Kekuatan Nishfu Sya`ban

untitled

Mawlana Shaykh Nazim al-Haqqani

15 Juli 2011 Lefke, Siprus

Shuhbah setelah Jumat

 

A`uudzu billaahi min asy-Syaythani ‘r-rajiim. Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahi ‘l hamd! Yaa Rabbii, yaa Allah! zidhu yaa Rabbii! A`uudzu billahi min asy-Syaythani ‘r-rajiim. Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim. (Mawlana Syekh duduk kembali).

Madad, yaa Sulthaan al-Awliya. Madad yaa RijalAllah. Yaa Rabbana w`afuw `anna w ’aghfir lanaa w ’arhamna w ’ansurna `ala ’l-qawmi’l-kaafiriin, wa azhar Sayyidina al-Mahdi, ajaban-Allah, bi-jaahi nabiyyika wa`fu `anna w ’aghfir lanaa wa tub `alayna tubna wa raja’na.

Wahai hadirin dari Timur ke Barat!  Tiba waktunya di mana seluruh bangsa akan bergegas mendengar deklarasi surgawi, dan oleh sebab itu kami katakan, “Wahai manusia!  Cukup sudah mabuk kalian! Berusahalah untuk datang, mendengar dan mengetahui.” Kita harus berusaha untuk menjadi tahu. Kita datang ke sini, dan itu bukanlah sesuatu yang sia-sia, bukan seperti daun-daun yang suatu saat berada di pohon, lalu jatuh ke Bumi dan kemudian akan berlalu.  Kita harus mengetahui tentang diri kita. Apa tujuan kita, bagaimana kita bisa berada di sini untuk sementara kemudian kita akan meninggalkan dunia ini. Allah (swt) mengirimkan ratusan atau ribuan orang-orang pilihan yang mempunyai hubungan antara Bumi dan Langit, atau alam Malakut, yang memberi kabar dan peringatan untuk manusia karena mereka mengetahui sesuatu mengenai manusia dan segala sesuatu di sekitar mereka.

Dan kita ucapkan, “a`uudzu billaahi min asy-Syaythani ‘r-rajiim.”  Kita harus selalu mengatakan, “Wahai Tuhan kami! Kami berlindung kepada-Mu dari Setan!”  Karena Setan berusaha untuk membuat manusia tidak percaya dengan apa yang dibawa oleh para Nabi dari Langit.  Para Nabi berseru, “Wahai manusia! Datang dan percayalah,” tetapi Setan mengejar manusia dan mengatakan, “Jangan percaya!”  Astaghfirullah.

Orang-orang berkata, “Ini seperti dongeng dari masa lalu yang tidak ada kenyataannya, jadi tidak perlu percaya pada mereka, nikmati saja apa yang fisik kita inginkan dan tidak perlu memikirkan yang lain.”  Setan menggunakan nama-nama yang berbeda tetapi dengan racun yang sama untuk membuat pemahaman kita menjadi nol. Sekarang seluruh bangsa dalam keadaan mabuk, sebagaimana Sayyidina `Ali (ra) mengatakan, “Orang-orang tertidur dan mereka tidak bangun-bangun sampai ajal mendatangi mereka, barulah mereka bangun dan menanyakan apa yang terjadi.”

Allah (swt) mengirimkan para malaikat kepada mereka dengan perintah suci dari Langit yang mengatakan, “Wahai manusia!  Jangan menanyakan apa yang terjadi karena engkau telah diberi peringatan tentang hal itu sepanjang hidupmu, tetapi engkau mengatakan bahwa itu hanyalah dongeng dari masa lalu.  Kini waktunya telah habis dan kami akan membawa ruhmu kepada Sang Penciptamu, karena ini bukanlah tujuanmu sebenarnya, kami akan membawamu ke tempat itu, ke tempat asalmu.”

