Laylat al-Qadr di Masjid Ash-Shiddiq

IMG-20160814-WA0032

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Burton, Michigan, 24 Juli 2014

Shuhbah diikuti dengan Ziarah Rambut Suci Sayyidina Muhammad (saw), Syedna `Ali (ra) dan Syekh `Abdul Qadir al-Jilani (q)

 

Waktu hakiki dari Laylat al-Qadr adalah ketika kitab suci al-Qur’an diturunkan kepada Nabi (saw) di Mekah, jadi bagi mereka yang mengatakan bahwa Laylat al-Qadr adalah kemarin atau hari ini, mereka tidak mempertimbangkan bahwa Laylat al-Qadr adalah malam di mana kitab suci al-Qur’an diturunkan kepada Nabi (saw) di Mekah, dan di waktu yang sama untuk Madinah.  Jadi bagi kita di sini, kita memohon kepada Allah (swt) bahwa apa pun yang Dia kirimkan pada saat itu ke Mekah dan Madinah, Dia kirimkan juga kepada kita. Itulah sebabnya jika kalian melakukan adabnya pada hari ini atau kemarin, maka itu artinya berkah di atas berkah dan insya Allah kita akan meraih menfaat dari apa yang Allah turunkan kepada Nabi (saw) dan dari Nabi (saw) kepada Ummah dan dari kitab suci al-Qur’an, kita memperoleh manfaat dunia dan Akhirat! 

Waktu yang tepat untuk Laylat al-Qadr bukanlah Rabu atau Kamis, atau sehari sebelumnya atau setelahnya, atau pada waktu tertentu, itu bukanlah sejak tanggal 21 hingga 29 dari bulan ini, dan itu juga tergantung pada kapan kalian mulai berpuasa, ada yang mulai berpuasa satu hari sebelumnya atau satu hari setelahnya, jadi itu berbeda-beda.  Tetapi waktu hakikinya adalah waktu di Mekah dan Madinah, di mana kitab suci al-Qur’an diturunkan kepada Nabi (saw) waktu Mekah, yang juga waktu untuk Madinatu ‘l-Munawwarah `alaa sakini afdhaluu shalaatu wa ’s-salaam.

Jadi kita memohon kepada Allah untuk membusanai kita dengan apa yang telah Dia sandangkan kepada kaum Mukminin di seluruh dunia, membusanai kita dengan busana sejati dari Laylat al-Qadr.  Awliyaullah telah dibusanai, bukan menurut waktu kemarin atau sekarang, tetapi sejak awal malam ke-21 hingga malam ke-29, yakni pada malam-malam ganjil.  Ada tajali yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya setiap malam ganjil.  Malam ke-21 mempunyai tajali pada level tertentu, malam ke-23 pada level lainnya, malam ke-25 pada level lainnya, malam ke-27 dan 29 pada level lainnya, dan kita mengharapkannya, insyaAllah.  Tajali malam Laylat al-Qadr yang dilihat oleh para Awliyaullah pada setiap malam ganjil tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya.  

Jadi sejak malam ke-21 Ramadhan dan seterusnya ada Laylat al-Qadr untuk kelompok-kelompok Awliyaullah yang berbeda, dan alhamdulillah, dengan berkah syuyukh kita, Grandsyekh `AbdAllah al-Fa’iz ad-Daghestani (q) dan Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil (q) dan dengan seluruh Syuyukh dari Tarekat lainnya, maka tajali Laylat al-Qadr akan disandangkan kepada para pengikutnya.  Sebagian orang mungkin akan melihat sesuatu, dan sebagian lagi tidak melihat apa-apa, itu tergantung pada kapasitas mereka apakah kalian dapat menerima Cahaya itu atau tidak.  Jika Cahaya itu dibukakan kepada sebagian orang, mereka akan larut akibat panasnya tajali dari Asmaul Husna wal Shifat!  Jadi malam ini kita mengikuti jejak mereka dengan melakukan dzikrullah dan insya Allah kita akan dibusanai dengan lebih banyak talaji hingga akhir Ramadhan.

[Khatm.]

http://sufilive.com/Entire_Laylatul_Qadr_Event-5598.html

© Copyright 2014 Sufilive. All rights reserved. This transcript is protected by international copyright law. Please attribute Sufilive when sharing it. JazakAllahu khayr.