Rahasia Zikir Khatm Khwajagan

Mawlana Syekh Hisyam Kabbani
Shuhba 
25 Desember 2014
Permata Hijau

5554
 
Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim
Alhamdulillahi Rabbi ‘l-‘Alamiin, wa ’sh-shalaatu wa ’s-salaamu ‘alaa asyrafi ‘l-mursaliina Sayyidina wa Nabiyyina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’iin
kalimataan khafiifataan `ala al-lisaan tsaqiilataan fil-miizan subhanallah wa bihamdihi subhanallah al-`azhiim istaghfirullah, qaal an-Nabi ad-diinu nasiiha, ad-diinu nasiiha, ad-diinu nasiiha
 
Nabi (s) bersabda, “Agama adalah nasihat, agama adalah nasihat, agama adalah nasihat.”  Itu artinya segala sesuatu untuk menasihati orang adalah agama.  Segala sesuatu yang baik bagi manusia dan kalian memberi nasihat mengenai hal itu, maka itu adalah bagian dari agama, karena sebagaimana sabda Nabi (s), agama adalah nasihat.  Jadi jika kalian memberi nasihat, seolah-olah kalian sedang menjalankan agama kalian.
 
Setan tidak menyukai hal itu.  Ia berusaha melakukan usaha terbaiknya untuk membuat orang menjadi tersesat.  Ia tidak bisa mengambil iman dari kalbu mereka, tetapi ia dapat memblok dan menghijab iman itu.  Allah menanam imaan di dalam kalbu manusia sebagaimana Nabi (s) menyebutkannya di dalam hadits, allaahuma shalli `alayka ya Rasuulullah (s), “yulid al-insaanu `alaa’l-fitrah.”  “Manusia lahir dalam keadaan fitrah.”  Jika ada fitrah, maka Setan tidak dapat menghilangkannya tetapi ia dapat menutupinya, dan hijab itu ada pada setiap orang.  Ia dapat menutupi cahaya iman yang ada pada setiap orang.
 
Untuk menghilangkan hijab atau penutup itu bukanlah hal mudah.  Setan membuat pentup itu seperti dinding yang terbuat dari semen.  Dapatkah kalian menghancurkannya?  Kalian perlu bor untuk menghancurkan dinding itu agar kalian bisa membuat lubang kecil agar cahaya bisa masuk ke dalamnya.  Satu-satunya yang dapat menghancurkan dinding itu, dinding semen yang menutupi kalbu adalah dengan zikrullah.   Itulah sebabnya mengapa Allah menyebutkan di dalam al-Qur’an untuk mengingat-Nya.  Dengan mengingat-Nya, kita mengutuk Setan.  Dengan mengingat bahwa Setan adalah musuh Allah, dan ia menjaga dinding itu pada diri kalian.  Jadi untuk menghancurkan hijab itu, majelis zikrullah akan menyingkirkan hijab dan membawa cahaya iman agar dapat terlihat.  Jadi untuk majelis atau pertemuan semacam itu, hijab di dalam diri kita sekarang hancur dengan zikrullah.
 
Alladziina yadzkuruunallah qiyaaman wa qu`uudan wa `ala junuubihm wa yatafakaruun fii khalqi-samaawaati wal-ardh.  Mereka yang melakukan zikrullah mampu memikirkan penciptaan langit dan bumi.  Bukanlah hal mudah untuk melakukannya, hal itu memerlukan dukungan dan dengan zikrullah, kalian akan mampu melakukannya.
 
Malam ini, kita seharusnya berada di acaranya Kyai Amir Hamzah, ada majelis besar di sana, tetapi mereka mengubahnya.  Bukannya mereka yang mengadakan acara tersebut yang mengubahnya, tetapi hal itu tidak pada Iradatullah, Kehendak Allah tidak menginginkan hal itu terjadi untuk alasan tertentu. 
 
Bulan ini adalah bulan Mawlid an-Nabi (s) dan malam ini adalah Kamis pertama dan besok adalah hari Jumat.  Dan Kamis malam adalah Laylatun mubarakah, Kehendak Allah membawa murid-murid dan yang bukan murid untuk berkumpul melakukan Khatm al-Khawajagan, zikir yang dilakukan oleh Nabi (s) bersama Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (r) di Gua Tsur dan zikrullah itu seolah-olah kita berada di dalam gua itu bersama Nabi (s) dan itu lebih penting karena itu bagaikan bor yang membuka kalbu manusia.  Kita melakukan Khatm al-Khawajagan yang dilakukan oleh Nabi (s) bersama Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (r) dan seluruh Wali Naqsybandi di Gua Tsur. 
 