Wahai manusia!  Kita sudah sangat dekat dengan tujuan kita, di mana Nabi Penutup (saw) telah memberi kabar kepada kita.  Hari Kiamat begitu dekat dan ia datang kepada kalian, jadi waspadalah! Sekarang kita semakin dekat dengan Hari Kiamat di mana sangkakala akan segera dibunyikan.  Sebelumnya begitu banyak hal yang tidak pernah kalian yakini, tetapi kini kalian telah melihat kejadian-kejadian surgawi sebagaimana yang dikatakan kepada kita oleh para Nabi, sekarang kejadian itu datang satu demi satu.

Dastuur, yaa Sayyidi.  Sekarang adalah 14 Sya’ban.  Ini adalah bulan suci, dan malam ke-15 dari bulan suci ini akan menjadi malam yang paling penting dalam setahun setelah Malam Laylatul Qadar.  Barangkali ini (lebih penting); hanya Dia Yang Maha Mengetahui! Para Nabi mengajarkan kita mengenai Laylatul Bara`ah, di mana tadir setiap orang untuk tahun yang akan datang telah ditetapkan dan dituliskan, apa yang akan terjadi pada mereka baik secara pribadi maupun berkelompok.  

Malam ini adalah awal bagi Tahun Baru Surgawi (Langit), yang dimulai pada Malam Bara`ah.  Takdir kita akan dituliskan baik secara pribadi maupun kolektif di Loh Mahfuz. Siapa yang akan hidup, siapa yang akan meninggal dunia, nama-nama mereka akan dituliskan, juga bagi mereka yang akan muncul ke dunia, dan berapa lama hidup mereka di dunia–empat puluh tahun, tiga puluh tahun, sembilan puluh tahun, tujuh puluh tahun–dan bagi setiap orang akan ditulis segala sesuatu tentang kehidupan pribadi mereka.  Itu tidak akan berubah: siapa yang akan datang, siapa yang akan meninggal dunia, apa yang akan mereka lakukan, dan apa yang akan terjadi pada mereka baik secara pribadi maupun kolektif.

Sekarang kita berada di bagian terakhir dari kehidupan manusia, kita berada di abad ke-15 tahun hijriah.  Sesuai dengan niat kita, sesuai dengan perbuatan kita, malam ini kita dapat mengubah (apa yang telah dituliskan, karena setelah itu tidak) akan ada perubahan lagi.

Manusia di Bumi ada dua macam, sebagian ada di kelompok yang positif dan yang lainnya di kelompok negatif.  Kelompok yang positif adalah orang-orang yang beriman yang melakukan perbuatan baik bagi Tuhannya, dan terhadap ciptaan Sang Pencipta.  Mereka adalah orang-orang yang berguna. Kelompok lainnya, yaitu kelompok negatif, tidak pernah memikirkan tentang mendekatnya Hari Kiamat dan mereka hanya menimbulkan masalah bagi orang-orang, mereka melakukan pembunuhan dan menyebabkan penderitaan.  Satu kelompok berusaha untuk menolong orang, berusaha membuat mereka bahagia tetapi kelompok satunya selalu menyebabkan masalah dan inilah kesenangan mereka! Malam ini, perbuatan dari seluruh manusia akan dituliskan apakah di tangan kanan (kebaikan) atau di tangan kiri (dosa-dosa).

Wahai manusia!  Menurut Nabi (saw), malam ini adalah malam yang sangat penting, jadi berusahalah agar diri kalian bersama Tuhan kalian dalam kondisi yang baik, sehingga kalian akan meraih rahmat Allah, sehingga kalian akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.  Malam ini adalah malam pertama dan besok adalah hari pertama dari tahun baru bagi seluruh dunia. Ini bukanlah kalender hijriah atau kalender Barat, ini adalah kalender Surgawi.

Wahai manusia!  Jagalah agar jasmani dan rohani kalian bersih untuk suatu awal yang baru.  Saya takut kalau niat dan perbuatan buruk manusia tiba-tiba akan membawa mereka kepada hukuman surgawi.  Mereka dapat menyebabkan pembalasan Surgawi mendatangi mereka jika mereka tidak mengatakan, “Wahai Tuhan kami!  Engkau telah menciptakan kami tetapi kami telah banyak melakukan kesalahan, Engkaulah satu-satunya yang dapat memaafkan apa yang telah kami lakukan dan memberikan energi baik kepada kami sehingga kami dapat menjadi hamba-Mu yang taat!”  

