Sepuluh Hari Terbaik di Bulan Dzul Hijjah

Dr. Nour Mohamad Kabbani
Khotbah Jumat 24 Juli 2020 | Zawiyah Fenton, Michigan

Wahai orang-orang beriman, wahai Mukmin, kita telah memasuki sepuluh hari pertama dari bulan Dzul Hijjah. Ada banyak hadits yang menyebutkan bahwa Allah sangat mencintai sepuluh hari ini, dan saya akan mengutip beberapa di antaranya. Dalam banyak Hadits, Rasulullah (saw) menyebutkan bahwa afdhalul iyaam, hari-hari terbaik adalah iyaamul asyrah, sepuluh hari; yakni sepuluh hari pertama dari bulan Dzul Hijjah yang telah dimulai beberapa hari yang lalu dan insya Allah, Arafah akan jatuh pada hari Kamis, insyaAllah jika mereka menghitungnya dengan benar. Sekarang bahkan di antara umat Muslim sendiri tidak sepakat mengenai hal tersebut, belum lagi urusan lainnya. Semoga Allah (swt) membimbing seluruh umat Muslim kepada satu Sultan. Satu Sultan yang akan mengurus semua urusan umat Muslim. Seluruh Muslim adalah satu, satu tangan, satu hati, satu Nabi dan satu Tuhan. Semoga Allah (swt) menggolongkan kita sebagai orang yang bersatu di bawah bendera Rasulullah (saw), insyaAllah.

Jadi, Rasulullah (saw) telah menyebutkan beberapa Ahadits, dan saya akan mengutip beberapa di antaranya. Ibn Abbas (ra) mengatakan bahwa Rasulullah (saw) bersabda, “Tidak ada hari-hari di mana amal baik, perbuatan baik, atau ibadah, yang lebih dicintai oleh Allah (swt) kecuali pada sepuluh hari pertama ini. Jadi shalat kalian di luar dari sepuluh hari pertama ini diterima oleh Allah, tetapi shalat kalian pada sepuluh hari pertama ini akan dilipatgandakan lebih banyak lagi, begitu pula dengan amal baik kalian, yakni pada ayaamil asyrah, sepuluh hari pertama dari bulan Dzul Hijjah.

Mereka bertanya, “Yaa Rasulallah, bagaimana dengan jihad?” Karena dalam jihad, pada prinsipnya kalian meninggalkan segalanya. Itulah sebabnya begitu banyak orang yang tidak ingin melakukan jihad di masa Rasulullah (saw). Banyak di antara mereka yang tidak pergi bersama Rasulullah (saw). Mengapa? Karena ketika kalian berjihad, itu artinya ada kemungkinan kalian tidak akan kembali lagi ke rumah kalian. Sekarang setiap orang mengatakan, “Ohh aku tidak bisa kembali lagi ke (mobil) Porsche-ku?” Tidak, tidak bisa! “Aku tidak bisa kembali lagi kepada istriku?” Tidak, tidak bisa! “Aku tidak bisa kembali lagi kepada Caviarku?” Tidak, tidak bisa! Apa yang terjadi (dalam jihad)? Kalian akan berjalan, berjalan dan terus berjalan di mana mungkin kalian akan mati atau kalian akan membukakan hati manusia dengan Iman dan Islam.

Jadi jihad pada prinsipnya adalah kalian memutus hubungan dengan kehidupan kalian sebelumnya. Tidak ada lagi istri, tidak ada lagi anak-anak, tidak ada lagi pekerjaan, tidak ada lagi mobil, pesawat, tidak ada apa-apa lagi; semua itu akan pergi dan bukan hanya itu, bahkan nyawa kalian sendiri. Nafsi wa maali, itulah yang dikatakan oleh Rasulullah (saw). Dan ini disebutkan dalam Sahih Bukhari.

Beliau (saw) bersabda, “Bahkan jihad fii sabilillah pun tidak lebih baik daripada sepuluh hari pertama ini, kecuali orang-orang yang telah meninggalkan jiwa dan hartanya, yakni unta kalian, pedang kalian dan apa pun yang kalian miliki dan ia tidak kembali lagi ke rumah dengan semua itu, baik nyawa maupun harta bendanya. Itu adalah amal tertinggi. Itu adalah jihad yang diidam-idamkan oleh para Sahabat al-kiraam bersama Rasulullah (saw), dan BUKAN dengan imajinasi mereka sendiri.