Jika kita pergi ke sana untuk mendengar Mawlid an-Nabawi asy-syariif. Mawlid dapat dilakukan setiap saat, seperti Mawlid yang mereka lakukan di sini dan di atas itu, kita mulai dengan pembacaan Mawlid dan di atasnya kita mencapai rida Allah bersama kita bahwa kita melakukan zikir di tempat ini. Maqaam itu sekarang, tempat ini sekarang menjadi sebuah maqaam di mana nuur muncul dari tempat ini hingga ke langit karena setiap orang bergabung dalam zikrullah, menjadi bagian dari zikir itu.
 
Mereka akan dikenal dengan cahaya pada kening mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang melakukan zikrullah di dunia, bahkan jika kalian melakukannya sekali sepanjang hidup kalian, kalian akan menjadi seorang dzaakir.  Bahkan jika ada seseorang yang datang dan duduk bersama kalian selama lima menit karena ada suatu keperluan dengan orang yang berada di sini, kemudian ia pergi, ia juga akan dianggap sebagai dzaakir oleh Allah, itulah sebabnya kita harus mengucapkan alhamdulillah dan asy-syukur lillah.
 
Mengapa dalam zikrullah dimulai dengan syahadat?  Itu adalah seperti orang yang mandi, membersihkan diri.  Syahadat membersihkan segala sesuatu, jadi kita mulai dengan mengucapkan asyhadu an la ilaha ill ‘Llah wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullah (s), dengan mandi itu kalian akan menjadi bersih.  Setelah itu kalian membaca istighfaar, Allah akan mengampuni kalian.  Kemudian kalian membaca Surat al-Fatihah, sekarang kalian memasuki rahasia kitab suci al-Qur’an dan malaikat membukakan bagi kalian untuk menyelam ke dalam samudra rahasia al-Qur’an. 
 
Dan kalian membaca Surat al-Fatihah sebanyak tujuh kali.  Mengapa bukan sepuluh?  Mengapa bukan sekali?  Tujuh kali karena ada tujuh ayat di dalam Surat al-Fatihah dan, saba` matsaani, untuk itulah kita membacanya tujuh kali, dan itu adalah kunci-kunci bagi ketujuh langit.  Jadi, satu, dua,…. Tujuh.  Kalian akan diberi kunci dari ketujuh ayat yang merupakan pembuka bagi ketujuh langit.  Jadi dengan berkah dari syuyukh kita, Allah membukakan bagi kita hakikat dari semua ini dan meneruskannya dari langit pertama hingga langit ketujuh dan tidak keluar lagi dari sana sampai Hari Kiamat. 
 
Kemudian apa lagi yang kita baca?  Kita membaca 10 shalawat.  Segala sesuatu kalian harus membungkusnya dengan shalawat.  Setiap amal yang kalian lakukan, kalian harus menyebutkan Nabi (s) dengan demikian itu akan aman. Tidak ada yang dapat menyentuhnya, segera setelah kalian menyebutkan Nabi (s), Setan akan pergi.  Jadi 10 shalawat adalah untuk membungkus syahadat, istighfar dan Surat al-Fatiha, itu akan dimasukkan ke dalam kotak penyimpanan untuk Hari Kiamat.  Nabi (s) akan menjaganya untuk kalian. 
 
Kemudian kalian membaca alam nashrah laka shadrak, bukankah Kami telah melapangkan dadamu ya Muhammad?  Dan Kami akan terus memberi padamu hingga engkau berkata, “Ya, aku senang.”  Apakah Nabi (s) akan mengatakan, “Aku senang”?  Tidak!  Beliau akan terus meminta dan meminta, tidak pernah berhenti karena apapun yang Allah berikan, beliau (s) akan memberikannya kepada umatnya.  Wa wadha`naa `anka wizrak, dan kemudian Kami ambil wizr bebanmu, seluruh dosa kalian telah dihapuskan. 
 
Kemudian Surat al-Ikhlash, setelah kalian dibersihkan, kalian membaca Surat al-Insyiraah, alam nashrah laka shadrak wa wadha`naa `anka wizrak, alladzii anqadha zhahrak, ketika Kami hilangkan beban berat berupa dosa-dosa, maka kalian dapat memasuki Samudra Tawhiid, ketika kalian mengucapkan, “asyhadu an la ilaha ill ‘Llah wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullah (s), kalian melihatnya dari level tersebut, dunia telah lenyap, setelah kalian dibersihkan dengan membaca Khatm al-Khawajagan dan ini adalah ringksan pendek dari rahasia Khatm al-Khawajagan.
 
