Nabi Muhammad (saw) adalah Pilar Pendukung Kita

photo_2020-03-28_10-26-14
Mawlana Syekh Hisyam Kabbani berbicara mengenai prediksi Mawlana Syekh Nazim (q) mengenai pandemi virus Corona, kedatangan Sayyidina al-Mahdi (as) dan pentingnya Nabi Muhammad (saw) sebagai pilar pendukung kita.
______
A`udzu billah mina ‘sy-Syaythani ‘r-rajiim
Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim
 
Hanya kepada-Nya (Allah) kita memohon pertolongan dalam memenuhi kebutuhan kita.
 
Yaa Rabbi, angkatlah semua kezaliman dari kami, kezaliman dari manusia dan dari semua musuh. Yang menjadi musuh kini telah diketahui, yakni karena virus Corona ini. Itu adalah musuhnya orang-orang Islam.
 
Mawlana Syekh Nazim (q) pernah menggambarkannya. Beliau berbicara secara umum, tidak secara spesifik; dan beliau menggambarkan virus itu satu demi satu. Beliau banyak menyebutkan tentang virus dan banyak ceramah tentangnya di Sufilive.

Mereka ingin agar saya mengatakan sesuatu. Allah (swt) berfirman di dalam kitab suci al-Qur’an, a`udzu billaah mina ‘sy-syaythani ‘r-rajiim… Nabi (saw) memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan syayaathiin, itu artinya Setan akan tetap ada hingga masanya Iblis berakhir.
 
Dan insyaAllah ajalnya akan jatuh di tanah ini dan mahabbatu ‘r-Rasuul, kecintaan terhadap Rasulullah (saw) akan dituliskan untuk setiap orang.
 
Dan ini merupakan isyarat bahwa kedatangan Sayyidina Mahdi (as) tidak begitu dekat namun juga tidak begitu jauh, beliau sudah ada, beliau mendengar dan juga menyaksikan.
 
Kita harus membaca Surat al-Jinn, karena di dalamnya terkandung banyak makna. Jangan mengatakan masih ada waktu, karena ini seperti orang yang mengatakan, “Waktu sudah berlalu.” Waktu itu bagaikan emas, dan kemunculan Mahdi (as) adalah emas; kemunculan Awliyaullah bersama Mahdi (as) bagaikan permata.
 
Jadi kabar gembira bagi kalian, wahai orang-orang Islam. Alhamdulillah, segala puji bagi-Nya yang telah mengumpulkan kita, kaum Muslimin, Muwahidin (monotheis), Muhibbiin (para pecinta), dan kita bukanlah Zhalimiin, orang-orang yang zalim. Dan buktinya adalah bahwa seluruh dunia bersatu melawan kuman yang kecil ini, seperti yang masuk ke dalam kepalanya Namrud.
 
Ia masuk dalam keadaan kecil, namun keluar dalam keadaan besar. Kita memohon kepada Allah `azza wa Jalla agar Dia tidak membawanya kepada kita, tetapi menghancurkannya melalui kecintaan kita kepada Nabi (saw) dan dengan kekuatan Nabi (saw); karena Allah `azza wa Jalla memberi kekuatan kepada Nabi (saw) di dunia dan di Akhirat. Para Awliya dan orang-orang yang alim mengetahuinya dan kita memohon agar kita dapat mengikuti jejak mereka.
 
بشرى لنا معشر الإسلام إن لنا من العناية ركنًا غير مُنهدم
 
Busyra lanaa ma’syaral Islami inna lanaa
minal `inayati ruknan ghayra munhadimi

Kabar gembira wahai golongan umat islam!
Karena kita punya tiang besar yang tidak akan rubuh atas pertolongan Allah (swt)
(Qasidah Burdah)
 
Persoalan ini sudah selesai. Nabi (saw) mengatakan dalam lisan Imam Busayri bahwa persoalan ini sudah selesai, karena kalian mempunyai pilar inayatullah (Perawatan Allah) yang besar, kokoh dan tidak akan hancur. Perawatan Allah akan datang pada kalian melalui sebuah pilar yang besar dan pilar itu tidak lain adalah Nabi (saw).
 
