Ru’yah Mawlana Syekh Nazim mengenai Imam Mahdi (as) dan Doa Ayatul Kursi

Shuhbah Mawlana Syekh Hisyam Kabbani

Pada hari Kamis sore setelah Mawlana Syekh selesai melakukan tarawih dan mereka melakukan Shalatu ‘n-Najat, dan Shalatu t-Tasabih dan Shalatu ‘sy-Syukur, beliau berdiri untuk melakukan shalat dua rakaat, tiba-tiba beliau tidak sadarkan diri selama lima jam. Dan beliau mengatakan kepada saya–orang-orang yang ada di sekitar beliau berpikir bahwa beliau jatuh pingsan dan tidak bisa berdiri kembali. Mereka berusaha membawanya, memanggil ambulan dan seterusnya. Tetapi untuk alasan tertentu, Allah menunda mereka membawanya keluar dari rumah sehingga beliau tetap berada di sana, dan beliau mengatakan bahwa dalam lima jam tersebut, beliau telah dibawa oleh Awliyaullah ke hadirat Nabi (saw) dalam ru’yah–penglihatan yang beliau lihat dalam keadaan tidak sadar tersebut.

Beliau dibawa ke sebuah majelis besar di mana seolah-olah seluruh alam semesta ini berubah menjadi satu titik kecil dan beliau mengatakan bahwa seluruh Awliya dari abad ini, sebanyak 124.000 wali hadir pada saat itu. Mereka berada di satu sisi dan para Anbiya berada di sisi lainnya. Beliau kemudian melihat Mahdi (as) masuk secara langsung menuju hadirat Nabi (saw), di mana Nabi (saw) bersabda–dan ini adalah perkataan Mawlana Syekh, “Wahai anakku, kami telah menghiasi dirimu dengan busana yang belum pernah diberikan sebelumnya,” dan busana itu hanya untuk saat itu saja, karena setiap saat ada busana yang berbeda. Setiap abad mempunyai busananya sendiri. “Kami telah mengenakan padamu busana yang dapat melindungimu dan para pengikutmu dari intiqaamullaah, dari Pembalasan Allah di dunia.”

Beliau mengatakan, “Hukuman akan datang, tidak ada lagi tempat yang aman di Bumi. Tidak ada seorang presiden pun atau raja atau pemimpin negara yang dapat menghentikan apa yang akan terjadi. Itu di luar kendali. Sekarang segala sesuatu berada di tangan Awliyaullah, dan Kami telah menghiasimu dengan hal itu, untuk memikul tanggung jawab itu, mengikuti jejak Mahdi (as).”

Mawlana Syekh Nazim (q) mengatakan bahwa tidak lama setelah hal tersebut dikatakan, beliau melihat seluruh khulafa’ dan wakil Mahdi (as) datang dan mereka diperkenalkan satu per satu. Pada malam itu–di sini (Michigan, red.), mereka yang berada di sini, saya tidak tahu–kita telah melakukan semua yang kita lakukan, yakni shalat tarawih, shalat tasbih dan shalatu ‘sy-syukur, kemudian Mawlana mengilhamkan ke dalam hati saya untuk membacakan nama-nama Khulafa Mahdi (as) dan para wakilnya. Dan saya membacakannya di sini.

Itulah yang saya dapatkan pada malam itu. Mengapa? Saya tidak tahu. Saya katakan pada saat itu Mawlana Syekh memberikan hal itu sebagai informasi untuk umum bahwa sekarang ini waktunya telah tiba bagi mereka untuk mendengar nama Mahdi (as). Saya tidak tahu mengenai keadaan tidak sadar itu hingga tiga hari yang lalu melalui telepon ketika saya berbicara dengan beliau.

Jadi beliau memberi ilham di sini untuk membacakan nama-namanya, dan kami bacakan nama-nama Awliyaullah dan Syaykhul Islam, ada 9 Syaykhul Islam pada masa Imam Mahdi (as). Beliau mengatakan bahwa ketika beliau pingsan, mereka datang dan beliau dihiasi dengan busana yang berasal dari makna Hadits Nabi (saw), Laa dharar wa laa dhiraar fil Islam. La dharar, tidak ada bahaya yang menimbulkan kerusakan pada orang lain; wa laa dhiraar, tidak ada tindakan membalas kerusakan dengan kerusakan lain pada orang lain. Jadi tidak ada aksi yang membahayakan dan tidak ada aksi pembalasan. Artinya jika seseorang melakukan dharar, menyakiti kalian; kalian tidak bisa melakukan hal yang serupa terhadap orang lain, jadi tidak ada aksi yang membayakan atau merusak dan kalian tidak boleh menyakiti orang lain. Laa dharar wa laa dhiraar.

