Rahasia Zikir Khatm Khwajagan

Mawlana Syekh Hisyam Kabbani
Shuhba 
25 Desember 2014
Permata Hijau

5554
 
Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim
Alhamdulillahi Rabbi ‘l-‘Alamiin, wa ’sh-shalaatu wa ’s-salaamu ‘alaa asyrafi ‘l-mursaliina Sayyidina wa Nabiyyina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’iin
kalimataan khafiifataan `ala al-lisaan tsaqiilataan fil-miizan subhanallah wa bihamdihi subhanallah al-`azhiim istaghfirullah, qaal an-Nabi ad-diinu nasiiha, ad-diinu nasiiha, ad-diinu nasiiha
 
Nabi (s) bersabda, “Agama adalah nasihat, agama adalah nasihat, agama adalah nasihat.”  Itu artinya segala sesuatu untuk menasihati orang adalah agama.  Segala sesuatu yang baik bagi manusia dan kalian memberi nasihat mengenai hal itu, maka itu adalah bagian dari agama, karena sebagaimana sabda Nabi (s), agama adalah nasihat.  Jadi jika kalian memberi nasihat, seolah-olah kalian sedang menjalankan agama kalian.
 
Setan tidak menyukai hal itu.  Ia berusaha melakukan usaha terbaiknya untuk membuat orang menjadi tersesat.  Ia tidak bisa mengambil iman dari kalbu mereka, tetapi ia dapat memblok dan menghijab iman itu.  Allah menanam imaan di dalam kalbu manusia sebagaimana Nabi (s) menyebutkannya di dalam hadits, allaahuma shalli `alayka ya Rasuulullah (s), “yulid al-insaanu `alaa’l-fitrah.”  “Manusia lahir dalam keadaan fitrah.”  Jika ada fitrah, maka Setan tidak dapat menghilangkannya tetapi ia dapat menutupinya, dan hijab itu ada pada setiap orang.  Ia dapat menutupi cahaya iman yang ada pada setiap orang.
 
Untuk menghilangkan hijab atau penutup itu bukanlah hal mudah.  Setan membuat pentup itu seperti dinding yang terbuat dari semen.  Dapatkah kalian menghancurkannya?  Kalian perlu bor untuk menghancurkan dinding itu agar kalian bisa membuat lubang kecil agar cahaya bisa masuk ke dalamnya.  Satu-satunya yang dapat menghancurkan dinding itu, dinding semen yang menutupi kalbu adalah dengan zikrullah.   Itulah sebabnya mengapa Allah menyebutkan di dalam al-Qur’an untuk mengingat-Nya.  Dengan mengingat-Nya, kita mengutuk Setan.  Dengan mengingat bahwa Setan adalah musuh Allah, dan ia menjaga dinding itu pada diri kalian.  Jadi untuk menghancurkan hijab itu, majelis zikrullah akan menyingkirkan hijab dan membawa cahaya iman agar dapat terlihat.  Jadi untuk majelis atau pertemuan semacam itu, hijab di dalam diri kita sekarang hancur dengan zikrullah.
 
Alladziina yadzkuruunallah qiyaaman wa qu`uudan wa `ala junuubihm wa yatafakaruun fii khalqi-samaawaati wal-ardh.  Mereka yang melakukan zikrullah mampu memikirkan penciptaan langit dan bumi.  Bukanlah hal mudah untuk melakukannya, hal itu memerlukan dukungan dan dengan zikrullah, kalian akan mampu melakukannya.
 
Malam ini, kita seharusnya berada di acaranya Kyai Amir Hamzah, ada majelis besar di sana, tetapi mereka mengubahnya.  Bukannya mereka yang mengadakan acara tersebut yang mengubahnya, tetapi hal itu tidak pada Iradatullah, Kehendak Allah tidak menginginkan hal itu terjadi untuk alasan tertentu. 
 
Bulan ini adalah bulan Mawlid an-Nabi (s) dan malam ini adalah Kamis pertama dan besok adalah hari Jumat.  Dan Kamis malam adalah Laylatun mubarakah, Kehendak Allah membawa murid-murid dan yang bukan murid untuk berkumpul melakukan Khatm al-Khawajagan, zikir yang dilakukan oleh Nabi (s) bersama Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (r) di Gua Tsur dan zikrullah itu seolah-olah kita berada di dalam gua itu bersama Nabi (s) dan itu lebih penting karena itu bagaikan bor yang membuka kalbu manusia.  Kita melakukan Khatm al-Khawajagan yang dilakukan oleh Nabi (s) bersama Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (r) dan seluruh Wali Naqsybandi di Gua Tsur. 
 