Ketika kalian telah mencapai level fitrah itu dan kalian telah diangkat, dibukakan bagi kalian samudra Qul huw Allahu ahad, kalian menyelam dalam rahasia itu dan kalian akan merasakan hakikat Tawhiid, bukan lagi tawhiid imitasi, itu adalah tawhid yang sejati.  Kemudian kalian membaca lagi Surat al-Fatihah, tujuh kali, tetapi kali ini kalian membacanya pada level Tawhiid.  Yang pertama setelah istighfaar, kali ini setelah Tawhiid, yang pertama setelah tobat dan yang kedua membaca al-Fatihah dengan Hakikat Tawhiid.  Sekarang kalian memasuki tujuh langit, dengan ketujuh ayat ini dengan Tawhiid penuh, tidak ada lagi syirik di dalam kalbu kalian. 
 
Kemudian apa lagi yang kalian baca?  Shalawat atas Nabi (s) untuk membungkus Surat al-Fatihah dan samudra Tawhiid yang telah Allah bukakan bagi kalian.  Kalian berada di suatu tempat dan tidak ada orang yang dapat mengeluarkan kalian.  Itu terbungkus hingga Hari Kiamat.  Itulah pentingnya Khatm al-Khawajagan, jadi kalian jangan sampai melewatkan Khatm, lakukan sekali seminggu, karena itu akan membersihkan kalian dan hakikat alam nasyrah laka sadhrak, rahasia Surat al-Fatihah akan dibukakan bagi kalian di masa mendatang, insya-Allah.  Jika kalian tidak mempunyai kendaraan untuk pergi ke zawiyah di mana mereka mengadakan Khatm al-Khawajagan, maka tinggallah di rumah dan lakukan zikir itu sendiri. 
 
Jika kita pergi ke acara Mawlid malam ini, kita akan menjadi mahruumiin,  kita tidak akan mendapat shuhba ini malam ini.  Dan jika kita berada di sana, kita tidak akan mendapat rahasia ini yang Mawlana curahkan ke dalam kalbu untuk disampaikan kepada orang-orang mengenai pentingnya zikrullah dan Khatam al-khawajagan.
 
Surat al-Fatihah terdiri dari 3 level yang berbeda.  Insya Allah, Allah akan membukakan rahasia dari Surat al-Fatihah. 
[doa]
Advertisements

Penjelasan Khatm al-Khwajagan

Syekh Hisyam Kabbani,

Zawiyah Fenton, Michigan; 19 September 2015

 

[Syekh Hisyam memulai Khatm dan memberi penjelasan surgawi dari masing-masing bagian secara mendetail.]

A`uudzu billahi min asy-Syaythani ‘r-rajiim. Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Rahiim. Allaahumma shalli wa sallim wa baarik `alaa Sayyidina Muhammad (s).

Nawaytu ‘l-arba`iin, nawaytu ‘l-`itikaaf, nawaytu ‘l-khalwah, nawaytu ‘l-`uzlah, nawaytu ‘r-riyaadha, nawaytu ‘s-saluuk, lillahi ta`ala fii hadza ‘l-masjid.

  1. Asy-hadu an laa ilaaha illa-Llaah wa asy-hadu anna Muhammadan `abduhu wa rasuuluh. (3 kali)

Lihatlah–SubhaanAllah, permulaan dari Khatm seperti permulaan bagi setiap non-Muslim untuk memasuki Islam, yakni Syahaadah.  Khatm al-Khwajagan sebagaimana Sayyidina `Abdul-Khaliq al-Ghujudawani (q) mengatakan bahwa beliau menerima awrad itu secara langsung dari Sayyidina Muhammad (s)– ia mempunyai tiga kali Syahaadah ini (di awal) untuk bersaksi dan menyaksikan diri kalian sendiri, “Wahai diriku!  Ke mana pun engkau pergi, kau akan berakhir di satu tempat, kau akan berakhir dalam Syahaadah.”  Ketika kalian melakukan Syahaadah, kalian berada di Tangan Allah, kalian berada di Hadirat Ilahi:

يد الله مع الجماعة

Tangan Allah bersama jemaah.