Beliau telah dihiasi dengan busana tersebut, dan seluruh Awliyaullah bersama khalifah Mahdi (as), keempat puluh khalifah dan 59 deputi, bahwa di mana siapa pun di dunia ini yang berusaha melakukan dharar, menyakiti siapa pun, hal itu tidak dapat diterima dan ia akan mendapat pembalasan dari-Nya. Dan beliau mengatakan, “Siapa pun yang melakukan aksi pembalasan, jika seseorang menyakiti kalian dan kalian melakukan aksi pembalasan terhadap orang lain yang tidak berdosa, mereka juga akan mendapat balasan dari-Nya. Hal itu harus dihentikan! Itulah sebabnya beliau katakan, ini di luar kendali, sekarang hal itu berada di tangan Awliya, bukan di tangan para presiden, raja atau pemimpin negara. Hal itu berada di bawah Awliya di bawah perintah Nabi (saw). Apa yang beliau katakan pada mereka, mereka akan melaksanakannya. Dan untuk melaksanakan perintah itu mereka tidak memerlukan senjata, mereka bahkan tidak memerlukan pisau, mereka tidak memerlukan tongkat, mereka hanya perlu mengirimkan sinyal ke dalam hati. Mereka dapat mencapai setiap orang melalui hatinya.

Beliau mengatakan bahwa dari tajali tersebut, dan beliau menyebutkan sebuah nama untuk tajali tersebut, beliau mengatakan, “Aku kenakan pada seluruh pengikutku tajalli hifzh, tajali perlindungan, sehingga mereka akan terlindungi.” Beliau juga mengatakan bahwa siapa pun yang berbicara sekarang ini, jika ia berada di jalan yang haqq dan ia melakukan perbuatan yang haqq maka ia akan mengikuti Tarekat Naqsybandi. Tidak akan ada tarekat lainnya kecuali Naqsybandi. Sayyidina Mahdi (as) juga seorang Naqsybandi, karena itu adalah jalannya Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq (ra). Nabi (saw) berbicara kepada Sahabatnya, “Laa tahzan inna ‘Llaaha ma`anaa, Jangan bersedih, karena Allah bersama kita!” (QS At-Taubah 9:40). Dan yang menjadi Sahabat bagi Nabi (saw) sekarang ini adalah Sayyidina Mahdi (as) dan yang menjadi Sahabat bagi Sayyidina Mahdi (as) adalah para menterinya yaitu para Awliyaullah, yang di antaranya adalah Mawlana Syekh Nazim (q), semoga Allah memberkahinya. (aamiin)

Mereka melaksanakan perintah ini sehingga perlindungan itu sudah dipakaikan. Dan beliau mengatakan bahwa Sayyidina Mahdi (as) berasal dari golongan shiddiqiyyun. Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq adalah Sahabat Nabi (saw). Beliau adalah shadiq, beliau telah mencapai level shiddiq, tak seorang pun mencapai maqam tersebut dan Mahdi (as) mewarisi rahasia ini dari Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq (ra). Beliau adalah khalifah Nabi (saw) yang pertama dan pada abad terakhir ini khalifah Nabi (saw) di Bumi yang sekarang adalah Mahdi (as). Dan itulah sebabnya beliau disebut ash-Shiddiiqul ashghar, jadi ada ash-shiddiqul akbar dan ash-shiddiqul ahsghar. Meskipun beliau adalah cucu Nabi (saw) tetapi beliau disebut sebagai junior yang muncul setelah Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq (ra). Beliau bukanlah junior dalam arti ashghar secara harfiah, tetapi dalam arti yang simbolik, artinya bahwa beliau adalah shiddiq yang muncul di masa sekarang ini.

Dan beliau mengatakan bahwa sekarang beliau telah diberi ijazah pada malam ke-27 Laylatul Qadar tahun ini; beliau, sayyidina Mahdi (as) telah diberi otoritas untuk mengumandangkan takbir “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.” Dan ketika beliau mengatakan hal ini, Mawlana Syekh mengatakan bahwa seluruh alam semesta menjadi terbuka dan malam laylatul Qadar itu menjadi bersinar penuh cahaya, dan beliau memanjatkan doa dengan doa yang tidak dimengerti oleh siapa pun, kecuali Awliyaullah, Mahdi (as) dan Nabi (saw). Dan beliau mengatakan bahwa “Ini adalah kabar gembira bagi semua yang menjadi pengikutku dan ini adalah waktunya berniaga,” dan beliau mengatakan bahwa perniagaan terbaik sekarang ini adalah sadaqah, untuk memberi fii sabilillaah.