“Oh, aku akan pergi jihad hari ini.”
Masya Allah, siapa yang membimbingmu?
“Shaitan!”
Siapa yang membimbingmu?
“Oh egoku!”
“Aku akan pergi meneror sekelompok orang, mencuri uang mereka, mengambil harta benda mereka dan aku telah melakukan jihad.”
Masya Allah. Orang-orang telah terperdaya, mereka telah kehilangan akal mereka.

Jadi, wahai Muslim, daripada melakukan hal itu, lakukanlah yang terbaik pada sepuluh hari ini. Jika kalian tidak melakukan shalat lima waktu kalian, lakukanlah shalat kalian pada sepuluh hari ini. Jika kalian tidak berpuasa, berpuasalah pada sepuluh hari ini, terutama pada Hari Arafah (9 Dzul Hijjah–red). Jika kalian tidak memberikan zakat atau sedekah, berikanlah pada sepuluh hari ini. Jika kalian tidak berbuat baik kepada keluarga kalian, kalian tidak tersambung dengan keluarga kalian, kalian telah memutuskan tali silaturahim dengan ayah kalian, dengan saudara kalian, atau bibi kalian, maka perbaikilah hubungan itu, lakukanlah hal-hal yang baik pada sepuluh hari pertama ini.

Jadi tidak ada amalan yang dapat dibandingkan dalam sepuluh hari pertama ini bahkan juga jihad fii sabilillah kecuali bagi orang yang telah kehilangan nyawanya dan kehilangan harta bendanya, telah kehilangan segalanya; namun ia telah meraih segalanya. Syahid! Syahid artinya menyaksikan. Apa yang disaksikan oleh seorang syahid ketika ia meninggal dunia? Yang disaksikannya tidak ada bandingannya dengan apa pun di dunia ini. Sebelum meninggal dunia, mereka telah melihatnya. Mereka melihat tempat mereka di Surga di dunia ini. Seorang syahid (jamak: syuhada) menyaksikan itu semua. Mereka tidak merasakan sakit. Mereka bahagia. Wajah mereka tersenyum, berseri-seri, penuh cahaya untuk masuk ke Surga-Nya Allah (swt), karena mereka tidak membiarkan Rasulullah (saw) kecewa.

Hal ini disebukan oleh Bukhari, Tirmidzi dan Tabarani. Selain itu Tabarani juga menambahkan, “Tidak ada hari-hari yang lebih baik dalam pandangan Allah dan yang lebih dicintai oleh Allah (swt) daripada sepuluh hari pertama (di bulan Dzul Hijjah) ini.” Jadi apa yang kalian lakukan pada sepuluh hari pertama ini? Rasulullah (saw) bersabda, “Perbanyaklah tasbih, tahmid, tahlil, takbir.” Tasbih: Subhanallaah, tahmid: alhamdulillaah, tahlil: laa ilaaha illallaah, takbir: Allaahu akbar. Jadi ucapkanlah, “Subhnallaah walhamdulillaah wa laa ilaha illallaah wallaahu akbar; subhnallaah walhamdulillaah wa laa ilaha illallaah wallaahu akbar…” Jadikanlah itu sebagai dzikir kalian pada hari-hari ini. Ini dianjurkan oleh Rasulullah (saw). Jadi ambillah tasbih kalian, batu-batu kalian atau gunakan jari-jemari kalian, apa pun yang kalian gunakan, bacalah 100, 200, 400, 1000… berapa pun yang kalian lakukan, perbanyaklah mengagungkan dan memuji Tuhan kita, Allah (swt).

Dalam hadits lainnya, dan ini diriwayatkan oleh Abu Hurayrah (ra). Beliau mengatakan bahwa Rasulullah (saw) bersabda, “Allah (swt) senang bila orang-orang beribadah kepada-Nya pada hari-hari ini. Setiap hari dari sembilan hari ini di mana kalian berpuasa, karena pada hari kesepuluh kalian tidak boleh berpuasa, setiap hari di mana kalian berpuasa setara dengan puasa satu tahun. Jadi guru-guru kita biasa berpuasa 9 hari. Guru-guru kita biasa berpuasa sejak hari pertama hingga hari kesembilan, hingga Arafah dan mengakhiri puasanya pada saat Ied. Saat ini kita lemah, kita hanya berpuasa pada hari Arafah, itu pun jika kita melakukannya. Kebanyakan di antara kita tidak dapat bertahan tanpa air dan makanan sehingga mereka melepaskan berlian ini, permata ini.