Jika kita pergi ke sana untuk mendengar Mawlid an-Nabawi asy-syariif. Mawlid dapat dilakukan setiap saat, seperti Mawlid yang mereka lakukan di sini dan di atas itu, kita mulai dengan pembacaan Mawlid dan di atasnya kita mencapai rida Allah bersama kita bahwa kita melakukan zikir di tempat ini. Maqaam itu sekarang, tempat ini sekarang menjadi sebuah maqaam di mana nuur muncul dari tempat ini hingga ke langit karena setiap orang bergabung dalam zikrullah, menjadi bagian dari zikir itu.
 
Mereka akan dikenal dengan cahaya pada kening mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang melakukan zikrullah di dunia, bahkan jika kalian melakukannya sekali sepanjang hidup kalian, kalian akan menjadi seorang dzaakir.  Bahkan jika ada seseorang yang datang dan duduk bersama kalian selama lima menit karena ada suatu keperluan dengan orang yang berada di sini, kemudian ia pergi, ia juga akan dianggap sebagai dzaakir oleh Allah, itulah sebabnya kita harus mengucapkan alhamdulillah dan asy-syukur lillah.
 
Mengapa dalam zikrullah dimulai dengan syahadat?  Itu adalah seperti orang yang mandi, membersihkan diri.  Syahadat membersihkan segala sesuatu, jadi kita mulai dengan mengucapkan asyhadu an la ilaha ill ‘Llah wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullah (s), dengan mandi itu kalian akan menjadi bersih.  Setelah itu kalian membaca istighfaar, Allah akan mengampuni kalian.  Kemudian kalian membaca Surat al-Fatihah, sekarang kalian memasuki rahasia kitab suci al-Qur’an dan malaikat membukakan bagi kalian untuk menyelam ke dalam samudra rahasia al-Qur’an. 
 
Dan kalian membaca Surat al-Fatihah sebanyak tujuh kali.  Mengapa bukan sepuluh?  Mengapa bukan sekali?  Tujuh kali karena ada tujuh ayat di dalam Surat al-Fatihah dan, saba` matsaani, untuk itulah kita membacanya tujuh kali, dan itu adalah kunci-kunci bagi ketujuh langit.  Jadi, satu, dua,…. Tujuh.  Kalian akan diberi kunci dari ketujuh ayat yang merupakan pembuka bagi ketujuh langit.  Jadi dengan berkah dari syuyukh kita, Allah membukakan bagi kita hakikat dari semua ini dan meneruskannya dari langit pertama hingga langit ketujuh dan tidak keluar lagi dari sana sampai Hari Kiamat. 
 
Kemudian apa lagi yang kita baca?  Kita membaca 10 shalawat.  Segala sesuatu kalian harus membungkusnya dengan shalawat.  Setiap amal yang kalian lakukan, kalian harus menyebutkan Nabi (s) dengan demikian itu akan aman. Tidak ada yang dapat menyentuhnya, segera setelah kalian menyebutkan Nabi (s), Setan akan pergi.  Jadi 10 shalawat adalah untuk membungkus syahadat, istighfar dan Surat al-Fatiha, itu akan dimasukkan ke dalam kotak penyimpanan untuk Hari Kiamat.  Nabi (s) akan menjaganya untuk kalian. 
 
Kemudian kalian membaca alam nashrah laka shadrak, bukankah Kami telah melapangkan dadamu ya Muhammad?  Dan Kami akan terus memberi padamu hingga engkau berkata, “Ya, aku senang.”  Apakah Nabi (s) akan mengatakan, “Aku senang”?  Tidak!  Beliau akan terus meminta dan meminta, tidak pernah berhenti karena apapun yang Allah berikan, beliau (s) akan memberikannya kepada umatnya.  Wa wadha`naa `anka wizrak, dan kemudian Kami ambil wizr bebanmu, seluruh dosa kalian telah dihapuskan. 
 