Wahai manusia!  Malam ini adalah malam yang penting karena mungkin saja ini akan menjadi malam suci terakhir bagi manusia, karena tahun depan wujud dunia ini mungkin akan berubah; mungkin saja di antara lima orang, hanya ada satu yang bertahan sementara empat lainnya meninggal dunia!  Ini adalah suatu kutukan, karena orang-orang berlari di jalan Kematian. Oleh sebab itu, siapa pun yang berlari di sisi jalan itu dapat bertahan menurut pengetahuan surgawi. Hanya sedikit orang yang bertahan di sini. Saya pikir kita tidak akan mengerti bila azab terjadi di Bumi, kalian akan mendapati gurun yang kosong, tanpa rumah, pepohonan, lautan, hujan dan segala yang menyenangkan bagi manusia akan dicabut!  Bagi yang bertahan, Allah (swt) akan membukakan dunia yang baru bagi mereka.

Suatu hari nanti akan tiba di mana dunia kalian akan berubah hingga sulit dikenali sampai-sampai orang akan bertanya, “Inikah dunia yang kita tinggali?”  Ia dapat berubah sepenuhnya dan hanya segelintir orang yang akan bertahan, mereka yang percaya dan memberi penghormatan yang tinggi bagi Tuhannya, sementara yang lain akan disapu bersih.

Wahai manusia!  Apa yang Allah katakan akan terjadi, dan saya memohon ampunan bagi saya dan bagi kalian.  Saya memohon agar Allah menjadikan niat kita, niat yang baik. Semoga Allah mengampuni kita dan mengirimkan kepada kita para pemimpin yang dapat membawa kita ke jalan yang aman, jalan yang diridai Allah; kalau tidak, pemahaman kita akan dicabut.

Wahai manusia!  Sekarang dunia, besok akan menjadi kuburan!  Jangan mengatakan, “Aku kaya,” atau “Aku adalah orang terkaya.”  Itu tidak akan memberi manfaat bagi kalian, hanya perbuatan baik yang akan bermanfaat bagi kalian, yaa Rabbanaa!

Kami hanyalah hamba-hamba-Mu. Jangan tinggalkan kami pada Setan untuk menjadi hambanya!  Barang siapa yang mengejar Allah, ia akan selamat dan barang siapa yang mengejar Setan, ia akan dimasukkan ke dalam Neraka, astaghfirullah!

Ini bagaikan samudra di mana kita dapat berbicara hingga minggu depan atau tahun depan jika Allah memberi kekuatan, tetapi saya adalah orang yang lemah, dan kalian juga lemah.  Mintalah kepada Allah ampunan dan Samudra Rahmat-Nya yang tak terhingga. Mintalah demi kemuliaan Nabi Penutup (saw) agar kita diselamatkan dari kejahatan, dan dari tempat yang buruk setelah kemaatian kita!  

Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, `Aziiz Allah.

Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Kariim Allah.

Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Subhaan Allah.

Subhan sen, Sultan sen, yaa Rabb!

Engkau adalah Sultan!  Engkau adalah Subhaan! Engkau adalah Rahmaan!  Wahai Tuhan kami, ighfir lanaa maa madaa fii salif hayatuna!  Berikanlah ampunan-Mu dan kirimkanlah kepada kami hamba-hamba-Mu yang baik yang dapat menyelamatkan kami dan mengubah gaya hidup kami menjadi pengikut al-Qur’an suci dan Islam yang suci, demi kemuliaan Rasuulullah, Sayyidina Muhammad (saw)!

Allaahuma shalli `ala Sayyidina Muhammadin wa `aala alihi wa shahbihi wa sallim.

Allaahuma shalli `ala Sayyidina Muhammadin wa `aala alihi wa shahbihi wa sallim.

Allaahuma shalli `ala Sayyidina Muhammadin wa `aala alihi wa shahbihi wa sallim.

Fatihah.

Video: https://sufilive.com/The-Power-of-Nisf-Sha-ban-3641.html

 

 

Advertisements

Nasihat dalam Membesarkan Anak

51858292_810860759256262_837368813136391599_n

 

Bismillaahi r-Rahmaani r-Rahiim.