Di masanya, kehadiran Nabi (saw) merupakan suatu kejutan yang besar bagi para Sahabat. Dan sekarang, Nabi (saw) bersabda dalam sebuah hadits,
 
اَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُمْلَأَ الْأَرْضُ ظُلْمًا وَجَوْرًا وَعُدْوَانًا، ثُمَّ يَخْرُجُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي مَنْ يَمْلَؤهَا قِسْطًا وَعَدْلًا ، كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَعُدْوَانًا

Dari Abu Said al-Khudri (ra), sesungguhnya Rasulullah (saw) bersabda, “Akan muncul di antara keturunanku, ia akan mengisi dunia dengan keseimbangan dan keadilan sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan penindasan dan ketidakadilan. (Ahmad, Al-Hakim)
 
Dan beliau adalah al-Mahdi (as). Kemunculannya merupakan suatu yang pasti (dalam Islam). Saya telah membaca lebih dari 100 Ahadits mengenai Mahdi (as). Dan kemunculannya ini akan menghapus yang salah sebagaimana ia telah menghapus yang salah di masa lalu. Jika ia (Dajjal) muncul, itu adalah agar ia terbunuh, karena jika ia bersembunyi, ia tidak bisa dibunuh; tetapi bila ia muncul, itu merupakan sebuah pertanda besar bahwa ia akan dibunuh dan tidak ada seorang pun yang dapat membunuhnya kecuali Mahdi (as).
 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتِلَ فِئَتَانِ عَظِيمَتَانِ ، يَكُونُ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيمَةٌ ،

Sebagaimana Nabi (saw) bersabda, “Hari Kiamat tidak akan muncul sebelum ada dua kelompok besar saling berperang satu sama lain, dan di antara mereka akan terjadi suatu pertempuran yang besar, padahal seruan dakwah mereka adalah sama. (Bukhari)
 
Ini adalah bentuk penantian (intizhar) yang makbul, dapat diterima, sehingga tidak ada pertumpahan darah atas nama Islam dan kaum Muslim dan mereka yang mengikuti jejaknya–dan insyaAllah kita berada di jejak mereka–dan selamat.
 
Hadirkan hati kalian, wahai Muslim! Waktunya telah sempurna; meskipun membela umat Muslim dan rumah-rumah mereka adalah tugas bagi setiap Muslimin dan Muslimah, tetapi hal itu hanya ketika Allah memerintahkannya, yaitu ketika Mahdi (as) telah muncul. Jadi, kita berdoa kepada Allah agar beliau muncul dan kedatangannya akan memunculkan `aynul Haqiqat. `Aynul Haqiqat ini adalah bersama Awliya dalam mencakup samudra biru.
 
Beliau akan muncul dari tempatnya dan beliau akan membusanai umat Muslim dari berbagai maqamnya. Kemudian maqam al-Haqq akan tersebar dan bersamanya seruan kepada Allah (swt) juga akan tersebar. Setelah itu tidak ada lagi orang-orang di dunia yang tidak mengucapkan, “Laa ilaaha illaAllah“, atau “Allah, Allah,” dan pada saat itu al-Massih ad-Dajjal akan terbunuh.
 
Kita memohon kepada Allah (swt) untuk tidak menunjukkan kepada kita apa yang dikandung dalam hari-hari sekarang ini, kita memohon agar kita hanya ditunjukkan hari-hari yang terbaik, karena mereka mengandung mata air hikmah. Dari sana hikmah itu akan muncul. Kita sebagai umat Muslim menginginkan hikmah tersebut. Ini adalah sikap kita dan cinta kita untuk al-Habiibi ‘l-Mushthafa (saw). Beliau telah menunjukkan agama yang haqq.
 
Kita memohon kepada Allah untuk membusanai kita dengan apa yang belum pernah dilihat oleh mata, apa yang belum pernah didengar oleh telinga dan apa yang belum pernah terjadi pada hati manusia dari apa yang telah Allah berikan dari Surga-Nya yang hijau dan indah. Ini berasal dari `Aynul Haqiqat, sebagaimana yang ditunjukkan dalam peristiwa Israa’ Mi’raaj. Sekarang kita berada di awal bulan Sya`ban. Insya Allah kita akan bersama dengan orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang muhsin, dan mereka inilah teman sebaik-baiknya.
 
As-salamu `alaykum wa rahmatullahi wa barakatuhu.

Jangan takut… Ada malaikat-malaikat yang meliputi dua Timur (al-masyriqayni) dan dua Barat (al-maghribayni). Mereka hadir membela umat Muslim dan juga umat-umat lainnya, karena mereka pun tidak bersalah dalam persoalan ini. Ini adalah kesalahan dari jin-jin pembangkang. Jin mempunyai banyak pertanyaan, mereka selalu bertanya. Mereka selalu mempunyai pertanyaan sampai mereka tahu bahwa mereka telah melakukan kesalahan. Itulah sebabnya banyak jin yang menjadi Muslim di tangan Rasuuli ‘l-Mushthafa, Sayyidina Muhammad (saw). Dan di antara jin-jin itu, sebagian di antaranya adalah Mukmin dan yang lainnya tidak beriman. Dan jin yang beriman dilindungi, sementara yang tidak beriman, mereka tidak peduli dengan agama dan pada akhirnya mereka akan dikalahkan.
walhamdulillaahi ‘r-Rabbi ‘l-`aalamiin, al-Fatihah

AYAT SUCI YANG DAPAT MENYELAMATKAN MANUSIA DARI SEGALA PENYAKIT

89614700_10157130179505886_2694062736572153856_o

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

12 Maret 2020 | Fenton Zawiya, Michigan



Adab terhadap Syekh adalah jika kalian mengaitkan sesuatu kepada diri kalian sendiri, maka tidak akan ada yang berhasil. 