“Tangan Allah bersama jemaah, bersama kelompok.”  Mana yang dimaksud ‘kelompok’ di sini?  Yadullahi ma`a al-jama`ah–ketika kita mengucapkan, Asy-yadu an laa ilaaha illa-Llaah kita menyaksikan bahwa Allah adalah Sang Pencipta dan Tangan Allah akan datang pada kita, karena yadullahi ma`a al-jama`ah, ‘jama`ah’ di sini adalah dalam penafsiran, bukan dalam arti harfiah, dalam arti harfiah, itu artinya “sekelompok orang” — jadi Tangan Allah ada ‘di atas’ sekelompok orang dan kita sebagai individu, ditafsirkan bahwa kita adalah sekelompok organ tubuh, kita adalah suatu kelompok yang menyelaraskan segala sesuatu bersama-sama, seperti sekelompok insinyur dan doktor jenius, mereka bersama-sama meletakkan suara ini, pekerjaan ini, ibadah ini dari setiap organ untuk menyelaraskan tubuh kalian, dan ketika kalian mengucapkan, “Asy-hadu an laa ilaaha illa-Llaah” seluruh tubuh kalian, seluruh sistem kalian menyingkirkan racun dan mendapatkan Keindahan Allah dan Ampunan Allah, jadi marilah kita ucapkan lagi, “Asy-hadu an laa ilaaha illa-Llaah wa asy-hadu anna Muhammadan `abduhu wa rasuuluh.”

Ruh itu, Ruuh asy-Syahaadah, ruh atau rahasia dari mengucapkan Syahaadah, kekuatan, qudrah, ketika kalian mengucapkan Asy-hadu an laa ilaaha illa-Llaah, Allah senang!  Kekuatan, qudrah seperti apa yang akan dibusanai Allah kepada kalian?  Dia akan membusanai kalian pada saat ini, mengampuni kalian dari segala dosa yang telah kalian lakukan sebelumnya dan membusanai kalian dengan busana yang tidak membiarkan pasukan Iblis menyerang kalian, jadi marilah kita ucapkan lagi, “Asy-hadu an laa ilaaha illa-Llaah wa asy-hadu anna Muhammadan `abduhu wa rasuuluh.”

  1. Istaghfirullah, istaghfirullah, istaghfirullah… (25 kali)

Syekh membaca doa, “Allahumma Yaa Musabbib al-Asbab, Yaa Mufattih al-Abwaab, Yaa Muqallib al-quluubi wa ’l-abshaar, Yaa Daliil al-mutahayyiriin, Yaa Ghiyats al-mustaghiitsiin, Yaa Hayyu, Yaa Qayyum, Yaa Dzu ’l-Jalaali wa ‘l-Ikraam! Wa ufawwidhu amri ‘l-Llah, innAllaha bashiirun bi ‘l-`ibaad.”

Rabitatu usy-syariif: pertautkan kalbu kalian dengan kalbu syekh, dan dari beliau kepada kalbu Nabi (s), Nabi (s) akan menghubungkan kalian dengan Hadratillah.

Fatihah 7 kali

[Mawlana menghentikan zikir.]

Di sini kita mengucapkan, “Astaghfirullah al-`Azhiim”.  Ketika kalian memutuskan untuk masuk Islam, kalian mandi dan dengan masuk Islam dan mengucapkan Syahaadah kalian menyirami diri kalian dengan Maqaam at-Tawhiid, kalian memohon agar Allah (swt) membusanai kalian untuk menjadi seorang muwahid (orang yang mengesakan Allah), menjadi hamba yang baik, menjadi seorang yang setiap saat mengucapkan, Asy-hadu an laa ilaaha illa-Llaah wa asy-hadu anna Muhammadan rasuulullah”, kalian mempersiapkan diri kalian untuk memasuki Hadirat Ilahiah itu dan Allah menyambut kalian, tetapi kalian mempunyai dosa dan Allah (swt) ingin kalian beristighfar untuk memastikan bahwa setiap dosa akan terlepas dari kalian tanpa tersisa.

