  Sebaliknya, berdebat adalah adab yang buruk. Jika kalian berada pada pihak yang benar 100%, tetap saja jangan berdebat. Ini adalah hal yang terlarang.  Jika kalian melihat bahwa seseorang bertanya untuk mengetahui mana yang lebih baik, maka kalian dapat menjawabnya; di situ ada celah untuk masuk. Tetapi jika kalian melihat bahwa ia hanya ingin berdebat, kalian harus meninggalkannya, karena ia telah menutup dirinya.  Katakan saja padanya, “Oh begitu?” Berdebat sama sekali tidak bermanfaat, ia hanya akan menimbulkan permusuhan di antara manusia. Inilah makna dari ayat, “lakum diinukum waliyadiin, untukmu agamamu dan untukkulah agamaku.”

Perdebatan memadamkan cahaya iman di dalam hati kita.  Barangkali ada kata-kata yang terucap di mana kalian tidak pernah memikirkannya sebelumnya dan menyebabkan Iman kalian menurun.  Adab terbaik adalah tidak berdebat dan tidak mengucapkan, “Tidak, itu adalah suatu kebodohan.”

Tidak ada persahabatan setelah perdebatan.  Hati menjadi dingin. Grandsyekh kita berkata bahwa Grandsyekhnya tidak pernah menyangkal kata-kata seseorang, bahkan di hadapan orang-orang yang tidak berbicara dengan baik.   Tetapi bila beliau bicara di dalam suatu majelis, beliau akan menyinggung topik tadi dan orang-orang itu dapat merasakan, “Ah, ini untukku,” sehingga di lain waktu, mereka akan mempertimbangkan kembali ucapannya.  Setiap orang ingin dihormati. Itu artinya, “Jangan menunjukkan gigi kalian seperti anjing. Manusia tersenyum!”

Mawlana Shaykh Nazim

(Mercy Oceans – from the Teachings of the Saints of the Golden Chain).

Advertisements

16426285_10154315199850886_2130016408993935176_n

“Hamba-Ku tidak akan berhenti mendekati-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Kuwajibkan atas mereka, dan hamba-Ku tidak akan berhenti mendekati-Ku melalui ibadah sunnah (nawafil) sampai Aku mencintainya. Ketika Aku mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, penglihatannya yang dengannya ia melihat, tangannya yang dengannya ia melakukan sesuatu, dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, Aku pasti akan memenuhinya dan jika ia mencari perlindungan pada-Ku, Aku pasti akan melindunginya. (Hadits Qudsi, Bukhari)
 
Dalam Hadits Qudsi ini, Allah (swt) berfirman kepada Nabi (saw) untuk mengatakan kepada umat, “Jika mereka mendekati-Ku melalui ibadah sunnah (nawafil)…,” kita tidak bisa melarikan diri dari kewajiban kita, kita harus memenuhinya, tetapi dekati Allah dengan ibadah sunnah kita, melalui Sunnahnya Nabi (saw) dan melalui akhlak yang baik, makaarim al-akhlaaq:
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِي
Dan sesungguhnya engkau benar-benar mempunyai akhlak yang agung. (Surat al-Qalam, 68:4)
انما بعثت لاتمم مكارم الاخلاق
Aku tidak diutus melainkan untuk menyempurnakan akhlak. (Bazzaar)
 
Kalian harus mendekati Allah (swt) melalui akhlak yang baik. Barang siapa yang melakukannya ia akan mampu mendengar apa yang tidak dapat didengar oleh orang lain, dan mampu melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh orang lain, yang artinya masih ada kemungkinan untuk dapat melihat dan mendengar, kalau tidak, Allah tidak akan mengatakannya kepada Nabi (saw) untuk disampaikan kepada umat. “Hamba-Ku tidak akan berhenti mendekati-Ku melalui ibadah sunnah hingga Aku mencintainya,” titik, selesai! Ketika Allah mencintai seseorang (segala urusan lainnya) selesai.
 
Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia

Pentingnya Menyempurnakan Akhlak

15965399_10154267115365886_1116345893464286785_n

Awliyaullah mengajari para pengikutnya untuk menyempurnakan akhlak mereka, tetapi mereka tidak mengatakan kepada kalian untuk shalat, karena memang kalian harus melakukannya, itu adalah suatu kewajiban. Tidak perlu bagi mereka untuk menyia-nyiakan waktu mereka, tetapi perlu bagi mereka untuk mengajari kalian untuk menyempurnakan akhlak kalian, karena kalian bisa shalat tetapi masih mempunyai akhlak yang buruk sehingga kalian tidak bisa diangkat (derajatnya) atau diberi ganjaran seperti orang yang mempunyai akhlak yang baik. Jadi, kalian dapat melakukan shalat seperti itu atau kalian dapat melakukan shalat dengan kesempurnaan (akhlak) sehingga shalat itu akan mengangkat (derajat) kalian.

Mana yang lebih baik, shalat dengan kemarahan atau shalat tanpa kemarahan? Tanpa kemarahan lebih baik, jadi mengapa kalian dan orang-orang selalu marah sepanjang waktu? Mereka menolak apa yang Allah berikan kepada mereka dan itu membuat mereka marah. Prinsip pertama dalam Tarekat adalah menahan kemarahan kalian, dan Grandsyekh `AbdAllah dan Mawlana Syekh Nazim, semoga Allah memberkati ruh mereka, selalu menekankan pada akhlak yang baik, dan menahan kemarahan kalian adalah bagian dari itu. Grandsyekh berkata, al-ghadabu kufr, “Kemarahan membuat kalian dalam keadaan kufr.” Apakah kita mempunyai kemarahan? Ya, kita semua memilikinya, dan kita harus menjauhinya!

Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia

Tunjukkan Cinta pada Orang-Orang, Bukannya Kebencian

15380517_10154144657390886_7670017410291351532_n

Mencintai seseorang adalah hal yang diterima dari kalian. Tunjukkan cinta pada orang-orang, bukannya kebencian. Hari ini, bukannya melihat pada mereka yang mencintai kita untuk meningkatkan cinta itu, kita justru melihat pada mereka yang membenci kita, yang hanya menambah kebencian itu saja! Cinta membawa kebahagiaan, sedangkan kebencian membawa bencana. Dan dalam diri kita ada terlalu banyak karakter-karakter buruk yang berbeda-beda.

Dalam suatu buku, saya menyebutkan tujuh belas macam akhlak tercela yang mesti kita hilangkan dari hati kita, dan akar utama akhlak-akhlak tercela tersebut adalah amarah. Ketika kalian marah, kalian pun akan menipu, berbohong, berkomplot dan memiliki niat jahat pada orang lain, dan kalian pun melakukan berbagai macam keburukan. Di zaman ini, dengan adanya begitu banyak energi negatif di sekeliling kita, orang-orang banyak terjerumus ke dalam amarah, depresi dan perilaku tercela. Cobalah untuk menghalangi hal-hal tersebut!

Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
http://www.naqsybandi.com