Satu hari kalian berpuasa, Allah akan memberi pahala satu tahun puasa, jadi sembilan hari puasa berarti sembilan tahun. Jika kalian berumur seratus tahun, dan katakanlah kalian berpuasa dalam 50 tahun (dalam hal ini puasa 9 hari setiap tahun–red) berarti 450 hari dan setiap harinya setara dengan 1 tahun, sehingga itu artinya kalian berpuasa selama 450 tahun!

Dan bangun di malam harinya adalah bangun untuk memperoleh Laylatul Qadar. Jadi dalam sembilan hari ini, jika kalian berpuasa, Allah (swt) akan memberi pahala 1 tahun puasa, dan jika kalian shalat di malam hari, Allah (swt) akan memberi kalian pahala Laylatul Qadar. Dan ini disebutkan oleh Tirmidzi, Ibnu Majah dan Baihaqi. Jadi berpuasalah semampu kalian dan shalatlah di malam hari dan Allah (swt) akan memberi pahala.

Dalam hadits lainnya Rasulullah (saw) bersabda, “Perbanyaklah membaca Laa ilaaha illallaah wallaahu akbar, dan inilah yang dilakukan oleh orang-orang yang menunaikan haji, mereka membaca “Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallaah wallaahu akbar. Rasulullah (saw) mengatakan, “Perbanyaklah melakukan takbirat wa dzikrillaah, menyebutkan nama Tuhanmu,” karena Allah (swt) menyebutkan di dalam Surat al-Baqarah bagi orang-orang yang berada di Arafah, ketika mereka telah selesai di sana.

asta`idzubillaah
fa idzaa afadhtum minarafaatin fadzkurullaaha inda ‘l-masyari ‘l-haraami

Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy`arilharam, (yakni Muzdalifah). (QS Al-Baqarah, 2:198)

Jadi ketika kalian meninggalkan daerah itu, berdzikirlah, bahkan lebih banyak daripada menyebut nenek moyang kalian. Sekarang ini setiap orang senang membangga-banggakan nenek moyang mereka; misalnya dengan mengatakan,
“Aku adalah seorang Sayyid” oooh ok…
“Aku adalah putra dari orang ini” ooh masyaAllah…
“Aku adalah cucu dari orang itu…” ooh masyaAllah…

Setiap orang bangga dengan nenek moyang mereka.
Allah (swt) berfirman,

Fadzkurullaaha ka-dzikrikum aabaa’akum aw’asyadda dzikra…
Maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu…
(QS Al-Baqarah, 2:200)

Berdzikirlah dengan menyebut nama Allah, “Allah, Allah,” tinggalkan perbuatan membangga-banggakan nenek moyang kalian. Jika Allah mengaruniai kalian menjadi bagian dari mereka, maka itu berasal dari fadhlun ni`mah, dari karunia-Nya; tetapi itu bukan alasan untuk membangga-banggakannya.

Jadi beliau (saw) bersabda, “Perbanyaklah takbir dan tahlil, lakukan dzikrullah, lakukan puasa, karena satu hari setara dengan satu tahun, dan setiap amal baik akan dilipatgandakan 700 kali. Semoga Allah (swt) memperkenankan kita melakukan hal itu semua.

Dalam hadits lainnya yang disebutkan oleh Muslim, dan insya Allah kita akan mengakhiri dengan hadits ini. Diriwayatkan oleh Abu Qatada bahwa Rasulullah (saw) ditanya mengenai puasa Arafah, lalu beliau menjawab, bila kalian melakukan puasa Arafah, Allah (swt) akan mengampuni dosa-dosa dari tahun sebelumnya dan dosa-dosa dari tahun yang akan datang. Jadi berpuasalah pada Hari Arafah, dan semoga Allah (swt) menerima kita semua di antara hamba-hamba-Nya yang baik. Hamba yang mengikuti kepemimpinan Rasulullah (saw), mengikuti kepemimpinan Shahabah al-kiraam, para Ahlulbait dan Awliyaullah.

[Doa]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s