Itulah sebabnya sebagaimana disebutkan dalam banyak kisah bahwa ruh atau rahasia kekuatan Khatm al-Khawajagan diberikan kepada Khawaja `Abdul-Khaliq al-Ghujdawani (q) oleh Nabi (s) dalam sebuah ru’yah, penglihatan spiritual; beliau (s) membusanainya dengan kekuatan itu agar dapat pindah dari syaqaawa menjadi sa`ada, dari akhir yang buruk menjadi akhir yang baik.  Oleh sebab itu Allah (swt) mengubah semua pengikut yang berasal dari Tarekat Naqsybandi, Allah (swt) mengubah mereka semua dari syaqaawa menjadi sa`ada, dan itu juga untuk tarekat lainnya.  Setiap tarekat mempunyai mempunyai jalannya masing-masing.  Jadi setiap kali kita membaca istighfaar 25 kali, bahkan satu istighfaar pun membersihkan kita dan 25 istighfaar; jumlah yang muncul kepada Sayyidina `Abdul Khaliq al-Ghujdawani (q) sudah tentu membersihkan kita sepenuhnya.  Dan 25 adalah 2+5=7, berhubungan dengan 7 lathaa’if (pusat energi di dalam tubuh manusia).  

Semoga Allah (swt) memberkati kita dengan itu semua.  Ketika kalian telah diberkahi sekarang dan dosa-dosa kalian telah diampuni atas Perintah Allah, apa yang akan kalian rayakan?  Cinta kepada Sayyidina Muhammad (s), menyebutnya dengan membaca shalawaat asy-Syarifah 10 kali, “Allahumma shalli `alaa Muhammadin wa `alaa aali Muhammadin wa sallim.”  Ketika kita membaca istighfaar, Allah (swt), dengan Rahmat-Nya yang tak terbatas pada setiap Muslim dan Mukmin, ingin agar kita memasuki rahasia Al-Qur’an itu, karena itu adalah konstitusi Muslim dan kita harus mengikutinya,

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا

Tinggalkanlah apa yang dilarang oleh Nabi (s) dan terimalah apa yang beliau perintahkan.    (Surat al-Hasyr, 59:7)

Kalian harus percaya dengan apa yang Allah berikan kepada kalian [Nabi (s) membawa Al-Qur’an untuk kita] dan Qur’an adalah Kalamullah, jadi Allah ingin agar kalian masuk membaca al-Qur’an dengan membaca al-Fatihah terlebih dahulu, karena dikatakan bahwa,

al-fatihatu qalbu ’l-qur’an, Fatiha adalah qalb (jantungnya) Al-Qur’an.

Sebagaimana Yasiin adalah qalbu ’l-qur’an dan Fatihah qalbu ’l-Yasiin dan Fatihah adalah rahasia di mana seluruh makna dari al-Qur’an masuk ke dalam Fatihah dan itulah sebabnya mereka meminta kita sebelum shalawaat, untuk membaca Fatihah tujuh kali.

Bismillahi ‘r-Rahmani ‘r-Rahiim. (al-Fatihah).

  1. Allahumma salli `alaa Muhammadin wa `alaa aali Muhammadin wa sallim…

Ketika kita membaca shalawaat setelah membaca Surat al-Fatihah, Allah (swt) memanggil hamba-Nya, Sayyidina Muhammad (s) dengan mengatakan, “Kami telah–Alam nashrah laka shadrak–melapangkan dadamu agar engkau bahagia, bahagia dengan umatmu, bahagia dengan dirimu untuk mereka semua, bahwa Kami telah membukakan rahasia Syahaadah; rahasia Tawhiid dan Kami telah menghilangkan dosa-dosa mereka, dan Kami menjadikan mereka bersih sepenuhnya dan beban mereka yang kau tanggung telah diampuni.”  Jadi itulah sebabnya kita membaca alam nasyrah laka shadrak, Surat al-Insyirah 7 kali.

Surat al-Insyirah 7 kali

Ikhlaash asy-Syarifa–sekarang kita masuk ke dalam Samudra Tawhiid, setelah mensucikan diri kita, setelah bershalawat atas Nabi (s), Nabi (s) bahagia dengan kita, Allah bahagia dengan kita; jalan terbuka bagi setiap dzaakir, bagi setiap orang yang berzikir, jalannya terbuka untuk memasuki Maqaam al-Ikhlaash membaca Qul hu Allah Ahad.

Surat al-Ikhlaash 11 kali

Fatihah 7 kali

Shalawaat 10 kali

Kita akhiri dengan shalawaat atas Nabi (s) sebagaimana syuyuukh kita, mereka mengatakan, “Setiap amal yang kalian lakukan, bungkuslah dengan shalawaat atas Nabi (s),” dan tidak seorang pun dapat mendekatinya, Iblis dan pasukannya tidak dapat mendekatinya, orang yang jahat tidak dapat mendekatinya, amal itu aman bagi kalian hingga Hari Kiamat dan itu akan dikelilingi oleh malaikat dan lingkaran-lingkaran malaikat itu berada di sekeliling kita sampai ke Langit.

