AYAT SUCI YANG DAPAT MENYELAMATKAN MANUSIA DARI SEGALA PENYAKIT

89614700_10157130179505886_2694062736572153856_o

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

12 Maret 2020 | Fenton Zawiya, Michigan



Adab terhadap Syekh adalah jika kalian mengaitkan sesuatu kepada diri kalian sendiri, maka tidak akan ada yang berhasil. 


Duduklah di rumah!  Jika kalian mempunyai masalah, bacalah: 

‏بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ

ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim.

Dzalika taqdiiru ‘l-`Aziizi ‘l-`Aliim.

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (Surah Yasiin, 36:38)

 

Masalah tersebut akan cair dengan sendirinya. Itulah yang diajarkan oleh Grandsyekh AbdAllah ad-Daghestani (q) kepada kami pada tahun-tahun yang baik di masa lalu.  Sekarang kita berada di tahun-tahun yang buruk. Tahun yang buruk, tetapi insyaAllah khalaash, keselamatan akan datang.  Pada akhirnya Islam akan menyebarkan kedamaian di mana-mana dan kita (Muslim) tidak menyebarkan apa-apa selain kedamaian.  


As-salam `alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh 

Semoga Allah melimpahkan keselamatan, rahmat dan keberkahan kepada kalian.  

 

Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim dibaca sebelum ayat untuk mengikutsertakan setiap orang yang telah meninggal dunia akibat penyakit ini agar mereka diampuni.  Itulah sebabnya mengapa Umat Sayyidina Muhammad (saw) sangat beruntung memperoleh semua keselamatan dari Langit ini.
 

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ

ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim.

Dzalika taqdiiru ‘l-`Aziizi ‘l-`Aliim.

 

Dan Dia memberitahukan pentingnya Dzikrullah waqt al-masaa’ib, mengingat Allah pada masa-masa sulit.  

Ja’at al-ayat ats-tsaaniya Dzalika taqdiiru ‘l-`Aziizi ‘l-`Aliim.

Kemudian ayat kedua muncul: 

Demikianlah ketetapan dari-Nya, Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui, artinya Dia mengetahui segalanya, jadi jangan menempatkan iraadah, kehendak kalian di atas Kehendak-Nya.  Iraadah kalian adalah seberapa banyak dzikrullah yang dapat kalian lakukan dalam sehari: itulah yang Allah (swt) berikan kepada kalian untuk memilihnya; sementara Iraadah Allah, Kehendak Ilahiah adalah untuk menghapuskan kezaliman, kegelapan dan penindasan, dan memberikan umat Muslim dari ketetapan pentingnya Bahr al-`Azhama, Samudra Keagungan, Qudratullah, Samudra Kekuasaan Allah di seluruh dunia ini. 

Keagungan-Nya adalah, bahwa dari satu ayat al-Qur’an suci seluruh dunia selamat.  Ketika Allah tidak senang dengan manusia, Dia menarik kekuatan dari dunia dan sebelum itu terjadi, seluruh dunia akan mengalami kejatuhan.  Jadi, agar kalian selamat dari masalah ini, `alaykum bi qira’at hadzihi ayah, kalian harus membaca ayat ini: 

 

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ

ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim.

Dzalika taqdiiru ‘l-`Aziizi ‘l-`Aliim. (36:38)

 

Itu adalah dzikirnya Mawlana Syekh AbdAllah yang biasa beliau baca 100 kali sebelum terbang, atau mengendarai kendaraan atau ketika bepergian.  Bila kalian membacanya atau menuliskannya, Allah (swt) akan membukakan bagi kalian sebuah taj (mahkota), satu derajat, satu maqam di atas maqam lainnya di atas maqam lainnya di atas maqam lainnya dan seterusnya sampai seluruhnya habis. 


Pada saat itu kemurnian akan muncul ke dunia dan Allah (swt) akan menunjukkan `Azhamat-Nya kepada manusia.  Jadi berusahalah untuk menjadi orang yang baik, daripada melakukan maksiat setiap saat, lebih baik melakukan dzikrullah.  

Dzikrullah (adalah apa) yang harus kita tunjukkan kepada Allah bahwa betapa kita sangat tertarik untuk mengikuti apa yang telah dijelaskan oleh Nabi (saw) mengenai ayat ini dan apa yang telah dijelaskan oleh para ulama mengenai hal ini.  

Semoga Allah mengampuni kita dan memberkahi kita, dan semoga Allah menyingkirkan penyakit (virus Corona) tersebut.  Barang siapa yang membaca dzikir ini 100 kali setiap hari ia akan diselamatkan dari segala penyakit. Jadi siapa pun yang mempunyai masalah dari penyakit semacam ini, biarkan mereka membaca ayat tersebut 100 kali setiap hari dan insyaAllah itu akan terbuka. 

Wa min Allah at-tawfiiq, dan segala keberhasilan berasal dari Allah. 