Wahai manusia, kalian harus merawat anak-anak kalian. Jika mereka melakukan sesuatu yang baik, berilah pujian dan penghargaan kepadanya, sehingga mereka akan merasa senang dan akan lebih sering melakukan perbuatan yang baik. Tetapi jika mereka melakukan tindakan yang buruk, paling tidak kalian harus menegurnya, jangan sampai tindakan yang salah ini berlalu begitu saja tanpa mereka mengerti bahwa kalian tidak setuju dengan perbuatannya.

Katakan pada mereka, “Jangan lakukan hal itu; tidak baik melakukan itu; itu menyakiti orang lain; itu adalah perilaku yang buruk.” Kadang-kadang jika pesan ini tidak sampai, kalian boleh menjewer telinga mereka dengan lembut (untuk mendapat perhatian mereka).

Yang menjadi pilar pendidikan adalah harapan untuk mendapatkan suatu penghargaan, dan ketakukan untuk mendapat teguran atau hukuman. Orang Barat telah menghilangkan kedua pilar tersebut dan seringkali membiarkan anak-anak mereka tumbuh dengan liar, itulah kesalahan mereka.

Pendidikan dengan gaya bebas telah mendatangkan bencana besar bagi peradaban Barat, begitu besarnya sehingga pemerintah bertanya, “Apa yang dapat kita lakukan untuk mempertahankan perdamaian di masyarakat kita?” Bagaimana kita dapat membendung gelombang kekerasan? Apa yang dapat kita lakukan dengan orang-orang liar ini?” Dan orang-orang bertanya, “Apa yang dapat kita lakukan terhadap peraturan-peraturan yang menentang kita ini?”

Apa yang kita saksikan di zaman ini adalah pemenuhan dari prediksi Nabi Suci (saw) yang bersabda, “Akan tiba masanya di mana pemerintah akan mengutuk warganya dan warga akan mengutuk pemerintahnya.”

Bagaimana orang-orang dewasa itu dapat dikontrol jika orang tua mereka tidak pernah menanamkan bekal pada mereka ketika masih kecil? Ada sebuah ungkapan, “Barang siapa yang dibesarkan dengan jalan tertentu, maka ia akan berakhir dengan jalan itu juga.” Inilah asalannya mengapa pohon-pohon yang batangnya bengkok perlu diikat ketika mereka masih muda dan lentur agar dapat dibentuk. Ketika batangnya sudah besar dan mengeras, siapa yang dapat membengkokkannya? Oleh sebab itu, pendidikan harus dimulai sejak bayi.

Salah satu bagian yang sangat penting dalam pendidikan yang baik adalah mengajarkan anak-anak kalian untuk bersabar dengan tidak langsung memberikan apa pun yang diinginkannya. Katakan pada mereka, “Kau tidak akan mendapatkannya sekarang, tetapi lima menit lagi (atau setengah jam lagi atau besok; atau jika engkau berprestasi di sekolah). Atau kalian juga bisa mengatakan, “Saya tidak akan memberikannya kepadamu sampai kamu berhenti mengganggu saya, jadi lupakan saja keinginanmu itu; setelah itu mungkin saya akan memberikannya kepadamu.”

Poin lainnya adalah, kita harus melatih anak-anak kita untuk menghormati dan menghargai orang tuanya, khususnya karena hubungan kekeluargaan sudah sangat memburuk di masyarakat Barat. Jangan membiarkan anak-anak untuk memakan permen yang didapatnya sebelum mereka menawarkannya terlebih dahulu kepada ibunya. Dengan begitu Insya Allah, ketika dewasa mereka akan berpikir untuk memberikan sebagian yang mereka peroleh untuk ibunya. Ajari juga anak-anak untuk mencium tangan dan pipi kalian ketika mereka bagun di pagi hari dan sebelum tidur di malam hari. Hal ini akan menanamkan rasa kasih sayang dan hormat kepada orang tua dalam diri mereka.

~Mawlana Shaykh Nazim | 1999