Kemudian Surat al-Ikhlash, setelah kalian dibersihkan, kalian membaca Surat al-Insyiraah, alam nashrah laka shadrak wa wadha`naa `anka wizrak, alladzii anqadha zhahrak, ketika Kami hilangkan beban berat berupa dosa-dosa, maka kalian dapat memasuki Samudra Tawhiid, ketika kalian mengucapkan, “asyhadu an la ilaha ill ‘Llah wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullah (s), kalian melihatnya dari level tersebut, dunia telah lenyap, setelah kalian dibersihkan dengan membaca Khatm al-Khawajagan dan ini adalah ringksan pendek dari rahasia Khatm al-Khawajagan.
 
Ketika kalian telah mencapai level fitrah itu dan kalian telah diangkat, dibukakan bagi kalian samudra Qul huw Allahu ahad, kalian menyelam dalam rahasia itu dan kalian akan merasakan hakikat Tawhiid, bukan lagi tawhiid imitasi, itu adalah tawhid yang sejati.  Kemudian kalian membaca lagi Surat al-Fatihah, tujuh kali, tetapi kali ini kalian membacanya pada level Tawhiid.  Yang pertama setelah istighfaar, kali ini setelah Tawhiid, yang pertama setelah tobat dan yang kedua membaca al-Fatihah dengan Hakikat Tawhiid.  Sekarang kalian memasuki tujuh langit, dengan ketujuh ayat ini dengan Tawhiid penuh, tidak ada lagi syirik di dalam kalbu kalian. 
 
Kemudian apa lagi yang kalian baca?  Shalawat atas Nabi (s) untuk membungkus Surat al-Fatihah dan samudra Tawhiid yang telah Allah bukakan bagi kalian.  Kalian berada di suatu tempat dan tidak ada orang yang dapat mengeluarkan kalian.  Itu terbungkus hingga Hari Kiamat.  Itulah pentingnya Khatm al-Khawajagan, jadi kalian jangan sampai melewatkan Khatm, lakukan sekali seminggu, karena itu akan membersihkan kalian dan hakikat alam nasyrah laka sadhrak, rahasia Surat al-Fatihah akan dibukakan bagi kalian di masa mendatang, insya-Allah.  Jika kalian tidak mempunyai kendaraan untuk pergi ke zawiyah di mana mereka mengadakan Khatm al-Khawajagan, maka tinggallah di rumah dan lakukan zikir itu sendiri. 
 
Jika kita pergi ke acara Mawlid malam ini, kita akan menjadi mahruumiin,  kita tidak akan mendapat shuhba ini malam ini.  Dan jika kita berada di sana, kita tidak akan mendapat rahasia ini yang Mawlana curahkan ke dalam kalbu untuk disampaikan kepada orang-orang mengenai pentingnya zikrullah dan Khatam al-khawajagan.
 
Surat al-Fatihah terdiri dari 3 level yang berbeda.  Insya Allah, Allah akan membukakan rahasia dari Surat al-Fatihah. 
[doa]
Advertisements

Dzikrullah Membawa Kita ke Maqam Tertinggi

17855142_10154509516290886_1807937837903623257_o

Dzikrullah membawa kalian ke maqam (tingkatan) tertinggi, dan maqam tertinggi itu adalah dengan membaca Al-Qur’an Suci. Bagaimana kalian dapat membaca Al Qur’an suci dengan cara yang paling sempurna? Alquran Suci adalah Sulthan adz-Dzikr, Rajanya Dzikir: tidak ada satu buku atau kitab pun yang menyerupai Kitab Suci Allah, bahkan seluruh Hadits-hadits Nabi (SAW) tidak dapat dibandingkan dengannya. Allah SWT mewahyukan Qur’an Suci kepada Nabi (SAW) dan Nabi (SAW) menyampaikannya kepada para Sahabat (radiyAllahu Ta’ala ‘anhum). Apakah haqiqat sejati dzikrullah? Hakikat dzikrullah adalah untuk mengingat-Nya, dan untuk mengingat-Nya adalah suatu hal yang amat mulia, tetapi mengingat-Nya saja tidaklah cukup.