Dzikrullah Membawa Kita ke Maqam Tertinggi

17855142_10154509516290886_1807937837903623257_o

Dzikrullah membawa kalian ke maqam (tingkatan) tertinggi, dan maqam tertinggi itu adalah dengan membaca Al-Qur’an Suci. Bagaimana kalian dapat membaca Al Qur’an suci dengan cara yang paling sempurna? Alquran Suci adalah Sulthan adz-Dzikr, Rajanya Dzikir: tidak ada satu buku atau kitab pun yang menyerupai Kitab Suci Allah, bahkan seluruh Hadits-hadits Nabi (SAW) tidak dapat dibandingkan dengannya. Allah SWT mewahyukan Qur’an Suci kepada Nabi (SAW) dan Nabi (SAW) menyampaikannya kepada para Sahabat (radiyAllahu Ta’ala ‘anhum). Apakah haqiqat sejati dzikrullah? Hakikat dzikrullah adalah untuk mengingat-Nya, dan untuk mengingat-Nya adalah suatu hal yang amat mulia, tetapi mengingat-Nya saja tidaklah cukup.

Ketika kalian membaca Al-Qur’an Suci, Allah (SWT) ‘duduk’ bersama kalian, sebagaimana disebutkan dalam suatu Hadits (*), namun bukan berarti Ia SWT sungguh-sungguh ‘duduk’; arti yang sebenarnya ialah Allah (SWT) tengah hadir bersama kalian di Hadirat Ilahiah. Ia SWT membawa kalian ke Hadirat Ilahiah-Nya ketika kalian membaca Qur’an Suci. Jadi, jika kalian suka untuk berada di Hadirat Ilahi, bacalah Alquran Suci! Mungkin kalian tak melihatnya sekarang, namun jika seseorang mampu melihat Haqiqat segala sesuatu, mereka dapat melihat bahwa Qur’an Suci adalah bentuk tertinggi dari dzikrullah dan bahwa Allah Ta’ala membawa diri kalian lebih dekat dan lebih dekat kepada-Nya ketika kalian membacanya. Karena itulah ketika seseorang menyela kalian saat kalian membaca Qur’an Suci, hal ini bertentangan dengan etiket membaca Alquran. Ketika kalian tengah membaca Alquran, mereka tidak boleh menyela dan bercakap-cakap dengan kalian, dan kalian pun semestinya tidak berbicara dengan mereka.

Syaikh Hisham Kabbani.

Catatan:
(*) Hadits Qudsi dari Nabi SAW, “Ana jalisu man dzakaranii” “Aku duduk bersama orang yang berdzikir mengingat-Ku”. Hadits riwayat Imam Ad-Dailami dengan sanad dha’if, namun terdapat hadits dengan makna serupa dalam Sahih Bukhari, dengan matan:
وأنا معه إذا ذكرني
“Dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku”

Ingatlah Allah Sebanyak-Banyaknya

16252131_1231276273593390_5881064429397819291_o

Ingatlah Allah (swt) sebanyak-banyaknya, sebanyak yang kalian mampu, dan pujilah Dia sebelum dan setelah kerja (“sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam”). Hari ini, siapakah yang mengingat Allah (swt) ketika meninggalkan atau memasuki rumah mereka? Mungkin ada beberapa yang melakukannya, tetapi tidak begitu banyak; kalian dapat menghitung mereka dengan jari. Karena itulah dikatakan bahwa segala sesuatunya akan lenyap kecuali dzikrullah, yang akan menyertai kalian ke Surga.

Hidup di Surga adalah dzikrullah, seperti Malaikat yang hidup dengan dzikrullah, sebagaimana Allah (swt) menciptakan dan memerintahkan mereka untuk melakukan dzikrullah. Dan perintah paling indah yang Ia (swt) berikan pada mereka dalam Qur’an Suci adalah “Bershalawatlah atas Nabi-Ku, wahai para Malaikat-Ku! Kalian suci dan tak berdosa, tetapi jika kalian ingin Aku ridha atas diri kalian, dan jika kalian ingin datang ke Hadirat-Ku, bershalawatlah atas Nabi Kekasih-Ku ﷺ!”

Shaykh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia

Ibadah yang Mudah

16298393_10154296042370886_1564412081114490125_n

Wahai Muslimiin, wahai orang-orang beriman! Untuk mengikuti (ittiba’) bukanlah sesuatu yang mudah. Suatu hari kalian terjatuh, dan di hari lain kalian bisa mengikuti, inilah yang umumnya terjadi. Untuk mengikuti sepenuhnya, 100%, sunnah Nabi (SAW), yang merupakan kewajiban bagi kita, adalah sesuatu yang sulit. Seseorang pernah mendatangi Nabi (SAW) dan bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah! Prinsip-prinsip Islam terlalu banyak bagiku. Berikanlah sesuatu untukku yang mudah untuk kulakukan sebagai ibadah,” dan Nabi (SAW) pun menjawab, “Jagalah agar lidahmu selalu bergerak dalam Dzikrullah,” bukannya melakukan ghibah (menggunjing) atau menyebarkan isu yang jelek (hoax, red.), tetapi lakukanlah dzikrullah, bacalah sholawat, bacalah Qur’an Suci atau lakukan pekerjaanmu sebaik-baiknya.

Syaikh Hisham Kabbani
Nazimiyya Indonesia