Sekarang pembacaan al-Qur’an.

Atas perintah Syekh, seseorang akan membaca al-Qur’an.

Kemudian Ihda, Syekh mempersembahkan bacaan tadi sebagai hadiah kepada Nabi (s) dan kepada para syekh di Tarekat Naqsybandi dan tarekat-tarekat lainnya.

Itulah  Dzikir Naqsybandi Shagir (kecil), zikir itu berakhir di sini.  (Zikir) satunya lagi menggunakan batu.

 

Dzikir Jahar/zikir dengan suara dikeraskan

F`alam annahu Laa ilaha il-Laah

Apa yang kita lakukan sekarang, dzikir jahar adalah tashabuhun bi thuruq ukhraa, kita ingin berbagi dengan tarekat lainnya, zikir mereka, jadi kita mencoba melakukan zikrullah dengan suara keras–meniru mereka, mereka lebih banyak melakukannya–untuk memastikan bahwa kita bersatu dalam berbagai hal dan untuk menunjukkan persatuan di antara tarekat Sufi yang berbeda.  Zikir dengan suara dikeraskan (jahar) biasanya bukan untuk para pengikut Naqsybandi; mereka melakukannya dalam hati (khafi), tetapi Mawlana Syekh (q) mendapati bahwa hal itu perlu di zaman sekarang, karena begitu banyak orang yang masuk Islam dan juga Muslim yang tidak melaksanakan praktik-praktik di dalam Islam, agar mereka melakukannya dan bersama-sama melakukan zikrullah ini dengan menyebut Asmaul Husna wal Sifat.

Setiap Nama dan Sifat Allah mempunyai rasa manisnya masing-masing.  Setiap Nama mempunyai makna dan itu seperti mata air makna yang tidak pernah berakhir.  Kalian juga bisa pergi ke perpustakaan yang saya miliki di bawah, di dalam rumah dan melihat ribuan buku; dan itu yang tidak pernah berakhir, buku-buku baru berdatangan sepanjang masa mengenai keindahan Asmaul Husna wal Sifat!  Itulah sebabnya `alaa bi dzikrullah tathma’in al-quluub.

Allah

HasbunAllah wa ni`ama ’l-wakiil.

 

Ketika kalian pulang, kalian membawa buku-buku kalian, setiap orang membawa bukunya, setiap murid membawa catatan [amalnya] pada akhir setiap hari, ini adalah buku kita untuk Akhirat dan segala yang kita lakukan ada di dalam buku kita untuk Akhirat.  Kita akan mempunyai banyak buku untuk dibawa ke Akhirat, insyaa-Allah kita mempunyai banyak buku yang baik dan meninggalkan buku-buku yang buruk di dunia, dan Allah akan mengampuni kita.  

Hari ini, lihatlah Khatm al-Khwajagan ini adalah mesin utama di Bahr al-Qudrah, zikrullah, yang saya maksud, Khawjaagan adalah zikrullah, dan itu adalah sebuah mesin di Bahrul Qudrah dan kita semua berputar dan memperoleh kekuatan darinya.  

Jika kalian ghaniyy, kaya, kalian pasti kaya dari amal-amal yang diterima oleh Allah (swt), kalau tidak maka kalian miskin.  Hari ini salah satu dari orang yang terkaya di dunia–ayahnya kehilangannya [Syekh Mohammad bin Rashid Al-Maktoum, penguasa di Dubai] pada usia 33 tahun.  Apa yang ia bawa bersamanya?  Ia tidak dapat membawa gedung-gedung bersamanya, ia tidak dapat membawa apa-apa dari dunia ini.  Ia hanya membawa amalnya!  Kita memohon kepada Allah (swt) agar tidak menghakimi kita dengan amal kita karena kita tidak tahu [apa yang akan terjadi] sebagaimana Nabi (s) bersabda,

من حوسب عذب

(Yaa `Aisya!)  Barang siapa yang akan dihisab, ia pasti akan diazab. (Bukhari)

“Barang siapa yang akan dihisab, niscaya ia akan diazab.” Semoga Allah tidak mengazab kita dan semoga Allah membusanai kita dengan busana surgawi yang tak berakhir, insyaaAllah.

 

http://sufilive.com/Khatm-Al-Khawajagan-Explained-6011.html

© Copyright 2015 Sufilive. All rights reserved. This transcript is protected
by international copyright law. Please attribute Sufilive when sharing it. JazakAllahu khayr.