Pengantar Shalat Jenazah

Dr. Nour Kabbani
Zawiyah Fenton Michigan, 9 April 2022
Disampaikan sebelum melalukan Shalat Jenazah untuk almarhum Shaykh Abdul Ghani Paul Hardy

InsyaaAllah saya akan menyampaikan beberapa kata.

Kami sangat berterima kasih kepada Dr. Dharr atas segala yang telah ia lakukan. Adalah fardhu, adalah kewajiban bagi setiap Muslim untuk membantu atau untuk menguburkan saudara Muslimnya, tetapi itu adalah fardhu kifayah, artinya sekelompok Muslim dapat melakukannya, bukan umat secara keseluruhan. Jadi Allah (swt) telah menjadikannya sebagai fardhu baginya (alm. Shaykh Abdul Ghani) dan Allah (swt) telah memberikan Dr. Dharr, Amir, Shaykh Abdul Haqq dan yang lainnya untuk membawanya ke Surga.

Apa yang kita lakukan sekarang ini pada dasarnya adalah membawanya dan memohon kepada Allah (swt) untuk membukakan pintu Surga di dalam kuburnya. Ketika seorang Mukmin atau Muslim meninggal dunia, kita telah diberitahu oleh Rasulullah (saw) untuk membawanya dan melakukan tiga hal:

  1. Melakukan istighfar untuknya. Itulah sebabnya kita mengucapkan, “Allahumma’gh firlahu…” dan insyaaAllah kita akan melakukannya di sana. Istaghfiruu li akhiikum (اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ), itulah haditsnya–mohonkanlah ampunan untuk saudaramu.
  2. Wasaaluu lahu bi’t-tatsbiit (وَسَلُوا لَهُ بِالتَّثْبِيتِ), mintalah kepada Allah (swt) untuk membuatnya teguh.
  3. Fa innahu ‘l-aana yus’al (فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ), karena sekarang ia akan ditanyai.

Jadi pada dasarnya apa yang kita lakukan adalah membawa saudara kita ke tempat peristirahatannya, memohon ampunan untuknya dan memohon kepada Allah (swt) agar ia memberi jawaban yang benar dan yang ketiga memohon kepada Allah (swt) untuk memperkenankannya masuk Surga.

Jadi kita melakukan sebuah khidmah (pelayanan) yang besar untuknya. Jadi itu bukanlah sesuatu yang sederhana. InsyaaAllah kita dapat melakukan semuanya.

Kita akan melakukan shalat jenazah dulu. Alhamdulillah mereka telah memandikan dan mengkafaninya dan sekarang waktunya untuk shalat jenazah. Lihatlah betapa Allah (swt) Maha Pemurah. Almarhum tidak meminta apa-apa pada kalian. Siapa yang menggerakkan kalian? Almarhum tidak meminta apa-apa. Itu adalah rahmat Allah (swt). Dia mencintainya, jadi Dia membangunkan para tentara-Nya untuk membawanya dari Rahmatullah menuju Rahmatullah.

Jadi kita semua melakukan khidmah untuk saudara kita tercinta. Beliau adalah saudara Muslim kita tercinta. Kita lakukan yang terbaik untuknya. Beliau sudah dimandikan dan dalam keadaan suci; beliau sudah dikafani dan sekarang siap untuk dilakukan shalat jenazah.

Shalat jenazah adalah doa. Itu adalah shalatu ‘s-salaam dan doa. Ia tidak terdiri dari sujud, ruku dan yang lainnya, tetapi itu adalah doa untuk mayyit. Setelah shalat jenazah kita akan berdoa untuknya sebagaimana yang telah dikatakan oleh Rasulullah (saw) kepada kita. Ada 2 doa yang akan dibaca, insyaaAllah kita akan melakukannya dan kemudian kita akan pergi ke kuburnya.

Setelah kita sampai di kuburnya, kita duduk–jika kalian bisa duduk di sana, sampai jenazah itu diturunkan. Ketika mereka telah menurunkan jenazahnya dan kita mengubur jenazahnya, kemudian Imam akan datang dan memberi talqin, karena malaikat akan bertanya. Dan talqin itu adalah untuk menyampaikan tiga hal:

  1. Rabbiyallah, kalian ingin agar ia dapat mengatakan, “Tuhanku adalah Allah (swt)”
  2. Diinul Islam, Islam adalah agamaku
  3. Nabi Muhammad (saw) adalah Nabiku.