Apa pun dari harta kalian yang diberikan pahalanya akan dilipatgandakan tidak hanya sepuluh kali lipat atau tujuh ratus kali lipat sebagaimana yang dikatakan dalam hadits, tetapi pahalanya adalah tak terhingga. Siapa pun yang bersedekah di jalan Allah pahalanya adalah tak terhingga. Beliau mengatakan bahwa sedekah terbaik yang diterima dan paling produktif adalah menyebarkan ajaran Tarekat Naqsybandi. Jika seseorang dapat menyebarkan ajaran tersebut dalam berbagai media, buku-buku atau rekaman, atau TV atau radio atau yang lainnya, ini akan dicatat dari golongan shiddiqiin. Para Hari Perhitungan mereka akan dikumpulkan bersama orang-orang dari golongan ma’alladzina an’amallahu ‘alayhim mina ‘n-nabiyyin wa shiddiqin wa syuhada wa shalihin… (QS An-Nisa’ 4:69).

Semoga Allah (swt) mengampuni kita dan semoga Allah (swt) mendukung kita. Kemudian beliau memerintahkan saya untuk memberikan doa. Dan ini adalah doa Ayatul Kursi, yang dibaca setelah kalian membaca Ayat Kursi.

(Mawlana membaca Doa Ayatul Kursi–terlampir)

Doa Ayatul Kursi

Ini adalah Ayatul Kursi yang telah diperluas bagian demi bagiannya melalui khadam atau hamba dari ayat ini. Mereka berasal dari golongan malaikat dan jin. Jadi melalui ayat tersebut, sebagaimana saya bacakan tadi itu akan mengaktifkan seluruh malaikat dan jin di bawah ayat ini untuk membantu kalian dalam kebutuhan kalian dan apa pun yang kalian lakukan dan melindungi kalian dari segala sesuatu yang dapat terjadi. Dan raja yang bertanggung jawab atas seluruh jin dalam ayat tersebut adalah al-Malik Kandiyas. Beliau adalah yang mengirimkan jin-jin yang berada di bawah ayat ini kepada orang-orang yang membaca Ayatul Kursi dengan cara seperti itu. Dan itulah sebabnya di sini disebutkan beberapa kode seperti:

yā Allāhu yā Allāhu yā Allāh
Yā Raḥmānu yā Raḥmānu yā Raḥmān
Yā Raḥīmu yā Raḥīmu yā Raḥīm
Yā Hin yā Hin yā Hin

Itu adalah ekspresi jin, kemudian beliau mengatakan.

Yā Rabbāhu yā Rabbāhu yā Rabbāh
Yā Sayyadāhu yā Sayyadāhu yā Sayyadāh
Yā Hūwa yā Hūwa yā Hūwa

Itu adalah sebuah kode.

Bila kalian membacanya seperti itu, itu akan mengaktifkan jinnya untuk keluar dan membantu apa yang kalian perlukan. Dan itulah sebabnya beliau mengatakan, a`inuuni, tolonglah aku pada apa yang harus kulakukan. Kemudian beliau mengatakan di sini, “Ya Allah jadikanlah makhluk rohaniah dalam ayat tersebut berada di bawah kewenanganku, agar jin itu dapat membantuku pada apa yang kuperlukan, dan juga para malaikat dapat membantuku pada apa yang kuperlukan.” Kemudian beliau lanjutkan hingga As’aluka an tusakhkhira lī khuddāma hādzihi’l-āyah, aku memohon kepada-Mu untuk membuat khadam, yakni hamba-hamba dari ayat tersebut untuk membantuku dalam apa yang aku perlukan. Kemudian beliau mengatakan,

haylan haylan …itu adalah ekspresi jin.
jawlan jawlan… Ini adalah ekspresi jin.
mulkan mulkan…Ini adalah ekspresi jin.

Semoga Allah (swt) mengampuni kita. Kalian dapat menerjemahkan dan mengkopinya dan dengan berkah dan izin dari Mawlana Syekh saya berikan ijazah kepada setiap orang untuk membacanya. Untuk perlindungan ini harus dibaca 7 kali sehari. Untuk perlindungan dari apa pun yang akan datang, termasuk masalah-masalah besar yang akan turun ke Bumi ini, itu akan menjadi perlindungan untuk mereka semua.

Wa min Allah at-tawfiq bi hurmatil Faatihah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s