Ketika kalian membaca Al-Qur’an Suci, Allah (SWT) ‘duduk’ bersama kalian, sebagaimana disebutkan dalam suatu Hadits (*), namun bukan berarti Ia SWT sungguh-sungguh ‘duduk’; arti yang sebenarnya ialah Allah (SWT) tengah hadir bersama kalian di Hadirat Ilahiah. Ia SWT membawa kalian ke Hadirat Ilahiah-Nya ketika kalian membaca Qur’an Suci. Jadi, jika kalian suka untuk berada di Hadirat Ilahi, bacalah Alquran Suci! Mungkin kalian tak melihatnya sekarang, namun jika seseorang mampu melihat Haqiqat segala sesuatu, mereka dapat melihat bahwa Qur’an Suci adalah bentuk tertinggi dari dzikrullah dan bahwa Allah Ta’ala membawa diri kalian lebih dekat dan lebih dekat kepada-Nya ketika kalian membacanya. Karena itulah ketika seseorang menyela kalian saat kalian membaca Qur’an Suci, hal ini bertentangan dengan etiket membaca Alquran. Ketika kalian tengah membaca Alquran, mereka tidak boleh menyela dan bercakap-cakap dengan kalian, dan kalian pun semestinya tidak berbicara dengan mereka.

Syaikh Hisham Kabbani.

Catatan:
(*) Hadits Qudsi dari Nabi SAW, “Ana jalisu man dzakaranii” “Aku duduk bersama orang yang berdzikir mengingat-Ku”. Hadits riwayat Imam Ad-Dailami dengan sanad dha’if, namun terdapat hadits dengan makna serupa dalam Sahih Bukhari, dengan matan:
وأنا معه إذا ذكرني
“Dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku”

Ingatlah Allah Sebanyak-Banyaknya

16252131_1231276273593390_5881064429397819291_o

Ingatlah Allah (swt) sebanyak-banyaknya, sebanyak yang kalian mampu, dan pujilah Dia sebelum dan setelah kerja (“sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam”). Hari ini, siapakah yang mengingat Allah (swt) ketika meninggalkan atau memasuki rumah mereka? Mungkin ada beberapa yang melakukannya, tetapi tidak begitu banyak; kalian dapat menghitung mereka dengan jari. Karena itulah dikatakan bahwa segala sesuatunya akan lenyap kecuali dzikrullah, yang akan menyertai kalian ke Surga.

Hidup di Surga adalah dzikrullah, seperti Malaikat yang hidup dengan dzikrullah, sebagaimana Allah (swt) menciptakan dan memerintahkan mereka untuk melakukan dzikrullah. Dan perintah paling indah yang Ia (swt) berikan pada mereka dalam Qur’an Suci adalah “Bershalawatlah atas Nabi-Ku, wahai para Malaikat-Ku! Kalian suci dan tak berdosa, tetapi jika kalian ingin Aku ridha atas diri kalian, dan jika kalian ingin datang ke Hadirat-Ku, bershalawatlah atas Nabi Kekasih-Ku ﷺ!”

Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia

Ingatlah Aku, Aku pun akan Mengingatmu

15392917_10154141741010886_5558221555528793230_o

Fadzkuruunii adzkurkum,” “Ingatlah Aku, Aku pun akan mengingatmu.” (QS. Al-Baqarah, 2:152). Makna ‘fadzkuruunii’ adalah untuk menyebut Allah (swt) dalam amal kalian atau dalam qalbu kalian, dan kemudian Allah (swt) akan menyebut kalian di Hadirat Ilahiah-Nya. Ketika Dia menyebut nama kalian, ini akan menaikkan diri kalian ke Jalan-Nya. Jadi, apa yang mesti kalian lakukan? Berterimakasihlah pada-Nya, sebagaimana lanjutan ayat tersebut adalah ‘wasykuruu lii’, “Bersyukurlah pada-Ku!” Begitu mudahnya! Sebutlah Diri-Nya, dengan mengucapkan, “Yaa Allah!” Akankah Dia tetap mencatat satu dosa pun atas kalian setelah itu? Ketika Allah (swt) menyebut diri kalian, para Malaikat tidak akan berani menulis amal buruk apa pun atas nama kalian! Begitu mudahnya. Ketika kalian akan tidur, ucapkan, “Yaa Rabbii, Engkau-lah Tuhanku dan Anta hasbii, Engkau-lah Dia kepada siapa aku bergantung.”

Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia
http://www.naqsybandi.com