Dikatakan dalam hadits bahwa jika ia dapat mengucapkan ketiga hal ini, dengan segera ada panggilan dari Langit yang mengatakan, “Berikan hamba-Ku dari Surga.” Lalu apa yang terjadi? Kuburnya akan dihiasi dengan benda-benda dari Surga, ia akan dibusanai dari Surga, kemudian pintu Surga akan terbuka dan ketenangan dan kenyamanan serta wangi-wangian Surga akan memenuhi kuburnya. Jika ia mampu menjawab ketiga pertanyaan ini. Kalian hanya perlu menjawab ketiga pertanyaan tersebut.

Jadi tugas kalian di dunia akan untuk mengingat ketiga jawaban ini: Rabbiyallah, diinul Islam, Nabi Muhammad (saw). Jika ia dapat memberikan ketiga jawaban tersebut, maka pintu Surga akan terbuka di kuburnya. Kuburnya akan memanjang, sepanjang mata memandang dan Allah (swt) akan memenuhinya dengan Cahaya Surga.

Mawlana Shaykh Nazim (q) mengatakan bahwa shalatnya akan datang di sisi kanannya untuk melindunginya dari api; puasanya akan datang di sisi kirinya untuk melindunginya dari api; ibadah hajinya akan datang dari kakinya untuk melindunginya dari api; serta zakat dan sedekahnya akan datang dari atas untuk melindunginya dari api di alam kubur. Imannya akan seperti matahari yang bersinar di kuburnya.
Jadi itu semua menunggu untuknya, tetapi pertanyaan itu dijawab di sana, bukan di sini. Di sini kita akan melakukan shalat untuknya. Di sana, setelah kita memberi talqin dan kita tinggal di sana sekitar 10-15 menit untuk membaca Surat al-Ikhlash asy-syariif, qul a’uudzu bi rabbil falaq, qul a‘uudzu bi rabbi ‘n-naas, kemudian kita bisa pulang dan insyaaAllah ia akan bisa memberikan jawaban yang benar.
Semoga Allah (swt) juga membuat kita dapat memberikan jawaban yang benar. Kita tidak tahu kapan giliran kita tiba. Kita tidak pernah tahu.

Saya mendengar dari Mawlana Shaykh Nazim (q) bahwa jika kalian tidak dapat menjawab ketiga pertanyaan ini, jika kalian mengatakan, “Laa adrii (لا ادري)–aku tidak tahu”. Ketika mereka bertanya, “Siapa Tuhanmu, apa agamamu, siapa Nabimu?” jika ia mengatakan, “Aku tidak tahu!”, sebuah pukulan besar dengan balok baja akan menghantam kepalanya dan ia akan ditanya untuk apa ia menggunakan kepalanya di dunia.

Jadi di dunia, tangung jawab kita dan pencarian kita–masyaaAllah setiap orang mempunyai pencariannya. Pencarian kalian adalah untuk mengetahui bahwa Allah (swt) adalah Pencipta dan Tuhan kalian. Rasulullah (saw) adalah Nabi dan Kekasih kalian, dan Islam adalah jalan dan agama kalian. Jika kita mengetahuinya dan insyaaAllah almarhum mengetahuinya dengan didampingi oleh Grandsyuyukh kita, insyaaAllah Allah akan memasukannya ke dalam Surga.

InsyaaAllah di bulan ini, Allah akan mengampuninya. Setiap orang yang berpulang di bulan Ramadhan akan masuk Surga, pintu Surga terbuka dan pintu Neraka tertutup. Jadi mereka akan langsung masuk Surga, insyaaAllah.

Jadi kita akan melakukan empat kali takbir, kita berdiri di bagian dada jenazah. Takbir pertama kita baca “Subhanaka Allahumma wa bihamdik,” untuk Hanafi, sedangkan untuk Syafii dan Hambali, mereka membaca al-Fatihah. Kemudian takbir kedua shalawat, shalatu Ibrahimiyyah; takbir ketiga kita berdoa, dengan doa apa pun, dalam bahasa Arab atau Inggris, atau Bosnia, atau apa pun yang kalian tahu dan mintalah ampunan baginya; dan takbir keempat, Allahumma laa tahrimnaa ajrahum wa laa taftinnaa ba`dahum; kemudian kita memberi salam dan berdoa untuknya, lalu kita antarkan ke Surganya, insyaaAllah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s