Duduklah di rumah!  Jika kalian mempunyai masalah, bacalah: 

‏بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ

ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim.

Dzalika taqdiiru ‘l-`Aziizi ‘l-`Aliim.

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (Surah Yasiin, 36:38)

 

Masalah tersebut akan cair dengan sendirinya. Itulah yang diajarkan oleh Grandsyekh AbdAllah ad-Daghestani (q) kepada kami pada tahun-tahun yang baik di masa lalu.  Sekarang kita berada di tahun-tahun yang buruk. Tahun yang buruk, tetapi insyaAllah khalaash, keselamatan akan datang.  Pada akhirnya Islam akan menyebarkan kedamaian di mana-mana dan kita (Muslim) tidak menyebarkan apa-apa selain kedamaian.  


As-salam `alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh 

Semoga Allah melimpahkan keselamatan, rahmat dan keberkahan kepada kalian.  

 

Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim dibaca sebelum ayat untuk mengikutsertakan setiap orang yang telah meninggal dunia akibat penyakit ini agar mereka diampuni.  Itulah sebabnya mengapa Umat Sayyidina Muhammad (saw) sangat beruntung memperoleh semua keselamatan dari Langit ini.
 

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ

ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim.

Dzalika taqdiiru ‘l-`Aziizi ‘l-`Aliim.

 

Dan Dia memberitahukan pentingnya Dzikrullah waqt al-masaa’ib, mengingat Allah pada masa-masa sulit.  

Ja’at al-ayat ats-tsaaniya Dzalika taqdiiru ‘l-`Aziizi ‘l-`Aliim.

Kemudian ayat kedua muncul: 

Demikianlah ketetapan dari-Nya, Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui, artinya Dia mengetahui segalanya, jadi jangan menempatkan iraadah, kehendak kalian di atas Kehendak-Nya.  Iraadah kalian adalah seberapa banyak dzikrullah yang dapat kalian lakukan dalam sehari: itulah yang Allah (swt) berikan kepada kalian untuk memilihnya; sementara Iraadah Allah, Kehendak Ilahiah adalah untuk menghapuskan kezaliman, kegelapan dan penindasan, dan memberikan umat Muslim dari ketetapan pentingnya Bahr al-`Azhama, Samudra Keagungan, Qudratullah, Samudra Kekuasaan Allah di seluruh dunia ini. 

Keagungan-Nya adalah, bahwa dari satu ayat al-Qur’an suci seluruh dunia selamat.  Ketika Allah tidak senang dengan manusia, Dia menarik kekuatan dari dunia dan sebelum itu terjadi, seluruh dunia akan mengalami kejatuhan.  Jadi, agar kalian selamat dari masalah ini, `alaykum bi qira’at hadzihi ayah, kalian harus membaca ayat ini: 

 

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ

ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim.

Dzalika taqdiiru ‘l-`Aziizi ‘l-`Aliim. (36:38)

 

Itu adalah dzikirnya Mawlana Syekh AbdAllah yang biasa beliau baca 100 kali sebelum terbang, atau mengendarai kendaraan atau ketika bepergian.  Bila kalian membacanya atau menuliskannya, Allah (swt) akan membukakan bagi kalian sebuah taj (mahkota), satu derajat, satu maqam di atas maqam lainnya di atas maqam lainnya di atas maqam lainnya dan seterusnya sampai seluruhnya habis. 


Pada saat itu kemurnian akan muncul ke dunia dan Allah (swt) akan menunjukkan `Azhamat-Nya kepada manusia.  Jadi berusahalah untuk menjadi orang yang baik, daripada melakukan maksiat setiap saat, lebih baik melakukan dzikrullah.  

Dzikrullah (adalah apa) yang harus kita tunjukkan kepada Allah bahwa betapa kita sangat tertarik untuk mengikuti apa yang telah dijelaskan oleh Nabi (saw) mengenai ayat ini dan apa yang telah dijelaskan oleh para ulama mengenai hal ini.  

Semoga Allah mengampuni kita dan memberkahi kita, dan semoga Allah menyingkirkan penyakit (virus Corona) tersebut.  Barang siapa yang membaca dzikir ini 100 kali setiap hari ia akan diselamatkan dari segala penyakit. Jadi siapa pun yang mempunyai masalah dari penyakit semacam ini, biarkan mereka membaca ayat tersebut 100 kali setiap hari dan insyaAllah itu akan terbuka. 

Wa min Allah at-tawfiiq, dan segala keberhasilan berasal dari Allah.